BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Sajak Terakhir


__ADS_3

...**********...


Sajak terakhir


Yang terpaksa aku tulis


Dengan perasaan sendu hancur remuk redam


Inspirasiku lenyap


Bagai swastamita yang kehilanggan sang jingga


Aku terpejam di tengah redupnya cahaya


Sadarkan aku


Guncang bahuku dan tampar pipiku


Bila ini mimpi, berakhirlah


Bila ini nyata, menangislah


Tak ada yang mampu melawan kekuatan takdir


Apalagi takdir cinta yang tak pernah tercurah


Ku ahiri sajak ini


Sebagai tanda aku melepas genggamanmu


Dan membiarkanmu pergi menggapai tirani


...**********...


Bayu kemudian menyalami Orang Tua Boy. Sepertinya Orang Tua Boy bukan orang sembarangan, karena penampilannya sangat modis dan sangat rapi.


Sedangkan Putri terlihat acuh saat bersalaman dengan Boy. Tak mengherankan juga, karena sejatinya Putri dan Boy juga pernah menjalin suatu hubungan yang menyisakan trauma bagi Gadis manis itu.


Bayu menuruni pelaminan diikuti Putri di belakangnya. Terlihat juga para tamu undangan yang sebagian besar Penduduk dari Desa Sehat Mulia mulai meninggalkan ruangan Ballroom.


Bayu berjalan menuju pintu keluar dengan sesekali menoleh ke arah Laras. Laras pun demikian masih memusatkan pandangannya ke Bayu.


Putri yang menyadari itupun terlihat langsung Badmood, sehingga ekspresi mukanya berubah menjadi sangat datar. Mungkin kali ini Putri benar benar cemburu.


Bayu keluar Ballroom bersama dengan rombongan keluarganya. Sedangkan Putri mengikuti langkah Bayu.


"Yu abis ini aku mau ngater keluargamu ke rumah Pak Arip." Ujar Darman.


"Gak papa Dar, lha Ibuk sama adek adekmu gimana.?" Tanya Bayu yang berjalan di sebelah sahabatnya.


"Nganu, Ibuk sama adek adekku ikut rombongan ke Kebun Binatang, rombongan dari Desa Sehat Mulia sudah rencana kok sekalian rekreasi setelah menghadiri nikahannya Laras." Kata Darman.


"Ooo gitu, yawes. Maaf ya ngerepotin kamu." Ucap Bayu.


"Halahh..... kayak sama siapa aja Yu Bayu." Darman berkata dengan senyumnya.


Rombongan keluarga Bayu beserta Darman berpisah dengan Bayu dan Putri di sebuah lorong, karena mereka parkir di tempat yang berbeda.


Bayu berjalan diikuti oleh Putri, untuk sesaat pemuda gondrong itu benar benar seperti melupakan Putri di sampingnya.

__ADS_1


Bayu berusaha menggapai tangan Putri untuk meggandengnya. Tapi Putri mengelaknya.


"Aduh, apa Putri marah.? " Batin Bayu.


"Kenapa sayang, gak mau aku gandeng.?" Tanya Bayu merayu.


"Ngakpapa, aku bisa jalan sendiri." Ucap Putri dengan nada kesal.


Kali ini Bayu benar benar yakin, bahwa kekasihnya itu benar benar marah.


Tiba di parkiran motor.


Putri langsung mengenakan helemnya sendiri.


"Mampir dulu sebentar ya di rumah Pak De Arip. Solnya Ibuk dan Bapak juga mau kesana." Ucap Bayu sambil mengenakan helemnya.


Putri terdiam tanpa menjawab.


"Gimana Put, mampir ya.?" Tanya Bayu lagi.


"Bila aku tidak mampir, aku akan terlihat seperti wanita yang tidak sopan. Seharusnya kamu ngak perlu menanyakan hal receh seperti itu.!!!" Kata Putri tegas.


"Mati aku, Putri bener bener marah. Ngak biasanya Putri bicara nyolot seperti ini." Ucap Bayu dalam hati.


Bayu segera mengeluarkan motor Putri dari parkiran dan menunggu kekasihnya naik di boncengan. Setelah Putri naik di boncengan Bayu pun menarik tuas gas untuk meninggalkan hotel tempat acara resepsi pernikahan Laras.


...Saat di jalan raya....


Tak seperti biasanya. Kali ini Putri seperti engan memeluk Bayu. Pemuda itupun kikuk sendiri, ingin memulai obrolan tapi takut kena semprot Putri lagi.


