BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Janji


__ADS_3

Sepanjang perjalanan mereka bergandengan tangan, Layaknya truk gandeng yang tak akan lepas bila belum sampai tujuannya.


Tak berapa lama.


Mereka berjalan di bagian kuliner Mall.


"Mau makan apa.?" Tanya Putri.


"Aku mau makan......" Jawab Bayu sambil melihat lihat stand yang berjejer.


"Apa.?" Tanya Putri lagi.


"Hehe, ngak tau. Aku ikut kamu aja Put. Terserah kamu mau makan apa.?" Ucap Bayu sambil meringis.


"Percuma dong aku nanya.?" Gerutu Putri.


"Ya abisnya banyak pilihan. Aku jadi bingung. Lagian aku jarang banget ke Mall Put. Waktuku kan kebanyakan untuk kerja." Ucap Bayu sembari memperhatikan raut wajah Putri.


"Hmmm iya deh. Aku mau makan yang puuuuuwweeeeeddeeessssssss. Apa ya enaknya.?" Putri Berkata sambil celingak celinguk melihat jejeran stand.


"Put, kalau bisa jangan yang pedes ya, heehe..?" Kata Bayu.


"Lah tadi katanya terserah aku.?" Kata Putri sambil menatap Bayu.


"Hmm aku ngak terlalu suka pedes. Kalau bisa cari makanan yang pedesnya wajar aja." Kata Bayu sambil meringis lagi.


Kemudian Putri duduk di salah satu kursi, Bayu juga ikut duduk di hadapannya.


"Ternyata kita banyak perbedaan ya.?" Kata Putri sambil memandang Bayu.


"Apa asiknya kalau kita banyak persamaan." Bayu Berkata sambil menatap putri juga.


Putri tersenyum pada Bayu.


"Mengapa kita ngak bertemu dari dulu.?" Ucap Putri.


"Kenapa.?" Tanya Bayu heran.


"Ya biar sekarang kita sudah satu pemikiran dan aku ngak perlu melalui banyak hubungan hubungan palsu dannnnnn, agar aku tidak terikat oleh Juna juga." Ucap Putri sembari menatap Bayu.


Bayu menggenggam kedua tangan Putri di atas meja.


"Put.... ini memang sudah jalan semesta. Dan bila kita bertemu yakinlah waktu itu adalah waktu yang tepat untuk kita memang harus bertemu." Bayu berkata sambil mengusap usap punggung tangan Putri sengan jempolnya.


"Sampai sekarang aku masih sangat berfikir keras. Bagaimana bisa aku dulu kehabisan bensin di jalan raya, terus punya pikiran untuk mendorong motor lewat tempat angker, dan ahirnya aku mendengar teriakan minta tolong kamu, jujur aku dulu sempet abai karena aku kira itu teriakan mahluk gaib, tapi aku punya firasat untuk menghampiri teriakan kamu. Dan ahirya disana aku bertemu kamu untuk pertama kali." Bayu bercerita sambil menatap Putri.


Putri tersenyum pada Bayu.


"Bayangkan bila aku terlalu cepat atau bahkan terlalu lambat lewat sana.~~~~" Putri memotong pembicaraan Bayu.


"Iya aku paham, kita di pertemukan di saat waktu yang tepat. Makasi ya pahlawanku " Ucap putri mesra pada Bayu.

__ADS_1


Asmara yang melebur menjadi satu di antara mereka membuat benih cinta itu tumbuh dengan cepatnya.


"Kamu serius sama aku kan.?" Tanya Putri.


"Aku ngak pernah seserius ini dalam menjalin hubungan. Kenapa,? Kamu ragu.?" Tanya Balik Bayu.


"Emm, ngak aku juma takut bila semesta tidak menjodohkan kita." Ucap Putri sambil menunduk.


Bayu menyingkirkan rambut putri yang menutupi wajah dengan tangan kanan.


"Put, aku janji aku akan memperjuangkan hubungan kita hingga kita menyatu dalam ikatan pernikahan. Aku juga ngak akan bisa membayangkan, bila bukan kamu yang bersanding di samping aku." Ucap Bayu sambil menatap mesra Putri.


"Janji." Tanya Putri sambil memberikan jari kelingkingnya.


"Aku Janji." Jawab Bayu dan melingkarkan kelingkingnya ke kelingking Putri.


"Bayuu........." Kata Putri manja.


"Kenapa.?" Tanya Bayu.


"Pengen peluk kamu lagi." Kata Putri sangat manja.


