BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Mengunjungi Mas Wahyu


__ADS_3

Dengan celana training hitam dan kaos abu abunya, Bayu menuju Taman Kota dengan bertelanjang kaki.


Jarak dari rumah Pak De Arip dengan Taman Kota tidak ada 1 Km.


Di perjalanan aspal masih terlihat basah, Bahkan ada genangan air di beberapa tempat.


Tak berapa lama, Bayu sampai di taman kota.


Bayu mulai berlari lari kecil mengelilingi taman itu.


Kondisi taman tidak terlalu ramai, karena hari ini bukan ahir pekan.


Orang orang di taman selain joging juga ada yang senam, yoga, bahkan hanya untuk menemani anak mereka bermain di palyground.


Setelah beberapa putaran Bayu memutuskan untuk istirahat dan duduk di kursi taman menghadap jalan raya.


Ditemai cahaya matahari yang mulai terang, pemuda tanpa alas kaki itu memperhatikan sekitar.


"Sepertinya aku mulai terbiasa hidup Di Kota." Kata Bayu dalam hati.


Bayu menarik nafas panjang dan menghembuskannya, berusaha meresapi udara pagi perkotaan yang mulai tercemar polusi.


Karena tepat di samping taman adalah jalan utama kota.


Bayu memperhatikan orang orang yang lalu lalang di jalan.


"Sepertinya memang tidak mungkin menemukan Laras di Kota sebesar ini." Kata Bayu dalam hati sambil beranjak dari duduknya.


"Apa aku harus mencari pelampiasan perasaanku ini,? sepeti yang Adit dan Novi lakukan saat awal mereka pacaran." Ucap dalam hati Bayu sambil berlari kecil lagi mengelilingi taman.


"Ngak, aku bukan Laki Laki sekejam itu. Lagian aku tidak pandai berpura pura." Imbuh Bayu dalam hati.


Kemudian Bayu kembali berlari kencang mengelilingi taman 1 putaran.


Setelahnya.


"Hahh hahhh hahhh hahhh." Bayu kemudian berhenti, nafasnya ngosngosan dengan kedua tangan yang bertumpu pada lumput.


"Pulang wes. capek, sudah mulai panas juga" Bayu berkata.


Bayu kembali pulang dengan berjalan kaki.


Setelah Bayu berjalan cukup lama.


"Abis dari mana Bayu.?" Tanya Mbak Sum penjual nasi saat Bayu akan memasuki gang.


"Joging di taman Mbak. Mari saya Duluan...." Jawab Bayu sambil jalan.


"Iya Yu." Sahut Mbak Sum.


Saat Bayu akan melewati rumah Novi. Dia melihat gadis dengan rambut panjang dan lurus itu sedang menyapu halaman rumah seperti biasa.


"Tumben kamu nyeker, dari mana kamu Yu.?" Sapa Novi.


"Dari Taman Kota." Jawab Bayu.


"Oiya nanti agak siang kamu ada acara ngak.?" Tanya Novi sambil berhenti menyapu.


"Ngak ada Nov, lagian mana pernah aku ada acara, kecuali bantu Pak Arip dagang." Jawab Bayu.


"Ooooo, ya siapa tau." Ucap Novi sambil mengambil serok sampah.


"Emang ada apa.?" Tanya Bayu penasaran.

__ADS_1


"Aku sama Adit mau keluar, kamu ikut ya.?" Kata Novi sambil menatap Bayu seakan memohon.


"Jalan jalan lagi.?" Kata Bayu.


"Ya ada lah, ikut ya.?" Tanya Novi lagi.


"Iya wes. Yasudah aku balik dulu, gerah..." Kata Bayu sambil akan berlalu.


"Okesip. Jangan lupa nanti agak siangan." Kata Novi sambil melanjutkan menyapu halaman rumahnya.


Bayu hanya memberi tanda jempol sebagai isyarat.


Kemudian.


Pemuda yang bermandi keringat itu segera mandi setelah sampai rumah.


"Masak apa Bu De." Kata Bayu setelah keluar dari kamar mandi.


"Soto Yu. Tunggu ya abis ini matang." Kata Bu De sambil membumbui soto buatannya.


"Iya Bu De." Kata Bayu sambil menuju kamarnya.


Bayu mengumpulkan pakaian kotornya yang akan dia cuci.


Kemudian Bayu membawa pakaian kotornya ke tempat biasa Pak De mencuci dan membersihkan bulu ayam.


Bayu merendam pakaian kotornya dengan deterjen.


"Bayu....., sarapan dulu Yu." Ucap Bu De dari dalam rumah.


"Iya Bu De." Kemudian Bayu segera masuk rumah dan menghampiri Bu De Nur.


