BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Persiapan


__ADS_3

Hari H bazaar, di pagi Hari menjelang siang.


Mie jawa Pak De Arip libur 2 hari. Pak Arip sengaja Libur bertepatan dengan acara bazaar yang akan di hadiri Bayu.


...Di warung Bu Tumini....


"Oke teman teman, sudah selesai makannya.? Agenda selanjutnya rapat singkat acara nanti." Ucap Putri dengan membawa lembaran kertas.


Bayu, Astri, Nanang dan Ita serius memperhatikan Putri di meja makan itu.


"Laporan Bayu, tidak menemukan gerobak untuk disewa. Sebagai gantinya dia meminjam etalase alumunium bekas jualan cilok dari teman PKLnya." Kata Putri sambil memandang Bayu.


"Heleh, dulu bilang boras beres ternyata zonk. Yu...... Bayu......" Gerutu Ita.


"Ya maaf Ta, ternyata di pake semua gerobaknya. yang penting kan udah aku cariin ganti alternatifnya." Jawab Bayu sambil mengaruk pelipisnya.


"Sodara Ita, tolong jangan membuat keributan. sodara Bayu tolong tenang." Ujar Putri berlagak jadi pemimpin rapat formal.


"Astri, ini rapat tolong jangan selfi selfi dulu, letakkan HPnya, Nanang tolong dikontrol pacarnya." Kata Putri menegur Astri yang bermesraan dengan pacarnya di hadapannya.


"Untung juma rapat bazaar, andai rapat perusahaan bisa bisa bangkrut kalau yang rapat orang orang kayak gini." Ucap Bayu dalam hati.


Bayu yang berada di disebelah Putri memandang mereka satu persatu.


"Astri, hpnya taruh dulu. Ta, jangan menyela pembicaraan dulu sebelum Putri selesai menyampainkan. Put, jangan terlalu formal, kita hanya rapat bazaar bukan rapat perusahaan minyak." Kata Bayu dengan tatapan tajam.


Semua yang berada disana sejenak terdiam, Bayu yang biasanya suka bercanda mendadak mengeluarkan aura mengerikan seperti Bos besar dengan tatapannya.


"Oke oke, kamu ganteng kalau lagi serius gini Yu." Ucap Putri pada Bayu kekasihnya.


"Tapi yo ngak pakai acara ngombal juga markonah......." Kata Bayu sembari mengelus ubun ubun Putri.


"Ehhemmmm, rapat atau pacaran.?" Celetuk Ita.


Bayu dan Putri hanya cengar cengir.


"Oke oke, udah tolong dengerin dulu." Ucap Putri.


"Jadi kita punya etalase alumunium, nanti di tempat Bazaar kita meminjam meja yang dipersiapkan panitia. Kita hanya sewa stand biasa jadi kita akan berbagi tenda dengan stand lain. Jarak kita ya lumayan jauh dari panggung hiburan. Untuk pentol sudah siap, tapi kita akan bawa separuh dulu saat sore dan bila stok abis kita bisa pulang lagi untuk mengambil sisanya. Saus kacang kecap bumbu oles, bakaran, arang sudah siap di kos, berkat Nanang yang membantu memperiapkannya. Oke demikian, semoga stand kita rame dan sukses." Kata Putri panjang lebar.


"Amin....." sontak semua mengamini sambil memperhatikan Putri.


"Oke ada pertanyaan teman temanku tercinta.?" Ujar Putri dengan senyumnya.


Semua menggeleng.


"Oke abis ini kita bubaran, kumpul di kos ya jam 2 siang. Nanti Nanang jemput Bayu dulu ambil etalase abis itu ke kos." kata Putri sambil bergantain memandang Bayu dan Nanang.


"Siap Bos." Jawab Bayu.


Nanang hanya mengangguk.


Setelah Putri menraktir makan siang teman temannya, kemudian mereka bubar dan pulang dengan mengendarai motor masing masing, kecuali Putri yang digonceng Astri.


...Bayu sampai rumah....


Pemuda gondrong itu langsung mandi sesampainya di rumah. Selesai mandi Bayu sibuk memilih pakaian apa yang akan ia kenakan.


"Padahal bukan kencan, kenapa ribet gini milih pakaiannya." Ucap Bayu bertelanjang dada yang terus membolak balik tumpukan Baju di lemarinya.

__ADS_1


"Udahalah, ini aja." Kata Bayu.


Kemudian segera memakai pakaiannya dan sepatunya.


"Tut tut." Suara pesan masuk.


Bayu membuka pesan itu.


"Alamatmu dimana Yu.? " Bunyi pesan dari Nanang.


