
Tak berapa lama.
Bayu dan Putri bersiap memasuki pintu teater bioskop. Dengan bergandengan tangan pasangan kekasih itu melangkah masuk ke sebuah lorong remang remang.
"Emang kamu tau film yang mau kita monton tentang apa.?" Tanya Putri yang mengandeng tangan Bayu.
"Gak tau, tapi kayaknya bakal serem." Ujar Bayu sambil mencari letak kursi mereka.
Tak butuh waktu lama, Bayu menemukan kursi yang mereka tuju dan segera duduk.
Perlahan lampu meredup dan semua fokus pada layar lebar di hadapan mereka.
Belum apa apa Putri sudah mengenggam lengan Bayu kencang.
"Nah kan, pasti kamu ketakutan." Batin Bayu.
Saat film akan diputar.
"Bayy.." Ujar Putri lirih.
"Kenapa, takut kan." Ucap Bayu yang fokus menatap layar lebar.
"Anter aku ke toilet, mules....." Kata Putri dengan berbisik.
"Ayo cepet." Imbuh Putri kemudian beranjak dari duduknya serta mengandeng Bayu.
Bayu sedikit terhuyung huyung ditarik Putri. Dengan langkah cepatnya Putri mengandeng Bayu di antara lorong lobi menuju toilet. kemudian, gadis manis itu sontak melepaskan gengaman Bayu dan masuk menuju toilet secara buru buru. Beruntung toilet wanita tidak terlihat antrian seperti toilet pria.
Bayu duduk di sebuah kursi lorong.
kemudian. Lorong bioskop berangsur sepi, tapi belum ada tanda tanda Putri keluar.
"Ealah yu, alamat gagal rencanamu ini." Bayu bermonolog
Tak berapa lama Putri keluar dari toilet, seketika Bayu beranjak dari duduknya dan menghampiri Putri.
"Gimana enakan pedutnya,? Masih mules atau gimana.?" Tanya Bayu.
Putri tertatih berjalan menuju salah satu kursi pengunjung di antara lorong lobi. Dengan perlahan Putri menyandarkan bokongnya.
"Udah mendingan.... " Ujar Putri.
__ADS_1
Bayu ikut duduk di sebelah Putri.
"Makanya, kalau makan sambel kira kira.!!!" Ujar Bayu.
"Ya kamu, kenapa ngak nyegah aku makan sambel banyak." Ujar Putri dengan lirikan tajam ke Bayu sambil memegangi perutnya.
"Kan aku udah pringatin kamu, kamunya aja yang ngeyel." Kata Bayu sambil mengusap punggung Putri.
"Ya jelaslah aku ngeyel, kan aku lagi ngambek sama kamu." Putri berkata sambil memijat tengkuknya.
"Siapa suruh ngambek.?"
"Ya kamu gara garanya, coba kalau tadi siang kamu ngak peluk Laras di depanku, mungkin aku ngak akan mogok makan sampek kelaperan, dan ngak bakal juga aku ngambil sambel banyak banyak gara gara emosi inget kamu dipeluk cewek lain. Pokoknya kamu yang salah." Putri dengan sorot mata yang tajam ke arah Bayu.
Keadaan hening sejenak.
"Iya maaf, aku yang salah. Tolong jangan kayak gini. Aku janji ngak akan buat kamu marah ataupun cemburu lagi. Aku mohon, maafin Aku ya." Kata Bayu memelas.
Putri terdiam sejenak dengan memandang jari jemarinya yang digenggam Bayu di atas pangkuannya.
"Aku juga yang salah, terlalu pecemburu. Jujur, aku ngak pernah secemburu ini sama cowokku yang dulu dulu. Rasanya sakit banget di hati tapi di suatu sisi aku juga ngak mampu benci kamu Bayu. Hmm.... mungkin ini juga karmaku, karena dulu pernah cium kamu di depan Kak Laras. Mungkin yang di rasakakan Kak Laras dulu juga seperti ini, atau mungkin tambah sakit ~~" kata kata Putri terpotong oleh ucapan Bayu.
"Cukup, sekarang hanya aku dan kamu. Aku hanya ingin menjalani sisa hari hariku hanya denganmu tanpa ada bayang bayang masalaluku dengan Laras. Aku sudah buang semua kenangan kenangan tentang dia. Jadi aku mohon, jangan sebut lagi namanya di hadapanku." Ujar Bayu dengan menatap Putri.
