
Kemudian pandangan Putri beralih ke arah rintik hujan di depan kosannya.
"Nyaman ya Yu.?" Ujar Putri.
"Hmm iya." Jawab Bayu singkat.
"Oiya, kamu kan mau kerja nanti abis ini. Gimana donk ujannya ngak berhenti berhenti.?" Kata Putri sambil memandang Bayu.
"Aku libur dua hari kok. Tenang aja." Ucap Bayu sambil meminum tehnya.
"Libur, dua hari.? Kalau besok kita jalan jalan gimana.?" Ucap Putri.
"Jalan jalan.? Kemana.?" Bayu berkata sambil menaruh gelas tehnya.
"Ya, kemana kek. Nonton atau jalan ke Mall." Ucap Putri.
"Mmmmmmmm" Bayu bergumam sepeti sedang berfikir.
"Kok mikir.? Ngak suka ya jalan sama aku.?" Ucap Putri sambil cemberut.
"Suka kok.... Iya iya besok kita jalan." Ucap Bayu.
"Thank you." Ucap Putri sambil tersenyum pada Bayu.
Tentu itu pemandangan yang sangat disukai Bayu di muka bumi ini, yaitu senyum manis Putri.
Keadaan sejenak hening. Hujan yang lebat berubah jadi rintik rintik.
"Kamu kenapa seperti ini sama aku Put.?" Tanya Bayu sambil menatap rintik demi rintik hujan.
"Seperti ini. Maksutnya.?" Tanya Putri balik dengan penuh heran.
"Maaf, tapi sebagai seorang wanita kamu terlalu gampang percaya sama orang lain, apa sifat kamu memang seperti ini.?" Tanya Bayu.
"Seharusnya kamu sedikit menaruh rasa curiga sama aku. Seperti kamu minta jemput aku ke terminal. Nagajak aku jalan. Bahkan minta nomerku duluan." Imbuh Bayu.
"Apa kamu juga seprti itu dengan cowok cowok lain.?" Tanya Bayu.
"Iya," Ucap Putri.
Bayu yang mendengar pengakuan Putri itu sedikit terkejut.
"Tapi kamu jangan salah sangka dulu." Imbuh putri.
"Maksutnya.?" Tanya Bayu dengan tatapan tajam ke Putri.
"Aku mau jujur sama kamu. Ya kamu benar aku memang cewek yang gampang percaya sama cowok, bahkan kalau kamu mau sebut aku cewek gampangan pun aku ngak masalah. Karena itu kenyataannya." Kata Putri dengan tatapan kosong ke arah rintik hujan.
"Sebelum mengenal kamu. Aku sering gonta ganti bahakan sering putus nyambung sama pacar pacar aku, tapi aku hanya cewek gampangan yang ingin perhatian mereka, bukan cewek murahan yang sering tidur bareng hanya untuk mendapatkan kepuasan sesaat." Kata Putri sambil terlihat sedih.
"Walau aku sepeti itu, aku tetap menjaga amanah Ibu. Untuk tetap jaga diri baik baik bila Ibu sudah ngak ada. Semenjak Ibu pergi, tidak ada lagi orang yang perhatian sama aku. Bapak sibuk dengan bisnisnya, Mas sibuk dengan tongkrongannya, Mbak sibuk dengan karirnya. Jujur aku kesepian." Ucap Putri dengan meneteskan air matanya tapi Putri segera menghapusnya dengan tangan.
__ADS_1
Bayu mulai paham isi hati Putri. Ternyata hidup berlimpah materi tidak seenak kelihatannya. Bayu mulai bersyukur, walau hidup sederhana tetapi masih mendapatkan perhatian dari Ibu. Bapak bahkan Adik bandelnya Raka.
"Kemudian puncaknya saat dengan Juna. Sudah tidak terhitung lagi berapa kali aku putus nyambung sama dia. Tapi memang aku wanita bodoh yang gampang takluk dan luluh dengan perhatian perhatian palsunya. Hingga saat kejadian malam itu aku.......hiks hiks." Putri berhenti bercerita karena tangisannya tak mampu terbendung lagi.
Bayu kemudian duduk setengah lutut di hadapan Putri.
Bayu mengenggam tangan Putri.
"Hey, jangan nangis Put, kan sekarang ada aku. Jadi jangan sedih lagi." Kata Bayu sambil mengusap air mata putri dengan tangan kanannya.
"Hiks.... Hingga saat kejadian malam itu, aku berfikir. mungkin itu karmaku, karena sering mempermainkan hati para mantan mantanku dulu hiks..... Karena tak pernah sedikitpun aku menaruh hati pada mereka. Aku berusaha menpertahankan kehormatanku dari Juna, aku ngak tau lagi Yu.. hiks... andai kejadian itu benar terjadi mungkin aku lebih milih bunuh diri sekarang.. hiks." Ucap Putri sambil tersedu sedu.
