BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Lorong Bioskop Itu


__ADS_3

Mereka bergandengan sepanjang jalan. Tidak dihiraukannya pandangan orang lain akan mereka.


Asmara membuat dunia milik berdua dan yang lainnya hanya kontrak.


Putri sesekali memandang Bayu.


Postur Bayu lebih tinggi dari pada Putri. Dan tinggi Putri hanya sekuping Bayu.


"Kenapa liat liat.?" Tanya Bayu.


"Ngak papa. Liat pacar sendiri masa ngak boleh." Jawab Putri sembari melempar senyum pada Bayu.


"Seriusan kita pacaran. Kok jadianya kaya bercanda gini." Ucap Bayu dalam hati.


Setelah menaiki lantai demi lantai mereka sampai di lobby Bioskop.


Bayu dan Putri melihat lihat poster poster yang tertempel di tembok, mencari referensi film apa yang akan mereka tonton.


"Kamu pengen nonton apa Yu.?" Tanya Putri.


"Aku nontonin senyummu aja Put, sudah cukup bikin aku seneng." Gombalan Bayu pada Putri.


"Ichhhhhhhh." Lirih Putri degan pipi memerah sambil mencubit perut samping Bayu.


"Adaahh dahh dahh sakit......." erang Bayu kesakitan.


Kemudian Putri melepaskan cubitannya.


"Sakit Put, nih merah." Ucap Bayu sambil menujukan bekas cubitan Putri.


"Ya kamu sih, bikin aku Baper." Kata Putri dengan cemberut salting.


"Ya kamu tadi di basement kan gombalin aku, sekarang gantian lah." Bayu berkata sambil mengosok gosok bekas cubitan Putri.


"Ihhhj. Ngeri deket deket kamu Put. Becandanya nyakitin." Imbuh Bayu sambil menghindar dari Putri.


"Aaaaaaa, maaf.... jangan gitu Bayu....." Kata Putri sambil menarik tangan pemuda itu.


"Apa ini sifat aslinya Putri. Suka manja manja." Kata Bayu dalam hati.


"Iya iya, tapi jangan nyubit nyubit lagi. Sakit Put, sumpah." Kata Bayu berhenti di depan poster film action.


"Hehehehe, iya gak gtu lagi. Ini terus kita mau nonton apa.?" Tanya Putri lagi.


"Ya terserah kamu." Ucap Bayu smbil kembali berjalan melihat poster poster di dinging bersama Putri.

__ADS_1


"Aaaa. Paranormal Activity 5. Nonton ini aja ya.?" Tanya Putri pada Bayu.


"Ini film serem, emang kamu ngak takut.?" Tanya Bayu balik.


"Ya takut lah." Ucap Putri polos.


"Lah kalau takut kenapa nonton film horor ini." Tanya Bayu keheranan.


"Tapi seru Bayu. Kalau aku takut kan bisa peluk kamu." Jawab Putri seakan memohon.


Bayu mengerutkan dahinya seakan tercengang dengan jawaban Putri.


"Kamu kalau sama mantan mantanmu dulu suka peluk peluk ya kalau nonton film horor.?" Tanya Bayu.


Raut wajah putri tiba tiba berubah datar. Dan berjalan melihat poster poster lainya meninggalkan Bayu.


Bayu menyadari bila dia barusan salah bicara.


"Hey Putri Sri Utami.! Kenapa kamu kok tiba tiba cemberut." Tanya Bayu.


"Ngak papa." Jawab Putri sambil melihat poster dihadapannya.


Bayu kemudian mengenggam kedua tangan Putri.


Mereka berhadap hadapan kali ini. Tapi Putri hanya tertunduk.


Putri memandang Bayu.


"Aku tau kita belum lama bertemu, aku juga minta maaf ke kamu. mungkin sikapku yang kekanak kanakan ini bikin kamu sebel. Tapi jujur aku ngak suka semua hal yang terkait dengan mantan. Aku bahkan ngak bisa bilang setiap pacarku dulu sebagai mantan, karena aku sama sekali ngak pernah menaruh hati pada mereka." Ucap Putri dengan nada serius.


Bayu hanya terheran.


"Sesaat tadi sikap Putri seperti kekenak kanakan tapi kini Putri seperti orang yang benar benar serius." Bayu berkata dalam hati.


