BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Sahabat


__ADS_3

Warga berdatangan.


Suasan riuh namun tak ada yang gaduh.


Berratus ratus kilo bibit padi di turunkan dari kendaraan truk. Petugas Penyuluh Pertanian lapangan juga hadir di sana.


Halaman rumah Darman seperti layaknya pesta. Semua berkumpul untuk merayakan awal masa tanam padi.


Terlihat Darman yang membantu menimbang karung demi karung bibit padi. Darman hidup dengan Ibu dan ke dua adiknya. Bapaknya meninggal beberapa tahun lalu, dan mulai saat itu darman menjadi tulang punggung keluarga.


Dengan tanggung jawab besar yang ada di pundaknya, Darman menjadi sosok yang pekerja keras dan supel, tidak heran terkadang Pak Kades meminta bantuan dia sesekali.


Disaat remaja remaja desa lainya pergi merantau ke kota, Darman dengan dedikasinya tetap berada di desa menekuni profesi sebagai petani, meneruskan amanat Bapaknya.


Bayu datang dengan sepeda kumbangnya. Diparkirkan sepedanya di bawah pohon depan rumah Darman, kemudian Bayu menghampiri sahabatnya itu.


"Sudah nangis nangisnya Yu.?" Darman berkata dengan nada bercanda pada Bayu.


"Gimana Dar. Udah muali acaranya ?" Bayu berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Belom, Tinggal sedikit lagi selesai nurunin karungnya." jawab Darman.


Darman sadar Bayu bukanlah Bayu .yang biasanya, dia merasa agak bersalah menanyakan hal jail seperti tadi pada dia.


Kemudian Bayu beranjak dari tempatnya berdiri. Membantu warga yang sedang menurunkan karung demi karung bibit padi dari atas truk.


Begitulah kehidupan di desa, kekentalanya masih terasa, orang orang saling gotong royong membantu,walau mereka sadar tidak ada upah untuk itu.


Setelah semua karung bibit padi di turunkan, ada sambutan dari Petugas Penyuluh Pertanian lapangan.


Terlihat Bayu dan Darman mengobrol.


"Yu, nanti siang agak sore ikut aku ya.?" Darman berkata sambil agak berbisik


"Mau kemana Dar.?" Bayu bertanya.


"Ada orang desa mekar sawahnya minta di bajak. bantuin aku ya ntar.?" Darman berkata.


Bayu terdiam sejenak.


Sebenarnya setelah acara ini bayu ingin segera pulang, ntah dia tak bersemangat untuk melakukan apapun. Bahkan dia datang ke acara ini karena diminta langsung oleh Bapaknya.


Belum sempat Bayu menjawab, Darman menambahkan. "Tenang Yu nanti bagi hasil. Lumayan buat nambah tabunganmu."


Bayu tiba tiba teringat, dia juga butuh menambah tabungannya, jikalau suatu saat Bayu butuh untuk mengunjungi laras di surabaya.


"Iya wes iya" jawab Bayu dengan wajah bahagia.


"Nah gtu donk, baru Bayu anaknya Pak Slamet" Darman bercanda sambil menepuk pundak Bayu.


"Mau tinju Dar.!?" Bayu berkata sedikit kesal.

__ADS_1


Darman senang Bayu sudah mulai bisa di ajak bercanda.


"Ampun gusti pangeran." jawab Darman sambil menunduk.


Begitulah kedua sahabat ini. Mereka saling melengkapi. Bahkan dengan Darman yang suka ceplas ceplos terhadap Bayu, mereka sama sekali tidak pernah bertengkar.


Mungkin dulu saat Bapak darman masih ada mereka terbiasa saling ejek dengan menggunakan nama bapak masing masing. Tapi sekarang Bapak darman sudah almarhum, Jadi bayu tidak bisa sembarangan membalas ejekan Darman.


Bayu dan Darman asik berbincang bincang, hingga mereka tidak mendengarkan apa yang disampaikan Petugas Penyuluh Pertanian lapangan.


Kegiatan kembali dilanjutkan.


Kali ini pembagian bibit padi untuk petani.


Suasana sangat sibuk dan ramai. Ada yang bersenda gurau, berbincang bincang, mengangkut bibit padi ke kendaraan masing masing, menikmati jajana kopi dan teh yang disediakan tuan rumah. Suasana kehangatan yang sangat kental.


Bayu dan Darman mengerjakan tugasnya masing masing,walau mereka terlihat bercanda sewaktu waktu tapi mereka juga bisa serius dalam bekerja.


Kemudian.