"Mana bisa. Liat orang orang pada berseliweran. Lagian tadi kan kita udah pelukan." Ujar Bayu.


"Lagi.... abisnya kamu sosweet sih, hihhhhh......." Kata Putri sambil mencubit pipi Bayu.


"Aduuhh duhh duhh." Bayu kesakitan.


"Aduh, abis badanku kamu cubit cubit terus Put." Kata Bayu sambil mengusap usap pipi bekas cubitan Putri.


"Hehe, maaf. Udah ah, kita bahas sesuatu yang lebih penting." Ucap Putri.


"Apa Itu Put, sesuatu yang lebih penting.?" Tanya Bayu heran.


"Makan apa kita sekarang.!!!!" Putri berkata.


"Kirain apa. Ternyata juma masalah makan." Kata Bayu dengan tatapan datar.


"Makan itu penting, karena menyangkut keberlangsungan hidup cacing cacing di perut aku." Ujar Putri.


Bayu tersenyum menahan tawa.


"Kamu ternyata suka lawak juga ya.?" Tanya Bayu dengan tawa kecilnya.


"Oooo jelas, pacar barumu ini serba bisa, nyapu, bisa nyuci, bisa masak, bisa lawak, bisa semuanya. Tapi ada satu hal yang aku ngak bisa." Kata Putri.


"Hah, apa itu Put.?" Tanya Bayu.


"Ngak bisa melupakanmu dari pikiranku." Gombal putri pada Bayu.


"Gombal kok terusan. Udah wes, kita pesen mie ayam aja ya.?" Kata Bayu yang tersenyum sambil beranjak berdiri.

__ADS_1


"Iya, aku sayurnya banyak ya, sama cinta dari kamu juga banyakin." Kata Putri gombal lagi.


Bayu hanya tersenyum sembari heran. Dan pergi ke stand mie ayam.


"Buset Putri, di gombalin terus aku. Padahal aku cowok, kenapa bisa baper juga di gombalin Putri." Ucap Bayu dalam hati.


Bayu sampai di stand mie ayam dan memeasan.


"Mas, mie ayam dua sayurnya banyakin semua." Kata Bayu pada pegawai mie ayam.


"Oke, ditunggu." Jawab Pegawai stand mie ayam.


Setelah membayar dan mendapat nomer meja Bayu kembali ke meja yang tadi.


Tidak tampak Putri di sana.


Bayu kemudian duduk dan melihat ke sekitar.


Ternyata Putri sedang memesan minuman di salah satu stand.


"Putri memang hampir mirip dengan Laras. Walau Putri lebih berbeda, sikapnya kadang kekanak kanakan tapi dia punya pendirian yang kuat. Dan dia mendapat teman teman yang baik juga. Tidak seperti Laras yang mendapat teman yang menjerumuskannya." Ucap Bayu dalam hati sambil memandang Putri dari kejauhan.


"Tapi jujur, aku belum benar benar mampu melupakan Laras." Bayu masih berkata dalam hati sambil menghela nafas panjang.


"Setidaknya aku bertekat, akan memulai lembaran demi lembaran baru dengan Putri, dan semoga ada senyum dan tawa di lembaran ahir kisah kita." Imbuh Bayu dalam hati.


Putri sudah kembali dengan membawa es jeruk dan jus alpukat beserta satu botol air mineral.


"Udah pesen mie ayamnya.?" Tanya Putri.


"Sudah.... di tunggu aja." Jawab Bayu.


Kemudian mereka duduk di tempat yang sama seperti tadi.


Tak berapa lama mie ayam mereka pun datang, Putri masih menuangkan banyak sambel di mangkok mie ayamnya, sedangkan Bayu segera menyantap mie ayam itu.


Bayu terus memandangi Putri sambil makan.


"Apakah ini rasanya mencintai dan dicintai." Ucap Bayu dalam hati.


Putri makan dengan sangat lahapnya.


"Doyan ya Put.?" Tanya Bayu.


"Emmm.. Laper." Jawab Putri sambil senyum memandang Bayu.


"Oiya, kamu jangan kaget ya. Aku orangnya selain suka makan pedes makan ku juga banyak. Gak papa kan.?" Imbuh Putri.


"Iya gak papa, asal kamu bahagia." Jawab Bayu.


Melihat Putri yang makan dengan lahap bayu bukanya ilfil, dia malah semakin menyukai Putri. Bagi Bayu, Putri adalah wanita yang apa adanya, tidak perduli apa kata orang, dirinya akan selalu menjadi Putri.

__ADS_1


__ADS_2