
Bayu selesai mandi dan kemudian makan.
Setelah itu dia tidur sebentar. Sepertinya masih cukup waktu untuk istirahat, sebelum membantu Pak De jualan.
...Saat sore hari....
Bayu bangun dan segera membantu Pak De mempersiapkan barang barang dagangan.
"Alhamdulillah kalau Ibumu sudah sembuh. Seandainya kamu masih pengen di rumah sebenernya juga ngak papa Yu. Toh 2 hari lagi Pak De juga libur 2 hari." Kata Pak De Arip sambil menata barang di gerobak.
"Kebetulan sekali, 2 hari lagi sepetinya bisa jemput Putri di terminal." Ujar Bayu dalam hari
"Iya ngak papa Pak De, Bayu bisa nengok rumah aja sudah cukup." Kata Bayu sambil mengangkat panci kuah kaldu.
"Kyaknya kamu harus sering sering pulang buat nengok rumah. Seandainya kamu rindu rumah terus kamu izin pulang juga ngak papa Bayu, jangan sungkan." Kata Pak de sambil memanaskan sepeda motornya.
"Iya Pak De, terimakasih"Jawab Bayu.
Bayu kemudain memeriksa ikatan barang barang di gerobak. Agar tidak lepas atau jatuh terkena guncangan di jalan.
"Sudah siap Pak De." Ucap Bayu.
"Yawes Pak De duluan." Kata Pak De Arip di atas sepeda motornya.
"Treng teng teng tengg." Suara motor Pak De melaju.
Bayu kemudian mengambil tas selempangnya dan berjalan menuju rumah Novi untuk mencari Adit.
Sesampainya Bayu di rumah Novi. Terlihat Wanita yang sedang mengandung itu sedang mejaga warung.
"Adit ada Nov.?" Tanya Bayu.
"Tunggu ya Yu, lagi siap siap dia." Kata Novi.
"Okesip." Ucap Bayu.
Terlihat perut Novi yang mulai membesar.
"Kira kira kapan lahiran Nov." Tanya Bayu sambil duduk di depan warung Novi.
"Masih lama Yu, ini aja baru jalan beberpa Bulan." Jawab Novi.
"Owww" Sahut Bayu.
Kemudian Adit terlihat keluar dari dalam rumah.
"Katanya baru dateng kamu tadi Yu.? Emang ngak capek langsung bantu jualan.?" Tanya Adit sambil menghampiri istrinya.
"Ngak Dit, orang barusan juga sempet istirahat." Jawab Adit.
Novi mencium tangan Adit, kemudian Adit mengelus perut Novi.
"Papa kerja dulu ya dedek. Jangan nakal ya. Uluhh uluhh uluhh." Kata Adit sambil mengusap usap perut Novi.
"Udah, cepet berangkat, di tunggu Bayu juga." Ujar Novi.
Adit hanya cengar cengir.
Kemudian Adit menuju sepeda motornya.
Bayu yang melihat mereka berdua itu pun jadi punya keinginan untuk segera berumah tangga. Apa lagi dengan kata kata Ibu kemarin yang mengisyaratkan ingin segera punya mantu dan cucu.
Bayu menghela nafas panjang, seakan dia sadar keinginan itu tidak akan terwujud dalam waktu dekat.
"Ayo Yu." Kata Adit di atas motor sambil memanaskan motornya.
__ADS_1
"Duluan Nov." Ucap Bayu sambil naik di goncengan motor Adit.
"Iya ati ati di jalan." Jawab Novi.
"Gengggggg." Suara motor Adit ketika ia menarik tuas gasnya.
Seperti biasa, Adit dan Bayu menerobos padatnya lalulintas kota untuk berangkat bekerja.
Sesampainya di Pasar Rakyat Adit dan Bayu segera membantu Pak Arip membuka stand.
...Kemudian....
Hari yang sangat sibuk. Pengunjung Pasar Rakyat memang sedang ramai ramainya. Mungkin karea hujan sudah jarang turun, jadi masyarakat bisa berbondong bondong mencari hiburan keluar rumah.
...Saat jam tutup....
Bayu sebenarnya sangat lelah. Tapi mau dikata apa lagi, tugasnya belum selesai untuk menutup stand.
...Saat Pulang....
Ahirnya Bayu pulang juga dengan di gonceng Adit.
"Kamu langsung pulang Yu.?" Tanya Adit sambil mengendarai sepeda motor.
"Iya Dit, bener bener capek hari ini." Jawab Bayu.
" Ya kamu, baru pulang dari kampung langsung kerja." Kata Adit.
"Ya mau gimana lagi Dit, pengen istirahat tapi sungkan. Ya gak papa, mungkin abis ini aku akan langsung tepar." Ucap Bayu.
