BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Yang Lebih Terluka


__ADS_3

Pagipun datang, Bayu terbangun dari tidurnya.


Biasanya Ibu selalu membangunkan Bayu, tapi semenjak tadi tak terdengar suara ketukan di pintu kamar Bayu.


Bayu membuka mata sambil melihat langit langit kamar.


"Mungkin aku bisa gila" dalam hati bayu.


"Laras. ternyata rindu bisa menyiksa seperti ini, aku selalu berkata aku akan baik baik saja pada awalnya, tapi ternyata tidak semudah aku mengucapkannya." imbuh Bayu dalam hati.


tak berapa lama Bayu bangkit dari tidurnya, keluar kamar dan segera pergi mandi.


Di dapur sudah ada Ibu dan Raka, sedangkan Bapak di belakang rumah sedang memperbaiki kandang ayam.


Bayu menuju dapur dan bersiap untuk sarapan.


"Bagaimana sekolahmu dek.?" Bayu bertanya sambil sarapan di samping Raka.


"Ya begitulah Mas" jawab Raka sambil memakan nasi goreng buatan ibunya.


Raka sekarang sudah kelas 1 SMP. Dan sebentar lagi ujian kenaikan kelas.


"Belajar yang pinter, sebentar lagi kamu ujian kan.?" Bayu berkata menasehati Raka.


"Iya Mas, beres" Raka menjawab lagi.


"Tu dengerin le kata kata Masmu." Ibu mendukung nasehat Bayu sambil membereskan peralatan dapur.


Semenjak Raka SMP dan semenjak Bayu jauh dari Laras, kakak dan adik ini terlihat jarang bertengkar.


Setelah mereka sarapan Raka berangkat ke sekolah, Raka membawa sepeda sendiri, karena jarak dari rumah ke Sekolah Raka memang agak jauh.


Sedangkan Bayu menuju belakang rumah, melihat Bapak sedang memperbaiki kandang ayam.


"Tuk tuk tuk" suara paku diketuk palu.


"Diapain Pak.?" Bayu bertanya pada Bapaknya


"Di ganti kayunya, banyak yang lapuk Yu." Bapak menjawab.


Bayu ikut memegangi kayu yang akan dipasang.


"Sebentar lagi musim tanam padi, kita bakal sibuk di sawah." Bapak berbicara pada Putranya itu.


"Iya Pak, gak kerasa sudah mau musim tanam padi lagi" Bayu menjawab.


Bayu dan Bapak memang jarang berbicara, selain karena bapak sering keluar rumah, bapak Bayu juga orang yang serius dan jarang bercanda.


Bayu dan Bapak memanfaatkan waktu luang untuk mengurus kandang hewan, seperti memperbaiki kandang ayam, memperbaiki kandang kambing, dan Membersihkannya.


Keluarga bayu memiliki banyak ayam dan 3 kambing. Biasanya ayam dikonsumsi atau dijual, sedangkan kambing akan dijual saat Hari Raya Besar tiba.

__ADS_1


Setelah Bayu selesai membantu Bapak dia segera mandi. Karena matahari sudah mulai meninggi, dan Bayu ada janji dengan darman.


Bayu selesai ganti baju, dan pemuda itu menunggu darman di halaman rumah.


"Mau kemana Le, tumben jam segini udah rapi.?" Ibu bertanya sambil melihat kerupuk yang dijemur di pekarangan depan rumah.


"Mau jalan jalan sama Darman Buk." Bayu menjawab.


Tak berapa lama Darman tiba dengan sepeda motornya. Darman turun dari motor dan melepas helem, Darman melihat Ibu bayu di pekarangan rumah sedang menjemur kerupuk.


Melihat Darman datang, Bayu masuk ke rumah untuk mengambil helemnya.


"Assalamualaikum Buk." Darman salam kepada Ibu bayu sambil mencium tangannya.


"Waalaikumsalam Darman. Bagaimana kabar Ibuk dan adek adek kamu, sehat.?" Ibu bertanya.


"Iya Buk sehat sehat semua." Darman menjawab.


"Alhamdulillah. Masuk dulu dar Ibuk panggilkan bayu," Ibu mempersilahkan darman masuk.


"Iya Buk trimakasi." Darman menjawab sambil akan masuk ke rumah.


Saat Darman akan masuk rumah, ternyata Bayu sudah membawa helem dari dalam rumah.


"Ayo Dar, brangkat sekarang." kata Bayu sambil memakai sandalnya.