"Jujur kecuali dengan Juna, aku memang ada rasa sama dia dulu, tapi rasa itu sudah lama lenyap. Hingga aku bertemu kamu Bayu, aku luluh denganmu saat pertama kali kita bertemu, saat kamu menyelamatkanku dari Juna. Aku seperti menemukan hal yang selama ini aku cari. Yaitu rasa nyaman. Rasa dimana aku merasa terlindungi. Dan yang aku butuhkan bukan perhatian lagi, tapi rasa sayang, cinta dan kepercayaan." Kata Putri sembari menatap Bayu tajam.


"Jangan pernah berfikir aku sering peluk peluk atau melakukan hal hal aneh dengan cowok cowokku dulu. Bila kamu masih tidak percaya dengan kata kataku, ayo kita ke hotel dan buktikan apakah aku masih perawan atau tidak. Toh seandainya ngak ada kamu di malam itu yang menyelamatkanku, aku sudah ternoda oleh Juna sekarang" Kata Putri dengan mata berkaca kaca.


Bayu sontak memeluk Putri.


"Cukup. Simpan masalalumu untukmu sendiri. Karena kini aku adalah masa depanmu Put dan tidak ada urusan sama sekali dengan masa lalumu. Maaf membuatmu emosi dan hampir menangis. Aku mempercayaimu, aku hanya belum terbiasa disayangi dengan tulus. Aku juga punya masa lalu yang tak ingin ku ingat ingat lagi. Jadi maaf maaf. Aku sayang kamu." Ucap Bayu sambil memeluk Putri.


Seketika air mata Putri menetes.


"Maaf aku menangis di pelukanmu Bayu. Tapi terimakasi, aku juga sayang kamu." Kata Putri sambil melepas pelukan Bayu.

__ADS_1


Bayu menghapus air mata Putri.


"Aku cengeng ya.?" Tanya Putri sambil senyum.


"Ngak kok, Hatimu aja yang sebenarnya terlalu lembut." Ucapan Bayu untuk menghibur Putri.


Putri tersenyum malu sambil tertunduk.


"Untung lorong ini masih sepi. Aku malu kalau ada orang liat kita mesra mesraan." Ujar Bayu sambil melihat lihat sekitar.


"Yaudah kita mesra mesraan di tempat sepi aja." Kata Putri mengoda Bayu.


"Andai aku cowok mesum pasti langsung ayok gas gak pake ba bi bu." Kata Bayu sambil mengandeng Putri.


"Beruntungnya aku bertemu kamu Bayu. Aku seperti ingin berterimakasih dengan Ibumu karena melahirkan Laki Laki istimewa seperti kamu buat aku." Ujar Putri.


"Gombal mukiyo." Kata Bayu.


"Aaaaaaa aku serius ngak gombal." Kata Putri sambil meremas tangan Bayu.


"Hehe, iya iya udah ampun.. sudah kamu tunggu sini aja aku mau pesen tiket dulu." Ucap Bayu sambil melepas genggaman Putri.


"Kita nonton apa.?" Tanaya Putri.


"Nonton film horor tadi, biar kamu bisa peluk aku sepanjang film." Kata Bayu yang akan menuju tempat tiket.


Putri hanya tersenyum malu.


Bayu menuju tempat pembelian tiket dan memilih tempat paling tengah. Kebetulan pintu teater bioskop baru ditutup, jadi pengunjung yang memesan tiket lagi belum ramai.


Setelah Bayu membeli tiket dan ingin menuju tempat Putri lagi.


Bayu memandang Putri dari kejauhan sembari berjalan menuju Putri.


"Cantik. Aku selalu jatuh cinta setiap melihat kamu Putri." Kata Bayu dalam hati.


Bayu benar benar terpesona oleh penampilan Putri. Dengan kaos singlet abu abu dan kemeja gullien over size kotak kotak hitam putih, memakai celana pendek jeans diatas lutut, sepatu sneakers putih, beserta tas canglong berwarna hitam dengan panjang tali sepinggul, dan rambut yang dibiarkan terurai bergelombang sepunggung itu. Penampilan Putri benar benar melelehkan hati Bayu.


Bayu berjalan mendekati wanita cantik yang sedang berdiri di samping pintu keluar itu.


"Udah.?" Tanya Putri saat Bayu sudah mulai mendekat.


"Iya udah, ayo makan." Ajak Bayu pada Putri.


Kemudian pemuda gondrong dengan kaos Avenged Sevenfold hitam itu mengandeng Putri dan keluar dari lobby Bioskop.

__ADS_1



__ADS_2