BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Menikahlah Denganku


__ADS_3

...°°°°°°°°°°°°°°...


...Peringatan....


...bab berbau adegan panas, bagi pembaca yang belum berusia 18 keatas atau yang sedang melakukan aktifitas makan harap skip dahulu. mohon untuk pengertiannya dan kebijaksanaanya. terima kasih dan selamat membaca....


...°°°°°°°°°°°°°°...


Putri berjalan di depan Bayu sembari mengandengnya menuju stand mereka.


"Aku balik bentar ya, ambil pentol yang di kontrakaan." Kata Putri pada teman temannya setelah sampai di stand.


Putri mengambil tasnya dan mengeluarkan kunci motornya.


"Ayok Yu, buruan." Putri berkata sambil memberi kunci motor pada Bayu.


"Bentar ya." Ucap Bayu pada para penghuni stand.


Kembali Putri berjalan menuju parkiran. Dan Bayu berjalan mengikutinya.


"Jangan buru buru Put." Ucap Bayu.


"Ya gimana aku kepikiran kalau pentolnya di stand keburu habis gimana.?" Ucap Putri dengan meneruskan langkahnya dengan tergesa gesa.


Kemudian, di parkiran di samping motor Putri.


Bayu memakai helmnya dan menaiki motor, Putri memakai helmnya juga dan menunggu Bayu memundurkan motor.


"Brummmm." Suara mesin motor Putri yang dinaiki Bayu.


"Ayok." Ucap Bayu.


Kemudian Putri menaiki motor dengan gaya menyamping.


"Okesip." Jawab Putri ketika siap melaju di atas dua roda bersama Bayu.


Motor pun melaju.


Di jalan.


Putri memeluk Bayu dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya memegang jekat denim Bayu.


"Tau gini ngak pake rok." Gumam Putri.


"Aaaa apa Put.?" Ucap Bayu dengan lantang karena suara deru angin.


"Ngak papa." Kata Putri.


Suara deru angin menghalangi percakapan mereka.


Malam pun jatuh setelah mentari tumbang. Sinar lampu jalanan sekan mengawasi kemesraan mereka ber dua.


Saat sampai di kontrakan.


Bayu berhenti tepat di depan teras, suasana sunyi di jalan depan kotrakan Putri membuat suasana menjadi syahdu. Mereka berdua pun turun dari motor.


"Tadi di jalan bilang apa kamu Put.?" Tanya Bayu sembari melepas helmnya.


Putri juga melepas helmnya.


"Oh, ngak. Tau gini aku ngak pake rok." Jawab Putri.


"Lah kenapa.?" Bayu kembali bertanya.


"Yaa... susah jadinya meluk kamu." Kata Putri sambil melepas sepatunya sambil duduk.

__ADS_1


"Owwhhh." Ucap Bayu yang sedang melepas sepatunya sambil berdiri.


Bayu melangkah ke atas teras di ikuti Putri yang kemudian berdiri di atas teras lantai itu.


Saat Putri akan masuk ke kontrakan, tiba tiba tangan kanan Bayu mengenggam tangan kiri Putri. Sontak Putri memandang ke arah Bayu.


Tanpa aba aba Bayu mencium Putri.


Putri yang kaget sempat mengangkat dahinya. Saat lidah Bayu masuk bibir Putri, gadis manis itupun larut dalam ciuman Bayu.


Bayu memejamkan matanya, berusaha meraih lagi momen saat Putri mencium Bayu di depan Laras tadi.


Putri berusaha mengimbangi permainan lidah kekasih polosnya Iitu. secara Putri tau hari ini kali pertama Bayu berciuman dengan mesra.


Saat nafas mereka semain berat Putri melepaskan ciuman Bayu sehingga membuat pemuda itu sedikit linglung.


"Apa mungkin Putri tidak menyukai ciumanku, karena memang aku pemula dalam urusan seperti ini." Ucap Bayu dalam hati.


Putri dalam senyap mengandeng Bayu menuju kursi tempat biasa mereka bercengkrama. Bayu seperti terhipnotis dan duduk di kursi itu.


Putri mengangkat roknya sedikit kemudian naik di pangkuan Bayu dan kemudian memperbaiki iktan rambutnya.


Bayu hanya terbengong melihat pesona Putri saat mengikat rambut.


Saat Putri selesai mengikat rambut tangan kanan putri memegang pipi kiri Bayu sedangkan tangan kirinya memegang tengkuk Bayu.


Kali ini Putri yang beraksi, bibir lembut itu tepat mencium bibir Bayu. Lidah Putri perlahan masuk dan menari nari di antara lidah Bayu.


Beberapa saat kemudian setelah melalui berbagai rupa cumbu dan rayu.


Saat Putri akan memasukan tangannya ke dalam celana Bayu untuk meraih nagabonarnya. Tangan kiri Bayu secepat kilat menghalangi dan meggengam erat tangan kiri Putri. Sontak berahir juga ciuman penuh gairah.


Nafas mereka terengah engah dengan singkat dan berat seakan selesai lari maraton 10 km.


