
Bayu terbangun di pagi harinya, tidak ada yang special di pagi itu, kecuali nasi goreng buatan Ibu.
Siang hari,
Bayu bosan hanya di rumah, apalagi dengan cuaca yang panas karena hujan sudah tidak turun lagi.
"Mandi di sungai sepertinya seger." kata Bayu dalam hati.
Tanpa pikir panjang Bayu menuju keluar rumah dengan sepeda kumbang kesayanganya.
Panas sangat terik di hari ini, terlihat lahan lahan padi di Desa Sehat Mulia sudah banyak yang dipanen. Mungkin setelah ini para warga pemilik sawah atau Buruh Tani akan menanam tanaman jagung atau kacang kacangan.
Bayu menuju sungai besar, dia melewati pekarangan rumah warga, kebun dan hutan bambu.
Sungai yang dituju Bayu sebenarnya sama dengan sugai yang dipakai warga mencuci baju bila sumber air sumur mulai menyusut, hanya saja lokasi yang dituju Bayu kali ini sedikit terpencil di antara hutan bambu dan memiliki jurang yang curam.
Pemuda itu sampai, dia menyandarkan sepedahnya di pepohonan bambu.
Bayu harus berjalan kaki menuju sungai, karena jalan yang curam.
Tiba di pinggiran tebing sungai.
"Huuuuuuhhhhh huuuhhhhhhhhh" Bayu menarik nafas panjang dari mulut dan mengeluarkannya.
Sungai itu terasa sejuk dan teduh, karena dikelilingi hutan bambu.
Bayu menanggalkan bajunya dan mengantungunya di dahan bambu. Tapi ia tetap memakai celana kolornya.
Di atas tebing, Bayu mulai ancang ancang untuk lompat.
"AAAAAAAAAAA" teriak Bayu dan melompat ke sungai.
"BYURRRRRRRRRR" suara cipratan hebat air sungai.
Bayu menikmati mandinya di sungai, apa lagi setelah lelah panen padi kemarin dan banyak pikiran yang membuat dia hampir frustasi, Bayu benar benar menikmati saat saat ini.
Keadaan sangat hening, kecuali ada beberapa suara gesekan bambu diterpa angin dan beberapa burung berkicau.
Bayu sesekali menyelam, dia lupa kapan terahir kali dia berenang di sana.
Tak berapa lama.
Saat bayu menikmati segarnya air sungai, tiba tiba seperti ada suara seseorang.
Memang sungai yang dipakai Bayu mandi kali ini tergolong angker, terbukti dengan pohon pohon bambu yang berjejer di kanan kiri sungai. Tapi Bayu bukan pemuda yang takut akan hal hal di luar nalar manusia.
Suara orang itu semakin mendekat kali ini juga terdengar suara perempuan. Bayu bersembunyi di bawah tebing sungai yang curam.
"Abis ini tungguin aku nyuci ya.?? " kata Si Perempuan.
"Iya, pasti sayang." Jawab Si Laki Laki.
"Bener ya, tapi bentar aja ini jangan lama lama." Si Perempuan berkata lagi.
__ADS_1
"Iya cintaku." Rayu Si Laki Laki.
Kemudian pasangan itu memadu kasih.
Bayu mengamati dan mendekati. Ia berenang tapi hanya sebagian kepala dan kedua matanya saja yang terlihat.
Pemuda pemudi itu memadu kasih, Si Laki Laki membuka kaosnya, dan Si Peremuan membuka kancing bajunya.
Saat pasangan itu akan melakukan hal hal selanjutnya.
"WOE........" ucap Bayu dengan nada tinggi.
"Hey siapa kamu, tunjukan wujutmu." Ucap Si Laki Laki.
Sedangkan Si Perempuan buru buru memasangkan lagi kancing kancing bajunya.
Sepertinya Bayu tidak asing dengan suara Laki Laki itu.
"Woooo Darman." Kata Bayu sambil memunculkan dirinya.
"Setan alas, kamu to Yu. Bajingan tak kirain genderuwo" kata Darman sedikit panik.
"Lho sama fitri kamu Dar.?" Ternyata Si Perempuan adalah Fitri.
Darman dan Fitri memang sedang berpacaran, mungkin sebentar lagi mereka akan lamaran dan menikah.
"Ehhh, iya Yu ini aku mau nyuci. Tak pikir pada kesini orang orang pada nyuci" kata Fitri yang sedang salting berbicara dengan alasannya.
"Ya mandi lah Dar. Masak angon kambing"
jawab Bayu sambi berendam.
