BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Meriang


__ADS_3

Dengan raga yang lelah dan mata yang tak mampu lagi terjaga. Pemuda gondrong itupun terlelap.


Tidurnya sangat nyenyak, tanpa sempat menarik selimut dan mempersiapkan jatwal mimpimnya, Bayu bergegas menerobos benteng pulau kapuk.


...Subuh....


" jam berapa ini,?...... oiya Pak De masih libur jualan hari ini." Batin Bayu.


Bayu mulai terbiasa bangun subuh, harusnya saat seperti ini dia sudah siap siap menuju pasar, tapi karena Mie Jawa Pak Arip sedang libur Bayu mungkin akan melakukan aktifitas lain.


Pemuda itu berusaha duduk. Tapi ada yang salah dengan kondisi badannya hari ini. Bayu sedikit mengigil dan lemas.


"Alamat mau sakit ini.!! Istirahat bentar lagi ae wes, mungkin nanti sembuh." Kata Bayu dalam hati kemudian kembali rebahan dan menarik selimutnya.


Kali ini Bayu begitu susah untuk kembali terlelap, seakan dunia mimpi tak mengijinkan Bayu masuk pintu gerbangnya.


Tak berapa lama Bayu tertidur dengan posisi melingkar dan selimut menutupi badanya.


...Ketika matahari sedang tinggi tingginya....


"Tok tok tok." Suara pintu kamar Bayu diketuk.


"Yu..... Bayu....." suara Bu De terdengar dari luar kamar.


Bayu mulai membuka matanya.


"Badanku, jangan tumbang sekarang." Batin Bayu setelah menyadari badanya yang tak seperti biasanya.


Pemuda itu masih merasakan lemas di sekujur tubuhnya.


"Bayu....... kamu ngak papa Le.?" Tanya Bu De di balik pintu kamar.


"Ngak papa Bu De." Jawab Bayu dengan suara sedikit serak.


Pemuda itu berusaha berdiri dengan selimut yang masih mendekapnya, perlahan Bayu berjalan menuju pintu dan membukanya.


"Ealah.... Bayu, kamu sakit to, kok kelihatan pucat.?" Tanya Bu De setelah memperhatikan wajah Bayu.


"Ngak papa kok Bu De. Ntar juga sembuh." Jawab Bayu.


"Anu, di depan ada cewek yang nyariin kamu. Kamu temuin atau kamu pengen lanjut istirahat.?" Tanya Bu De sembari memperhatikan kondisi Bayu.


"Cewek.??? Apa Putri." Batin Bayu.


"Iya Bu De, Bayu temuin abis ini." Ujar Bayu sambil melipat selimutnya.


"Yawes, Kalau kamu mau nanti Bu De kerokin. Bu De juga khawatir sama kamu Yu, kok tumben tumbenan kamu bungun siang." Kata Bu De Nur.


"Iya Bu De, trimakasi. Yawes Bayu cuci muka dulu." Kata Bayu kemudian masuk menaruh selimutnya.


Sedagkan Bu De Nur sepertinya langsung keluar rumah setelah percakapan tadi.


Bayu mencuci mukanya dan gosok gigi, kali ini dia sengaja meninggalkan mandinya karena kondisi badan yang meriang.


Setelah bergnti baju, pemuda gondrong itu pergi ke ruang tamu menemui perempuan yang di maksut Bu De Nur.


"Benerkan, Putri. Ngapain pagi pagi dia kesini.? " Batin Bayu setelah melihat Putri di hadapanya sedang duduk di ruang tamu.


"Bayyy.. kamu kenapa kok pucat." Kata Putri beranjak dari duduknya.


Gadis manis itu kemudian melangkah ke arah Bayu dan menempelkan punggung tangannya ke kening Bayu.


"Tuh kan, kamu sakit. Pantes aku WA dari tadi ngak kamu bales, terus aku telfon kamu ngak ngangkat." Kata Putri sambil menuntun Bayu untuk duduk.

__ADS_1


Bayu dan Putri duduk bersebelahan.


