BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Nasib Sial


__ADS_3

Bayu dan Putri menaiki Motor, kemudian mereka melaju.


Baru beberapa saat motor Bayu jalan. Putri menepuk pundak Bayu.


"Iya, kenapa.?" Tanya Bayu kemudian berhenti.


"Maaf Kak. arahnya kebalik." Kata Putri.


"Oiya, kok aku main jalan aja ngak tanya arahnya kemana." Kata Bayu dalam hati.


"Oiya maaf." Kata Bayu pada Putri.


Percakapan lawak antara mereka, ntah Bayu yang canggung mengonceng seorang Wanita atau Putri yang mulai nyaman barada di dekat Bayu.


Kemudian Bayu memutar motornya. Mereka berdua melaju diterangi cahaya purnama.


Bayu mengikuti arahan Putri, tak berapa lama mereka sampai di depan kontrakan Putri.


Putri turun dari motor dengan keadaan yang masih sedikit syok karena kejadian tadi.


Bayu ikut turun dari motor membukakan gerbang untuk Putri.


Terlihat ada 2 wanita menghampiri mereka dari depan kontrakan menuju pintu gerbang.


"Kamu apain Putri, ha.??!!! Awas kamu macem macem.!!!!" Kata salah satu Wanita berperawakan tomboy dengan rambut pendek sambil tiba tiba mencengkram kerah baju Bayu.


"Put kamu ngak papa,? kenapa tadi telfonmu mati sambil panik. Aku sama Ita sampai khawatir." Kata Wanita satunya yang berperawakan cubby.


"Ita jangan Ta, bukan dia." Kata Putri sambil menarik tangan Ita.


"Aku sama Astri sampai gelisah mikirin kamu kenapa Put. Kalau emang Cowok ini yang macem macem sama kamu bilang aja, biar aku ajar disini.!!!!!" Kata Ita dengan emosi.


"Bukan dia Ta, tapi Juna." Ucap Putri.


Ita kemudian melepaskan cengkraman kerah kaos Bayu, sedangkan Bayu masih bingung apa yang sedang terjadi.


"Juna,?? Aku sudah duga pasti ada hubungannya sama dia." Kata Astri.


"Maaf saya permisi dulu, saya juma nganter mbaknya aja tadi ngak sengaja ketemu di jalan, Mari." Kata Bayu yang ingin segera pergi dari sana.


"Tunggu tunggu, kamu tinggal di mana.? Aku butuh jaminan kalau memang bukan kamu yang macem macem sama Putri.?" Kata Ita dengan tatapan tajam.


"Aku tinggal di Kampung dahlia gang pendidikan 2. Cari saja Bayu ponakan Pak Arip." Jawab Bayu yang sudah mulai kesal karena terus dituduh.


"Maaf atas ulah temen temen aku, makasi juga, andai ngak ada kamu tadi aku ngak tau lagi gimana keadaanku sekarang." Kata Putri, Wanita imut dengan rambut panjang bergelombang serta gigi kelincinya yang semakin membuat dia terlihat manis.


"Iya ngak usah di pikirin, yang penting kamu sudah sampai rumah. Yasudah aku balik duluan. Mari...." Kata Bayu kemudian menaiki motornya dan segera melaju.


Di perjalanan pulang.


"Putri, manis sih juma.... ah gak usah berfikir yang tidak tidak." Kata Bayu dalam hati.

__ADS_1


Bayu hampir sampai di rumah Pak Arip.


"Oiya jaketku, Aduh kok aku lupa minta tadi. Mmmm sudahlah kalau ngak balik anggap aja buka rejekiku." Kata Bayu dalam hatinya lagi dengan wajah murung.


Bayu sampai rumah dan segera memasukan sepeda motor yang barusan dia pakai serta mengunci pintu.


Pemuda yang terlihat lelah itu segera mandi dan ganti baju kemudian rebahan di kamarnya. Terlihat jam dinding sudah menunjukan pukul 2 Pagi.


"Sudahlah, semoga hari esok tidak ada suatu hal yang merepotkan lagi." Ucap Bayu kemudian memejamkan mata dan memasuki dunia mimpinya.


...kemudian....


"Kringggggggg" Suara alarm HP Bayu berbunyi, menandakan pukul setengah 5 pagi.


Bayu terbangun dengan muka lusuh dan duduk di kasurnya.


"Aduh gusti, badanku pegel pegel semua. Apa gara gara lama ngak latihan silat terus langsung duel sama orang semalem." Kata Bayu sambil meijit mijit tengkuk lehernya.


"Tak pikir pikir emang bener bener sial aku malam kemarin." Ucap bayu dalam hati sambil keluar kamarnya.