"Tapi lihat sekarang, tangan siapa yang aku genggam. Siapa yang menemaniku di malam ini. Yang pasti, cintamu lebih indah dari pada dia yang mengkurir luka di hatiku. Mulai sekarang dan seterusnya, aku akan mencintaimu setulus tulusnya tanpa membawa bayang bayang kenangan buruk masa lalu. Aku yang selama ini salah. Masih menyisakan trauma masalalu hingga aku sulit untuk move on, padahal kamu selalu ada di sampingku." Kata kata tulus yang keluar dari mulut Bayu.
"Aku tau Bayu, selama ini cintamu terbagi. Tapi apa aku menyerah,? apa aku tak selalu ada untukmu,? Ngak kan.? Aku juga bingung, kenapa aku bisa secinta ini sama kamu, semenjak kamu menyelamatkanku dari Juna yang akan memperkosaku dulu. Aku mulai merasakan perasaan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya." Kata Putri dengan tatapan tulusnya.
Mereka terdiam sejenak, seakan ada perasaan bersalah yang menganjal di antara mereka berdua.
"Ngak papa Yu, andai kamu menyimpan kenangan tentang Kak Laras. Asal kamu janji, jangan pernah tinggalin aku. Jujur aku bener bener ngak bisa tanpa kamu.... Janji.?" Putri dengan janji kelingking yang dijulurkan.
"Janji." Ucap Bayu dengan melingkarkan kelingkingnya di kelingking Putri.
Senyum menyeruak dibibir Putri.
"Tapi, apa Kak Laras akan baik baik aja.?" Ucap Putri sambil melepaskan kelingkingnya.
"Dia pasti baik baik aja, itu sudah pilihanya." Kata Bayu.
"Tapi ~~" Belum sampat Putri menyelesaikan kata katanya, Bayu tiba tiba memeluk gadis manis itu.
__ADS_1
"Sudah ya, untuk sekarang dan selamanya hanya ada aku dan kamu." Ujar Bayu dengan pelukan hangat pada kekasihnya.
"Aku sayang kamu Bay." Bisik Putri dengan mata terpejam, seakan gadis manis itu menikmati pelukan Bayu.
"Aku juga sayang kamu. Putri." Balas Bayu.
Kemudian Bayu melepaskan pelukannya. Begitupun Putri, dengan mata sedikit berkaca kaca gadis manis itu melepas lingkaran tangannya di tubuh Bayu.
"Gimana sekarang, mau lanjut nonton atau pulang.?" Tanya Bayu.
"Kalau pulang sama kamu ke rumah Pak De Arip, gimana.?" Ujar Putri.
"Ngawor kamu, bisa di cincang Pak De aku nanti, bawa anak gadis orang yang belum sah kerumah malem malem."
"Ya makannya, cepet di Sah in dong."
"Iya nanti, setelah aku kenalan sama keluargamu." Bayu berkata dengan menghinggapkan tangannya ke arah punggung tangan Putri.
Sejenak Putri terdiam, seperti memikirkan sesuatu.
"Pulang aja yuk. Biar kamu cepet stirahat." Bayu berakata dengan beranjak dari duduknya.
"Terus filmnya.?" Tanya Putri yang juga beranjak dari duduknya.
"Biarin wes, yang penting kamu udah ngak ngambek lagi. Lagian aku ngak paham itu film apa. Hehe." Kata Bayu sambil nyengir.
"Huu dasar. Pasti piranmu gini. -Aku nonton film horor aja ah, nanti kalau Putri ketakutan biar peluk peluk aku-. Iya kan, ayo ngaku.?" Kata Putri sambil berjalan di antara lorong lobi bioskop dengan ditemani langkah kaki Bayu di sampingnya.
"Buset, negatif thinkingnya Putri kok bisa pas. Repot kalau aku punya pacar yang terlalu peka kayak dia." Bayu bermonolog.
"Ngak kok, kayak aku orang mesum aja bisa berfikir gitu." Ujar Bayu dengan mengandeng Putri.
"Tadi kamu pas di depan poster film itu sambil senyum senyum mesum karena mikirin rencana itu, iya kan.? Aaa ketauan huuu dasar piktor, pikiran kotor."
"Ngak sumpah, serius."
"Hahaha, bohong. Kalau begitu, dari pada juma peluk mending sewa kamar sekalian."
"Astaga pikiranmu Put, bisa kesana. Kamu yang Piktor."
"Hayoo.... mau ngak, mumpung aku belum berubah pikiran ini.
__ADS_1
"Ngak, Ngak akan."
Candaan kedua insan yang telah berdamai itu menyeruak seiring langkah kaki mereka. Hati yang luka telah menemukan obatnya, perasaan yang terpenjara telah bebas dari jerujinya. Sebenarnya, semua konflik itu hanya perlu berkata dari hati ke hati. Tapi rasa cinta yang tulus diantara merekalah, yang membuat semuanya terasa mudah untuk diiungkapkan.