
Mereka masih menyantap makanan masing masing.
Adit dan Novi terlihat mengobrol serius tentang rencana lamaran mereka.
"Ya cari waktu yang pas aja, aku bilang orang tuaku dulu kamu bilang orang tuamu dulu. Adil kan,?" Kata Adit.
"Yasudahlah kalau baiknya gitu.tapi mmmmmm." kata Novi sambil ingin menyampaikan sesuatu.
"Apa lagi.?" Tanya Adit.
"Kita akan serius kan lamaran.? Maksut aku kok kayaknya gimana gtu, ngak kebayang aja ahirnya kita akan nikah." Jawab Novi.
"Ya aku sih ikut kamu aja. Kalau kamu mau dilamar ya aku lamar, kalau ngak mau ya sudah." Kata Adit sambil menyantap mie ayamnya.
"Ichhh nyebelin, emang cowok itu dimana mana ngak peka." Kata Novi kesal.
"Ehemm.... maaf kalau berantem jangan di depan orang makan." Kata Bayu.
"Hehe, Novi emang gitu Yu, ngambekan." Kata Adit.
Novi mencubit tangan Adit sambil berkata. "Siapa yang ngambekan, coba bilang lagi.?"
"Aduuuhh duhh duh..... Ngak ayang, aku bercanda." Kata Adit sambil kesakitan.
Bayu merasa senang melihat mereka bersenda gurau, dan tersirat doa semoga rencana mereka segera terlaksana.
Novi melepaskan cubitanya dan kembali makan.
"Tapi sebelum itu kita ke makam dulu Nov." Kata Adit.
"Iya, pikirku juga begitu. Ya kalau semua sudah Fix kita ke makam, sepertinya sudah lama kita ngak ke makam Mas." Imbuh Novi.
"Makam.? Makam siapa.?" Tanya Bayu dalam hati.
Bayu sebenarnya penasaran, tapi pemuda itu terlalu canggung untuk bertanya.
Mereka sepertinya sudah selesai makan dan Novi melihat jam tangannya.
"Kurang 5 menit lagi. Yuk ke lobby bioskop." Kata Novi.
"Yaudah yok lah." Kata Adit.
Kemudian mereka beranjak dari tempat duduk dan menuju lobby bioskop.
Film yang akan mereka tonton kali ini Iron Man 3.
Lobby bioskop sangat ramai. Dimana dari 3 studio sedang bubaran semua.
Bayu hanya mengamati sekitarnya.
Terlihat pemuda pemudi dan para remaja terlihat stylish dengan gaya masing masing.
Jelas Bayu sedikit minder.
"Ayo Yu. Ikutin aku." Kata Adit.
Bayu mengikuti Adit masuk studio 2.
Saat di dalam Bayu melihat layar TV yang sangat besar.
Novi Dan Adit mencari kursi duduk mereka.
__ADS_1
Setelah menemukan kursinya mereka kemudian duduk. Bayu dipinggir, ditengah Adit di samping satunya tentu Novi.
Lampu penerangan perlahan dimatikan.
"Dit Dit, mati lampu Dit.?" Kata Bayu.
"Emang dimatiin Yu, karena filmnya mau mulai. Dah sekarang nonton jangan berisik nanti dimarah pengunjung lainya." Kata Adit menakut nakuti Bayu.
Bayu menuruti kata kata Adit.
Mereka kemudian fokus terdiam menyaksikan film.
Bayu bengong melihat layar film, sesekali juga melihat sekitar.
Dia heran dari mana asal suara yang menggelegar itu. Dan mengapa harus gelap gepalan melihat filmnya.
Bayu ingin bertanya pada Adit, tapi Bayu takut dimarahi pengunjung lainya karena berisik.
Seprtinya Bayu benar benar mempercayai bualan Adit.
Hampir satu jam lebih mereka menonton film. Bahkan Bayu seperti tak berkedip melihat layar lebar di depannya.
Film telah berahir dan lampu dinyalakan kembali. Para pengunjung bergantian keluar studio setelah sejenak menunggu post credit scene film itu yang sepertinya tidak penting.
"Gimana Yu." Tanya Adit.
Bayu masih sedikit bengong melihat lihat sekitar.
"Woe Yu, hobimu itu bengong ya.? Ayo berdiri kita keluar." Kata Adit.
"Eh, iya Dit." Jawab Bayu.
"Jadi nyari bajunya Yu.?" Tanya Novi.
Bayu berfikir sejenak.
