
"Opo Dar, orang aku ngak ngelamun." Jawab Bayu.
"Yang bener, jangan jangan kamu lagi ngelamun jorok." Canda Darman.
"Hahaha. Emangnya kamu.!!" Ucap Bayu sambil memperhatikan jalan.
...Tak lama kemudian....
Darman dan Bayu sampai di depan Terminal.
"Makasi ya Dar." Kata Bayu sambil turun dari motor.
"Sip, santai aja Yu." Kata Darman sambil meberikan salam tos pada Bayu.
"Aku Balik dulu." Kata Darman sambil melihat situasi lalulintas jalan.
"Iya, ati ati Dar." Ucap Bayu.
"Kamu juga." Kata Darman kemudian menarik tuas gasnya dan putar balik.
Darman pun pergi dengan motornya, sedangkan Bayu masuk ke dalam terminal sambil menenteng tas ranselnya.
Bayu berjalan menuju jalur bus jutusan Surabaya.
Lama Bayu menunggu di sana sembari duduk di pembatas jalur.
Kemudian Bayu mengeluarkan HPnya.
"Oiya, tadi ada pesan dari Putri." Ucap Bayu dalam hati sambil membuka isi pesan.
"Hay Bayu, kamu sudah balik ke Surabaya.? " Tulis pesan dari Putri.
"Sorry baru bales Put. Ini aku di terminal nganjuk lagi nunggu bis mau ke Surabaya." Balas pesan singkat Bayu untuk Putri.
Kemudian Bayu kembali memasukan HPnya ke tas selempang.
Setelah itu terlihat Bus jurusan Surabaya. Tetapi terlihat dari luar ada beberapa orang yang berdiri.
"Sepertinya hari ini sedang ramai. Yasudahlah terima nasib berdiri, daripada ngak berangkat." Ucap Bayu dalam hati.
"Yoo Surabaya Biasa biasa." Teriak kernet Bus.
Bayu menaiki Bus itu, dan benar saja tidak ada bangku kosong sama sekali. Terpaksa Bayu berdiri di bagian tengah bus dengan tas ransel di kakinya.
"Yohhhh langsung Surabaya." Teriak kernet Bus lagi.
Kemudian Bus itu langsung jalan.
Perjalanan akan terasa sangat panjang dan membosankan.
Saat akan melewati kota Jombang.
"Kira kira dulu Putri turun di daerah depan pasar perak ini. Apa rumah Putri dekat sini." Ucap Bayu dalam hati sambil memperhatikan keluar cendela.
...Bus masih melaju....
Setiap terminal yang disinggahi semakin menambah penumpang, dan Bus pun penuh sesak.
__ADS_1
Kernet kesulitan jalan hanya untuk menarik tiket bus imbas dari banyaknya penumpang yang berdiri.
Kota demi kota terlewati. Bayu masih bertahan dengan posisi berdirinya sambil memegang besi pegangan.
...Kemudian....
"Bungur bungur bungur, terahir." Teriak kernet bus sebagai tanda bahwa bus akan memasuki Terminal Bugurasih, terminal terahir.
Sebenarnya Terminal Bungurasih masuk wilayah Sidoarjo. Tapi kebanyakan orang menyebutnya Bungurasih Surabaya atau terminal Purabaya.
Terlihat penumpang bergantian keluar dari bus, tentu Tukang Ojek, Pengemudi Taksi, Tukang Becak dan bahkan Calo menyambut kedatangan mereka.
"Mas mau kemana.?" Tanya salah satu Calo pada Bayu yang telah keluar dari Bus.
"Sudah dijemput Mas." Kata Bayu, tentu itu adalah alasan jitu Bayu agar tidak terus dikejar kejar Calo tiket.
Bayu kemudian berjalan menuju pintu keluar Bus, dimana biasanya angkot juga mangkal disana.
Kemudian Bayu sampai di pintu keluar bus dan duduk di sebuah warung pinggir jalan.
"Buk, air mineral satu." Ucap Bayu pada penjaga warung.
Kemudain Bayu membayar air mineral itu dan istirahat sejenak.
"Edannnnn, kakiku sampai pegel berdiri dari terminal Nganjuk." Keluh Bayu dalam hati sambil meminum air mineralnya.
Kemudian Bayu mengeluarkan HPnya, dan mencari kontak Adit.
Saat Bayu akan menelepon adit untuk menjemputnya
"Ngak usah aja wes. Mungkin Adit juga lagi repot." Ucap Bayu dalam hati.
