BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Malam Yang Melelahkan


__ADS_3

...Malam di hari itu....


"Mas es tehnya dua." Teriak salah satu pelanggan.


"Oke, ditunngu mas." Jawab Bayu.


Warung Mie Jawa Pak Arip sedang ramai ramainya, bahkan Pak Arip, Adit dan Bayu sedikit kualahan.


Piring kotor sudah mulai menumpuk.


"Piring bersih masih Dit.?" Tanya Bayu setelah menyajikan es teh pada pelanggan.


"Abis Yu, abis." Ucap Adit saat akan menyajikan dua nasi goreng.


Terlihat Pak Arip tak hentinya bergumul dengan penggorengan, padahal sudah pukul 9 malam tapi pelanggan belum terlihat akan berkurang.


Bayu segera mencuci piring dan gelas kosong. Sepertinya sudah sekitar 13 piring menumpuk, padahal stok piring tidak ada 20.


"Gimana Yu, masih kuat.?" Tanya Pak Arip.


"Oooooo kecil Pak De kalau juma gini." Ucap Bayu


"Abis ini kamu beli nasi padang di Uda Reza, nanti gantian sama Adit istirahatnya." Kata Pak Arip sambil menggoreng telor.


"Adit aja duluan istirahat Pak De, Aku masih belom laper." Jawab Bayu.


"Aku nanti juga Pak Arip, nanggung." Ucap Adit yang Baru tiba dari mengantar pesanan.


"Yawes, kalu kalian laper langung beli aja pake uang di kotak." Ucap Pak Arip.


"Nasi gorengnya masih Pak.?" Tanya pelanggan wanita yang Baru datang.


"Oww masih, mau bungkus berapa 20.? 40.?" Canda Pak Arip seperti biasanya pada pelanggannya.


"Kebanyakan Pak, 2 aja makan sini." Jawab pelanggan wanita itu di ikuti teman lelakinya kemudian mencari tempat duduk.


Pak Arip belum bisa memasak pesanan pelangga itu. Karena pesanan pelanggan yang lain juga masih mengantri.


Sepertinya bukan hanaya warung Pak Arip yang ramai, terlihat warung seafood ekonomis, warung lalapan, warung bakso, warung mie ayam bahkan warung padang dan warung lain lainnya juga ramai.


Di malam itu, masyarakat memanfaatkan kesempatan saat cuaca sedang cerah dan tidak ada tanda tanda akan turun hujan, pergi keluar rumah untuk mencari hiburan dan meluangkan waktu bersama keluarga atau kekasih.


Bayu segera menyelesaikan mencuci piring dan gelas, kemudian lekas menghampiri pelanggan barusan untuk menanyakan pesanan minuman mereka.


...Satu jam kemudian....


Pelanggan berasngsur mulai berkurang dengan akan segera tutupnya jam oprasional pasar malam.


"Hahhhhhhhh, ahirnya bisa nafas." Ucap Bayu.


"Emangnya dari dari kamu mati.?" Tanya Adit.


"Ngawor aja. Amit amit Dit, inget anakmu di kandnganya Novi." Ujar Bayu.

__ADS_1


"Oiya, keceplosan." Ucap Adit kemudian membungkam mulutnya.


Mereka pun tertawa.


"Oiya Dit, udah berapa Bulan kandungannya Novi.?" Tanya Pak Arip memasak pesanan pelanggan.


"Ya masih 3 Bulan lebih Pak, atau mungkin udah jalan 4 Bulanan." Ucap Adit pada Pak Arip.


"Biasanya lagi sensitif sensitifnya itu, emosinya gampang berubah, kalau parah ngidamnya sudah mulai aneh aneh." Ujar Pak Arip.


"Beh... bener Pak Arip, kapan hari pernah ngidam makan di KFC tapi bawa nasi dari rumah, aku sempet mikir, ini orang mau ngerjain aku atau gimana." Adit bercerita.


"Buwakwkwkwkwkwk " Bayu tertawa terpingkal.


"Jangan ketawa kamu Yu, besok kalau kamu udah nikah istrimu hamil terus ngidam aneh aneh baru tau rasa kamu" Ucap Adit.


"Kalau nikahnya tak Aminin, kalau ngidamnya semoga jangan separah kamu Dit" Ucap Bayu.


"Oiya Yu, kata Bu De kemaren ada cewek nyari kamu di rumah, siapa.?" Tanya Pak Arip sambil menaruh mie goreng pesanan pelanggan di atas piring.


"Bu De pasti sudah cerita ke Pak De." Kata Bayu dalam hati.


