
3 minggu kemudian setelah kejadian Putri menampar Ita.
Putri dan Ita sudah baikan, tapi suasananya tak se erat dulu.
Mereka hanya bertegus sapa tanpa ada percakapan intens yang biasa mereka lakukan.
Astri sebagai penengah pun tak mampu berbuat banyak, hati yang sama sama keras itu tak ada yang ingin melunak.
Bahkan ada suatu waktu Astri meminta bantuan Bayu untuk berbicara pada Putri agar terus bersikap baik pada Ita si Cawek Tomboy itu. Tapi yang ada Putri malah emosi lagi karena tidak pernah mendapat sambutan baik oleh Ita.
Keadaan semakin runyam karena besok adalah hari dimana geng mereka membuka stand di bazzar kampus.
Mereka belum mempersiapkan apapun, hanya uang persewaan tempat stand saja yang sudah di bayar dan tidak mungkin diminta lagi, karena hasil dari uang sewa semua tempat stand akan disumbangkan pada panti asuhan di sekitar kampus oleh panitia.
Mau tidak mau mereka harus membuka stand pentol bakar itu. baik itu Putri dan Astri, Ita dan Astri atau bahkan Astri sendiri karena Putri dan Ita masih sama sama perang dingin.
Bayu yang menjadi sebab musabab semua masalah ini pun putar otak.
Terkadang Bayu juga berfikir mengapa Ita sangat membencinya seperti itu. Tapi dari cerita Putri, Ita cendrung hanya memperingatkan dirinya akan cowok cowok yang dekat dengannya dulu tanpa harus membenci berlebihan seperti yang dialami pada Bayu.
Bahkan saat Putri dengan Juna pun, Ita sampai lepas tangan memperingatkan sahabatnya itu, hingga kejadian malam dimana Putri hampir diperk*sa oleh Juna. Beruntung Bayu datang tepat waktu dan menyelamatkan Putri saat itu.
"Seperti rencana kita kemarin, Putri akan pergi ke pasar dengan Astri dan Boby. Sedangkan aku akan ke kos Putri untuk menanyakan keberadaan Putri pada Ibu kos. Saat Ibu kos bilang Putri tidak di tempat, itulah saatnya aku mencari Ita, Ita tidak mungkin menolak permintaan Ibu kos untuk menemuiku di depan rumah, okesip.! " Kata Bayu dalam hati saat berkendara dengan sepeda motor menuju kos Putri.
Bayu mempersiapkan mentalnya, dia sadar dia kan masuk ke kandang singa. Secara Ita pernah memukul Bayu hanya karena menyangka Bayu menyakiti Putri.
Tiba di depan kos Putri.
Bayu mematikan mesin motornya dan menurunkan dongkrak motor itu.
"Huuuuuufffff huuuuuuffffffff." Bayu menarik nafas panjang dari mulut.
Bayu melepas sandalnya dan menuju pintu kos yang terbuka.
"Tok tok tok." Suara ketukan pintu.
"Assalamualaikum, permisi." Salam Bayu lantang.
"Tok tok tok." Suara ketukan pintu lagi.
"Iya Waalaikumsalam......" Suara Ibu kos terdengar dari dalam rumah.
Ibu kos terlihat berjalan dari dalam rumah menuju Bayu berada.
"Ehh Nak Bayu, cari Mbak Putri ya.?" Tanya Ibu Kos.
"Iya Bu Las." Jawab Bayu.
__ADS_1
Ibu Lasmi adalah nama Ibu kos Putri dan kawan kawannya.
"Mbak Putrinya lagi keluar sama Mbak Astri." Ujar Ibu Kos.
"Owww... kalau Ita ada Buk.? Tanya Bayu dengan sandiwaranya.
"Mbak Ita ada, Ibu panggilin dulu ya bentar." Jawab Ibu Kos.
"Iya Bu, makasi." Ucap Bayu.
Kemudain Bu Lasmi masuk ke dalam rumah, sedangkan Bayu menuju tempat duduk depan Kos.
Bayu duduk di salah satu kursi.
Tak berapa lama.
Ita keluar rumah dan duduk di kursi sebelah Bayu.
Suasana berubah mencekam seketika.
"Eh gobloknya aku, rencanaya sukses membuat Ita keluar dan bertemu denganku. Tapi aku tidak mempersiapkan rencana apa selanjutnya.!!!! Ayo ngomong Bayu, keburu Ita masuk rumah lagi." Kata Bayu dalam hati sambil memutar otaknya.
"Hm gimana kabarmu Ta.?" Tanya Bayu.
"Yang kamu bisa lihat sendiri, gimana kabarku.?" Jawab Ita ketus.
"Gak usah basa basi, ada keperluan apa kamu manggil aku.? Kalau emang ngak ada perlu, aku masuk lagi." Imbuh Ita dengan nada lantang sambil memandang Bayu sejenak kemudian pengalihkan pandangannya saat Bayu mulai melihatnya balik.
"Kenapa kamu diemin Putri.?" Kata Bayu tanpa basa basi.