"Kalau gitu saya ngajak Bayu jalan jalan dulu Buk" Darman berkata pada Ibu bayu


Setelah Bayu dan Darman mencium tangan Ibu bayu dan mengenakan helem mereka pun berangkat


Dijalan setelah keluar Gapura Desa.


"Mau kemana kita Dar.?" Bayu bertanya


"Ke alun alun aja sambil cari pentol bakar" Darman menjawab.


Jalan jalan yang sederhana. Tapi bagi mereka sudah cukup untuk menghilangkan penat. Apa lagi Bayu, yang sedang dirundung kesedihan.


Sebenarnya Darman sangat sering pergi ke kota sekedar untuk mencari jerigen bensin atau keperluan bertani. walau daerah mereka hanya kota kabupaten tapi suasana ramai sangat mereka rasakan dibanding Di Desa.


Tapi bagi Bayu keramaian kota sangat jarang ia rasakan. karena tak setiap bulan Bayu pergi ke kota, apalagi dengan Bayu yang sedang menunggu kedatangan Laras.


Sesampainya mereka di alun alun kota. Darman memesan pentol bakar kepada abang abang Penjual pentol. Sambil duduk di pinggir trotoar mereka mengamati suasana kota.


"Liat Yu. Cewek kota cantik cantik." canda Darman.


"Tapi mereka mana mau sama kita." Bayu menjawab.


"Ya masak dari sekian banyaknya cewek di sini ngak ada yang mau sama kita." Darman berkata.


Sekarang jelas. Tujuan Darman mengajak Bayu jalan jalan tidak lain tidak bukan hanya untuk cuci mata. Dan juga untuk menyadarkan Bayu bahwa wanita bukan hanya Laras.

__ADS_1


"Ya mana mau dar, orang kita kan anak desa." Bayu menegaskan.


Kemudian. Jajanan pentol bakar mereka pun jadi, saat Bayu akan membayar.


"Udah ini aja Yu, sekalian." Darman menjawab sambil menyodorkan uang ke abang abang penjual.


"Yawes. Kapan kapan ganti aku yang bayarin kamu" Bayu berkata.


"Oke bos" jawab Darman singkat.


Nongkrong sederhana itupun sejenak menghilangkan kesedihan Bayu.


Bayu sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan gadis gadis kota, tapi Bayu lebih tertarik dengan suasana keramaian kota.


mereka sangat menikmati suasana saat ini, suara bising kendaraan, keramaian kota dan ada juga anak anak yang bermain bola di dalam alun alun.


"sebenarnya aku udah selesai sama Sulis Yu" Darman tiba tiba berkata.


"hah, yang bener kamu Dar.?" Bayu terkaget dengan pernyataan Darman yang tiba tiba.


"serius suwer. ya ternyata bener Sulis akan di jodohkan, ya jadi aku mundur teratur aja Yu. daripada sakit belakangan" kata Darman yang sedang mencurahkan isi hatinya.


"tapi kamu kok ngak kelihatan sedih Dar ?" Bayu bertanya.


"sebenernya sedih, aku penge curhat sama kamu kemaren, tapi aku ngelihat kamu lebih sedih daripada aku ya aku ngak jadi ngomong" Darmam berkata sambil memakan pentol bakarnya.


"terus kamu gimana sekarang Dar.?"Bayu bertanya lagi.


"ya gak gimana gimana Yu. rencanaku nanti pengen nglamar Fitri aja" Darman mengatakan hal yang mencengangkan lagi


uhukkk


terlihat bayu terdedak


Darman langsung membeli air mineral ke warung kecil sebrang jalan dan segera kembali.


"yang pelan pelan kalau makan Yu." ucap Darman sambil menyodorlan air mineral.


Bayu menerima air mineral itu, segera di bukanya dan meminumnya.


"edan kamu Dar. bener bener nekat" jawab Bayu sambil menarik nafas panjang.


"hahahahaha.. nekat gimana Yu,?. kalau lamaranku diterima ya syukur kalau ngak ya coba lagi" jawab Darman santai.


"coba lagi emang undian berhadiah.?" jawab Bayu.


"lagian kamu kan yang nyuruh aku sama Fitri, tapi setelah tak pikir pikir kayaknya masuk akal juga kata katamu dulu Yu. kemungkinan besar Ibu fitri bakal nerima aku." Darman semakin bersemangat


"bener bener nekat kamu Dar, padahal dulu aku asal bicara" Bayu berkata


"ya seperti kata pak ustad, perkataan adalah doa." Darman berkata kemudian meminum air mineral.

__ADS_1



__ADS_2