
Tidak ada yang menyangka, kemesraan itu dibangun dalam hitungan hari.
Semingu lalu Bayu hanyalah pemuda kesepian dan hidup tanpa menentukan arah. Tapi kini, Bayu seperti Laki Laki paling bahagia di muka bumi dengan tujuan mulia.
Film berlangsung sektar 2 jam kurang.
Sedari tadi Putri terus ketakutan, menjerit seraya meremas tangan Bayu. Tapi Bayu hanya santai melihat film horror itu, karena sejak kecil di Desa, Bayu sudah terbiasa melihat hal hal ganjil, termasuk mahluk lain penghuni bumi selain manusia.
Saat Film selesai. Dan credit scene di tayangkan. Putri yang mendekap Bayu merasa lega dan memperbaiki duduknya.
Lampu penerangan perlahan menyala.
Dari tadi kaki Putri naik ke atas kursi sambil bersandar di dada Bayu.
"Ahirnya selesai juga." Ucap Putri lega.
Bayu melihat Putri keheranan.
"Aku kira kamu takutnya juma takut biasa, ternyata takutmu bikin aku degdegan juga." Kata Bayu sambil memperhatikan pengunjung yang sudah mulai keluar teater.
"Kok bisa degdegan.?" Tanya Putri heran.
"Yaaa emmmm degdegan, gitu." Kata Bayu kebingungan menjelaskan pada Putri, karena sedari tadi gunung kembar Putri terus menempel di badan Bayu. Sebagai Laki Laki normal tentu ada hasrat yang tak mungkin disalurkan saat ini.
"Aneh......., ya biasanya aku nonton sama Ita sama Astri tapi ngak ada yang bisa aku peluk. Kalau ada kamu kan enak ada yang dipeluk ada yang ditanya tanya tanpa aku lihat setanny di layar." Jawab Putri sambil berdiri.
Pengunjung sudah mulai meninggalkan teater. Kemudian Bayu juga ikut berdiri.
Bayu mengandeng Putri dan ahirnya mereka keluar teater.
Di lobby bioskop.
"Mau kemana lagi kita sekarang.,?" Tanya Bayu pada Putri di sampingnya.
"Kita shoping......." Jawab Putri dengan riang gembira.
Lagian wanita mana yang tak suka shoping.
"Oke." Jawab Bayu singkat.
Kemudian mereka menelusuri lantai demi lantai.
Kali ini Putri sambil membawa minuman boba yang baru dibelinya.
Tiba di depan suatu lapak distro. Putri mengandeng Bayu masuk sana.
__ADS_1
"Ngapain kesini, ini kan toko baju cowok." Ucap Bayu sambil mengikuti Putri.
"Emang ini yang aku cari, aku mau beliin kamu jaket hoodie, Tolong pegang bentar ya." Kata Putri sambil memberikan es Bobanya pada Bayu.
Putri masih memilih milih jaket yang tergantung.
"Maaf Put, tapi jangan beli beliin aku lah, mending uangnya kamu tabung." Kata Bayu sambil mengikuti Putri.
Putri tidak mengindahkan Bayu.
"Sip, gimana ini bagus kan Yu.? Kamu suka ngak.?" Tanya Putri sambil menunjukan jaket hoodie berwarna abu abu pada Bayu.
"Kenapa mau beliin aku jaket hoodie.? Mending uangnya di tabung aja." Kata Bayu lagi.
"Jawab dulu bagus ngak.?" Putri bertanya lagi.
"Hmmm bagus." Jawab Bayu singkat.
"Selain kekanak kanakan Putri teryata juga sedikit keras kepala dan egois." Ucap Bayu dalam hati ketika mengamati tingkah laku putri.
"Kok kaya terpaksa gitu, kamu ngak suka ya. Yaudah deh kita cari di toko lainya aja." Kata Putri sambil akan meninggalkan lapak distro itu.
Bayu memegang tangan Putri sebelum dia beranjak pergi.
"Put, aku bertanya, tolong di jawab.?" Ucap Bayu lembut, karena bayu tau menghadapi Putri harus dengan kesabaran.
Mungkin Putri seperi itu karena masih terbawa dengan sifat sifat masa lalunya. Yang terlalu loyal dengan laki laki yang dekat dengannya dan sering di manfaatkan Juna.
Sebagai anak juragan toko bangunan dan sawah, uang bukan hal yang jadi masalah bagi Putri.
