BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Berlanjut


__ADS_3

...******************...


Andai.


Waktu dapat aku raih dan menuntunya.


Aku akan segera melewati lorong imajinasi menuju masa lalu.


Turun di depan pintumu dan mengetuknya.


Bersiap memelukmu dan mengatakan jangan pergi.


Aku tak ingin kehilanganmu seperti di masa depan.


Tapi aku paham, kamu pasti menertawakanku.


Seakan aku sedang mengarang lelucon untukmu.


Andai.


Aku tak pernah menjadi lelaki pengecut.


Yang hanya berselimut rindu di dalam kalbu.


Pasti aku akan mengikuti langkahmu.


Memperhatikan setiap senyuman yang kau lempar.


Dan ada saat kamu bimbang.


Tapi dirimu pasti mencemaskanku.


Karena dimatamu, aku tetaplah burung dalam sangkar.


Aku berhenti untuk berandai andai.


Karena sebenarnya kasihmu tak ditakdirkan untuk ku raih.


Sekilas dirimu lepas dari pandanganku.


Seketika itu juga rindumu lenyap.


Andai semua ini tak terjadi, andai.


...*****************...


"Emmmmm." Bayu bergumam seakan ingin menanyakan sesuatu pada Putri.


"Kenapa.?" Tanya Putri di samping Bayu.


"Aku denger obrolan kamu sama Petruk tadi. Apa maksutnya dia sengaja nyari stand di samping stand kita.?" Tanya Bayu dengan raut wajah datar.


"Oooo itu. Tunggu tunggu, kamu cemburu ya.?" Kata Putri dengan senyum menggoda.


"Ya jelaslah aku cemburu. Aku kan pacarmu." Ujar Bayu sambil mengarahkan kipas ke arah bara api.


"Iya iya, pacarku." Kata Putri sambil menyenggol lengan Bayu.

__ADS_1


"Jadi.?" Tanya Bayu lagi.


"Huuffff. Jadi intinya gini, Petruk suka sama Ita. Dulu Ita cuek sama Petruk walau Petruk berusaha mencari perhatian Ita. Sebenernya Petruk sudah mulai pengen mundur buat berusaha ambil hatinya Ita, tapi ntah ada angin apa ahir ahir ini Ita mulai membuka hatinya pada Petruk. Nah..... maka dari itu, Petruk berusaha deketin stand kita ya biar bisa lebih PDKT sama Ita. Sekarang paham sayangku." Ujar Putri panjang lebar.


Bayu mengangkat kedua alisnya seakan sedang berfikir.


"Kenapa ekspresimu begitu.?" Tanya Putri yang memperhatikan Bayu.


"Oh ngak. Ngak papa." Kata Bayu.


"Mungkin dulu Ita ada rasa iri karena aku udah punya pacar, bahkan Astri juga punya pacar makanya dia benci banget sama kamu Yu. Tapi yang masih jadi pertanyaan, mengapa dia bencinya sama kamu aja ngak sama pacarnya Astri juga.?" Tanya Putri yang tiba tiba menganggu pikiran Bayu.


"Emmm, ya... mungkin kita terlalu mesra di depan Ita." Jawab Bayu asal.


"Nah iya, harusnya aku lebih ngerti perasaan Ita. Ya semoga hubungan Petruk dan Ita berjalan lancar." Ujar Putri sembari membantu Bayu menata bara arang.


"Amin." Sahut Bayu.


"Maaf Put aku ngak akan kasi tau kamu kalau sebenernya ita juga suka sama aku, dan mungkin Petruk hanya jadi pelampiasan perasaannya aja." Kata Bayu dalam hati.


"Auw....." teriak Putri yang seakan terkena percikan bara api.


"Eh. Kan kan, udah aku aja yang bakar arangnya. Mana tanganmu yang kena percikan bara." Ucap Bayu sambil memegangi dan memperhatikan pergelangan tangan Putri.


"Ngak papa kok sayang, juma kaget aja tadi. Baranya ngak sampai kena tangan." Ujar Putri.


"Yasudah, lagian bakar bakar kan bagianya para cowok.. em tapi, kemana Ita, Astri dan cowoknya.?" Kata Bayu sambil melihat sekitar.


"Astri sama cowoknya tadi bilangnya keliling bentar. Kalau Ita ngak tau, cari minum mungkin." Ucap Putri.


"Belum ada pemasukan sudah banyak pengeluaran." Celetuk Bayu sambil meratakan Bara arang.


Kemudian mereka berdua larut dalam tawa di tengah keramaian suasana baazar.


...Tak berapa lama....


Satu demi satu pelanggan stand mereka berdatangan. Suasana masih menuju sore tapi terlihat hiruk pikuk sudah dimulai. Walau sebenarnya baazar untuk masyarakat umum akan dibuka nanti setelah matahari terbenam.


Terdengar kearmaian di arah panggung hiburan.


