
Bayu masih mentelaah apa yang terjadi barusan.
Dengan menyandarkan raganya di sandaran kursi, hingga ikatan rambutnya menyentuh tempok, bayu merenung sambil melihat jauh ke arah langit.
"Setelah ku pikir pikir, betapa bodohnya aku dulu. Yang hanya mampu merenung larut dalam kesedihan hingga berlinang air mata hanya karena ditikam rindu oleh Laras. Tapi Ita, dia mempertahankan hidup dan kehormatannya sembari terus berusaha tersenyum. Ternyata aku se cemen itu." Kata Bayu dalam hati.
"Jujur aku kagum dan salut dengan Ita, bahkan andai aku tak menginggat Putri, mungkin aku sudah jatuh cinta pada cewek tomboy itu. Semoga kelak kamu akan mendapat laki laki yang pantas untukmu." Bayu berkata sembari memandang awan putih di langit.
Bayu masih duduk di kursi halaman kontakan Bu Las, sesekali Bayu memejamkan mata hanya untuk menenangkan pikirannya.
"Yang pasti aku sudah melakukan tugasku, dan bagaimana hasilnya mungkin akan terlihat setelah Putri dan yang lainya pulang. Tapi..... dari tadi Ita belum keluar rumah lagi." Ucap Bayu dengan memandang ke arah pintu kontrakan.
Tak berapa lama.
Terlihat Mobil Pickup memasuki halaman kontrakan.
Dari kaca depan terlihat Putri, Astri dan seorang laki laki berprawakan tinggi kurus.
Laki laki itu keluar dari pintu pengemudi. Kemudian Putri keluar dari pintu di kursi penumpang dan diikuti Astri.
"Buakkkk." Suara pintu mobil pickup tua ditutup
Mereka ber tiga mengambil barang dagangan di bagian belakang.
"Oke, bersikap sewajarnya Bayu. Lupakan kejadian barusan, anggap itu tak pernah terjadi." Ucap Bayu dalam hati pada dirinya sendiri.
Kemudian Bayu berdiri.
Putri menghampiri Bayu, sedangkan seorang laki laki tadi dan Astri menuju pintu masuk.
"Gimana Yu, berhasil kamu bujuk Ita.?" Tanya Putri sambil menenteng kantong plastik belanjaan.
"Emmmm.. ya. Yaa.... iya berhasil." Ucap Bayu gaguk.
"Kamu ngak di apa apain kan sama Ita.?" Tanya Putri sambil memperhatikan setiap jengkal wajah Bayu.
"Ngak, ngak kok aku ngak di apa apain." Kata Bayu dengan detak jantung yang bergenderang.
"Kamu sakit.? Kok keringetan gitu.?" Tanya Putri sambil mengerutkan dahinya.
"Emmmmm." Gumam Bayu gerogi.
"Yasudah kamu duduk dulu, aku bikinin minum ya." Ucap Putri.
Bayu hanya mengangguk kemudian segera akan duduk.
Putri menuju pintu masuk yang disana juga ada Astri dan sedang menata belanjaan untuk dibawa masuk rumah.
"Aku bawa masuk dulu ini Tri." Ucap Putri pada Astri sambil melewatinya.
Saat kekasih Bayu akan masuk rumah tiba tiba keluar gadis tomboy yang beberapa minggu ini kurang bersahabat dengan Putri.
Bayu yang melihat dua kubu yang sedang perang dingin itupun langsung berdiri lagi di saat bokongnya akan menyentuh kursi.
__ADS_1
Pemuda itu bersiap ancang ancang seandainya sesuatu hal yang buruk akan terjadi.
Ita dan Putri saling berhadapan hanya berjarak beberapa puluh centi.
Tanpa diduga, kedua tangan Ita mendekap dan memeluk Putri. Putri yang terkaget tanpa sengaja menjatuhkan dua kantong keresek yang dipegangnya di kedua tangannya.
"Krakkkkk." Suara telur pecah.
"Eh telor telor telor." Ucap Astri latah.
Ita terus memeluk Putri, senyum terlihat di wajahnya dengan mata yang berkaca kaca.
"Maafin aku Put." Ucap Ita.
Putri masih terbelalak kaget, tapi sejurus kemudian dengan senyum yang mulai mengembang tangan Putri juga memeluk Ita.
"Maaf kenapa Ta.? Bukan kamu yang salah, tapi aku." Kata Putri sambil memeluk Ita.
"Aaaaaaa." Ucap Astri manja kemudian memeluk mereka berdua juga.