"Yawes aku duluan. Mau nganter Fitri nyuci di sungai atas aja." Kata Darman.
"Duluan Bayu.." kata Fitri menambahkan.
" Ya ati ati, awas ada setan lewat." Kata bayu bernada sindiran.
"Ada ada aja Darman. Rusakkk rusakk bener bener edan Darman." Kata Bayu dalam hati.
Tak berapa lama.
Bayu masih menikmati segarnya air sungai sambil berenang.
Tiba tiba.
"BYURRRRRRRRRRRR" suara seseorang melompat ke air.
Ternyata orang itu adalah Darman.
"Katanya nganter Fitri.?" Tanya Bayu.
"Iya udah barusan, makanya aku ke sini mau mandi sungai sekalian." Jawab Darman.
__ADS_1
"Heleh mandi sungai apa mandi sungai.???" Kata bayu dengan nada menyindir.
Darman hanya bisa tersenyum dan tertawa kecil.
"Gimana rasanya dikagetin pas mau dapet bonus Dar.?" Kata Bayu.
"Ooooo. dendam, gara gara aku dulu pernah ganggu kamu sama Laras oke oke." Jawab Darman sedikit kesal.
"Bukan dendam, tapi karma." Kata Bayu.
"Karma dengkulmu iku karma" jawab Darman.
Kemudian mereka tertawa.
Mereka kini ke tepian sungai, sambil megosok gosok tubuh mereka dengan batu kali sembari bercakap cakap.
"Enak ya kamu Dar, ngak sama sulis tiba tiba sudah gandeng Fitri." Ucap Bayu yang sepertinya iri.
"Ya makanya kamu Lupain laras cari cewek lain." Kata Darman.
"Mana bisa aku Dar, aku sudah kayak cinta mati sama Laras." Kata bayu sambil mengosokan batu kali ke kakinya.
"Lagian ngapain kamu masih nungguin Laras, orang dia sudah sama cowok lain kok." Kata darman keceplosan.
"Hah.. apa maksut kamu Dar.?" Bayu menatap Darman tajam.
"Laras sudah punya cowok lain Di Surabaya." Kata Darman terpaksa mengatakannya.
Sepertinya inilah waktunya Darman mengungkap rahasia tentang Laras, tapi dasar Darman yang ceplas ceplos dan tidak melihat situasi ahirnya timbul salah paham diantara mereka.
"Jangan ngawur kamu Dar !!!!!!." Bayu tersulut emosi.
"Siapa yang ngawur Yu, Laras sudah bukan Laras yang dulu, dia sudah jadi cewek murahan." Darman berkata dengan tatapan tajam ke Bayu.
Bayu kemudian mendorong Darman, dan tangan kirinya seperti mencengkram leher Darman.
"KAMU JANGAN ASAL BICARA DARMANNNN.. KAMU NGAK PUNYA HAK JELEK JELEKIN LARAS KAMU NGAK PUNYA BUKTI KALAU LA~~" Belum sempat Bayu menyelesaikan kata katanya.
"AKU LIHAT SENDIRI BAYU...., KALAU LARAS SAMA LAKI LAKI DI KAMAR KOSNYA DI SURABAYA, WAKTU AKU NGANTER BERAS DAN SEMBAKO TITPAN PAK KADES." Kata Darman lebih keras.
Bayu mengepalkan tangan kananya, seperti bersiap memukul Darman. Sekilas terlintas kenangan kenangan masa kecil hingga dewasa dengan sahabatnya Darman itu.
"PUKUL BAYU PUKUL,,,,, BILA ITU BISA MEMBUAT KAMU PUAS DAN MELUPAKAN LARAS. AKU NGAK MAU KAMU SAKIT HATI, LEBIH BAIK KAMU DENGAR DARI AKU DARIPADA DENGAR DARI ORANG LAIN TENTANG LARAS, SADAR BAYU SADARRRRR.." Kata Darman sambil menyerahkan pipi kirinya untuk menerima pukulan Bayu.
"RAAAAAAAAAAAGGGG" Bayu berteriak sambil memukul batu di sebelah kepala Darman dan melepaskan cengkaraman dari leher sahabatnya itu.
Kemudian Bayu beranjak pergi dengan tetesan air mata yang membasahi pipinya.
Bukan hanya kata kata dan rahasia tentang Laras yang membuat Bayu sedih.
Tapi fakta mereka harus bertengkar tepat di tempat dimana Bayu dulu menyelamatkan Darman yang akan tenggelam yang semakin menambah ironi.
__ADS_1