"Di Kampung Dahlia gang Pendidikan 2. tar aku tunggu di depan gang." Bayu membalas pesan itu.


"Oke, aku OTW sekarang." Jawab Nanag.


"Sip." Jawab Bayu singkat.


Bayu keluar kamar dengan mengantongi HPnya.


Kemudian Bayu keluar dari pintu samping rumah.


"Acaranya sekarang Yu.?" Tanya Pak Arip yang sedang memperbaiki gerobak di tanah kosong samping rumah.


"Iya Pak De." Jawab Bayu sambil mencium punggung tangan Pak De Arip.


"Yu. Ngomong ngomong kapan kamu mau ngenalin pacarmu ke orang tuamu.?" Tanya Pak De Arip spontan sambil memompa ban dengan pompa manual.


"Nanti Pak De, cari waktu yang pas." Jawab Bayu.


"Ya semoga secepatnya. Kayaknya Ibumu itu sudah pengen cepet cepet punya mantu." Ujar Pak De Arip.


"Hehe, Iya Pak De, Amin. Yaudah Bayu duluan. Assalamualaikum." Kata Bayu.


Kemudain Bayu berjalan menyusuri gang.


"Mau kemana Yu.? Pacaran Ya.? Tumben jalan kaki." Tanya Novi yang berada di warungnya sedang melayani pembeli.


"Ya gitu wes Nov, maklum anak muda." Jawab Bayu.


"Hahaha, gayamu. Yawes sukses ya." Ucap Novi.


"Makasi Bumil." Jawab Bayu singkat kemudian kembali berjalan menyusi jalanan sempit itu menuju depan gang.


...Bayu sampai di depan gang....


"Nanang belom dateng." Kata Bayu dalam hati kemudian duduk di dudukan beton samping gang.


"Tining ning ning......" Suara HP bayu pertanda panggilan masuk.


"Putri." Ucap Bayu.


Bayu mengangkat telepon itu.


"Ya Put, ada apa.?" Tanya Bayu.


"Kamu sudah dimana.? " Tanya Putri di balik telepon.


"Ini nunggu Nanang di depan gang. Mungkin bentar lagi dia sampai." Jawab Bayu.


"Owh.. iya udah, ati ati cintaku." Ucap Putri.

__ADS_1


"Iya Cintaku." Jawab Bayu.


"Dahh........" Kata Putri.


"Dah...." Jawab Bayu kemudian mematikan panggialan telepon itu.


Dari kejauhan Bayu seperti melihat mobil pickup Nanang.


Mobil Pickup itu kemudian berhenti di hadapan Bayu.


"Yu." Ucap Nanang dari depan kemudi.


"Owh, iya Nang." Ucap Bayu kemudian membuka pintu penumpang dan masuk.


"Buakkk." Suara Pintu Pickup yang ditutup Bayu dari dalam.


"Emang kenceng gini ya suaranya Nang." Tanya Bayu.


"Iya Yu, maklum mobil lawas." Jawab Nanang.


"Berangkat ni ya, ambil etalase. Kamu yang ngarahin jalannya." Kata Nanang sambil menginjak gas pelan.


"Iya, lurus aja dulu masuk jalan besar." Jawab Bayu.


Kemudain kedua pemuda yang tampil maksimal itu melaju dengan mobil Pickup tua.


...Di perjalanan....


"Kamu udah berapa lama sama Astri." Tanya Bayu.


"Mmm. Lumayan Yu udah setahun lebih kayaknya." Jawab Nanang.


"Kalau kamu sama Putri.?" Imbuh Nanang bertanya.


"Ya aku baru nang, belum ada 3 bualnan kyaknya." Jawab Bayu.


"Kamu kerja di mana Nang.?" Tanya Bayu lagi.


"Aku jadi supir truk es kristal. Kalau kamu.?" Jawab Nanang.


"Owww.. aku bantu dagang Mie jawa Pak Deku di Kodam." Bayu Menjawab.


Demikian seterusnya percakapan antara kedua laki laki lajang yang terkesan membosankan dan monoton.


...Tak berapa lama....


Bayu sampai di tempat teman PKLnya mengambil etalase alumunium dan mengangkat dan meletakanya di bagian belakang bak terbuka mobil Pickup Nanang.


Kemudian Bayu masuk lagi ke dalam mobil.


"Buakkk." Suara pintu mobil Pickup Nanang tertutup.


"Dah, sekarang OTW ke tempat cewek cewek." Kata Bayu.


"Oke gas....." Jawab Nanang.


Sepertinga kedua pemuda itu sedang dalam semangat membara dengan penampilan maksimalnya.


__ADS_1


__ADS_2