Putri menganggukan wajahnya tanda agar melanjutkan ke tahap berikutnya, sedangakn Bayu menggelengakan kepalanya sebagain isyarat untuk mengahiri hasrat mereka yang semakin tak terkontrol.


Kembali Putri menganggukan wajahnya sembari tersenyum manja.


Dan bayu tak kalah menggelengkan kepalanya degan ekspresi seperti marah.


Kemudian Putri tertawa kecil di ikuti Bayu yang tersenyum tersipu.


"Cuppppp." Satu kecupan Putri di bibir Bayu.


"Begitulah caranya Yu." Ucap Putri yang masih duduk berhadapan di pangkuan Bayu.


"Iyaa...."Kata Bayu singkat.


"Jadi aku boleh turun sekarang atau kamu masih ingin pengang bakpau sroberiku." Tanya Putri.


"Eh iya maaf maaf." Ucap Bayu kikuk kemudain melepaskan cengkraman elangnya dari dada Putri.


Putri kemudian turun dari pangkuan Bayu dan merapikan Roknya.


Bayu masih terduduk.


"Emmmm aku ambil pentolnya bentar ya." Kata Putri kemudian akan berjalan masuk kontrakan.


"Eh Put, anu...... aku numpang toilet bentar." Kata Bayu beranjak dari tempat duduknya dengan pandangan yang dialihkanya dari Putri.


"Oowwhh. Iya udah ayuk masuk." Ucap Putri sembari melambai pada Bayu.


Mereka berdua masuk kontrakan.


Saat melewati kamar Bu Lasmi, Ibu kos Putri.

__ADS_1


"Lho Put, sudah selesai bazaarnya.?" Tanya Bu Lasmi dari dalam kamar yang sedang merapikan sesuatu dengan pintu terbuka.


"Eh Ibuk, tak kira ngak di rumah. Belum Buk, ini lagi mau ngambil pentol yang di kulkas." Kata Putri.


"Owalah." Ucap Bu Lasmi singkat.


"Buk Las, Bayu pinjem toiletnya sebentar ya." Tanya Putri pada Bu Las.


"Iya Put, pinjem pinjemen wes asal ngak di bawa pulang Bayu." Ucap Bu Lasmi sambil bercanda.


Putri menunujuakn letak toliletnya dan Bayu kemudain menuju ke sana sembari mengangguk pada Bu Lasmi saat melewati kamar Ibu kos itu.


Di tolitet.


Bayu membasuh mukanya. Kemudian memegang dadanya yang masih berdebar.


"Apa ini rasanya, astagaaaaa jantungku kayak mau copot." Ucap Bayu dalam hati sembari kembali mengingat kejadian Barusan.


Kemudian Bayu melepas celana dan segitiga birunya.


Bayu membersihkan sesuatu cairan yang disemburkan nagabonarnya.


"Sepertinya bukan cairan itu, aku masih belum merasakan sensasi itu. Iya ini juma cairan yang biasa." Ucap Bayu dalam hati sembari membersihkan tubuh bagian bawahnya.


Kemudain.


Tak berselang lama, Bayu keluar dari kontrakan tepat saat Putri keluar sembari membawa kresekan berisi pentol.


"Kok kamu lama di toilet, pasti kamu keluarin ya." Ucap Putri menggoda Bayu.


"Keluarin apaan. Ngak kok Masih belum keluar juga." Ucap Bayu keceplosan.


Kemudaian Putri mendekat ke arah Bayu.


Sembari berbisik Putri mengatakan "Yaudah lain kali kita keluarin bareng bareng." Kata putri di dekat telinga Bayu.


Gantian Bayu yang berbisik ke telinga Putri. "Oke, tapi nikah dulu."


Putri sedikit kaget dengan kata kata Bayu.


"Nikah.?" Tanya Putri.


"Iya, menikahlah denganku Put.!!!" Ucap Bayu tegas.


Dengan senyumnya dan mata yang berkaca kaca Putri menjatuhkan keresekan berisi pentol itu dan memeluk Bayu.


"Ayooooo......." Kata Putri dengan manja.


"Iya tapi nanti ya, prosesnya panjang jadi kita jalani satu satu dulu ya.?" Ucap Bayu sambil memeluk Putri.


Tak berapa lama Pemuda yang dimabuk asmara itu berusaha melepaskan pelukan dari tangan Putri.


"Tunggu, sebentar lagi." Kata Putri manja.


"Iya, tapi jangan lama lama. Inget pentol bakarmu kehabisan stok." Kata Bayu.


"Ooiya." Ucap Putri polos sambil melepaskan pelukan dari Bayu.


"Kamu itu, kadang kekanak kanakan, kadang berfikir dewasa kadang bertindak terlalu dewasa kadang nyebelin kadang ngangenin kadang jengkelin. Kamu itu memang terbaik yang pernah aku miliki Put, aku janji ngak akan ninggalin kamu." Ucap Bayu dalam hati sambil memandang Putri yang memakai sepatunya.


"Bayu.... ayo, malah ngelamun." Ucap Putri yang memandang Bayu.


"Eh iya." Kata Bayu yang baru tersadar dari lamunannya.


__ADS_1


__ADS_2