BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
SAHHHHHH


__ADS_3

"Hehe, bagaimana kabarmu Yu.? " Kata Darman di balik telepon


"Baik Dar, kabarmu sendiri bagaimana, dan kabar Bapak Ibuk sama Raka baik kan.?" Tanya Bayu.


"Aku baik Yu. Keluargamu disini juga baik, jangan khawatir." Jawab Darman.


"Lega aku dengernya Dar. Satu bulanan lebih ngak denger kabar rumah." Bayu berkata dengan perasaan lega.


"Iya Yu, selama ada aku gak usah khawatir lah kamu." Kata Darman meyakinkan bayu.


"Iya sudah Dar, kapan kapan aku telepon lagi.?" Kata Bayu.


"Siap juragan. Kamu jaga diri baik baik disana." Ucap Darman.


"Iya Dar makasi. Kamu juga." Bayu berkata.


"Sip" jawab Darman singkat di balik telepon.


Kemudian Bayu menutup telepon itu.


Bayu sangat sangat lega mendengar kabar rumah. Mendengar kabar Ibuk, Bapak dan Raka baik baik saja.


Tak lama setelah itu Bayu tertidur.


...Hari demi hari berganti....


Bayu kembali sibuk membantu Pak De Arip jualan. Pemuda dengan rambut yang dibiarkan memanjang, karena dia ingin rambut gondrong seperti Adit.


...Minggu berganti....


Di rumah Novi terlihat sedang ada tamu istimewa. Karena hari ini adalah hari lamaran Adit dan novi.


...Satu bulan berlalu, tetapi musim belum berganti....


Di rumah Novi terlihat kesibukan, para Ibu Ibu tetangga sekitar sedang membantu di dapur menyiapkan beberapa jenis masakan. Sedangkan para Bapak Bapak sedang mendirikan tenda dan dekorasi.


"Abis ini giliran Bayu." Kata salah satu tetangga sambil membersihkan pekarangan samping rumah Pak Arip, yang rencananya akan didirikan kuade pernikahan.


Bayu sudah cukup akrab dengan para tetangga sekitar, bahkan dia sudah sering ikut ronda malam.


"Masih lama Pak Lek. calonnya aja belum ada." Kata Bayu sambil menyingkirkan tanaman liar.


"Makanya jangan sering sering main ke dolly." Canda salah satu tetangga menyahutinya.


"Mana pernah Pak. Orang tiap melem abis bantu jualan Pak Arip aja udah capek. Mana ada tenaga buat begituan." Kata Bayu dengan nada bercanda.


"Ngawor aja. Bayu ini anak baik baik, ngak kayak Pak Denya." Kata Pak Muji, Bapak Novi.


"Huss, suaranya dikontrol. Kedengeran istriku bisa tidur di pos kamling aku nanti." Kata Pak De Arip.


"Tenang. Ibuk Ibuk lagi sibuk di dapur." Kata salah satu tetangga.


Ya begitulah kondisi lingkungan rumah Pak De Arip. Lebih seperti perkampungan di tengah kota, karena warganya masih mau bergotong royong.


Tenda sudah mulai didirikan, dekorasi sudah mulai ditata. Bahkan sound sistem sudah siap di pasang.

__ADS_1


...Malam harinya....


Ijab Kabul segera dimulai. Novi terlihat sangat Cantik sedangakn Adit terlihat lain karena dia memotong rambut gondrongnya.


Para saksi, Wali, Dan penghulu sudah hadir. Acara dimuali dengan sambutan dan doa doa.


Terlihat Adit sangat tegang. Kontras dengan sifatnya yang suka cuek dengan keadaan sekitar.


Bahkan Novi sendiri seakan menahan tawa melihat Adit.


Kemudian acara Ijab Kabul pun dimulai. Diawali dengan doa doa dan dilanjutkan ijab.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Adit Setiawan bin Supriyanto dengan anak saya yang bernama Novi Wulandari dengan maskawinya berupa Seperangkat Alat Shalat dan Uang Satu Juta Rupiah, Tunai." Ayah Novi melakukan ijab.


Adit menarik nafas panjang.


"Saya terima nikahnya dan kawinya Novi Wulandari binti Bapak Muhammad Muji dengan mas kawinya tersebut, Tunai.!" Adit melakukan kabul.


"Bagaimana para saksi Sah..???" Kata penghulu.


Semua orang yang hadir di sana kompak berteriak. "SAHHHHHHH"


"alhamdulillah." Ucap semua orang.


Kemudian penghulu kembali mengucapkan doa doa.