Sesaat keadaan senyap, Ita tak menjawab pertanyaan itu segera, sedangkan Bayu hanya terdiam sambil memandangi pekarangan Rumah.
Bayu menarik nafasnya panjang.
"Maaf kalau Putri ~~~" Bayu berkata.
"Aku iri." Jawab Ita memotong pembicaraan Bayu sambil menatap jauh kedepan.
"Iri.? Iri kenapa.?" Tanya Bayu yang penasaran sambil memandang Ita.
"Putri yang keknak kanakan mendapatkan pacar yang bersikap dewasa seperti kamu, Astri yang berbadan subur mendapatkan pacar yang tinggi kurus kaya Boby. Mereka saling melengkapi satu sama lain. Sedangakan aku.? Andai aku nanti punya pacar apakah akan melambai.?" Tanya Ita.
"Buwakwakwakwak." Tawa Bayu lantang mendengar pernyataan Ita.
Ita menatap Bayu tajam.
"Maaf maaf, kamu suka ngelawak ya ternyata. Hehehe." Ujar Bayu dengan tawa kecilnya.
__ADS_1
"Gak usah ketawa, aku tanya serius.?" Ujar Ita sambil menatap Bayu.
"Oke oke........, ya tergantung kamu mau cari pacar seperti apa. Hmm ngomong ngomong cowok idaman kamu seperti apa.? Siapa tau aku bisa bantu nyariin." Tanya Bayu dengan memandang Ita.
"Seperti kamu." Ucap Ita tegas.
"Hheheehehe. kamu suka bercanda juga ya orangnya." Ujar Bayu.
"Apa aku terlihat seperti bercanda.?" Kata Ita sambil memandang Bayu.
Keadaan hening sesaat. Otak Bayu berusaha mencerna apa yang sedang terjadi saat ini.
"Maksut kamu.?" Tanya Bayu heran.
"Aku suka kamu." Ucap Ita pelan tapi menusuk.
"Ngak, ngak mungkin. Kamu pasti bercanda kan.?" Ucap Bayu.
"Apa aku terlihat bercanda Bayu.?!!!!" Ucap Ita dengan menatap Bayu tajam.
"Tunggu, dia cemburu.!!! Dia cemburu dengan Putri makanya dia sangat ngotot ingin aku dan Putri bubar. Sekarang semua jadi sangat masuk akal." Ucap Bayu dalam hati.
"Tapi kenapa.? Aku pacar sahabatmu Ta.?." Ucap Bayu.
"Iya aku tau, tapi aku sebenarnya yang mencintaimu lebih dulu." Kata Ita sambil menatap Bayu.
Bayu mengerutkan dahinya.
"Kapan.? kapan kamu mulai suka aku.?" Tanya Bayu latah karena otaknya penuh dengan jutaan tanda tanya.
"Saat kamu pertama kali mengantar Putri malam malam, dan aku emosi mencengkram kerah bajumu, aku tanpa sengaja melihat matamu, disana aku melihat tatapan tanpa rasa takut sekaligus tatapan yang tulus. Tatapan tajam yang seketika meluluhkan hatiku." Ucap Ita.
"Kamu pikir mengapa aku menanyakan alamatmu setelah itu. Kalau kamu berfikir karena aku butuh jaminan bahwa bukan kamu yang menyakiti Putri,? selamat, kamu tertipu Bayu.!! Alasan sebenarnya karena aku ingin menemuimu lagi. Tapi aku sempat berfikir kamu memberikan alamat palsu, karena beberapa kali aku lewat sana kamu tak pernah terlihat." Kata Ita dengan tatapan kosong ke pekarangan rumah.
"Mengapa kamu tidak datang dan bertanya pada orang rumah.?" Tanya Bayu.
"Apa aku terlihat seperti cewek bucin.?" Kata Ita tegas sambil menatap Bayu.
Bayu hanya terdiam dan menggelengkan kepala.
"Tapi betapa kagetnya aku ketika Putri mengatakan bahwa dia bertemu kamu saat perjalanan pulang kampung, dan Putri juga menyatakan bahwa sepertinya dirinya menyukaimu." Ucap Ita dengan mata yang berkaca kaca.
Bayu hanya terpaku mendengar cerita Ita.
"Apa kamu tau rasanya hati yang hancur sebelum membuka pintu keluarnya.? Dan sekarang aku harus menerima kenyataan bahwa kamu berpacaran dengan Putri, Harusnya itu aku Yu, bukan Putri. Karena aku yang pertama mencintaimu." Ucap Ita sembari memandang Bayu.
Sorot mata tanpa ekspresi Ita benar benar menakutkan bagi Bayu. Ita memang sangat ahli bermain peran, bahkan tak ada satupun orang yang sadar bahwa cewek tomboy itu menyukai Bayu.
__ADS_1
Otak Bayu seprti kepingan puzzle yang berhamburan, dia tak tau harus mulai merangkai dari mana jawaban dari pernyataan Ita.