"Pacarnya Itu Pak Arip." Ucap Adit kemudian ngacir membawa pesanan pelanggan itu untuk disajikan.


"Emm. Ya doain aja Pak De." Kata Bayu malu malu.


"Ya Pak De bukanya mau ikut campur, juma saran aja. Ini kan Kota besar kamu kalau bisa milih pasangan yang baik dan bisa terima kamu apa adanya." Petuah Pak De untuk Bayu


"Iya, gitu juga ide bagus." Ucap Pak De Arip.


"Kamu atau Adit kalau mau makan mau bikin mie atau nasi ya gak papa, atau beli makan juga ngak papa, ambil uangnya di kotak." Imbuh Pak De Arip kemudin duduk di salah satu bangku.


"Iya Pak De." Jawab Bayu singkat.


Kamudian Bayu mencuci piring dan gelas kotor.


"Yu bareng ngak, aku bikin nasi goreng." Ucap Adit sambil menaruh pengorengan di atas tungku bara arang.


Ciri khas Mie Jawa Pak Arip adalah menggunakan tungku dan arang untuk memasaknya, hingga masakan terasa sangat sedap


"Ngak Dit, ntar aja aku." Kata Bayu sambil terus mencuci piring.


Hari yang sangat melelahkan bagi Bayu. Tapi semua itu dilalui Bayu dengan semangat, tak lain dan tak bukan semua itu karena Putri.


"Mas, mie rebusnya masih.?" Ucap pelanggan wanita yang baru datang.


"Masih mbak, pesan berapa.?" Bayu menjawab sambil berdiri.


Bayu tercengang melihat siapa yang datang.


"Lho kalian kok ada di sini.?" Tanya Bayu.


"Iya, nemenin tuan putri makam malam." Jawab Ita.

__ADS_1


Ternyata itu Putri, Ita dan Astri.


"Aslinya Putri kangen sama kamu Yu." Ucap Astri.


"Ihhh... Astri," Ucap Putri sambil mencubit pelan tangan Astri.


"Yawes duduk dulu nanti aku buatin pesenan kalian." Jawab Bayu


Terlihat Putri, Astri dan Ita duduk di bagian meja lesehan.


Bayu kemudian menghampiri mereka setelah mengeringkan tangannya.


"Pesen apa nona nona .?" Kata Bayu.


"Aku pesen mie rebus, Ita nasi goreng, Astri juga nasi goreng" Ucap Putri.


'Minumnya.?" Tanya Bayu lagi.


"Teh anget tiga." Kata Putri lagi.


"Okesip, ditunggu ya." Ucap Bayu kemudian berbalik dan segera membuat pesanan minuman mereka dulu.


"iya Bayu, sampai kapanpun pasti akan aku tunggu." Ucap Putri.


"huwekkkkkkksssss" Ita memperagakan seperti akan muntah saat mendengar kata kata Putri.


Bayu hanya tersenyum kemudian berbalik menuju tempat membuat minuman.


"Putri ngapain ke sini.? " Tanya Bayu dalam hati sambil membuat tiga teh hangat.


Kemudian, Bayu mengantarkan tiga teh hangat pada mereka.


"Silahkan nyonya." Kata Bayu sambil menaruh tiga gelas teh anget di meja Putri.


"Tunggu sebentar ya untuk pesanan makananya." Ucap Bayu kemudian berbalik menuju tungku masak.


"Cie Bayu......, diapelin." Goda Adit yang selesai memasak nasi goreng.


"Makan aja Dit jangan berisik, ini urusan anak muda." Ucap Bayu.


"Hehe, siap Bos." Kata Adit kemudian duduk di salah satu bangku.


Terlihat di warung Mie Jawa Pak Arip hanya ada beberapa pelanggan saja dan Putri beserta teman temannya yang baru datang.


Bayu memasak nasi goreng dahulu.


Bayu sudah cakap memasak hidangan disana, hanya saja dia kurang PD kalau memasak untuk pelanggan. Mungkin kali ini karena pelangganya Putri dan teman temannya, Bayu berani untuk membuatkan pesanan mereka.


Bayu membuat nasi goreng dahulu, pertama dia menuangkan minyak, tunggu hingga panas, kemudian dua butir telur, korek korek sebentar, masukan potongan sayur kol beserta bumbu kaldu, tidak lupa garam, merica dan penyedap, selanjurnya nasi dimasukan dan dioseng bolak balik hingga matang.


jadilah dua porsi nasi goreng Jawa.


__ADS_1


__ADS_2