"Aku ngak papa kok, paling kecapekan aja." Ujar Bayu sedang memandangi kekasihnya yang cemas itu.


"Apanya ngak papa, sampek siang gini kamu belum bangun dan ngak ada kabar. Makanya aku kesini takut kamu kenapa napa." Kata Putri yang terus memegangi lengan Bayu.


"Iya e udah siang, tak pikir masih pagi. Jadi dari tadi aku tidur bener bener kayak orang mati." Kata Bayu dalam hati.


Bu De Nur masuk dari pintu depan dengan membawa obat dari warung untuk Bayu.


"Bayu ini Bu De beliin obat, diminum ya abis makan, Bu De bikinin mie instan dulu sebentar soalnya Bu De ngak masak hari ini. Emm Mbak e tak bikinin teh ya sebentar.?" Ujar Bu De dengn memeprhatikan gadis manis yang ada di sebelah Bayu.


"Bu De, biar Putri aja yang bikinin Mie buat Bayu." Kata Putri pada Bu De Nur.


Jelas, perkataan Putri itu membuat Bayu tersentak dan Bu De seakan tak percaya.


"Eh buset ini bocah, ngomong ngak di cerna dulu." Ucap Bayu dalam hati sambil terbengong menatap Putri.


"Ngak perlu Mbak e. Masak tamu disuruh repot repot." Jawab Bu De Nur.


Putri beranjak dari duduknya.


"Ngak repot kok Bu De. Maaf Putri pinjem dapurnya sebentar ya..?" Kata Gadis manis itu.


"Bener bener nekat ini bocah. Aduh..... iya kamu yang ngak repot tapi aku yang ngak enak sama Bu De Nur." Kata Bayu dalam hati yang masih tercengang dengan kelakuan Putri.


"Oiya maaf, perkenalkan Bu De, saya Putri pacarnya Bayu." Kata Putri kemudian mengahmpiri Bu De Nur dan mencium punggung tangannya.


Bayu semakin lemas mendengar celoteh Putri. sedangakn Bu De Nur sedikit terbengong dengan kelakuan Putri.


"Iya, maaf ya kalau Bayu ngerepotin Mbak Putri." Kata Bu De dengan tersenyum pada Gadis Manis di hadapannya itu.


"Yawes, ayo ikut Bu De ke dapur." Imbuh Bu De Nur.


"Aduh Gusti. Baru kemaren seneng lihat Putri yang terlihat dewasa dan berfikir dengan logika. Tapi hari ini....., ealah Put Put. Seandainya kamu nanti tak kenalin Ibuk Bapakku, bakal bagimana jadinya....?!! " Ucap Bayu dalam hati.


Mata Bayu terpejam dan bersandar sambil memijat mijat keningnya dengan jempol dan jari telunjuk.


Tak berapa lama Bu De Nur datang dengan membawa segelas teh hangat dan duduk di kursi sebelah Bayu.


"Pacarmu ceriwis ya Yu." Kata Bu De sambil meletakkan segelas teh hangat di meja.


Bayu sedikit terkejut dengan kedatangan Bu De Nur, matanya yang terpejam seketika terbelalak dan tertunduk.


"Maaf Bu De, kalau Putri kurang sopan." Kata Bayu.


"Ealah Yu..... Mbak Putri itu ramah orangnya, bukannya kurang sopan. Apalagi dia perhatian sekali sama kamu. Kalau menurut Bu De, Mbak Putri memang cocok sama kamu Yu." Kata Bu De sambil memandang Bayu.


Bayu hanya tertunduk, dalam hatinya merasa sangat tidak enak hati dengan Bu De Nur.


"Yawes Bu De masuk dulu. Nanti abis makan, dimunum obatnya." Kata Bu De Nur kemudian beranjak dari duduknya dan melangkah menuju dapur.


"Ngih Bu De." Ucap Bayu singkat.


Bayu masih duduk di ruang tamu. Dengan badan yang lemas dan sedikit meriang, kekasih Putri itu bersandar sambil memejamkan matanya lagi.