Kemudian Bayu mengajak putri keluar distro dan berdiri di dekat pagar Mall sambil mengobrol.
"Kamu ngambek.?" Tanya Bayu.
"Hmmm ngak." Jawab Putri singkat.
"Ya kenapa cemberut gitu." Tanya Bayu lagi.
"Maaf yu, aku nyebelin ya.?" Kata Putri.
"Ngak kok, kamu hanya hyper aktif aja." Kata Bayu sambil memberikan es boba Putri lagi.
"Sekarang tolong jawab pertanyaanku, kenapa kamu mau beliin aku jaket?, aku ngak suka kamu seperti itu. Nanti di kira temen temenmu aku minta minta barang ke kamu." Kata Bayu.
"Maaf Bayu, aku agak terbawa suasana. Dulu biasanya aku selalu beliin barang barang yang di sukai cowok cowok yang deket sama aku. Maaf sekali lagi Bayu, aku masih terbawa masa lalu." Kata Putri sambil menunduk.
__ADS_1
Bayu mengangkat dagu putri dengan tangannya. Kemudain Bayu menyingkirkan helai rambut yang menutupi muka Putri.
"Ya mungkin karena hubungan kita ini terlalu cepat, tapi yang perlu kamu tau jangan samakan aku dengan cowok cowok di masa lalumu. Aku ngak butuh barang barang atau pemberian darimu, yang ku butuhkan kasih sayangmu yang tulus." Ucap Bayu.
Putri hanya mengangguk dengan mata yang berkaca kaca.
"Jujur, aku sempet minder sama kamu. Mana mungkin aku yang anak petani bisa bersanding denga anak juragan kaya sepeti kamu Put, tapi aku sadar sebenarnya dirimu juga menyimpan penderitaan, aku ingin menghapus penderitaanmu itu. Dan siapa sangka tenyata aku jatuh cinta denganmu." Kata Bayu.
Putri terdiam sejenak.
"Aku salah maaf, aku yang ngak suka bahas bahas tentang masa lalu malah terbawa masa lalu. Tapi aku punya alasan. Mengapa aku ingin membelikan jaket hoodie abu abu buat kamu." Kata Putri sambil menatap Bayu.
"Aku ingin ganti jaket yang kamu pinjamkan ke aku waktu itu. Jujur aku selalu tidur dengan mendekap jaketmu itu. Rasanya aku tak ingin mengembalikannya karena jaket itu membuatku nyaman saat kamu ngak di sampingku." Ujar Putri yang mengungkapkan suatu rahasia.
Bayu tercengang dengan jawaban Putri. Sebenarnya Bayu juga tak mengharap jaket itu dikembalikan Putri.
"Jadi karena itu,?" Kata Bayu sambil tersenyum
"Ternyata aku yang salah sangka." Ucap Bayu dalam hati.
Bayu kemudian mengandeng tangan sebelah kiri Putri.
"Put, jaket itu untuk kamu, aku memberikannya untukmu, dan kamu gak perlu membelikan aku gantinya." Jawab Bayu dengan lembut.
Putri menatap Bayu dengan mata berbinar, seakan dalam hatinya berkata bahwa Bayu adakah seseorang yang dia cari selama ini.
"Udah ya, jadi jangan cemberut lagi." Kata Bayu.
Putri hanya terdiam sambil menatap Bayu.
"Sepertinya kita memang butuh waktu untuk mengenal satu sama lain." Ucap Bayu.
"Maaf Yu, kamu harus sabar menghadapi egoku. Tapi aku janji akan berubah." Kata Putri.
"Ngak perlu, kamu ngak perlu berubah. Aku suka kamu apa adanya seperti ini dengan segala kelemahanmu. Dan biar aku yang menghadapi egomu dan mengimbangi sifat kekanak kanakkanmu." Kata Bayu sembari tersenyum.
"Bayu........ kalau boleh peluk aku peluk nih." Ucap Putri manja.
"Syukurlah, Putri ceria lagi." Kata Bayu dalam hati.
"Hehe itu tau, liat banyak orang, kan malu pelukan disini." Kata Bayu.
Kemudian Bayu mengandeng tangan Putri untuk jalan jalan sejenak.
"Ya, sepertinya kita memang butuh waktu untuk memahami perasaan dan sifat masing masing." Kata Bayu dalam hati sembari melihat Putri yang tersenyum.
__ADS_1