BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Curahan Hati


__ADS_3

"Ita.?" Tanya Bayu lantang.


"Kenapa dengan Ita.?" Imbuh Bayu.


"Mmmmm....... aku ngak sengaja nampar dia kemaren malem." Kata Putri.


Mata Bayu terbelalak. Raut wajahnya terlihat bingung.


"Kamu, nampar Ita.?" Tanya Bayu seakan tak percaya.


Putri hanya mengaggut tanpa menunjukan ekspresi.


"Tunggu tunggu......" kata Bayu sambil mengehela nafas panjang.


"Kenapa kamu sampai nampar dia.?" Tanya Bayu.


"Ya aku emosi dan khilaf. Aku nyesel Yu, tapi Ita sepertinya sudah tidak mau tau lagi sama aku." Ucap Putri dengan perasaan sedih.


Bayu kembali menarik nafas panjang.


"Kamu, Ita dan Astri itu teman seatap Lho Put, kalian sudah jadi sahabat erat. Harusnya kamu kan bisa bicara baik baik~~" Bayu tidak menyelesaikan kalimatnya karena dipotong oleh Putri.


"Iya iya, aku salah maaf.!!!!!" Kata Putri sembari manyun dan memalingkan pandangannya.


Orang orang di sana memperhatikan mereka karena Putri mengeluarkan suara dengan nada tinggi.


"Aku lupa, Putri memang masih kekanak kanakkan." Kata Bayu dalam hati.


Tangan kanan Bayu masih menggenggam punggung tangan kiri Putri. Sedangkan tangan kiri Bayu megusap pipi kanan Putri.


"Memang ada masalah apa sampai kamu dan Ita bertengkar.?" Tanya Bayu dengan tenang.


"Ya gara gara aku belain kamu." Ucap Putri sambil memandang Bayu.


Jawaban Putri membuat Bayu tercengang, hingga tangan kirinya tumbang tak lagi mengusap pipi lembut Putri.


"Belain aku.????" Tanya Bayu dengan tegas.


Putri hanya menggangguk sambil meyingkirkan helai rambut yang menutupi wajahnya dan menambatkannya di atas daun telinga.


Bayu semakin terheran sembari mengerutkan dahinya.


"Kok Bisa.???" Ucap Bayu.


"Ya aku sebenernya sudah biasa denger dia selalu bawel ketika aku deket sama cowok. Kalau dulu mungkin aku bisa tenang menghadapi kata katanya karena memang aku juga tidak pernah melibatkan perasaan dengan cowok cowokku dulu." Ucap Putri dengan pandangan ke meja.


"Tapi kemaren dia bener bener neken aku, dia maksa aku buat mutusin kamu. Tentu aku tak bisa menurutinya. Dia marah dan terus mengata ngatai kamu dengan sangat buruk, katanya kamu hanya manfaatin aku lah, kamu hanya jadiin aku pelarian lah, kamu bakal nyakitin aku. Aku sampai ngak inget lagi kata kata lainnya." Ucap Putri dengan pandangan ke arah Bayu.


"Kamu sayang aku kan.?" Tanya Putri tiba tiba.


"Yaa. Ya iyalah aku sayang kamu, kenapa kamu tiba tiba tanya begitu.?" Bayu balik bertanya dengan heran.


"Setidaknya keputusanku membela kamu sudah sangat tepat, tapi emosiku yang meledak hingga menampar Ita....... harusnya itu tak terjadi." Kata Putri dengan tatapan memelas ke Bayu.


Bayu tersenyum ke arah Putri.


"Kamu sudah meyadari kesalahanmu, itu langkah yang bagus berani meredam ego dan gengsimu sendiri." Kata Bayu.

__ADS_1


"Tapi, harusnya kamu tidak perlu se emosi itu ke Ita, sebaiknya kita buktikan ke dia bahwa cinta kita ini tulus." Imbuh Bayu.


Putri hanya bisa mengangguk lagi.


"Sebenernya aku ingin bercerita tentang ini kemarin malem, tapi kamu sepertinya kecapekan pas aku telfon." Ujar Putri.


Bayu tersenyum lagi.


"Aku sebenernya juga pengen lama lama ditelfon kamu kemaren, tapi ya sudah malem juga." Ucap Bayu.


"Makasi ya Yu." Kata Putri dengan senyum tipisnya.


"Makasi Untuk.?" Tanya Bayu.


"Untuk selalu memahami aku." Ucap Putri.


Bayu terlihat tersipu dengan senyum yang tak mampu ia bendung.


Putri menghela nafas panjang.


"Huft.........., terus sekarang tentang Ita bagaimana.?" Tanya Putri.


"Ya keadaanya kan masih seperti ini, biarkan Ita menenangkan dirinya dulu. Nanti saat keadaanya sudah mulai tenang baru kalian bicara. Dan kali ini tolong jangan terbawa emosi lagi.!!!" Ujar Bayu pada kekasihnya itu.