"Ngak papa mungkin, sekali kali beli barang dari Mall." Kata Bayu dalam hati.
"Iya jadi Nov." Kata Bayu pada Novi.
"Sipp. Pertama kita Nyari sepatu." Kata Novi sambil jalan menuju toko sepatu.
"Yang sabar ya Yu." Kata Adit.
"Kenapa Dit.? Kok musti sabar.?" Bayu bertanya Heran.
"Ya liat aja Nanti." Kata Adit lagi.
Mereka sampai si toko sepatu.
"Nyari sepatu apa kamu Yu." Tanya Novi.
"Apa aja Nov. Aku ngak pinter milih." Kata Bayu
"Sipp. Tak cariin buat kamu, kamu tunggu disini sama Adit." Kata Novi dan berlalu.
Adit dan Bayu duduk di kursi yang disediakan store sepatu.
"Udah pokoknya kamu ikutin aja apa yang Novi pilih, kalau Novi belanja sama aku banyak gak cocoknya, ya tapi mau ngak mau aku ngalah. Stttt kamu jangan bilang bilang Novi ya tapi." Kata Adit sambil sedikit berbisik.
"Ini Yu aku bawain. Vans hitam tali putih. Mau ngak kamu." Kata Novi sambil mendatangi 2 pemuda itu.
__ADS_1
Kemudian Bayu mencobanya, dan ukuranya sangat cocok.
"Iya udah ini aja." Kata Bayu.
"Enak milihin belanjaan kamu Yu. Sama dengan seleraku. Ngak kaya Adit, banyak ngak cocoknya.!!" Kata Novi.
"Ya kali aku gondrong gini kamu kasi style warna cerah cerah." Kata Adit sambil mengikat rambut gondrongnya.
Memang Adit lebih suka pakaian yang simple. Seperti yang dia kenakan sekarang. Hanya sepatu converse hitam high, celana jeans lutut sobek dan kaos polos hitam sedikit longgar.
"Ya tapikan cocok, kamunya aja yang gak ngerti style." Kata Novi membalas perkaraan Adit.
"Kalau masih mau berantem silahkan dilanjut." Celetuk Bayu.
"Yaudah Bayar dulu sepatunya, kemudian kita cus ke toko pakaian." Kata Novi.
Setelah Bayu membayar sepatu kemudian mereka ke sebuah stand distro.
Seperti biasa Novi yang sibuk memilihkan pakaian untuk Bayu. Sedangkan Bayu hanya bisa setuju saja. Karena Bayu sadar stylenya akan kampungan bila dia sendiri yang memilihnya.
Ahirnya setelah berapa lama. Novi memilihkan celana jeans abu abu. Kaos polos hitam dan kemeja lengan panjang kotak kotak bergaris hitam putih cendrung gelap.
"Udah ini paling sip buat kamu." Kata Novi.
"iya, aku Bayar dulu." kata Bayu.
kemudian Bayu beranjak dan membayar belanjaanya.
sedangkan Novi duduk di samping Adit menunggu Bayu.
setelah Bayu selesai mereka keluar stand distro itu.
"itu kalau kamu pakai pas kencan sama cewek, dijamin dia pasti naksir kamu." kata Novi sambil berjalan menuju parkiran basement.
"heleh pret." kata Adit.
"jangan dengerin Adit Yu, dia pasti sirik sama kamu." Kata Novi
"kalian emang hobi berantem ya.?" Tanya Bayu.
"udah makanan tiap hari Yu." kata Adit sambil jalan beriringan.
"terus kok kalian bisa pacaran sampai 4 tahunan lebih." Kata Bayu sedikit heran.
"ya karena Adit Yu, dia kan cinta mati sama aku." kata Novi.
"iya ajalah, biar cepet." Jawab Adit singkat.
mungkin ada sesuatu selain cinta yang membuat mereka tak terpisahkan, bayu jujur penasaran. Sedangan dia dan Laras juga sering berantem berantem manja, tapi justru luka yang menghampirinya.
setelah mereka sampai di basement.
"aku pulang langsung ya Nov, kamu sama Bayu pulangnya." kata Adit.
"iya udah, kamu ati ati. jangan lupa Line aku kalau sampai rumah." Kata Novi sambil mencari kunci motornya.
"emang gak papa Dit.?" Tanya Bayu sambil menyerahkan kunci motor pada Adit.
"ngak papa Yu, Novi ngak ngigit kok." Kata Adit sedikit bercanda.
__ADS_1