BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Keceplosan


__ADS_3

...****************...


...Kasihku seperti kemarau yang basah karena guyuran hujan di ujung musim....


...****************...


Bayu menikmati setiap senyum yang dilemparkan Putri, senyum Putri bagai candu yang tak bisa Bayu tolak.


Di suatu stand es cream.


Bayu duduk di hadapan Putri, melihat gadis pujaanya itu menikmati es creamnya.


"Kamu mau.?" Tanya Putri.


"Ngak, kamu abisin aja." Jawab Bayu sambil memandang gadis pujaanya itu.


"Yakin....? Tapi kok liat aku makan es cream terus." Tanya Putri lagi sambil menjilat es cream cone itu.


"Hmm. Bukan masalah es creamnya, tapi kamu. Aku liatin kamu." Jawab Bayu.


Pipi Putri merona.


Putri melihat sekitar tapi dia tak berani memandang Bayu.


Mereka sejenak menikmati cinta dalam diam itu.


Terdengar lagu sheila on 7 dari pengeras suara Mall.


Bayu menikmati lagu itu dan tentu Putri juga.


Tiba di salah satu lirik, Bayu ikut bersenandung.


"Sifatmu nan s'lalu,


Redakan ambisiku,


Tepikan khilafku,


Dari bunga yang layu.


Saat kau disisiku,


Kembali dunia ceria,


Tegaskan bahwa kamu,


Anugerah terindah yang pernah kumiliki" Bayu menirukan lirik itu dengan menatap Putri sambil mengenggam tangan kirinya.


Putri seperti salah tingkah, dia tersenyum malu namun tak mampu memandang Bayu.


"Kasian..... Aku dicuekin." Kata Bayu.


"Emm, ngak kok." Kata Putri tanpa mampu memandang Bayu.


"Terus,? Padahal itu lagu kesukaanku lho." Kata Bayu.

__ADS_1


"Aku juga suka." Jawab Putri dengan menjilat eskrimnya.


Putri masih terus menahan senyumnya.


"aku cinta kamu, Putri." Celetuk Bayu.


Putri terdiam. Dengan senyum tipisnya dia memberanikan memandang Bayu.


"Aku juga cinta kamu. Bayu." Kata Putri dengan mesra.


Masih terdengar lagu sheila on 7 membuat suasana sangat syahdu.


Dengan empat mata yang memandang sembari berbinar, semesta memutuskan memberikan kedua insan ini kesempatan untuk memadu cinta.


Tapi sebelum melalui kisah indah di ujung halaman. Mereka akan mendapatkan ujian kelulusan. Ujian dimana pantas atau tidaknya hati mereka menyatu dalam suatu ikatan sakral.


Kedua mata yang mengisyaratkan sejuta perasaan cinta dengan senyum yang saling menyapa. Bayu dan Putri hanyut dalam buai asmara.


"Pulang Yuk, keburu malem." Kata Bayu.


"Emmmm bentar lagi. Aku males." Kata Putri.


"Pacarku ngak Boleh males." Ucap Bayu.


"Maksutku aku males kalau harus menahan rindu saat kamu nanti ngak di sampingku." Ujar Putri penuh gombalan.


Bayu mengerutkan dahinya


"Pinter gombal ya kamu." Jawab Bayu.


"Hmmm kapan kita bisa jalan kaya gini lagi." Tanya Putri.


"Sabar, aku bukan pengangguran, aku sibuk nyari penghidupan. Lagian sekarang aku punya pacar dan harus lebih giat lagi bekerjanya karena aku punya cita cinta untuk meminang kamu." Kata Bayu tanpa basa basi.


Putri yang mendengar kata kata Bayu sedikit termenung seperti memikirkan sesuatu.


"Kamu ngak mau nikah sama aku,? ya maaf mungkin pembicaraan ini terlalu cepat, tapi aku sudah ngak mau lagi mencari pendamping hidup. Dan aku inginkan kamu yang bersanding di samping aku." Ujar Bayu.


"Eh, mau kok. Tapi......" Kata Putri sambil berfikir.


"Tapi Apa.? Kamu ragu.?" Ujar Bayu sembari memandang Putri.


"Ngak Bayu aku ngak ragu, aku kan sudah bilang dari tadi. Tapi kamu bener bener tepatin janjimu kan, akan berjuang untuk hubungan kita sampai kita menyatu dalam ikatan pernikahan.?" Tanya Putri.