Bayu segera cuci muka, dan mengantar Bu De Nur ke pasar seperti biasnya.


Setelah Bayu pulang dari pasar dia membantu Pak De arip lagi. Bayu mulai terbiasa dengan rutinitasnya.


Saat matahari sudah mulai meninggi.


"Ting ning ning ning, ting ning ning ning, ting ning ning ning ning." Suara panggilan telepon dari HP Bayu.


Bayu segera menghampiri HPnya di kamar.


Kemudian Bayu mengangkat teleponnya.


"Halo Dar, tumben pagi pagi nelfon." Kata Bayu.


"Maaf yu, aku juma ngabarin, Ibukmu lagi sakit, 2 harian ngak bisa jalan juma di kamar aja. Maaf Yu aku ngasi kabar baru sekarang. Aku taunya juga dari Riski yang dibilangin sama Raka." Kata Darman dibalik telepon.


"Iya Dar makasi udah kabarin, yawes aku izin Pak Deku dulu boleh ngak aku pulang kampung sebentar. kalau boleh, kamu nanti aku kabarin terus jemput aku di terminal kalau kamu ngak repot." Kata Bayu pada Darman.


"Tenang aja Yu, aku ngak repot. Yawes aku tunggu kabar dari kamu nanti." Kata Darman.


"Yawes, makasi Dar." Kata Bayu sambil menutup sambungan HPnya.


Bayu kemudian segera menemui Pak De Arip di belakang rumah.


"Pak De, anu. Ibuk lagi sakit kalau boleh saya mau pulang kampung beberapa hari." Kata Bayu pada Pak Arip yang sedang mengasah pisau.


"Iya Yu gak papa. Mungkin Ibukmu memang lagi kangen sama kamu." Kata Pak De.


"Kapan kamu akan berangkat.?" Imbuh Pak De Arip sambil akan berdiri.


"Abis ini Pak De, mau mandi dulu abis itu minta tolong Adit buat anter ke terminal." Kata Bayu.

__ADS_1


"Ooo yawes iya, mumpung masih belum siang." Kata pak Arip kemudian masuk ke dalam rumah.


Sedangkan Bayu segera mandi dan bersiap untuk pulang kampung menjenguk Ibunya.


...Kemudian....


Pak De Arip keluar dari kamar saat Bayu sudah siap akan ke tempat Adit.


"Bayu, ini sekedarnya buat beli obat Ibukmu." Kata Pak De Arip sambil memberikan amplopan ke Bayu.


"Ngak usah Pak De, Bayu sudah ada kok." Ucap Bayu menolak pemberian Pak Arip.


"Udah Bawa aja, salam buat Ibukmu, Slamet sama adekmu ya." Kata Pak Arip sambil menyelipkan amplopan ke tas ransel Bayu.


"Makasi Pak De, kalau Ibu sudah sehat saya balik lagi nanti." Kata Bayu kemudian mencium tangan Pak De Arip.


Bayu juga menghampiri Bu De Nur dan mencium tangannya juga.


"Ati ati ya Yu, salam buat keluarga di rumah." Kata Bu De nur.


"Ngih Bu De, Assalamualaikum." Kata Bayu.


"Waalaikumsalam" Pak De dan Bu De menyahutinya.


Kemudian Bayu segera ke tempat Adit. Setelah sampai di warung Novi.


"Nov, Adit sudah Bangun.?" Tanya Bayu.


"Udah Yu, lagi mandi sekarang. Kamu kok bawa ransel segala.?? Mau kemana.?" Tanya Novi heran.


"Aku mau pulang kampung Nov. Ibuku sakit." Jawab Bayu sambil duduk di depan warung Novi.


"Oooo, iya wes bentar tak panggilin Adit dulu." Kata Wanita yang hamil 1 setengah bulan itu.


...Tak berapa lama....


"Kamu beneran mau pulang Yu.?" Tanya Adit yang keluar dari rumah.


"Iya Dit, aku dapet kabar Ibuku sakit." Jawab Bayu dengan wajah yang khawatir.


"Iyawes, ayo tak anter ke terminal sekarang." Kata Adit sambil masuk mengambil kunci motornya.


...Kemudian. Adit dan Bayu sudah naik ke atas moror dan akan segera berangkat....


"Aku anter Bayu dulu ya yank.?" Pamit Adit pada Istrinya.


"Iya, ati ati di jalan ayang." Kata Novi pada Adit.


"Aku dukuan Nov." Ucap Bayu.


"Iya Yu ati ati," jawab Novi.

__ADS_1


Adit menarik tuas gas motornya dan kemudian mereka berduapun berangkat ke terminal..



__ADS_2