BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Teman Kencan


__ADS_3

Bahkan saat matahari masih enggan menujukan sinarnya, Bayu sudah siap menghadapi teka teki dunia.


Seperti biasa saat pagi hari Bayu membantu keluarga Pak De Arip mempersiapkan dagangan untuk nanti malam.


Saat siang Bayu berisirahat.


Saat malam datang, kembali Bayu menjadi pedagang PKL di pasar rakyat.


Begitu seterusnya. Memang seperti kegiatan yang monoton tapi entah mengapa Bayu menikmatinya.


Hari terus berlalu, tak terasa musim hampir berganti.


Awan mendung lebih sering menantang matahari, tapi hujan masih engan jatuh membasahi bumi.


Sudah beberapa minggu Bayu membantu Pak Arip di Kota Surabaya. Penghasilan Bayu juga cukup lumayan walau hanya dari membantu jualan lapak PKL Pak Arip.


Bayu bukan tipe pemuda yang boros. Bahkan dulu dia bisa membiayai perawatan rumah sakit untuk adiknya saat Raka terkena demam bedarah. itupun uang dari bertani yang panen sekitar 4 bulan sekali.


Suatu hari.


Pak Arip memutuskan libur jualan untuk 2 hari. Waktu libur itu digunakan Bayu untuk berjalan jalan, tentunya dengan ajakan Adit, bahkan Adit juga mengajak Novi.


Tujuan mereka kali ini akan ke Mall yang dijanjikan Adit dulu. Untuk sekear jalan jalan dan nonton bioskop.


Bayu berkendara dengan menggunakan motor Adit, sedangkan Adit dan Novi bergoncengan dengan menggunakan motor Novi.


Semua itu tidak masalah bagi Bayu, mungkin akan ada waktunya Bayu berkendara dengan mengonceng wanita pujaanya nanti.


Beberapa minggu di Surabaya, Bayu mulai hafal jalan perkotaan. Tapi hanya di daerah sekitar saja tidak sampai ke tengah kota Surabaya.


Sepertinya Bayu cukup senang, walau hanya membuntuti Adit an Novi.


Bayu megikuti hingga ke basement Mall.


"Kok tadi kita turun Dit.?" Tanya Bayu pada Adit.


"Iya Yu, ini di bawah tanah parkirnya. Makanya tadi jalannta turun." Kata Adit.


Bayu hanya mengangguk sambil melihat sekitar dengan muka heran.


"Wee Bayu jangan keheranan gitu." Kata Novi.


"Hehehee, maklum Nov, aku kan anak desa ngak pernah masuk bangunan besar kayak ini." Jawab Bayu sambil menahan malu.


Mereka pun masuk Mall. Suasana begitu ramau dengan lantai yang bersih dan kinclong serta beragai barang yang diperdagangkan ratusan stand.


Kali ini Bayu benar benar tidak dapat menyembunyikan keherananya. Pemuda desa itu melihat kekanan Kekiri keatas seakan takjub.

__ADS_1


"Anu Dit, aku kelihatan kampungan ya.?" Tanya Bayu pada Adit.


"Ngak Yu. udah lanjutin lihat lihatnya atau kamu mau beli baju, celana aku anterin. Aku tau stand bagus dan lumayan murah buat cari pakaian cowok." Kata Novi menyahuti Bayu.


Novi hanya tidak ingin merusak kesenangan Bayu.


Tiba saat akan naik eskalator.


Bayu sangat tegang saat menaikinya.


Adit melihat Bayu sangat wajar bersikap begitu. Bagaimana tidak pemuda yang dari lahir, sekolah, lulus sekolah hingga lewat remaja hidup di Desa tanpa berani keluar dari zona nyamannya.


"Makan Dulu yuk Dit.?" Ajak Novi.


"Yaudah tapi pesen tiket dulu aja buat nonton." Kata Adit pada pacarnya.


Dilantai paling atas, stand makanan dan bioskop berada di satu lantai yang sama


Bayu hanya bisa mengikuti Adit dan Novi dari belakang. Terkadang Bayu juga melihat Adit dan Novi bergandengan tangan.


Jujur ada rasa iri dalam hati Bayu. Tapi Bayu sadar, terahir dia menyimpan rasa iri berakibat bencana pada sahabatnya Darman.


Bayu hanya bisa tersenyum dan berharap suatu saat dia juga bisa seperti Adit dan Novi. Jalan jalan di Mall, bergandengan tangan, nonton bioskop, makan bersama dan bersenda gurau bersama pasangannya.