Segera Bayu sarapan. selesai sarapan Bayu mencuci pakaiannya.


Kemudian.


"Semoga ngak ada mendung, biar sore jemuranku bisa diangkat." Kata Bayu dalam hati.


"Ayo Yu." Terdengar Suara Adit dari jalan gang.


Bayu melihat Adit dan menghampirinya.


"Emangnya mau kemana Dit.?" Tanya Bayu.


"Udah ikut aja, tadi Novi katanya udah bilang sama kamu." Kata Adit.


Terlihat Adit hanya mengenakan sandal, mungkin kali ini tidak jalan jalan ke Mall lagi.


"Yaudah tunggu, aku siap siap dulu." Kata Bayu kemudian masuk rumah dan menuju kamarnya.


Setelah Bayu selesai siap siap dan keluar kamar.


"Bu De, Bayu keluar dulu sama Adit." kata Bayu pamit.


"Iya Yu, ati ati di jalan." jawab Bu De yang sedang menonton TV.


"Ngih Bu De, Assalamualaikum." kata Bayu salam.


"Waalaikumsalam." Bu De Nur menjawab.


Bayu keluar rumah Pak De, dan menuju rumah Novi.


Bayu sedikit tercengang saat merlihat Novi di depan rumahnya.

__ADS_1


"Novi.?" kata Bayu.


"Iya Yu, kenapa." Jawab Novi singkat.


Bayu melihat novi mengenakan hijab. Benar benar lain dari Novi yang biasanya.


"Eh. Ngak kenapa napa." Jawab Bayu.


"Yaudah yok, jalan sekarang aja keburu panas." Kata Adit.


Seperti biasa, Adit mengonceng Novi. Sedangkan Bayu sendiri dengan mengendarai motor Adit.


Mereka melaju di tengah padatnya perkotaan. Beruntung saat ini bukan jam pulang kerja tetapi jalanan tetap ramai kendaraan.


Adit tiba tiba berhenti di pinggir jalan. Sedangkan Novi membeli kembang tabur dan air mawar.


Bayu seperti sudah menduga mereka akan ke makam.


Kemudian mereka melanjutkan perjalanan lagi.


Tak berapa lama mereka sampai di pemakaman umum.


Setelah memarkirkan kendaraan, kemudian mereka masuk area pemakaman.


Mereka lewat di samping samping makam dengan hati hati, Dan Bayu masih penasaran makam siapa yang akan mereka tuju.


Sampailah mereka di salah satu makam.


"Wahyu Arya Putra bin M. Muji. Lahir Surabaya 10 Februari 1991. Wafat Surabaya 28 Mei 2011." Bayu membaca dalam hati tulisan di batu nisan itu.


Kemudian Adit dan Novi jongkok mengelilingi makam itu. Bayu mengikutinya di samping Adit.


"Mas, aku datang sama Adit dan Bayu." Kata Novi.


Sedangakn Adit mencabuti rumput rumput liar di makam itu.


"Aku sama Adit akan segera lamaran Mas, bila Mas bisa denger kabar ini pasti bahagia di alam sana." Kata Novi.


Adit selesai mencabuti rumput liar.


"Iya Yu, aku akan jaga Adik bawelmu ini baik baik sampai ajal menjemput. Semoga kamu bahagia dan tenang disana setelah mendengar kabar ini." Kata Adit sambil memegang batu nisan Wahyu.


Kemudian Adit menyiram air mawar pada makam itu, sedangakn Novi menabur bunga.


Adit dan Novi kemudian berdoa diikiuti oleh Adit.


Tak berapa lama setelah mereka berdoa.


"Mas aku ngajak Bayu, dia ponakan Pak Arip. Bila dilihat sekilas Bayu mirip dengan Mas, Bayu orangnay Baik juga sepeti Mas Wahyu. Pas aku Dan Adit jalan bareng Bayu, kami seakan jalan dengan Mas seperti biasanya." Kata Novi panjang lebar.


Bayu hanya terdiam.


Air mata Novi menetes mengingat Kakaknya semasa hidup. Mereka juga sering jalan bareng sekedar ngongkrong ataupun nonton.


Adit yang melihat Novi menangis kemudian menggenggam tangan Novi yang berada di atas batu nisan.


Adit mengangguk pada Novi sebagai isyarat mengajak Novi pulang.


"Yaudah Mas aku pulang dulu. Semoga mas bisa tenang di alam sana melihat keinginan Mas terwujut." Kata Novi kemudian berdiri.


"Aku pulang dulu Yu. Tenang di alam sana." Kata Adit kemudian berdiri.


Bayu juga iku berdiri.

__ADS_1


Kemudian mereka meninggalakan makam Wahyu dengan Novi yang masih sesengukan dan menggandeng Adit.



__ADS_2