BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Percakapan


__ADS_3

Ditengah sunyi malam dengan mata yang terpejam lama, Bayu pun terlelap.


Saat fajar menjelang.


Bayu tak pernah melewati pagi, kecuali hari ini. Pemuda yang sedang rapuh itu bangun saat matahari mulai meninggi.


Bayu membuka matanya dan melihat cendela kamarnya sudah terbuka.


"Mungkin Ibu yang membuka cendela" kata Bayu dalam hati.


Saat Bayu akan beranjak dari tempat tidurnya.


"ADUHHHDUHHHHDUH" erang Bayu karena badanya kaku dan sakit semua, terutama kaki kiri Bayu.


Jangankan turun dari tempat tidur, mengerakkan kakinya saja Bayu tidak sanggup.


"Bukkkkkkk." Teriak Bayu.


Tapi tidak terdengar suara Ibu menyahuti Bayu.


Tiba tiba Raka masuk kamar Bayu.


"Ibu lagi ke pasar sama Bapak, Mas" Kata Raka.


"Tolong bikinin Mas teh Dek.?" Bayu menyuruh adiknya


"Oke Bos" jawab Raka singkat kemudian keluar dari kamar Bayu.


"Tumben" kata Bayu dalam hati.


Diluar terdengar sayub sayub Raka berbicara dengan seseorang.


Kemudian.


"Ehhh jagoan sedang terkapar.!!" Darman berkata sambil masuk kamar Bayu.


Ternyata Darman yang berbicara dengan Raka barusan.


"Nenek moyangmu jagoan" jawab Bayu.


"Hahahahaha, gimana keadaamu kisanak.?" Tanya Darman dengan nada bercanda.


"Yawes gini Dar, mau gimana lagi." Jawab Bayu.


"Biasanya kalau abis kecelakaan ngak boleh makan pentol bakar." Kata Darman sambil menyodorkan plastikan pentol bakar dan duduk di pinggiran kasur Bayu.


"Ooooo, kalau pentol bakar makanan wajib buat orang yang habis kecelakaan" jawab Bayu dengan nada senang gembira.


Kedua sahabat yang lama diam ahirnya bersenda gurau kembali.


Bayu dan Darman makan pentol bakar bersama.


Raka datang dengan teh hangat dan kopi dan ditaruhnya dibatas meja belajar Bayu.


Pandangan Raka tertuju pada pentol bakar yang dipegang Bayu.


"Kamu mau,?" Tanya Bayu pada Raka.


"Udah ada di dapur, dikasi Mas Darman barusan" jawab Raka kemudian keluar kamar Bayu.


"Ooooo." Kata Bayu singkat.


"Apa aja yang sakit Yu.?" Tanya Darman.


"Semua Dar, ini pegel pegel semua badanku, itu kakiku bengkak" kaya Bayu.


Darman penasaran dengan kondisi kali Bayu yang bengkak dan ingin menyentuhnya.

__ADS_1


"Kamu pegang, sumpah tak pukul beneran kamu Dar,!!!" kata Bayu penuh penekanan.


Darman tersenyum melihat Bayu dan berkata "ampun bos, wes gak brani aku daripada beneran kena pukul."


Dan kedua sahabat itu makan pentol bakar bersama.


"Maaf ya Dar." Kata Bayu tiba tiba.


"Maaf kenapa Yu. Belum lebaran kok Maaf Maafan." Jawab Darman.


"Maaf soal kejadian di sungai kapan hari itu?" Kata Bayu.


"Udah lupain aja, aku yang salah ngomong yang tidak tidak soal Laras." Jawab Darman.


"Kamu seperti ini pasti karena Laras.?" Imbuh Darman dengan bertanya.


Bayu hanya terdiam.


"Dar." Bayu memanggil sahabatnya itu sambil makan pentol bakar terahirnya.


"Hemmm." Jawab Darman sambil mengunyah pentol bakarnya.


"Kalau aku ngak ada, titip keluargaku ya.?" kata Bayu sedikit merenung.


"Uhukkkkkkkk." Darman tersedak dan segera minum kopi yang dibuat Raka.


"Uwekkkkkkk" Darman seperti mual karena Kopi buatan Raka kemanisan bagi dia.


Darman mengambil teh hangat Bayu dan meminumnya.


Gleg gleg gleg


Hampir setenah gelas Darman meminum teh Bayu.


Bayu terheran heran melihat tingkah laku sahabatnya itu.


"Kopinya manis buuuaaanget jadi mual aku,, eh tunggu kamu bilang apa tadi.?" Kata Darman sambil menepuk nepuk dadanya.


"Kalau aku ngak ada, tolong jaga keluargaku" Bayu berkata lagi.