"Iya, aku akan tepati janjiku. Pasti aku akan tepati janjiku." Kata Bayu meyakinkan Putri.


"Walau akan banyak rintangan." Tanya Putri lagi.


"Rintangan apapun akan aku hadapi, mendaki gunung atau menyebrangi samudra akan aku jalani demi kamu." Ujar Bayu meyakinkan putri.


"Aku hanya takut jalan kita nanti ngak akan mulus, aku takut kamu menyerah atau aku dipaksa mundur oleh keadaan. Aku takut itu semua karena aku terlanjur menambatkan hati padamu Bayu." Kata Putri.


"Kita ngak akan tau, apa rintangan kita kedepan, apa halangan kita dan apa ujian kita. Aku hanya takut kita ngak akan bisa melalui itu semua." Imbuh Putri.


"Ternyata dibalik sikapnya yang kekanak kanakn dan egois, Putri bisa bisa berfikir jauh ke depan. Bahkan aku sendiri tidak sempat memikirkan halangan apa nanti yang akan menggoyahkan hubungan kita." Kata Bayu dalam hati.

__ADS_1


"Selama kamu meminta aku untuk bertahan, walau berdarah darahpun aku akan tetap memperjuangkan kamu." Jawab Bayu.


"I love you Bayu" Celetuk Putri.


Bayu tersenyum dan berkata. "I love you to Putri."


"Kringggg kringgggg" suara HP putri.


Putri mengangkat panggilan teleponnya.


"Halo Ta, ada apa..... iya aku lagi sama Bayu..... ngak kita ke mall ini, ngawur aja Bayu anak baik kok kamu tuduh terus.....iya iya...... iya hah cerewet..... ya." Putri berbicara dengan seseorang di telepon kemudian mematikan panggilan telepon itu.


"Siapa.?" Tanya Bayu.


"Ita, biasa dia itu udah kayak emak emak buat aku. cerewet mulu apa lagi kalau aku deket cowok minta ampun cerewetnya." Ucap Putri.


"Ya sebagai sahabat mungkin dia khwatir sama kamu. Wajar bila Ita melakukan itu, karena aku juga punya sahabat seperti Ita. malah dulu sempet berantem gara gara dia ngomong yang tidak tidak tentang Laras, tapi sebenarnya yang dia katakan itu benar adanya." Ujar Bayu.


"Laras..? Hmmm nama mantanmu Laras." Ucap Putri dengan nada cemburu.


"Eh maaf, keceplosan" Ucap Bayu.


"Jadi, Laras itu seperti apa orangnya. Pasti cantik. Seksi. Tinggi. Dan dia mantan terbaikmu, iya kan?." Ucap Putri.


Kali ini Putri benar benar cemburu.


"Udah dong Put. jangan bahas dia." Ujar Bayu.


"Jawab dulu. Jadi bener dia seperti itu. Hmm" Kata Putri seperti akan menerkam Bayu.


"Emosi Putri gampang meledak bila menyangkut tentang Laras." Kata Bayu dalam hati.


"Ngak, dia itu orangnya item, pendek. Gendut dan dia bukan mantan terbaik aku, kalau dia memang baik, tentu dia ngak akan menjadi mantanku. Udah dong ngambeknya Put." Jawab Bayu seakan memelas.


"Makannya jangan ngomongin mantan." Kata Putri berusaha meredam emosi.


"Iya maaf, aku salah. Maaf ya. Ngak bakal ngomongin mantan lagi aku. Janji." Ucap Bayu.


"Kamu udah janji ya, awas ingkar." Kata Putri dengan tatapan tajam ke Bayu.


"Iya Putri pacarku yang cantik." Bayu berusaha merayu Putri.


"Pokoknya aku cari tau yang namanya Laras ini. Aku penasaran seperti apa dia." Putri berkata


"Udah Put percuma, ngak ada gunanya juga. Ya jangan nagmbek lagi, pliss." Kata Bayu merayu Putri.


"Yaaa..." Jawab Putri singkat dan padat.


"Yaudah ayok pulang, keburu kemaleman." Ucap Bayu.


Kemudian Putri beranjak dari duduknya dan pergi menunju basement.


setelah beberapa langkah Putri berhenti dan menoleh ke arah Bayu yang masih duduk.


"Ayok...... jadi pulang ngak.?" Kata Putri pada Bayu.

__ADS_1



__ADS_2