Berangsur orang orang sudah mulai meninggalkan lokasi. Karena acara pembagian bibit padi untuk petani telah usai. Setelah Bayu membantu Darman dan Adik perempuan Darman bersih bersih halaman, mereka duduk bersantai di depan teras rumah Darman sambil menyantap kue dan kopi sisa acara barusan.


"Berangkat jam berapa Dar.?" Tanya Bayu sambil makan kue basah sejenis apem.


"Santai bro relax. Kita bernafas dulu." Darman menjawab sambil menikmati kopinya.


Tak berapa lama Raka datang dengan Riski. Masing masing mereka membawa pancingan beserta rentengan ikan keting dan wader.


"Woeeeee bayak jajan." Raka berkata


"Iya ambil, Raka dikasih juga." Darman menjawab.


Ahirnya mereka makan jajan bersama.


"Mas Bayu bapak mana.?" Tanya Raka sambil makan jajan.


"Sudah pulang. Ayo pulang bareng Mas apa sendiri" Bayu beranjak dari tempat duduk.


"Bareng mas..." Raka segera menghabisakan jajannya.


"Langsung ke rumah ya nanti Dar" bayu berkata pada Darman.


"Oke bos" jawab Darman singkat


"Raka nih jajanya bawa pulang" imbuh Darman berkata pada Raka sambil menyodorkan plastikan berisi jajan.


"Makasi Mas Darman." jawab Raka sambilmenerima jajan dari kakak Riski berbadan gempal itu.


Bayu segera menaiki sepeda kumbangnya, ditaruhnya kresekan jajan di stang sepeda, sedangkan Raka digonceng di belakang sambil membawa pancingan bambu dan rentengan ikan.


Dibawah terik matahari Bayu mengowes sepedanya untuk pulang. Dan Raka hanya terdiam di gonceng Kakaknya. Lelah yang menyerang Bayu tak di hiraukanya lagi, karena masih ada tugas lain menanti.

__ADS_1


sesampainya di rumah, Bayu langsung mandi, agar badanya dapat segar kembali,


setelah mandi Bayu makan. saat makan di dapur Bayu bercakap cakap dengan Ibunya.


"Buk, nanti aku mau bajak sawah di Desa Mekar sama Darman" Bayu bercerita pada Ibu.


"iya Le. lumayan ada kesibukan sambil nunggu waktu tanam padi" Ibu menjawab.


Bayu melanjutkan makan lagi.


setelah makan Bayu memeriksa kandang kambing keluarganya. terlihat rumput untuk pakan kambing mulai sedikit, mungkin nanti setelah membajak sawah dengan Darman bayu sekalian mencari rumput untuk pakan kambing


kemudian


Bayu duduk menunggu di teras rumah, tentu saja dia menunggu sahabatnya Darman.


dukdlududukddukddukdudkuduk


suara traktor Darman mendekat.


"Buk Bayu berangkat, assalamualaikum" Bayu pamit.


"iya Le ati ati waalaikumsalam." Ibu menjawab.


Darman datang dan berhenti di depan rumah Bayu.


"ayo Yu naik jaguarku." Darman menyapa Bayu.


Bayu mengahmpiri sambil bercanda "wah mobil mahal ini dar. ACnya segala arah"


"wkwkwkkwkwk" Darman tertawa


"ayolah gas" imbuh Darman


setelah Bayu naik mereka berangkat.


suara berisik traktor memecah keheninggan desa siang itu. perjalanan yang dilalui akan lumayan memakan waktu. mereka sambil menikmati silir angin yang tak menentu dan Darman dan Bayu melaju tanpa ragu.


"yang sabar ya Yu" celetuk Darman


"sabar kenapa Dar.?" Bayu pura pura tidak paham.


"kita berteman sejak kecil lho Yu...., kamu gak bisa bohong sama aku. Aku tau kamu lagi gelisah mikirin laras kan ?" kata Darman sambil fokus mengendarai traktornya.


"aku tau bebanmu, memang gak enak rasanya, tapi kita harus kuat menghadapinya." imbuh Darman yang tiba tiba menjadi bijak


"we Darman, dirimu ngak lagi kesurupan kan ?" Bayu menjawab sambil terheran


"aku gini gini ahli masalah cinta Yu" Darman berkata dengan bangga


"iya iya sayangnya Sulis" Bayu menyindir Darman.

__ADS_1


Sulis adalah kekasih Darman. hubungan mereka adem ayem saja sejauh ini, tapi ahir ahir ini Darman juga merasakan kebimbangan, karena mendengar kabar burung bahwa sulis akan dijodohkan orang tuanya.



__ADS_2