...Tak berapa lama....
Kemudin Adit sampai dirumahnya, dan Bayu turun dari motor.
"Okesip." Jawab Adit sambil akan memasukan motornya ke dalam rumah.
Bayu berjalan menuju rumah Pak Arip. Sesampainya di rumah Bayu kemudian mandi dan segera tepar di kamarya.
...Dua hari kemudian....
Pak Arip libur hari ini dan besok. Dan Bayu hari ini ada jatwal menjemput Putri di terminal.
Bayu bangun dari mimpinya. Jarang jarang Bayu bisa bangun saat matahari mulai meninggi.
Pemuda itu langsung meraih HPnya saat mata baru terbuka. Terlihat pesan dari Putri.
"Pagi Bayu, jangan lupa hari ini jemput aku di terminal." Tulis pesan itu.
Bayu masih berusaha mengumpulkan nyawanya. Kemudian dia membalas pesan itu.
"Iya, kamu berangkat jam berapa.?" Tulis pesan Bayu
Kemudian pemuda itu beranjak dari tempat tidurnya dan segera mandi.
Terlihat Bu De sedang memasak di dapur.
Setelah Bayu selesai mandi.
"Ayo Yu, sarapan dulu ini sayur lodehnya sudah matang." Ucap Bu De Nur.
"Iya Bu De." Jawab Bayu kemudian mengambil piring.
Kemudian Bayu sarapan dengan nasi, sayur lodeh terong dan telur goreng.
Saat Bayu selesai sarapan dan mencuci piring. Terdengar suara HPnya berbunyi menandakan ada panggilan masuk.
__ADS_1
Bayu kemudian menuju kamar, dan melihat siapa yang menelpon.
"Putri." Ucap Bayu dalam hati.
Kemudian Bayu mengangkat panggilan masuk dari Putri.
"Ya Halo Put.?" Ucap Bayu.
"Kamu sudah bangun.? " Tanya Putri.
"Iya aku udah bangun udah mandi juga." Kata Bayu.
"Oooo bagus. Aku sekarang ada di dalam Bis OTW terminal ini sudah sampai krian.. Kamu bisa jemput aku.? Kalau ngak bisa juga ngak papa. Aku minta tolong temenku nanti.? " Tanya Putri di balik telepon.
"Hahh.? Kok mendadak sekali. Tak kira kamu pulang sore." Ucap Bayu terkaget
"Iya, kalau berangkat sore takut ujan. Ini aja udah mendung." Ujar Putri.
"Iyawes aku OTW terminal sekarang. Dahh."
"Dahhh." Kemudan Putri mematikan telponnya.
Kemudian Bayu bersiap. Dan memakai jaketnya.
"Bu De, Bayu keluar sebentar. Assalamualaikum" Ucap Bayu sambil mengambil kunci motor di sebelah pintu.
"Iya Yu, Ati ati. Waalaikumsalam" sahut Bu De sambil menonton TV.
Kemudan segera Bayu berangkat menjemput Novi di terminal.
Jalanan terlihat padat kendaraan tapi tidak ada kemacetan.
...Kemudian....
Bayu sampai di terminal.
Pemuda itu mengeluarkan HPnya dan menelpon Putri.
"Tuttt......Tuttt.........Tuttt........ ya halo Yu." Ucap Putri di balik telepon.
"Ini aku sampai di terminal, aku tunggu di depan Mushola setelah gerbang bis masuk. Kamu sampai mana.?" Tanya Bayu yang berhenti di pinggir jalur bis.
"Owwww, ini bisnya udah mau sampai, kira kira 10 menitan lagi." Ucap Putri.
"Iyawes, tak tunggu, dahhh.." Kata Bayu sambil duduk di atas pagar taman yang terbuat dari beton.
"Oke, dahhh.." Kata Putri kemudian menutup panggilan telponnya.
Bayu terus menunggu sambil memperhatikan bis yang berlalu lalang masuk ke terminal.
...Sekitar 10 menit kemudian....
Terlihat Bus jurusn jogja - surabaya yang baru masuk ke terminal.
"Sepertinya ini bis yang ditumpangi Putri." Kata Bayu dalam hati.
Benar saja. Tak lama setelah itu terlihat Putri berjalan menghampiri Bayu.
Mata Bayu memandang Putri hingga tak berkedip.
Penampilan Putri biasa saja. Hanya memakai sepatu abu abu, celana jeans, jaket jamper merah dengan tas ransel dan rambut lebat bergelombang yang dibiarkan terurai, jangan lupakan juga senyum manis gigi kelincinya yang membuat hati Bayu meleleh.
"Astaga..... Cantik sekali kamu Put." Ucap Bayu dalam hati.
__ADS_1