
2 bulan berlalu semenjak Bayu terahir kali bertemu dengan Laras. Sepetinya pemuda itu sudah terbiasa hidup tanpa bayang bayang Laras.
Saat jam tutup stand Mie Jawa Pak Arip.
"Tambah gondrong kamu Yu.?" Tanya Adit sambil membereskan meja.
"Iya Dit, sebenernya gara gara males potong rambut aja." jawab Bayu sambil membereskan Kursi.
"Ya gondrongin aja Yu, aku temenin." Ucap Adit
"Iya iya mentang mentang Novi lagi isi." Kata Bayu.
Novi sudah hamil sekitar 1 bulan lebih.
"Emmm, kamu ngak pengen cari pengantinya Laras.?" Tanya Adit spontan.
Bayu sudah bercerita pada Adit, tentang pertemuanya dengan Laras 2 Bulanan lalu itu.
"Belum kepikiran Dit." Jawab Bayu.
"Kenapa Yu. apa karena kamu masih berharap sama Laras.?" Tanya Adit sambil menata meja dan kursi di gerobak.
"Ngak Dit, aku justru sudah mulai lupa sama Laras. Ya aku nunggu jodoh yang tepat aja." Jawab Bayu sambil membantu Adit merapikan kursi dan meja di gerobak.
"Amin. Semoga kamu segera menemukan jodoh yang tepat." Ucap Adit sambil bersiap mendorong gerobak.
"Amin......" Jawab Adit dengan penuh harapan.
Adit dan Bayu menaruh gerobak bersama di penitipan. Sedangkan Pak Arip duluan pulang dengan gerobak Barangnya.
Bayu membawa motor sendiri, karena bisanya Bayu mencari makam malam dahulu sebelum pulang. Sedangkan Adit tentu segera pulang, karen ada istri yang mengandung anaknya sedang menunggunya pulang.
Di parkiran motor.
"Yaudah duluan Yu.?" Kata Adit sambil memanasi mesin motornya.
"Okesip" jawab Bayu yang juga memanasi mesin motornya.
Kemudain mereka segera melaju, Adit menuju pulang sedangkan Bayu mencari makan.
...Tak berapa lama....
Bayu sampai d tempat warung ronde Pak To.
"Pak To ronde satu." Kata Bayu.
"Oke, di tunggu. Dirimu ngak sama Adit Yu.?" Tanya Pak To sambil membuat pesanan Bayu.
"Ngak Pak, Adit kan ditungguin istrinya ya jadi sudah jarang keluar malam." Jawab Bayu.
"Oiya, udah isi berapa bulan itu istrinya Adit.?" Tanya Pak To sambil menghidangkan pesanan ronde Bayu.
"Sekitar satu setengah bulan Pak To." Jawab Bayu sambil membuka bungkusan nasi bantingnya.
Bayu segera melahap nasi banting dan menikmati wedang rondenya ditemani udara dingin bertabur bintang di seputaran bulan purnama.
...Kemudian....
Bayu selesai makan dan akan segera pulang.
"Makasi Pak To. Aku balik dulu." kata Bayu sambil menaiki motornya.
"Iya Yu, ati ati, salam buat Adit." Ucap Pak To penjual ronde sambil merapikan meja.
__ADS_1
"Iya Pak. Mari." Jawab Bayu kemudain menarik tuas gas motornya.
Di tengah jalan raya itu Bayu melaju, dengan di hujani lampu jalanan Bayu mulai sedikit berhayal.
Bayu membayangkan andai dia punya seseorang wanita untuk berbagi keluh kesah padanya.
"Jodoh....?? " Kata Bayu dalam hati.
Tepat setelah dia memikirkan tentang hal hal indah itu motor Bayu tiba tiba seperti akan mogok.
"Grenggg ngenggg ngegggg" Suara motor Bayu yang tersendat sendat.
"Aduh, pasti bensinya, aku lupa ngisiin bensin." Gerutu Bayu.
Bayu memperhatikan sekitarnya. dan motor pemuda itupun berhenti.
"Pom jauh, tapi kalau lewat jalan pintas mungkin ada yang jual bensin eceran." Kata Bayu dalam hati.
Ahirnya Bayu menuntun sepeda motornya menelusuri jalan kecil pinggir sungai.
Tak berapa lama Bayu tiba di depan pekarangan angker yang sering dikatakan warga.
"Untung aku biasa jalan gelap gelapan di desa, jadi ngak ngeri ngeri banget lewat pekarangan yang kata warga angker ini." Kata Bayu dalam hati.
Sesekali angin berhembus membawa hawa dingin di bawah cahaya purnama berselimut awan.
"Apakah sekarang malam jumat kliwon.? hawanya sedikit beda." Tanya Bayu dalam hati.
