
Jawaban Adit yang sungguh mencengangkan Bayu.
"Apa Adit tidak cemburu sama sekali bila aku mengonceng Novi.?" Tanya Bayu dalam hati.
Bayu menaiki motor dan menyalakan mesinnya. Diikuti Novi yang naik di belakang. sedangkan Adit sudah duluan jalan.
"Ayok Yu. Cus." Kata Novi.
Kemudian mereka keluar gedung.
Saat akan memasuki jalan raya. Mereka berhenti sejenak.
"Ati ati Dit. Jangan ngebut ngebut." Ucap Novi pada Adit di sebelahnya.
"Iya ayangku. Yu ati ati bawa motornya, yang kamu gonceng itu calon istriku.!" Kata Adit.
"Siap komandan." Jawab Bayu singkat.
Kemudian Adit berlalu. Diikuti Bayu dan Novi.
Mereka berpisah di lampu merah bawah flyover. Adit ambil jalan kanan sedangkan Bayu lurus.
Sepertinya Bayu sudah mulai akrab dengan mereka, tidak ada rasa canggung atau minder lagi.
Karena di awal perkenalan Bayu sempat berfikir Adit ataupun Novi tidak ingin berteman dengan dia, karena Bayu berasal dari desa.
Di perjalanan.
"Nov." Bayu memanggil Novi.
"Iya Yu. Ada apa.?" Jawab Novi.
"Apa Adit ngak ada rasa cemburu sama kamu.? Aku jadi ngak enak boncengin kamu." Kata Bayu.
Di lampu mereh mereka berhenti.
"Ngak Yu. Adit bukan tipe cowok yang suka ngekang aku, aku ke dia juga begitu. Kalau dia mau jalan sama cewek lain ya silahkan." Kata Novi.
"Emang pernah dia jalan sama cewek lain saat kalian pacaran" tanya Bayu sambil memperhatikan spionnya.
"Emmmmmm. Belum pernah sih." Novi berkata sambil memperhatikan lampu lalu lintas.
Lampu menjadi hijau, dan mereka kembali melaju di tengah pekatnya kendaraan kota.
"Andai hubunganku dan Laras seperti kalian.!!" Celetuk Bayu.
"Udah gak usah dipikirin Yu. suatu saat kamu pasti akan dapat cewek yang bisa nerima kamu apa adanya. bukan cewek yang dengan entengnya berpaling ke cowok lain." Kata Novi berusha menyemangati Bayu.
"emmmm, apa Laras itu cantik Yu.?" tanya Novi penasaran.
"Dia wanita tercantik kedua yang aku kenal selain Ibukku. dan dia juga wanita terbaik yang aku sayang setelah Ibuku." Jawab Bayu tegas.
__ADS_1
"Bila dia baik, dia ngak akan ninggalin kamu dengan cowok lain Yu. bila dia bisa dengan entengnya ninggalin kamu berarti dia bukan cewek baik baik. maaf ya Yu, aku bicara seperti ini juga karena terbawa emosi. cowok sebaik dan sepolos kamu kok dia bisa bisanya diselingkuhin." Kata Novi sedikt kesal.
"Aku sangat mengenal Laras, dia tidak mungkin selingkuh dari aku, Namun kenyataannya dia jelas jelas berpaling, tapi kenapa?. Sebelum aku tau jawaban yang sebenarnya, aku ngak akan bisa melupakan Laras. Dan apa bila ini semua memang salahku, jelas aku akan sangat menyesal." Kata Bayu dalam Hati.
"Wee Yu, mau kemana.?" Tanya Novi.
"Eh, benerkan sini jalannya.?" Tanya Bayu balik.
"Iya bener, kalau kamu pengen pulang sambil muter muter." Kata Novi yang sedikit heran dengan Bayu karena suka melamun.
"Oiya, maaf maaf, aku belum hafal jalan sini." Alasan Bayu.
"Yasudah putar balik di depan keburu hujan." Kata Novi pada Bayu.
"Hujan.?" Bayu berkata dalam hati sambil mengamati langit.
Terlihat awan pekat berwarna keputihan. Bahkan bintang benar benar tak diizinkan untuk mengintip kesibukan Kota Surabaya.
Bayu segera menjalankan motor itu dengan sedikit kencang.
Tak berapa lama. Saat sudah memasuki gang.
Tetes demi tetes air turun menghapus dahaga Kota.
