BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu

BAYU : Kemana Angin Membawa Rindu
Hari Pertama Di Rumah


__ADS_3

Sepertinya Bayu sudah selesai belanja, dan Darman pun sudah terlihat jenuh.


"Kamu ngak bosen Yu, keliling pilih pilih barang.?" Tanya Darman.


"Udah biasa Dar, aku di Surabaya juga sering nganter Bu De belanja. Kadang aku juga belanja sendiri ke pasar." Jawab Bayu sambil masuk di antrian kasir.


Darman sungguh heran, sahabatnya itu benar benar sudah berubah manjadi pribadi yang mandiri. Bukan Bayu si anak manja.


"Aku juga kepikiran, kapan kapan mau belanjain Ibuk atau Ibunya fitri." Kata Darman.


"Ngapain kapan kapan, sekarang aja sekalian.?" Ucap Bayu sambil menunggu antrian di kasir.


"Yaa kapan kapan dong...., sambil ngajak Fitri." Ucap Darman.


Hubungan Darman dan Fitri berjalan sangat lancar, bahkan Ibu fitri sudah merestui hubungan mereka. Mungkin tidak lama lagi kedua insan manusia itu akan melangsungkan pernikahan.


"Iya wes, ayangnya Fitri." Canda Bayu.


Tiba saat giliran Bayu membayar. Barang belanjaan Bayu lumayan banyak, hingga butuh kardus untuk membawanya.


Saat setelah selesai membayar dan keluar dari supermarket itu.


"Cari mie ayam enak kayaknya." Ucap Bayu.


"Ayolah gasss." Jawab Darman.


Mereka menaiki sepeda motor dan kemudain berangkat.


...Tak berapa lama mereka sampai di warung mie ayam....


Bayu duduk di bangku sedangkan Darman memesankan mie ayam untuk mereka.


"Udah Dar,?" Tanya Bayu pada Darman yang mendatangi Bayu.


"Udah." Jawab Darman singkat.


Minuman es teh mereka datang duluan.


"Makasi Mbak." Kata Darman pada pelayan Wanita yang selesai mengantar minuman mereka.


"Mata woe mata." Kata Bayu pada sahabatnya yang lirik sana sini.


"Hehehe." Tawa Darman.


"Oiya, gimana soal Putri, kamu ketemunya gimana sama dia.?" Tanya Darman.


"Tak pikir sudah gak kamu bahas Dar.?" Ucap Bayu heran.


"Ya aku penasaran Yu, katamu kayak sinetron." Jawab Darman.


"Ya aku ketemu dia ngak sengaja, pas dia mau dilecehkan orang di sebuah bangunan kosong kemarin. Ya aku duel sama orang itu, untungnya aku sakti mandraguna jadi orang itu kabur dan Putri aku anter pulang." Bayu bercerita sambil sesekali minum es tehnya.


"Terus aku ketemu Putri lagi di Bis tadi pagi waktu mau ke sini. Ya itu baru dua kali ketemu." Imbuh Bayu.

__ADS_1


"Dua kali ketemu dan dia minta nomer HPmu terus dia tadi telfon kamu. Yakin aku dia pasti naksir kamu Yu." Ucap Darman.


"Heleh... ngak mikir kesana aku. masih takut sakit hati aku Dar." Kata Bayu.


"Ya jalani aja dulu yu, siapa tau dia jodohmu. Lagian kamu sekarang kelihatan nganteng, keren rambut gondrong terus baik tidak sombong." Kata Darman memuji muji sahabatnya itu sambil minum es tehnya.


"Tai, kalau kamu yang ngomong aku jadi ngak percaya Dar." Ucap Bayu.


"Hahahahaha" Darman hanya tertawa.


Kemudian mie ayam pesanan mereka datang. Bayu dan Darman menikmati mir ayam itu bersama.


...Tak berapa lama....


Mereka selesai makan, Bayu membayar mie ayam mereka dan kedua sahabat itu pun melanjutkan perjalanan lagi untuk pulang.


...Sesampainya mereka di depan rumah Bayu....


"Makasi Dar." Ucap Bayu sambil membawa kardus besarya berisi sembako.


"Iya Yu, selow. Yawes aku balik dulu." Ucap Darman.


"Okesip, makasi Dar." Jawab Bayu.


Kemudian Darman berlalu dengan motornya sedangkan Bayu masuk rumah.


Terlihat Ibu duduk didapur sedangkan Raka menonton TV.


"Iya Yu, udah lumayan makanya Ibu keluar kamar, pegel di kamar terus." Jawab Ibu.