Setelah berfoto foto. Acara ijab kabul pun selesai.


"Cieeeeee." Kata Bayu.


Adit hanya tersipu malu. Sedangkan Novi masih senyum senyum sendiri.


"Ah kamu Yu. Makasi ya, semoga kamu juga cepet nyusul." Kata Novi.


"Amin......" Jawab Bayu.


"Dit, kamu tampan sekali rambut pendek." Kata Bayu pada Adit.


"Teros sindir teros." Adit berkata.


"Kok nyindir, tanya Novi itu kalau ngak percaya.?" Ucap Bayu.


"Iya suamiku, kamu tampan sekali..." kata Novi sambil mengelus elus rambut Adit.


Adit bener bener seperti ayam sayur. Yang biasanya dia sering pecicilan benar benar tidak berkutik setelah melakukan ijab kabul.


Acara ijab kabul selesai. Dan Adit beserta keluarga siap kembali ke rumah untuk kembali esok di acara resepsi.


...Di malam hari....


Para Bapak Bapak berjaga di lokasi dekorasi sambil menonton TV salah satu warga yang dikeluarkan untuk teman ronda. Kebetulan pada malam itu juga ada acara bola.


Para Bapak Bapak asik mengobrol, sedangkan Bayu hanya memperhatikan.


"Apa nanti acara pernikahannku juga seperti ini. Tapi dengan siapa.? Sepertinya sudah tidak mungkin bila dengan Laras. Apa semesta sedang mempersiapkan jodoh terbaik buatku." Kata Bayu dalam hati.

__ADS_1


Bayu larut dalam hayalannya. Berjalan dengan seorang gadis pujaanya menuju kuade pernikahan.


"GOLLLLLLLLLLLL" terdengar teriakan Bapak Bapak.


Bayangan Bayu langsung lenyap mendengar teriakan para Bapak Bapak yang menonton bola.


Dari pada membayangkan yang tidak tidak, Bayu ikut menyaksikan tayagan bola dengan para Bapak Bapak, walau dia tidak paham tim apa yang bertanding.


...Saat Subuh....


Tak tarasa Bayu tertidur di kursi sambil bersandar. Seketika Bayu terbangun dan melihat Para Bapak Bapak kembali menata dekor dan kursi.


Bayu mencuci muka di samping rumah dan kembali membantu.


...Saat matahari mulai terbit....


Bayu segera mandi karena tugasnya belum berahir. Di hari H pernikahan Adit dan Novi ini Bayu menjadi peladen, orang yang menyajikan makana dan minumam ke para tamu undangan.


Sudah ramai warga saat Bayu keluar rumah, dan menuju rumah Novi.


"Ayo Yu, sarapan dulu." Kata Bu De Nur.


Disana juga ada peladen lainya.


"Sarapan dulu Yu, abis itu ngopi biar kuat menghadapi kenyataan hidup." Kata salah satu peladen, tetangga Pak Arip.


"Halah. Bisa aja Pak Lek." Jawab Bayu.


Walau kondisi sedikit mengantuk dengan sarapan dan kopi di cangkir itu stamina Bayu lumayan terisi.


Para tamu undangan telah tiba. Dan artinya tugas Bayu segera dimulai.


Lambat laun suasana menjadi ramai ditambah musik campur sari yang di putar menambah meriah acara.


Tak berapa lama. Adit dan keluarga sampai.


Suasana khidmat sangat terasa saat itu. Prosesi pernikahan dilakukan dengan adat Jawa.


Semakin lama tamu undangan semakin ramai. Bayu dan para pelayan lainya semakin sibuk.


...Kemudian....


Tiba acara foto bersama. tak terkecuali Bayu berfoto dengan pasangan pengantin beserta keluarga Pak Arip.


Acara hampir selesai. Bayu merasa sangat lelah, tapi entah kenapa dia merasa bahagia bisa melihat Adit dan Novi bersanding sebagai suami istri.


Dalam benak Bayu juga berdoa. semoga kelak saat dia melamar seorang wanita, dia adalah wanita yang benar benar menerima dia dan keluarganya, wanita yang mencintai dia dan keluarganya, wanita yang selalu menemani dia baik suka maupun duka.


"Semoga" Kata Bayu dalam hati.




Hay Kak. maaf author 4 hari belakangan ini sedang sakit, bahkan tidak bisa masuk kerja, jadi agak telat untuk upload.

__ADS_1



untuk Kakak Kakak pembaca setia tetap menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh ya, dan semoga sehat selalu. amin.


__ADS_2