Hujan mulai deras saat mereka sampai rumah. Bayu langsung memberhentikan motor itu di pelataran Rumah Novi yang tidak lebih lebar dari 1 meter.
"Makasi Nov ya. Aku duluan." Kata Bayu sambil menyerahkan kunci motor.
Kemudian Bayu segera berlari menuju Rumah Pak Arip.
Bayu masuk dari pintu samping rumah.
"Assalamualaikum." Bayu memberi salam saat masuk rumah.
"Waalaikumsalam." Jawab Pak De dan Bu De yang sedang menonton TV.
"Keujanan Yu, cepet mandi biar ngak masuk angin." Kata Bu De.
"Iya Bu De." Jawab Bayu singkat kemudian masuk kamar.
Tak berapa lama Bayu keluar kamar dengan pakaian bersih dan anduknya, setelahnya Bayu segera mandi.
Saat selesai mandi dan menganti pakaiannya.
Bayu merasa masih lapar, mie ayam di Mall tadi jelas sama sekali tidak nendang.
Pemuda dengan rambut yang basah itu kemudian mengambil makanan dan duduk di samping Pak De sambil menonton TV.
"Makan Bu De, Pak De." Kata Bayu.
"Iya Yu dikenyangin." Jawab Pak De.
__ADS_1
Mereka mononton TV bersama.
"Sudah mulai musim hujan, adehhhh adeh....." Gerutu Pak De Arip.
"Kenpa Pak De. Kok kayak gelisah gitu." Kata Bayu sambil makan.
"Oiya, kalau di Desa awal musim hujan gini pasti orang orang sudah mulai sibuk dan gembira karena sudah mulai nanam padi. Lain kalau di Kota Yu, kalau musim hujan gini orang orang sudah pada ngeluh." Kata Pak De sambil menyalakan rokoknya.
Bayu sepertinya mulai paham arah pembicaraan ini. Karena pekerjaa Pak De sebagai PKL, bila musim hujan pasti orang orang akan malas untuk keluar rumah, otomatis dagangan Pak De jadi tak seramai biasanya.
"Ya kamu bayangkan pekerjaan Pak Demu ini sebagai pedagang makanan. Bila musim hujan ini ya sudah terima nasip, orang orang akan jarang keluar rumah." Kata Pak De sambil menyaksikan TV.
"Mudah mudahan Bapak sama Ibuk dan Raka sehat sehat di rumah." Kata Bayu sedikit merenung.
"Amin...., pengen telfon Bapakmu tapi ya gak ada yang punya HP di rumahmu. Dulu kan pas kamu katanya mau kesini, Bapakmu nelfom dari rumah Pak Kades. Untungnya nomerku ngak pernah ganti ganti." Jawab Pak De.
"Iya Pak De, percuma juga ada HP disana. Orang di kampung ngak ada sinyal." Kata Bayu.
Tak berapa lama Pak De bangkit dari duduknya.
"Makan yang kenyang Yu," Kata Pak De sambil akan berjalan menuju ruang tamu.
"iya Pak De." Jawa Bayu sambil mengunyah makananya.
Bayu segera menghabiskan makanannya dan rebahan di kamar.
Awal hujan yang sungguh menenangkan. tapi di Kota ini hujan bukanlah anugrah melaikan suatu musibah.
Lama dia rebahan ahirnya mimpi menghampirinya.
...Berganti hari....
Pagi hari setelah hujan semalam. suasana sangat dingin tak seperti biasa, bahkan tulang merasakan hawa dingin seperti menusuknya.
Dedaunan masih terlihat basah, karena ulah langit yang tak henti menurunkan hujan semalaman.
Sepertinya sudah menjadi hal rutin saat Bayu bangun dengan cahaya matahari yang masih engan menyapa.
"Oiya, kan Pak De masih libur. mungkin memang sudah jadi kebiasaan aku selalu terbangun pagi pagi buta seperti ini." Kata Bayu dalam hati sambil duduk di kasurnya.
Kemudian Bayu beranjak dari tempat tidurnya. membasuh muka dan keluar rumah dari pintu samping.
"hhhiiiiiii, dinginnn... apa karena hujan semalam." Kata Bayu dengan mengusap usap kedua telapak tangannya.
Bayu kemudian melakukan peregangan peregangan badan dan olahraga kecil.
"apa ke taman kota aja sekalian.?" kata Bayu dalam hati.
Mungkin bukan ide yang buruk juga. Toh Bayu juga tidak mengantar Bu De kepasar hari ini.
__ADS_1