Tepat ketika Bayu melewati depan bagunan terbengkalai itu.
"Tolonggggggg" Sayup sayup terdengar suara wanita dari dalam gedung.
"Setan jangan ganggu aku lah, aku juma lewat." Gerutu Bayu.
"Sialnya hari ini, mana nuntun motor lagi. Kalau ketemu hal yang aneh aneh kalau kaget mana bisa lari sambil nuntun motor." Bayu masih menggerutu.
"Lepassss, tolon~" suara wanita itu terpotong.
Bayu sejenak berhenti.
"Iya kalau setan, kalau orang beneran yang butuh bantuan bagaimana.? " Tanya Bayu dalam hati.
Bayu kemudian memberanikan diri memasuki rumah terbengkalai itu setelah memarkirkan motornya.
Bayu masuk ke rumah itu dengan perasaan merinding.
Sekilas memang terdengar suara suara gaduh.
"Lepas jun, aku mohon ja~" suara wanita itu lagi.
Bayu melihat seorang perempuan yang berusaha di lecehkan.
"Woeeeee, ngapain kamu.!!!!!" Teriak Bayu.
"Bangsat jangan ikut campur..!!!!" Kata Laki Laki itu.
Kemudian Laki Laki itu berdiri dan berusaha menyerang Bayu dengan tinju tangan kanannya.
Bayu menangkis dengan tangan kirinya.
"Bammmm" tinju tangan kanan Bayu tepat mengenai perut Laki Laki itu dan membuatnya mundur beberapa langkah.
"Uakkkkk" teriak Laki Laki itu.
__ADS_1
"Sialan awas kamu.!!!!" Kata Laki Laki itu sambil memegang perutnya.
Kemudian Laki Laki itu lari ke arah Bayu dan mengeluarkan tendangannya.
Bayu berhasil menghindarinya dan menendang Balik Laki Laki itu.
"Bukkkkkkk." Suara tendangan Bayu tepat mengenai dada Laki Laki misterius itu.
"Akkkkhhhhhhhh, bruakkkk....." teriak Laki Laki itu dan jatuh menabrak suatu benda.
Bayu masih memasang kuda kudanya, bersiap menghadapi serangan Laki Laki itu lagi.
Tak di sangka Laki Laki itu lari dari sana sambil kesakitan.
Bayu kemudian jongkok menghampiri Wanita yang terlihat ketakutan itu.
"Kamu ngak papa.?" Tanya Bayu.
Wanita itu terlihat sangat ketakutan, bajunya sudah koyak, beruntung hal yang mengerikan tidak terjadi.
Bayu segera melepas jaket hoodie abu abunya dan memberikanya pada Wanita itu untuk menutupi badannya.
Bayu berdiri dan waspada melihat sekitar siapa tau Laki Laki misterius itu datang dengan membawa senjata.
"Bruummmmmm, ngengggggggg" Suara sepeda motor seperti baru mejauh dari tempat itu.
"Sepetinya dia sudah pergi." Kata Bayu dalam hati.
Wanita itupun bangun. Dan segera memakai jaket Bayu.
Sedangkan Bayu berbalik membelakangi Wanita itu.
Setelah itu, saat mereka berdua keluar dari bangunan kosong itu.
"Kamu tinggal di mana, aku antar ya.? Tapi maaf kita harus cari bensin dulu." Tanya Bayu.
Wanita itu hanya mengangguk sambil memengang reseting jaket Bayu yang dikenakannya erat dengan kedua tangannya.
Kemudian mereka berjalan bersama.
Lama mereka berjalan ahirnya menemukan sebuah warung yang menjual bensin eceran.
Bayu membeli bensin dan sebotol air mineral. Sedangkan wanita itu duduk di samping warung.
"Ini, kamu minum dulu biar tenang." Kata Bayu.
"Trimakasi." Jawab Wanita itu sambil menerima botol minum air mineral yang diberikan Bayu.
"Glek gelk gelk gelk." Suara Wanita itu minum.
Sepetinya kejadian tadi benar benar membuatnya syok.
"Aku Bayu, nama kamu siapa.?" Tanya Bayu sambil menjukurkan tangannya untuk salaman.
Wanita itu hanya diam tanpa menyambut tangan Bayu.
Bayu menarik tangannya kembali dan mengecek motornya yang sudah diisi bensin.
"Brummmmm." Suara motor Bayu berbunyi.
Kemudian Bayu menghampiri Wanita itu.
"Putri." Kata Wanita itu singkat.
__ADS_1
"Ayo aku antar pulang, biar kamu cepet istirahat." Kata Bayu.
Putri hanya terdiam, mungkin dalam benaknya masih ragu. karena kejadian barusan adalah kejadian yang sangat buruk untuk dialami seorang Wanita seperti dirinya.