Tak berapa lama.


"Tadaaaa, mie rebus buatanku datang sayang." Ucap Putri dengan membawa nampan berisi semangkok mie rebus.


Bayu yang sudah terlanjur lemas tidak mampu berkata kata lagi dengan celoteh Putri.


Kembali gadis manis dengan gigi kelinci itu menempelkan punggung tangannya ke kening Bayu.

__ADS_1


"Abis ini minum obat, istirahat. Keningmu masih anget gini." Kata Putri.


Bayu hanya mengangguk.


Kemudian Bayu menyendok mie buatan Putri.


"Huuuuuuuuuffffff" Bayu meniup mie rebus yang masih panas itu.


Setelah dirasa lumayan dingin, Bayu memakan mie rebus itu. Sedangkan Putri menopang dagunya dengan satu tangan sembari melihat Bayu makan.


Bayu melirik Putri dan bertanya. "Kamu udah makan.?"


"Udah sayang." Jawab Putri singkat.


Kemudian Bayu kembali melanjutkan makannya.


Sejurus kemudian, mangkok mie rebus itu kosong melompong karena semua mie rebus itu telah berpindah ke perut Bayu. Sejujurnya Bayu sedang tidak selera makan, tapi terlalu sayang bila mie rebus buatan kekasihnya tak di habiskan.


Selesai makan, Bayu minum obat tablet yang dijual di warung warung itu.


Putri tersenyum memandang Bayu.


"Kenapa senyum senyum.? Suka lihat aku sakit." Kata Bayu sedikit ketus.


"Aku akan ada buat kamu, baik suka maupun duka." Celetuk Putri yang membuat wajah ketus Bayu berganti dengan wajah tersipu.


"Kamu jangan sakit ya, aku jadi ikut sedih kalau kamu sakit." Ucap Putri.


"Iyaaaa........." Kata Bayu


"Yasudah kamu istirahat, jangan lupa kabarin aku. Kalau nanti malem kamu masih sakit, kita ke Dokter.!!!" Ucap Putri tegas.


Senyum Bayu kembali terukir karena menerima perhatian dari Putri yang begitu besar padanya.


"Kenapa kamu sebegitu pedulinya sama aku.?, apa kamu bener bener sayang aku.?" Tanya Bayu pada kekasihnya.


"Karena Cinta. bila aku cinta tentu aku sayang sama kamu." Ucap Putri dengan lembut.


Bayu tak mampu berkata kata lagi, pemuda itu hanya mampu menggenggam tangan Putri erat, dalam benaknya Bayu sangat bersyukur memiliki Putri karena Putri terlalu sempurna untuk dirinya yang memiliki banyak kekurangan.


"Udah ya aku pulang, ngak enak sama Bu Demu kalau lama lama disini." Ucap Putri sambil mengusap usap pelipis Bayu.


Bayu hanya mengangguk.


Kemudian Putri masuk ke ruang tengah untuk berpamitan dengan Bu De Nur.


Tak berapa lama Putri keluar dari ruang tengah di ikuti Bu De Nur, gadis itu memandang Bayu dengan senyum sembari menuju ke pintu keluar.


"Cepet sembuh." Kata Putri kemudian melangkah keluar pintu.


Bayu hanya terdiam dan mengangguk membalas perkataan Putri.


Setelah terdengar suara motor Putri berlalu pergi, Bayu beranjak dari duduknya untuk menaruh mangkok dan gelas kotor di tempat cuci piring.


"Gimana Yu mau di kerokin." Kata Bu De Nur.


"Nanti aja Bu De. Bayu mau rebahan dulu." Kata Pemuda gondrong itu kemudian menuju kamarnya.


"Ooooo, iyawes cepet istirahat, kalau nanti sore belum sembuh juga, biar dianter ke Dokter sama Pak Demu." Ucap Bu De Nur.


"Ngih Bu De." Kata Bayu kemudain masuk kamarnya untuk istirahat.


__ADS_1


__ADS_2