
Lumayan lama Bayu berolahraga, hingga langit terlihat kebiruan.
...Kemudian....
Pak De dan Bu De datang dengan membawa belanjaan yang lumayan banyak.
Bayu membantu Bu De memasukan barang belanjaan itu.
Aktifitas kembali seperti biasa, Bayu membantu Pak De dan Bu De mempersiapkan bahan bahan dagangan nanti malam.
Tugas menyembelih ayam dan mencabut bulu ayam sudah bisa Bayu lakukan sendiri, kemudain Bayu masuk kamar dan iseng melihat HPnya.
Terlihat disana ada pesan masuk. Bayu membuka pesan itu.
"Pagi cinta, rajinya pacarku pagi buta sudah kirim pesan. Semangat juga buat kamu, hari ini aku ada kelas di kampus, jadi mungkin bakal jarang hubungin kamu. Tetap semangat I Love U." Bunyi pesan Putri di HP Bayu.
Bayu tersenyum setelah membaca pesan itu.
"Rasanya jadi kangen, padahal baru satu hari kemarin ketemu." Ucap Bayu dalam hati.
Bayu tak membalas pesan itu, di pikirannya mungkin Putri sedang sibuk saat ini.
Kemudian Bayu keluar kamar dan melanjutkan membantu Bu De.
...Siang hari....
Setelah Bayu selesai membantu Bu De kemudian dia mandi.
"Mau ngapain abis ini, tidur males, pengen ketemu Putri tapi dia ada sibuk, ya sudahlah seperti biasa nongkrong ke warungnya Novi." Ucap Bayu dalam hati sambil mengeringkan badannya.
Bayu keluar kamar mandi dan masuk kamar.
Dengan celana kolor dan kaos oblong, Bayu menuju warung Novi, berbekal uang Rp,5000.- Bayu pun berangkat.
...Di Warung Novi....
"Mas..... beli mas....." Ucap Bayu.
"Maaf, kalau mas yang beli aku ngak jadi jualan." Canda Adit.
"Padahal mau tak Borong semua." Kata Bayu sambil memasuki Warung.
"Ecieeee.... sepertinya ada yang lagi berseri seri." Adit berkata sambil mengangkat kerutan dahinya dua kali.
Bayu hanya tersenyum malu.
"Mau uang ngak, bikinin aku es gula satu." Kata Bayu kemudian duduk di tikar belakang etalase menghadap TV.
"Siap Bos." Ucap Adit kemudian membuat pesanan Bayu.
"Eh Yu, kemaren yang nyari kamu kesini, itu kan Putri." Tanya Adit kemudian memberikan es gula di sebuah gelas plastik untuk Bayu.
"Yang mana.?" Tanya Bayu pura pura tidak paham.
"Yang kemaren yang rambutnya panjang bergelombang terus punya gigi kelinci" Adit berkata sambil akan duduk.
"Gaya kamu Yu, gak mau ngaku." Imbuh Adit.
__ADS_1
"Hehe..... Iya itu Putri." Jawab Bayu kemudian meminum es gulanya sedikit.
"Widihhh...... hebat Bayu, gak nyangka aku, Bayu bisa dapet cewek cantik di sini." Adit berkata sambil menepuk tangan pelan dan menggelengkan kepala seakan tak percaya.
"Halah, bisa aja kamu Dit. Berlebihan." Kata Bayu sambil mengambil jajanan ringan.
"Tapi serius, Putri memang cantik." Ucap Adit lagi.
"Nov...... Adit Nov.......~" Bayu berteriak memanggil Novi.
Tangan Adit membungkam mulut Bayu.
"Ngawor Bayu, jangan teriak teriak. Novi lagi sensitif, aku gak sengaja liat foto cewek di HP aja dia ngambek gak ketulungan." Ucap Adit kemudian melepaskan bungkaman mulut Bayu.
"Buwehhhhh wekkkk, tanganmu bau terasi." Ucap Bayu kemudian membuka satu bungkus jajanan ringan.
"Iya abis makan sambel terasi, hehe. Makanya jangan suka jadi tukang ngadu." Kata Adit.
"Kamu terus terusan ngomongin Putri cantik." Ucap Bayu sambil minum es gula.
"Ecieeeee cemburu. Terus ngapain aja kamu kemaren sama Putri, pasti sewa kamar ya.? Eeeeeeeee Bayu." Ucap Adit.
"Ngawor aja, mana mungkin aku kayak gtu, kan kamu tau sendiri aku anak polos dan alim." Bayu berkata sambil makan jajan.
