BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Manis Cinta


__ADS_3

Hari yang panjang dan melelahkan itu akan segera berahir, mereka kompak membersihkan stand pentol bakar Putri. Sedangkan Ita membantu Petruk membereskan stand kaosnya. Putri pun mengizinkan.


"Duh.... capeknya hari ini." Celetuk Astri.


Bayu sedikit keheranan dengan kata kata Astri. Karena sejauh yang ia lihat, Putrilah yang lebih terlihat berada di garis depan. Sedangakn Astri dan Nanang lebih sering ilang ilangan.


"Seengaknya kan kita senengTri, pengalaman baru jualan terus seru seruan kayak gini." Ucap Putri sambil menyapu.


Bayu memandang Putri, dalam benaknya ia seperti tidak keberatan melakukan banyak hal sendiri.


"Kamu sudah banyak berubah Put, kamu terlihat lebih dewasa dengan pemikiranmu itu." Ucap Bayu dalam hati.


Nanang sibuk mondar mandir memindahkan barang barang ke atas Pickup, Bayu kemudian juga membantunya.


Stand sudah bersih hanya tersisa meja kampus yang Putri pinjam dan segera di kembalikan Bayu dan Nanang pada tempat awalnya.


Selesai Bayu mengembalikan meja itu bersama Nanang, mereka kembali ke stand.


"Yak, semua sudah beres. Gimana ini Pulang dulu atau makan.?" Tanya Putri pada Teman temannya.


"Makan..... aku laper Put." Kata Astri girang.


"Pulang lah, aku capek." Ucap Ita.


"Kompaknya mereka angin anginan ternyata." Kata Bayu dalam hati.


"Yasudah beli makan tapi bungkus. Nanti kalian langsung pulang aja. Aku sama Bayu cari makan sebentar. Bebek goreng biasanya aja ya.?" Ucap Putri tanpa ekspresi karena terlihat raut muka lelah di wajahnya.


"Sip." Kata Astri singkat.


Kemudian mereka berjalan ke parkiran. Nanang, Astri dan Ita menuju mobil pickup. Sedangkan Putri dan Bayu menuju parkiran motor.


Bayu terus memperhatikan kekasihnya itu yang berjalan di sampingnya.


"Kenapa lihat lihat, aku cantik ya." Kata Putri sambil memaksa tersenyum.


"Abis ini istirahat ya. Kamu kelihatan capek." Kata Bayu.


"Ngak kok, malah aku seneng dan semangat. Kita kan akan traveling bareng." Kata Putri dengan senyum tipisnya.


"Iya, jaga kesehatan ya kamu. Jangan bikin aku khawatir." Ujar Bayu.


"Cup." Satu kecupan di pelipis Putri.


Putri hanya tersenyum.


Tiba mereka di parkiran motor.


Bayu segera mengeluarkan sepeda motor putri dan memakai helemnya, Putri pun terlihat mengenakan helemnya juga. Kemudian Pemuda gondrong itu menaiki motor dan menyalakan mesin, setelah mesin menyala Putri naik ke boncengan.


Bayu terheran Putri tidak duduk menyamping lagi seperti tadi.


"Kok ngak nyamping, emang ngak kesusahan pake rok duduk ngangkang." Tanya Bayu.


"Ngak kok Yu. Lagian aku tadi waktu pulang udah ganti daleman leging panjang." Jawab Putri.


"Owalah, kenapa ganti segala." Tanya Bayu sembari akan menarik tuas gas.

__ADS_1


Putri mendekatkan wajahnya di sampiang Bayu, dengan sedikit berbisik Putri berkata. " tadi aku basah gara gara kamu."


Kata kata Putri sontak membuat Bayu terdiam tanpa kata dan membuat bulu kuduknya merinding. Dengan wajah yang tersipu Bayu menarik tuas gas.


...Di perjalan di atas motor....


Malam mulai larut, dan bintang mulai benderang, asmara semakin membara membuat Bayu dan Putri kian mesra.


Gengaman erat pelukan Putri membuat wajah Bayu tak hentinya tersipu. Fokus matanya pada jalanan, tangannya terus menarik tuas gas, tapi hatinya terus menjatuhkan remah remah cinta karena begitu derasnya kasih Putri yang ia dapat hingga tak ada ruang yang tersisa di setiap sudut hatinya.


...Saat di lampu merah....


"Emmm Bayu, kita mau kemana.?" Tanya Putri.


"Beli bebek kan.?" Jawab Bayu.


"Pinter, tak kira udah lupa. Emamg kamu tau belinya di mana.?" Ucap Putri dengan menatap wajah Bayu lewat spion yang barusan ia arahkan.


"Oiya emang belinya di mana.?" Kata Bayu tersentak sekan baru sadar dari lamunannya.


"Di belokan tadi tapi udah jauh kelewat." Ujar Putri.


"Eh maaf maaf Put, aku ngelamun ya." Ucap Bayu kemudaian nyengir ke arah Putri lewat pantulan kaca spion.


"Iya gak papa, di depan ada putar balik. Lagian aku sengaja, biar lamaan peluk kamu. Hehe." Kata Putri dengan senyum manisnya.


Bayu tersipu, kebahagiaanya benar benar tak terbendung.


Lampu kembali hijau, Bayu menarik tuas gas kembali.


Setelah melalui beberapa belokan dan tikungan, mereka tiba di warung bebek goreng purnama KW super langanan Putri.