"kejadian itu ngak akan pernah terulang lagi. sekarang ada aku yang akan lindungi kamu dari Juna atau siapapun yang mau nyakitin kamu. Jadi jangan sedih lagi ya.?" Kata Bayu sambil mengusap air mata Putri lagi.
Putri hanya mengangguk.
Hujan hampir reda.
Tak di sangka tiba tiba datang Ita dan Astri dengan sepeda motor.
Ita yang melihat Bayu berlutut di hadapan Putri yang sedang menangis langsung menghampiri Bayu.
"Kurang ajar." Kata Ita penuh emosi.
Bayu menoleh ke arah Ita.
"Blam!!!!" Pukulan Ita tepat mendarat di pipi kanan Bayu.
Putri menghalangi Ita memukul Bayu lagi.
Bayu masih dengan posisi berlutut, walau pukulan Ita tidak kuat tapi lumayan sakit bagi Bayu.
"Bangsat kamu ya, kamu apain Putri sampai nangis gini ha.?" Kata Ita penuh emosi.
"Ita jangan Ita, kamu salah paham. Bayu ngak ngapa ngapain aku sama sekali.!!!!" Ucap Putri sambil menghalangi Ita.
"Ita jangan kaya gini donk. Aduh.... Anak kok ngamukan." Ucap Astri sambil memegang tangan Ita.
"Bayu baik Ta, dia ngak ngapa ngapain aku." Ucap Putri lagi sambil mendorong badan Ita menjauh dari Bayu.
"Bener kamu Put, ngak diapa apain sama dia." Kata Ita dengan nada tinggi.
"Iya, sumpah demi ****** bolong bolongmu. Bayu ngak ngapa ngapain aku." Ucap Putri.
Seketika emosi Ita berlahan mereda.
"Iya sumpah ya sumapah, tapi jangan bawa bawa ****** juga." Kata gadis tomboy itu.
"Ya kalau ngak gitu emosimu gak bakal ilang. Lagian jadi anak ngamukan, darah tinggi tau rasa nanti." Ucap Astri di samping Ita.
"Terus kenapa kamu ngangis nangis di depan Bayu?"
__ADS_1
"Aku lagi curhat sama dia." Ucap Putri sambil berjalan menuju Bayu.
Dilihatnya luka bekas pukulan Ita.
"Sakit Yu.?" Tanya Putri.
"Ni liat Ta, sampe merah. Ita kadang kadang dodol jadi orang." Ucap Putri pada Ita.
"Ya maaf, maaf yu Ya. Aku orangnya ngak kayak Putri somplak ini. Yang mau mau aja di PHPin cowok. Ku kira kamu nyakitin Putri tadi." Ucap Ita pada Bayu.
"Iya ngak papa, santai aja." Ucap Bayu terlihat Cool, sebenarnya dia juga menahan rasa sakit.
"Ini cewek tapi tangan kuli, keras baget tinjunya, aduh mana ngilu lagi bekas pukulannya." Ucap Bayu dalam hati.
"Udah sana sana masuk." Kata Putri sambil mengajak kedua temannya masuk.
Saat Putri, Ita dan Astri masuk.
Bayu lama lama kesakitan juga.
"Sudah lama ngak latihan silat, sekalinya kena pukul ngilu juga. Mana yang mukul cewek lagi. Apa ilmuku sudah secemen itu." Ucap Bayu dalam hati sambil kesakitan memegang pipi kanannya.
Putri tiba tiba keluar dengam membawa bongkahan es batu dan melihat Bayu yang sedang kesakitan. Tepat saat itu juga pemuda yang kesakitan memandang wanita yang mulai disukainya itu.
Putri menghampiri Bayu.
"Sakit Yu.?" Tanya Putri.
"Emm. Ngak Biasa aja." Jawab Bayu berbohong.
"Kalau sakit juga ngak papa, Ita walaupun fisiknya cewek tapi tenaganya cowok." Ucap Putri sambil mengompres pipi Bayu dengan es Batu.
"Adduuhhh duhh duh. Pelan Put, sakit.!!!" Ucap Bayu kesakitan.
"Nah.... ya kan sakit. Nih kompres sendiri" ujar Putri sambil tersenyum di hadapan Bayu.
"Kamu Cantik." Kata itu keluar dari mulut Bayu.
"Kamu juga, baik." Jawab Putri.
"Besok jadi kan jalannya." Imbuh Putri.
"Iya jadi kok." Jawab bayu sambil mengompres pipi kanannya dengan es batu.
"Makasi ya Bayu." Ucap Putri sambil tersenyum.
Bayu mengangguk sambil tersenyum juga.
Apakah mulai ada bibit bibit cinta di antara mereka. Biarkan dua sejoli itu dan semesta yang mengetahuinya.
__ADS_1