"Yu, kalau kamu punya pikiran aneh aneh mending kamu tak ajar sendiri di sini sekarang !!!" kata Darman dengan amarah.


"Maksutmu.?" Bayu bertanya pada sahabatnya itu.


"Masak gara gara cewek aja kamu mau nekat bunuh diri." Darman berkata dengan penekanan.


"Cetakkkk" suara nyaring kepala Darman dijitak Bayu.


"Yang mau bunuh diri itu siapa.???" Bayu berkata heran.


"Lha itu, suruh jaga keluargamu aku." Kata Darman sambil mengusap usap kepala bekas jitakkan Bayu.


"Oooooo, kata kataku yang salah jadi" kata Bayu dengan polosnya.


"Maksutku kalau aku nanti ngerantau ke Surabaya, tolong titip keluargaku di sini." Imbuh Bayu.


Darman kemudian memencet luka di kaki bayu yang bengkak


"Addddddddahhhh Guoblokkkkkkkk Darmantoooo. " Kata Bayu kesakitan.


"Makanya kalau ngomong yang jelas" kata Darman dengan nada jengkel.


"Impas ya bos satu, satu." imbuh Darman.


Kemudian darman meminum teh Bayu hingga habis.


"Teh siapa itu woe" kata bayu sambil mengibas ngibas luka di kakinya yang bengkak.

__ADS_1


"Bodo amat" kata Darman masih jengkel.


Hampir saja salah paham jilid 2.


"Ngapain kamu ngerantau ke Surabaya segala." Kata Darman.


"Kayaknya aku jenuh disini, lagian sekaramg Raka juga udah bisa bantu bantu Bapak di sawah." Kata Bayu.


"Jenuh apa jenuh,? jangan bilang kamu mau nyari Laras.?" Ucap Darman.


"Aku udah ngak peduli sama Laras." Kata Bayu.


"Pasti kamu udah denger Laras pulang bawa Laki Laki untuk dikenalkan sama orang tuanya.?" Kata Darman.


Bukan rahasia lagi, karena penduduk desa sudah tahu semua. Kades mereka mungkin akan segera menerima mantu.


"Bukan hanya denger Dar, aku liat sendiri Laki Laki itu." Jawab Bayu.


"Oooooo pantes" kata Darman.


"Tapi tunggu, kamu tau aku habis kecelakaan dari mana.?" Tanya Bayu.


"Kemaren malem, aku liat Raka buru buru naik sepeda depan rumahku. Tak panggil, katanya mau ke rumah Pak Salim. Kamu abis jatuh." Darman menjawab.


"Hmmmmm" Jawab bayu.


"Emang kapan kamu mau ke Surabaya.?" Tanya Darman


"Belum tau Dar, baru niat aja, nanti aku omongin lagi sama Ibuk sama Bapak." Jawab Bayu.


"Yawes yang penting kamu sembuh dulu, kabar kabar kalau berangkat biar aku bisa anter kamu ke terminal" kata Darman.


"Iya gampang." Jawab Bayu.


Kedua sahabat sedari kecil itu sepertinya akan berpisah sementara.


Sebenarnya Darman sangat mendukung niat sahabatnya itu, agar Bayu punya pikiran lebih terbuka dan belajar mendewasakan diri.


Bagi Darman, sudah waktunya Bayu keluar dari zona nyamannya.


"yawes aku pulang dulu Yu. Kapan kapan aku kesini lagi jengukuk kamu." kata Darman sambil berdiri


"iya, makasi Dar." kata Bayu.


"yawes cepet sembuh kamu, semangat semangat." kata Darman sambil menepuk pundak Bayu.


Bayu hanya tersenyum sambil memberi tanda jempol dan Darman berlalu keluar kamar Bayu.


Bayu sejenak berfikir, betapa beruntungnya dia memiliki sahabat seperti Darmanto.


"udah bangun to Le." kata Ibu sambil masuk kamar Bayu.


"iya buk." jawab Bayu singkat.


"gimana badan kamu Bayu, pasti lagi pegel pegel sekarang.?" ibu kerkata pada Bayu.


"iya Buk, sampe Bayu ngak bisa turun dari tempat tidur" ucap Bayu sambil mengeser badanya untuk bersandar.


"ya tandanya emang mau sembuh itu. ehh iya, Ibu ketemu Darmanto di depan, baru kesini dia tadi.?" Ibu bertanya.


"iya Buk, dia jenguk sambil bawain pentol bakar" Bayu berkata.


"oooo. yawes, ibu mau masak rawon dulu. tadi Ibu cari daging ke pasar sama Bapak." Ibu berkata.


Bayu hanya menganguk, sedangkan Ibu keluar dari kamar Bayu.


__ADS_1


__ADS_2