"Beli.........." terdengar suara warga yang akan belanja.
"Iya Buk....., ntar ya Yu." Kata Adit sambil berdiri dari duduknya.
Bayu menikmati acara TV sambil menunggu Adit melayani pembeli.
"Maksi Bu...." kata Adit setelah melayani pembeli.
"Jalan ke Mall aja Dit. Sama nonton." Jawab Bayu.
"Oiya Dit, kamu dulu waktu mau ngelamar Novi gimana tahap tahapnya." Tanya Bayu polos.
"Ehbuset, kamu mau lamar Putri.?" Ucap Adit sedikit kaget karena pernyataan Bayu.
"Iya, tapi ngak sekarang juga, ngak tau kapan." Ungkap Bayu.
"Owalah, tak kira mau langsung kamu lamar." Ucap Adit.
"Yang paling sederhana dulu aja, kenalan sama keluarganya Putri. Kalau aku sama Novi kan udah akrab lama sama almarhum Wahyu kakaknya Novi, otomatis aku juga kenal sama keluarganya, jadi lumayan gampang lah urusan selanjutnya." Ujar Adit.
"Kamu udah kenal sama keluarganya Putri ?" Tanya Adit.
"Nah itu.... belum Dit." Jawab Bayu.
"Hedeh... ya bakal makan waktu lama Yu" kata Adit.
"Yawes paling ngak kamu nabung aja dulu, banyak banyakin kalau bisa." Ucap Adit sambil menyalakan rokoknya.
"Tunggu tunggu. Emang kamu serius sama Putri.?" Kata Adit.
"Ya serius aku Dit, mumpung ada yang mau. Hehe." Kata Bayu sambil cengar cengir.
"Cakep. Jawaban yang paling tepat. Hahaha." Ucap Adit sambil tertawa.
__ADS_1
"Tapi aku agak minder sama Putri, dia anak orang punya, sedangkan aku." Kata Bayu sambil mengoyang goyangkan gelas plastik es gulanya.
"Ya... jalani aja dulu Yu, siapa tau keluarganya Putri nerima kamu bukan karena materi, tapi karena ketulusanmu. Berfikir positif aja dulu." Ujar Adit kemudian menghisap rokoknya.
"Bener katamu dit, jalani aja dulu, mantap." Kata Bayu.
"Semenjak mau jadi Bapak Bapak kamu jadi bijak Dit, ngak grusak grusuk kayak dulu." Imbuh Bayu
"Ya namanya juga tuntutan profesi. Hahaha." Kata Adit kemudian tertawa.
''Hahaha." Bayu juga ikut tertawa.
Adit dan Bayu saling bercengkrama santai.
Setidaknya hati Bayu sediit tenang setelah ngobrol denagn Adit.
Lumayan lama mereka ngobrol, hanya untuk mengisi waktu luang.
...Tak berapa lama....
"Yawes Dit, aku balik dulu, luamyan ini bisa dapet tidur satu jam an." Kata Bayu sambil beranjak dari duduknya.
"Okesip....." Jawab Adit.
"Aku tadi es sama jajan limaratusan 6,
Lima ribu ya semuanya." Kata Bayu sambil mengambil uang di kantong celana kolornya.
"Ya taruh atas sana aja." Kata Adit.
"Oke, duluan Dit." Bayu berkata sambil keluar warung.
Bayu berjalan menuju rumah Pak Arip, setelah masuk rumah bayu segera ke kamar.
Dikamar Bayu rebahan sambil memperhatikan langit langit kamar.
"Kapan bisa main ke rumah Putri, agar aku bisa kenalan sama keluarganya.?" Kata Bayu dalam hati.
"Seperti apa ya keluarga Putri.? " Imbuh Bayu dalam hati.
Kemudian Bayu memejamkan matanya, tak butuh waktu lama, Bayu pun terlelap.
kemudian.
Tepat saat jam 3 sore, Bayu terbangun setelah mendengar alarm dari HPnya.
Bayu meraih HPnya. ternyata juga ada pesan dari Putri.
"Kamu kerja di stand kuliner di kodam itu kan.? " Tanya Putri pada pesan itu.
"Iya, di stand Mie Jawa Pak Arip. kenapa.? " Bayu mengirim pesan balik.
Bayu duduk sebentar di pinggiran kasurnya.
"Oke, ayo semangat. demi cita cita." Ucap Bayu dalam hari kemudian beranjak dari duduknya.
Bayu mengambil anduknya dan segera keluar kamar untuk mandi.
__ADS_1