Terlihat Bayu yang bernafas lega.
"Ku kira bakal kenapa, syukurlah semua berahir bahagia." Kata Bayu dalam Hati sambil menghampiri laki laki tinggi kurus yang datang bersama Putri dan Astri.
Bayu menjukurkan tangan ke laki laki itu.
"Oe, Bayu." Ucap cowok gondrong itu.
"Nanang." Kata laki laki yang bersama Astri itu menyambut jabat tangan Bayu.
"Hay Bayu, ini pacar aku. Kenalin ya....." Kata Astri pada Bayu.
"Iya udah barusan." Bayu berkata.
Suasana cair seketika. Dengan angin yang berhembus lirih.
"Gini kan enak, baikan." Ucap Bayu sambil menghampiri Putri dan Ita.
"Oke, yoh kita buat adonan pentol buat bazzar besok." Imbuh Bayu menyemangati orang orang yang ada di sana.
Ita dan Putri terlihat tersenyum pada Bayu.
...Kemudian....
Ibu kos mengizinkan para cowok masuk ke kontrakan, walau hanya di ruang tamu saja.
Mereka menyiapkan kompor portable dan panci berukuran besar dengan air separuh.
Ternyata saat di pasar Putri dan yang lainya sudah mengolah bahan pentol itu di tempat penggilingan.
"Lah, kirain mulai dari aduk aduk adonan dulu." Kata Bayu ketika melihat adonan itu sudah jadi.
"Ya ngak lah sayang, sekalian aja kan di pasar juga ada tukang giling." Ucap Putri.
__ADS_1
"Terus belanjaan yang buanyak tadi.?"kata Bayu.
"Ya belanjaan kita buat masak hari hari, kan sekalian ke pasar. heehe." Ucap Putri sambil nyengir.
"Owww......" Jawab Bayu.
"Terus kita ngapain sekarang Put.?" Tanya Astri.
"Terus kita istirahat biar Bayu yang nerusin bikin pentol." Kata Ita.
"Lah, mana bisa gitu.?" Kata Bayu dengan nada komplain.
"Ya udah di bantuin Nanang." Ucap Astri.
"Hehe, maaf, aku ngak paham tentang masak masak." Ucap Nanang lirih karena sedikit canggung.
"Ini cewek cewek kalau sudah damai aku juga yang jadi korban kesemena menaan mereka." Ucap Bayu dalam hati.
"Put coba cari di youtube, cara nyetak pentol." Kata Bayu pada kekasihnya.
"Bentar bentar aku cariin." Jawab Putri.
Kerja kelompok yang sungguh amburadul.
"Emang di resepnya gimana.?" Tanya Ita.
"Ya kalau di resepnya. Siapkan air panas dengan api menyala sedang, terus cetak pentol dengan sendok dan tangan. Maksut dengan sendok dan tangan ini yang aku ngak paham." Ucap Putri.
Bayu mengerutkan dahinya.
"Kalian ada ide buat pentol bakar tapi ngak tau cara bikin pentol. Bener bener ajaib. Ini besok untung untungan ada yang beli dagangan kita." Gerutu Bayu.
"Stttttt...... anda yang hanya menyumbang tenaga sebaiknya ikuti kata kata kami para pemilik modal." Ucap Astri.
"Oke Bos." Kata Bayu pada Astri sambil menunjukan gestur hormat.
"Ya mungkin mereka tidak mempersiapkan semua ini jauh jauh hari karena hubungan mereka yang merenggang. Tapi untunglah kini normal kembali dan apesnya ternyata aku sebab musabab semua kekacuan ini. Hadeh....." Kata Bayu dalam hati.
"Nih Yu caranya." Kata Putri sambil memperlihatkan suatu vidio di HPnya.
"Hmmmmm. Gampang ini, sip ayo kita kerjakan sama sama." Kata Bayu lantang.
Putri, Ita, Astri dan Nanang pun serentak memandang ke arah Bayu.
Bayu yang peka pun memandang mereka balik satu per satu.
Sadar akan situasinya Bayu mulai membuat adonan dengan cara yang ada di dalam vidio yang ditunjukan Putri tadi.
"Ibu tiri.... hanya cinta..... kepada, ayahku saja......" Nyanyian Bayu sambil mencetak pentol sendirian.
Sontak semua tertawa di ruangan itu melihat Bayu yang mulai melawak.
"Ayo bantu pacar tercintaku, kasian anak tiri." Ucap Putri sambil cengar cengir dan mengambil sendok ingin membantu Bayu.
__ADS_1