Sekilas Bayu membayangkan bahwa ia dan Laras di posisi Adit dan Novi, tapi tak berapa lama ia sadar, bahwa itu jelas tidak akan mungkin terjadi.


Bahkan untuk bermimpi seperti itupun Bayu tak akan berani. Karena pemuda itu sadar, hanya kecewa yang akan dia dapat.


"Aku tunggu di luar ya Dit.?" Kata Bayu.


"jangan..., liat Novi cara beli tiket bioskop, siapa tau kamu nanti kalau punya cewek pengen ngajak nonton biar tau cara belinya." Kata Adit.


Bayu memperhatikan Novi. Cara cara memesan tiket dari film apa yang akan mereka tonton, Jam berapa dan memilih kursi.


Selesa mereka memesan tiket kemudain mereka pergi ke stand makanan.


"Mau makan apa kamu Yu.?" Tanya Adit.


"Apa aja Dit, asal jangan mahal mahal." Kata Bayu.


"Lah, kan aku yang bayarin. Gak usah khawatir kamu mau makan apa aja aku bayarin." Kata Adit pada Bayu.


"Ahh. Ngak usah Yu. Ini aku titip aja uangnya. Makan apa yang kamu pesan aja." Kata Bayu sambil mengeluarkan dompetnya.


Sejujurnya Bayu bingung, karena begitu banyaknya stand dan berbagai jenis makanan.


"Wtttssss. Udah jangan, aku bayarin kamu makan dan nonton hari ini. Mending uangmu nanti pakai beli baju dan celana atau sepatu. Biar dianter Novi nanti milih milih." Kata Adit.

__ADS_1


Bayu memikirkan kata kata Adit. Ya tidak ada salahnya beli barang barang untuk diri sendiri sekali kali.


"Iya wes, makasi Dit." Kata Bayu.


"Nah gitu donk." Kata Adit.


Setelah mereka berjalan jalan ahirnya mereka memesan mie ayam dan bakso saja serta beberapa minuman di salah satu stand.


Mereka kemudain duduk tak jauh dari stand itu.


"Kalian ngobrolin apa dari tadi, kok serius sekali.?" Tanya Novi.


"Ada deh. Mau tau aja." Kata Adit.


"Paling ngobrolin tentang cewek.?" Ucap Novi sambil membuka minumannya.


"Ya iyalah ayang, kita ngomongin cewek ya kali kita ngomongin cowok, kan ngeri jadinya.!" Canda Adit.


"Oiya Yu, kamu dulu nanya tentang mmmmmm Laras ya...., Iya Laras. Siapa tau temenya Adit tau?." Kata Novi.


"Laras,???. Siapa Laras, kok bawa bawa aku.?" Tanya Adit heran.


"Ngak, tanyain sama temenmu yang kuliah di UNESA sini. Ada ngak yang namanya Laras.?" Ucap Novi pada kekasihnya itu.


"Ehh ngak perlu Dit, orang dia sudah punya pacar?" Kata Bayu.


"Itu siapamu.? Mantan ya. Ya gampag nanti aku tanyain Edo temenku yang kuliah di UNESA." Kata Adit.


"Yakin ngak perlu Yu.? Menurutku kamu masih punya urusan sam dia." Kata Novi.


"Sebaiknya pertanyaan yang ingin kamu tanyakan segera sampaikan ke dia. Terus jelasnya bagaimana tentang kamu sama dia, biar ngak ada rasa rasa yang tertinggal sehingga bikin kamu susah move on.?" Imbuh Novi.


"Kok kamu dengan gampangnya ngasi saran ke orang lain, sedangakn masalah kita aja kadang bikin kita beranten beberapa hari.?!" Kata Adit.


"Ya iyalah ayang. Dimana mana teori itu lebih gampang dari pada prakteknya." Kata Novi dengan santainya.


"Kata kata Novi ada benarnya. Mungkin itu yang buat aku susah melupakan Laras, karena ada beberapa hal yang masih belum terungkap. Termasuk perasaan Laras yang sebenarnya sama aku." Kata Bayu dalam hati.


Tak berapa lama 2 mie ayam dan 1 bakso diantar pramusaji pada mereka.


"Ayo Yu makan dulu jangan ngelamun terus." Kata Adit.


Adit dan Bayu memesan mie ayam, sedangakn Novi memesan Bakso.


Mall terlihat ramai. pengunjung berdatangan, banyak wanita wanit cantik juga di sana, tapi tak ada satupun yang bisa mengesankan Bayu.


"Oiya jam berapa nontonnya Nov.?" Tanya Adit.

__ADS_1


"Masih lama, setengah jam an lagi." Kata Novi sambil menyendok baksonya.



__ADS_2