"Sheila On 7 udah dateng ayo ayang kita lihat." Ucap Astri pada kekasihnya kemudian mengandeng tangannya.


"Iya iya sabar." Nanang berkata dengan terhuyun huyun karena tarikan Astri.


"Mau lihat.? Band favoridmu kan Yu.?" Tanya Putri pada Bayu.


"Mau sih tapi standnya ~" Kata Bayu ragu.


"Udah lihat sana, biar aku yang jaga standnya. Lagian mana ada yang beli orang pada kedepan panggung semua." Ucap Ita.


"Tapi kamu sama Petruk gak mau lihat juga." Ucap Bayu keceplosan.


"Sttttttt. Bayu.........." Putri berkata sambil mencubit pingang bayu.


"Adehhh deh dehh." Bayu meringis kesakitan.


Terlihat ekspresi wajah Ita terheran melihat tingkah Bayu dan Putri.

__ADS_1


"Maaf, bukan aliranku. Hehe. Kalian lihat aja biar aku dan Ita jaga di sini." Kata Petruk.


"Makasi ya Truk, Ta." Ucap Putri kemudian segera mengandeng tangan Bayu.


...Di perjalanan menuju panggung....


"Hampir aja. Kamu tau Yu, Ita ngak tau kalau kita bikin rencana agar dia bisa deket sama petruk. Hampir aja kamu bikin Ita curiga." Ujar Putri.


"Ooooo, maaf maaf. Hehe." Kata Bayu sambil meringis.


"Lagian Petruk juga anak Band, tapi aliranya lebih metal. Mana mau dia nonton Sheila On 7." Ucap Putri sembari mengandeng Bayu.


"Ooooooo, ya aku baru tau Put." Kata Bayu.


"Aaa ooo aaa ooo. Ayo cepet keburu penuh tempatnya." Putri berkata sembari mengandeng Bayu dengan buru buru.


Mereka tiba di kerumunan depan panggung, tepat setelah lagu Pemuja Rahasia mulai.


Seperti biasa para Personil Band Shelia On 7 tampil sederhana. Tapi sangat di sayangkan hanya beberapa tembang saja yang mereka mainkan. Lagu seperti Pemuja Rahasia, Shepia, Anugrah Terindah, Pejantan Tangguh, Yang terlewatakn, lagu dari album terbaru mereka Lapang Dada, dan terahir lagu Sebuah Kisah Klasik mereka tembangkan untuk mengahiri penampilan panggung mereka.


Ahirnya Band Sheila On 7 turun panggung.


Diantara kerumunan tidak ada yang lebih bahagia selain Bayu.


"Suka Yu.?" Tanya Putri sambil mengandeng Bayu menuju stand mereka kembali.


Bayu hanya bisa mengangguk dengan wajah bahagia.


"Mas Duta keren ya Put, kalem tapi keren gitu lho. Nonton langsung sama nontom di TV ternyata beda ya rasanya." Ujar Bayu.


Putri hanya tersenyum melihat kekasihnya itu.


Walau Bayu sudah lumayan lama tinggal di kota, sebagai pemuda desa terkadang Bayu masih sering takjub dengan hal hal baru yang dia temui.


Putri mengandeng Bayu dengan bersandar di bahunya.


"Iya iya dunia milik berdua." Terdengar suara Astri dari belakang Bayu dan Putri.


Putri menoleh ke belakang.


"Aaaaa iri ya, kamu ngak bisa kan karena nanang ketinggian kamunya kependekan." Ujar Putri bercanda.


"Hiiihhhhhh PUTRIIIII..........!!!!!" Astri berteriak kemudian mengejar Putri.


Putri spontan lari menuju stand mereka menghindari terkaman Astri yang geregetan.


"Siap bakar bakar Nang.?" Tanya Bayu pada Nanang yang berjalan berdampingan.


"Ya siap gak siap, nasib babu kayak kita mau bagaimana lagi." Ujar Nanang.


Obrolan kecil berlanjut dari kedua pemuda yang berjalan sembari melihat tingakah kekanak kanakan kekasih mereka masing masing.




**sebelumnya author mohon maaf karena hiatus lumayan lama, dikarenakan kesibukan author. tapi setelah ini author berusaha untuk update walaupun tidak rutin setiap hari walaupun pembaca mungkin akan sangat berkurang. setidaknya author masih bertekat untuk menamatkan karya BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu ini, walau sejujurnya ceritanya masih lumayan panjang. 🙏🙏🙏😁😁😁

__ADS_1



dan untuk kakak semua yang merayakan hari raya, selamat merayakan hari raya idul fitri. mohon maaf lahir dan batin bila author ada kesalahan atau kekhilafan yang tidak author sengaja. semoga kita semua bisa kembali bertemu dengan hari raya idul fitri pada tahun mendatang. dan terimakasih untuk dukungan kakak kakak yang baik hati semua.🙏🙏🙏🙏🙏**


__ADS_2