...Tiba di suatu lampu merah....


Lampu menyala hijau dan roda roda yang terpaku tadi mulai berputar kembali.


Beberapa saat kemudian, Bayu dan Putri tiba di rumah Pak De Arip.


Putri turun dari motor dan menunggu Bayu di teras seraya melepas helemnya.


"Masuk duluan aja Put." Kata Bayu sambil memarkirkan motor Putri.


Putri tanpa jawaban menuruti kata kata kekasihnya.


Setelah memarkirkan Motor, Bayu kemudian masuk rumah. Putri sedang duduk di ruang tamu disaat yang bersamaan Bu De Nur keluar dari ruang tengah.


"Udah Pulang to. Ambilin minum dulu Yu buat Mbak Putri." Kata Bu De Nur.


"Ngih Bu De." Kata Bayu singkat kemudian menuju dapur.


"Bu De, pinjem toiletnya sebentar ya." Ujar Putri beranjak dari duduknya.


"Iya Mbak Putri." Ucap Bu De Nur.


Putri kemudian menuju toilet.


...Tak berapa lama....


Bu De Nur masih terlihat mempersiapkan beberapa hidangan untuk menyambut Bapak Dan Ibu Bayu saat Putri baru keluar dari toilet.


"Biar Putri Bantuin Bu De." Kata Gadis manis itu.

__ADS_1


"Jangan repot repot Mbak Putri, tamu kok disuruh suruh." Ujar Bu De Nur.


"Ngak repot Bu De." Kata Putri yang akan duduk untuk membantu Bu De Nur.


"Put, aku mau ke depan gang ya. Siapa tau Darman kesusahan nyari gangnya." Kata Bayu sambil meletakan botol minuman di atas meja makan.


"Ya." Ucap Putri dengan cuek.


Kemudian Bayu keluar rumah dan segera menuju depan gang.


"Kemana Yu, kok buru buru.?" Tanya Novi yang sedang menjaga warung kelontongnya.


Bayu berhenti sejenak.


"Bapak sama Ibukku mau Datang. makanya aku mau ke depan gang buat nyegat, siapa tau ngak ketemu gangnya." Ujar Bayu.


"Owalah, yawes." Ucap BuMil itu.


"Duluan Nov." Kata Bayu kemudian berlalu.


...Saat Bayu menyusuri jalanan gang....


"Putri bener bener marah, gimana caranya biar Putri ngak marah lagi...? Aduh.... Salahku juga terlalu membuka ruang dengan Laras tadi, sehingga Putri benar benar cemburu." Batin Bayu.


...Bayu tiba di depan gang....


Bayu mengeluarkan HPnya dari kantong celana dan membukanya.


"Aku sudah di depan gang Dar." Bunyi pesan WA yang Bayu ketik untuk Darman.


Sebenarnya Darman sudah tau alamat rumah Pak De Arip, hanya saja sahabat Bayu itu tidak pernah ada waktu untuk mampir ketika Darman sedang ke Surabaya untuk suatu urusan.


Bayu menunggu di samping gapura tempat biasanya Mbak Sum jualan nasi di pagi hari.


...Tak berapa lama....


terlihat Mobil yang mendekat secara perlahan. Bayu beranjak dari duduknya, siapa tau itu Darmanto.


Mobil terus mendekat, benar saja itu adalah Darman dan keluarga Bayu.


"Parkir pinggir sini aja Dar." Ucap Bayu sambil menunjuk area yang akan dijadiakan tempat Parkir sementara.


"Okesip." Jawab Darman singkat dan segera memarkirkan Mobilnya.


Saat mobil sudah terparkir dan para penumapng sudah turun.


"Ayo Pak, Buk." Kata Bayu sambil menunjukan jalan masuk gang.


"Lama e Bapak ngak ketemu Mas Arip." Kata Bapak sambil berjalan mengikuti langkah Bayu.


"Emang berapa lama Pak.?" Tanya Bayu.


"Lupa Bapak, pokok sudah lama buanget." Kata Bapak.


"Oiyo Le, Mbak Putri ada kan di rumah Pak Demu.?" Tanya Ibu.


"Ada Buk e, Lagi Bantu Bantu Bu De Nur." Ucap Bayu.


Sepertinya Ibu Bayu sangat menyukai kekasih Bayu itu, mungkin Ibu Bayu benar benar sudah sangat cocok dengan Putri untuk menjadi Mantunya.

__ADS_1



__ADS_2