"Tut........Tut.........Tut........., Halo." Suara Putri ahirnya mengangkat telepon.
"Lagi apa Put.?" Tanya Bayu.
"Ehmmmm.. Siapa ini.? " Tanya Putri.
Dari suaranya sepertinya Putri baru bangun tidur.
"Bayu." Jawab Bayu singkat.
"Eh... Iya Yu, maaf aku baru bangun tidur." Ucap Putri yang tiba tiba tersentak.
"Iya ngak papa. Pantes pesan aku ngak kamu bales dari tadi." Ucap Bayu sambil minum air mineral.
"Iya maaf, aku tidur tadi. Kamu dimana sekarang,? Sudah balik ke Surabaya." Tanya Putri di balik telepon.
"Sudah, ini aku udah di Terminal Bungurasih." Jawab Bayu.
"Oooo. Mungkin aku 2 harian lagi ke Surabaya. Emmm kalau kamu ngak sibuk bisa jemput aku di Terminal.? " Tanya Putri.
"Buset..... kenapa jadi dia yang gerak cepat." Ujar Bayu dalam hati.
"Iya, kalau bisa pasti aku jemput. Tapi aku ngak janji ya." Kata Bayu.
"Ooo iyawes. ~Puttt Putri....~" terdengar suara Laki Laki dari telepon Putri.
__ADS_1
"~Iya Pak~ Bayu maaf udahan dulu ya, Bapakku manggil. Byeee." Ucap Putri seperti terburu buru.
"Iya Byee." Jawab Bayu kemudian mematikan sambungan telepon.
Bayu masih duduk di warung itu sambil menghabiskan air mineralnya.
"Putri, dia yang duluan minta nomer aku, dia yang duluan telfon aku terus dia minta jemput aku. Apa iya Putri ada rasa sama aku.? " Ucap Bayu dalam hati.
"Ahh.... jangan GR dulu lah, dari pada nanti kecewa. Mungkin dia lagi butuh temen aja karena masih trauma kejadian malam itu." Imbuh Bayu dalam hati.
Kemudian Bayu menenteng tas ranselnya dan masuk ke salah satu angkot.
Tak lama angkot itupun jalan dengan beberapa penumpang di dalamnya.
Di dalam angkot Bayu masih merenung tentang Putri. Raut wajahnya terlihat bahagia.
...Kemudian....
Bayu turun dari angkot dan berjalan kaki menuju rumah Pak De Arip.
Bayu berjalan lumayan jauh. Tapi itu tidak diperdulikannya lagi.
...Sampailah Bayu di depan warung Novi....
"Lho Bayu, kok cepet sekali kamu pulang kampung Yu.?" Tanya Novi melihat Bayu lewat depan warungnya.
Bayu berhenti sejenak.
"Iya Nov, Ibuku sudah sehat lagian ngak enak aku sama Pak Arip kalau pulang lama." Ujar Bayu.
"Ooooooo." Ucap Novi singkat.
"Yawes, aku duluan Nov. mau istirahat dulu." Ucap Bayu sambil melanjutkan jalannya.
"Iya Yu." Jawab Novi singkat.
Kemudian Bayu sampai di rumah Pak Arip. Dan dia masuk dari pintu samping.
"Assalamualaikum" Bayu Salam.
"Waalaikumsalam" Bu De menyahutinya.
"Lho Yu, kok sudah balik.? Gimana kondisi Ibukmu, emang sudah sehat.?" Tanya Bu De yang sedang berada di dapur menyiapkan bahan dagangan.
"Sudah Bu De, Alhamdulillah. Lagian Bayu ngak enak sama Pak De kalau kelamaan di kampung." Jawab Bayu kemudian menaruh tasnya di kamar.
"Ya sebenarnya ngak papa Bayu kamu agak lama di rumah, Pak Demu pasti juga paham" Jawab Bu De sambil mengiris ngiris kubis.
"Walau begitu Bu De, Bayu sungkan." Kata Bayu sambil mengambil anduk.
"Yawes, Kamu sudah makan belum.? Kalau belum makan dulu abis itu istirahat." Ucap Bu De.
"Iya Bu De, Bayu mau mandi dulu." Kata Bayu sambil menuju kamar mandi.
Kemudian Bayu segera mandi, terasa badanya lelah sekali, apa lagi Bayu berdiri sepanjang perjalanan dari Nganjuk sampai Surabaya.
Bayu lekas mandi dan ingin segera makan. tak dipungkiri juga perut Bayu menahan lapar selama perjalanan panjang tadi.
__ADS_1