"Itu apa Yu, kardusan besar sekali." Tanya Ibu.


"Ini sembako Buk, tak liat tadi semua bumbu masak pada abis, jadi Bayu beliin." Jawab Bayu sambil membuka kardus itu.


"Ealah Le, jangan repot repot, uangmu itu di tabung aja." Kata Ibu sambil memperjatikan Bayu.


"Ngak repot Buk. Bayu sudah ada tabungan juga kok. Jadi ibu jangan khawatir." Ucap Bayu sambil mengeluarkan barang belanjaan dari kardus.


Ibu tersenyum haru melihat anak pertamanya itu.


"Ibu mau makan apa, nanti Bayu beliin." Kata Bayu.


"Ibu masih kenyang Yu. Kamu mandi dulu gih mau magrib ini." Kata Ibu.


"Iya Buk." Jawab Bayu dan meningalkan kotak kardus itu.


Bayu kemudain mengambil anduk dan mandi.


Saat setelah ganti baju dan mandi Bayu kembali menuju dapur. Ibu masih duduk disana, tapi barang barang belanjaan Bayu sudah rapi.


"Ibu mau di bikinin teh.? " Tanya Bayu.


Ibu hanya mengangguk.

__ADS_1


Kemudian Bayu merebus air.


"Assalamualaikum" Terdengar Raka salam dan masuk rumah.


"Waalaikumsalam" Jawab Bayu dan Ibu.


"Ini Sotonya Buk." Kata Raka.


Ternyata Ibu menyuruh Raka untuk beli Soto selama Bayu mandi.


"Bawa sini Dek." Ucap Bayu sambil menyiapkan wadah soto.


Sepertinya hidangan sudah siap untuk mereka makan malam. Tinggal menunggu nasi matang yang dimasak Ibu di magic com barusan.


Bayu menuju kamar untuk Sholat. Tak lupa juga dia meminta pada Yang Maha Kuasa untuk menyembuhkan Ibunya.


Setelah Bayu selesai Sholat dia kembali ke dapur dan duduk di samping Ibu. Terlihat Raka sudah makan duluan.


"Kamu kapan mau ke Surabaya lagi Yu.?" Tanya Ibu.


"Belum tau Buk. Yang pasti nunggu Ibu sembuh dulu." Jawab Bayu.


"Sebenernya badan Ibu sudah lumayan. Tapi kalau kamu masih mau lama di sini hubungi dulu Pak Arip." Ucap Ibu.


"Iya Buk, nanti aku telfon Pak De." Jawab Bayu.


"Ibu makan dulu ya.? Bayu ambilkan nasi dulu." Imbuh Bayu sambil berjalan mengambil piring.


Ibu hanya tersenyum, kebahagiaan Ibu sebenarnya sederhana. Melihat kedua anaknya sehat sudah cukup membuat Ibu bahagia.


Setelah mengambil nasi dan soto untuk Ibu. Bayu pun juga makan. Kemudian Bapak juga datang dan ikut makan. Sedangkan Raka yang selesai makan tetap di dapur duduk di kursi samping pintu sambil membaca buku pelajarannya.


"Betah Yu di Surabaya.?" Tanya Bapak.


"Betah Pak," Jawab Bayu singkat.


"Terus betah kerja sama Pak Demu.?" Tanya Bapak lagi sambil makan.


"Betah juga Pak, sebenarnya kapan hari Pak Arip ngasi kabar ada lowongan di Pabrik. Tapi tak pikir pikir bantu Pak De aja." Jawab Bayu.


"Ya syukur kamu masih mau bantu Pak Arip. Ya ditekuni aja Yu, siapa tau kamu nanti kepikiran buat dagang sendiri." Ucap Bapak.


"Ya kalau itu belum tau Pak, Bayu takut ngak bakat jualan makanan." Jawab Bayu sambil makan.


"Iya Yu, sebenernya keluarga dari Bapakmu bakat jualan makanan. Contohnya Pak Arip itu. Walaupun orangnya seperti itu dulu dia bakat masak. Bapakmu kalau ngak bertani mungkin juga bakal jualan mie jawa kaya Pak Arip. Buyutmu juga bisa beli tanah sawah juga hasil jualan makanan dulu." Cerita Ibu pada Bayu.


"Ya kalau nanti ada kesempatan, di coba aja." Ucap Bapak.


"Iya Pak." Jawab Bayu singkat.


Sebenarnya Bayu sadar dia juga bakat dalam memasak. Saat Bayu masih sekolah dulu disaat orang tuanya repot di sawah, dia sering memasak untuk dirinya dan Raka.


__ADS_1


__ADS_2