"Iya Mbak Putri, tumben sampean pesen e banyak." Tanya Mbak Zul pedagang nasi bebek goreng.


"Iya Mbak e, ada tamu di rumah." Ucap Putri.


"Lealah, iyawes tunggu sebentar ya Mbak Putri." Kata pedagang itu lagi.


"Ngih Mbak e." Jawab Putri.


Kemudian mereka duduk di kursi plastik warung itu.


"Kok kamu kayak akrab sama pedagangnya." Tanya Bayu sedikit berbisik.


"Iya, langganan aku." Jawab Putri.


"Perasaan martabak kemaren juga langganan, dagang nasi di rumah susun juga langganan. Emmm." Ucapan Bayu yang tak selesai karena tertahan di ujung lidah.


"Iya, aku emang tukang makan. Bilang gitu aja susah." Kata Putri


Bayu hanya nyengir.


"Tapi kamu ngak kelihatan kayak tukang makan." Ujar Bayu.


"Aku sendiri juga heran, Astri bahkan sampai iri, aku sama dia sama sama tukang makan tapi yang gemuk juma dia aja." Kata Putri sambil mengecek HPnya.


"Cacingan paling kamu." Canda Bayu.

__ADS_1


"Ngak lah, ichhhh." Kata Putri sambil akan menyubit sisi perut Bayu.


"Hahaha, ngak ngak ampun. Jangan cubit lagi. Kamu kalau nyubit aku sampai kulitku sobek." Ujar Bayu.


"Mana ada, emangnya tanganku capit kepiting.!!!" Ucap Putri.


Bayu memperhatikan Putri yang kembali ceria, walau gurat raut wajah kelelahan masih sedikit terlihat di wajah Putri.


"Bay, selfie sebentar." Kata Putri sambil memgarahakn kamera depan HP gadis manis itu ke arah mereka.


"Cekrek" satu tangkapan gambar tercetak di layar HP Putri.


"Bay, ? tumben kamu panggil aku Bay.?" Ucap Bayu sedikit heran.


"Gak papa, anggep aja itu panggilan sayang aku." Ujar Putri.


Bayu sejenak terdiam, menikmati kasih sayang Putri yang deras menghujam dirinya.


"Kamu tau, aku seperti laki laki paling bahagia di alam semesta ini. Semua itu gara gara kamu." Kata Bayu sembari menatap wajah kekasihnya itu.


"Gombal amoh." Ucap Putri dengan senyum tipis dan wajah tersipu.


Manis cinta yang meraka rasakan benar tak terbendung. tapi mereka sedikit terlena, dimana ada rasa manis pasti juga ada rasa asin bahkan pahit.


"Mbak Putri, ini bebeknya." kata Mbak Zul pedagang bebek langganan Putri sambil memberilan plastikan besar.


"Ngih Mbak e, berapa semua.?" tanya Putri yang akan mengeluarkan dompet dari tas selempangya.


"Ini Mbak." sahut Bayu dengan memberikan uang seratus ribuan pada Mbak Zul.


"Makasi Mas ganteng, tinggal empat ribu. ngambil krupuk aja ya.?." ucap Mbak Zul yang menerima uang Bayu.


"Eh Bayu, kenapa kamu yang bayarin.?" Ucap Putri.


"Ngak papa Put, kan kamu tadi udah bayarin kaosku." kata Bayu ketika mengambil empat bungkus krupuk di meja dapanya.


"Mbak Putri, sopo. pacare sampean ya.?" Kata Mbak Zul yang melirik ke arah Bayu.


Putri tersenyum malu. "bukan pacar Mbak Zul, tapi ini calon suamiku." Ucap Putri.


"Owalah, amin wes semoga lancar." Ujar Mbak Zul pedagang nasi bebek.


Bayu ikut tersenyum malu dan mengangguk pada pedagang nasi bebek itu.


"Mari Mbak Zul, makasi." Ujar Putri.


"Mari Mbak." Kata Bayu.


"Iya Mbak Putri, ati ati pulang e." Kata Mbak Zul.


Bayu dan Putri menuju motornya yang terparkir. setelah memakai helem masing masing dan mencantelkan plastikan nasi bebek di cantelan bawah spidometer motor, pasangan kekasih itupun kembali melaju.


Pelukan Putri kembali melinggar di badan Bayu. dengan sisa semangat hari ini, mereka menuju kontrakan Putri.



__ADS_1


**NB : Bebek Purnama adalah kuliner khas daerah Surabaya dan sekitarnya. bagi kakak kakak yang berdomisili di Surabaya dan sekitarnya pasti familiar dengan kuliner ini. sebenarnya Bebek Purnama asli ada di daerah Dinoyo surabaya yang jualan di depan bekas Bioskop Purnama. tapi sebelum Bebek Purnama yang sekarang ini, pada tahun 80an sudah ada 4 warung bebek disana tanpa menggunakan nama Purnama, katanya 4 warung itulah pioneer Nasi Bebek di Surabaya. kini kuliner Nasi Bebek Purnama menjamur menjadi ratusan warung yang mengatas namakan Bebek Purnama. walau ratusan warung itu termasuk KW, bila sudah memakai nama Bebek Purnama rasanya dijamin mak nyos. Author sendiri adalah tukang makan berkedok pecinta kuliner 😀😀😀, oleh sebab itu Author banyak memasukan unsur makanan di Novel BAYU ini**.


__ADS_2