"Iya cinta." Ucap Putri dengan melempar senyum manisnya ke arah Bayu.


Keadaan seketika hening, dengan deru angin yang menampar dedaunan membuat suasana semakin syahdu diiringi nyanyian alam.


"Setelah aku bicara sama kamu, atiku sedikit lega. Aku ngak tau lagi harus cerita ke siapa kecuali sama kamu." Ucap Putri.


"Kan ada Astri, dia kan bisa jadi penengah juga." Kata Bayu.


"Iya, sama kaya kamu Put." Kata Bayu dalam hati sambil tarheran dengan ucapan Putri yang harusnya ditunjukan untuk dirinya juga.


"Ibu kos.?" Tanya Bayu


"Ibu kos lagi kerumah saudaranya di luar kota, katanya semingguan dan ini udah 5 hari beliau pergi." Ujar Putri.


"Ummmmm." Gumam Bayu.


Putri melihat sekitar sepertinya pengunjung mulai ramai di warung Bu Tum.


"Pulang yuk Yu,? kamu kan harus istirahat buat kerja nanti malam." Kata Putri.


"Makasi, pacarku ternyata pengertian." Kata Bayu sambil mengusap usap ubun ubun Putri.


"Ntar ya, aku Bayar dulu." Imbuh Bayu yang beranjak dari duduknya dan meuju etalase.


"Berapa Bu. Nasi dua es teh dua.?" Tanya Bayu pada Bu Tum.


"Dua puluh ribu Le cah bagus." Ucap Bu Tum.


"Es tehnya udah Buk, dua." Kata Bayu menegaskan.


"Iya sudah semua." Jawab Bu Tum sambil menyipkan pesanan pelangan lain.


Kemudian Bayu mengambil uang Rp 20,000,- dari dalam tas selempangnya. Dan kemudian membayarkannya pada Bu Tum.

__ADS_1


"Ini Buk ya, pas." Kata Bayu.


"Iya Le, makasi." Kata Bu Tum yang menerima uang Bayu dan menaruhnya di kotak kayu .


"Iya Bu makasi, mari." Ucap Bayu.


"Bu Tum, makasi." Kata Putri di belakang Bayu.


"Iya Nduk." Jawab Bu Tum singkat.


Kemudian Bayu dan Putri menuju motor Putri yang terparkir tak jauh dari sana.


"Kok bisa murah.?" Tanya Bayu pada Putri sambil berjalan.


"Ya bisa bisa aja Yu." Kata Putri.


"Maksutku kok ngak rugi gitu.?" Tanya Bayu lagi.


"Harusnya kamu tanya ke Bu Tum langsung tadi bukan ke aku, kan Bu Tum yang punya warungnya.?" Ucap Putri.


"Hehee, ngak ah, nanti aku dibilang kepo." Kata Bayu sambil nyengir.


Tak berapa lama mereka sampai di samping motor Putri yang terparkir.


Bayu melepas tali ikatan rambut gondrongnya dan mengenakan helm.


Putri mengenakan helm juga.


"Pulang ya.?" Tanya Bayu yang masih berdiri di samping motor.


"Iya cinta....." Ucap Putri memandang Bayu sambil tersenyum.


Bayu tertawa kecil di hadapan Putri.


"Kenapa.?" Tanya Putri terpaku melibat tingkah aneh Bayu.


"Aku bener bener ngak pernah bosen lihat senyumanmu itu." Ucap Bayu sambil mengunci tali helm Putri.


"Mulai pinter gombal ya pacarku." Ujar Putri sambil berusaha mencubit perut Bayu.


Tentu Bayu menghindari serangan Putri itu dan bergegas menaiki motor.


"Ayok naik." Ucap Bayu sambil menyalakan mesin motor.


"Ngrengggggggg." Suara motor matic Putri.


Putri kemudian naik setelah mesin menyala.


"Peg~~" Belum sempat Bayu menyelesaikan ucapanya untuk berpegangan, Putri sudah duluan memeluk Bayu.


"Sudah............." Ucap Putri sumringah.


Bayu hanya tersenyum melihat tingkah pacarnya itu yang kekanak kanakan.


Kemudian Bayu menarik tuas gas motor itu bergabung dengan padatnya jalan perkotaan.


Pelukan mesra yang melingkar di pinggang Bayu membuat pemuda gondrong itu dimabuk kepayang.

__ADS_1


"Sampai kapan kita akan seperti ini terus Put,? apakah nanti didepan jalan akan ada halangan yang membuat kita renggang atau jalan mulus yang membawa kita terjun mengikuti arus. tak ada yang tau jawabanya, kecuali sang waktu." Ucap Bayu dalam hati sembari sesekali memperhatikan jari jemari putri yang memeluknya erat.


__ADS_2