BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Sepuluh


__ADS_3

🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


“Ca... Nesa kenapa ? “


“Biasa... Ikannya diambil kucing betina”


“Hahhh ikan apa ? “


“Ikan hiu megalodon”


“Mana bisa hiu megalodon dimakan kucing”


“Kucingnya betina , pasti bisa kok”


“Kasian sekali, jangan soka galau deh Nes” Ucap Gilang


“Tapi ini pertama kalinya aku jatuh cinta sama cowok pada pandangan pertama “


“Ini bukan pertama kalinya aku dengar”


“Buaya betina”ucap Alex


“Kalian bukannya buat aku semangat, aku ni lagi patah hati loohh”


“Palingan lagi sebentar move on”


“Iya... Aku sih paling nggak percaya sama Nesa”


“Ihhh.... Kalian ini”


“Lihat tuh ada cowok cakep”


“Mana !!!? “ Nesa menoleh


“Tapi bohong”ujar Alex


“Tega banget kau Alex”


“Biarin”


Fabian datang dengan raut yang tidak biasanya, karna Fabian termasuk tipe yang pecicilan.


“Tumben diem sekali”Sapa Gilang


“Putus cinta” Alex menimpali


“Nggak kok, lagi nggak enak badan aja”


“Kenapa nggak istirahat dirumah aja ? “


“Nggak ah.... Bosen aku dirumah “


“Jess.... Fotomu yang ini sama Kak Damar bagus loo”


“Ahh masak sih, aku upload aja ya di sosmed “


“Iya”


“Aaaarrgggghhh.....!!! “


Nesa berteriak membuat seisi kelas tercengang.


“Ada apa sih dasar gila !!! “ ucap teman sebangku Jessi.


“Hahahahaha”


“Kamu kalah cepat ya Nes, sama Ratu Kunti”


“Diamlah”


“Baiklah selamat Pagi hari ini Ibu adakan ulangan dadakan ya, cuma satu soal”


Alex menghentikan mulutnya untuk menguap.


“Karna ini pelajaran terakhir, yang sudah selesai bisa langsung pulang”


“Kejam” ujar Alex sambil melirik Nesa dan Ica.


“Oiya Ibu juga mau info, besok semuanya akan di rolling duduknya biar kalian tambah akrab”


“Apaaaa !!! “


Seisi kelas berteriak....


“Tapi Bu kita sudah nyaman kayak gini” ucap Fabian keberatan.


“eee.... Eee yang guru saya atau kamu “


“Ibu”


“Bagus kalau kamu tahu”


“Huuuhhhhhh........ “


.... .....


....


...


“Biasa aja Fabian “ujar Alex


“Paling kamu girang kan, tukeran tempat duduk, supaya aku nggak minjemin kamu pulpen”


“Bagus kalau sadar diri “


“Awas ya... Minta dipukul”


“Ayo siapkan kertasnya kita langsung saja”


“Baik Bu”


Guru PKN memang terkenal sering mengadakan ulangan dadakan dan dengan semboyannya yang dihafal oleh anak-anak itu yaitu, soalnya satu saja.

__ADS_1


Soalnya emang satu Bu, tapi jawabannya satu provinsi beserta pulau-pulau didalamnya.


Setengah jam ulangan berlalu seperti biasa Ica duluan selesai dan disusul oleh Jessi.


Seperti biasa jika ada salah satu yang selesai pasti sisanya mulai krasak krusuk apalagi ada embel-embel yang sudah selesai bisa pulang, beeehhhh paket komplit deh itu.


“Aku duluan ya guys” Ica sok pamit dengan nada mengolok.


“Awas ya loo Ica”


“Byeeee”


“Sudah kamu periksa jawabannya Ca ? “


“Iya Bu”


“Baiklah, silahkan pulang”


“Iya Bu”


Ica menoleh lagi dan menjulurkan lidahnya pada gengnya.


Ica mampir ke dagang gorengan yang ada didekat sana.


Ia membeli tempe dan tahu Rp. 5000 tak lupa es kantong rasa melon.


“Nikmat Tuhan mana yang kau dustakan Riska Montana” ucapnya lalu duduk menunggu dijemput.


“Ahhh... Aku main ke pabrik aja kalau gitu”


Ica lalu memberi tahu pada sopirnya agar mengantar dia ke pabrik Montana.


“Tumben Mba Ica mau ke pabrik ? “


“Iya... Aku bosan dirumah “


“Bisa bosan juga”


“Iya”


“Nah... Kita sudah sampai nih”


“Cepat amat Pak”


“Kan dari tadi Mba Ica fokus sama hapenya aja”


“Ehhh... Iya ya”


“Hari ini Mba Ica juga pulangnya lebih awal dari biasanya “


“Iya Pak, tadi ada ulangan PKN terus yang sudah selesai bisa pulang “


“Ohh gitu ya”


“Iya”


“Mba Ica mau saya tungguin ? “


“Nggak... Aku pulang sama Kak Dev saja Pak”


“Bapak mau kencan ya sama pembantu tetangga sebelah makanya tanya aku ? “


“Mana ada Mba, saya Cuma nanyak kayak biasanya”


“Ahhh... Masak sih”


“Swear.....!!! “


“Iya deh aku percaya aja “


“Iya hati-hati Mba Ica “


Ica berjalan keliling pabrik untuk melihat produk Montana, produk favorit Ica adalah snack rumput laut yang super crispy itu.


“Ca... Kamu lagi apa disini ? “


Dev tiba-tiba muncul dari arah belakang.


“Iya lagi pengen kesini aja Kak”


“Lihat-lihat saja dulu sekalian kamu belajar”


“Iya... Padahal aku kan mau main”gumam Ica.


Disini Dev tampak berbeda saat di rumah, Dev terlihat tegas dan penuh dengan aura Boss, sungguh berbanding terbalik dengan Papanya.


Dev emang keren sih


“Dev... Aku cari kamu kesini” ujar cewek yang penampilannya menor.


“Untuk apa kamu cari aku “


“Masak sih aku nggak boleh lihat kamu kerja”


“Ayo keruangan aku saja, setelah ini kamu nggak boleh muncul di pabrik, nanti aku diomongin, kamu ngerti kan !!! “


“Iya”


“Genit sekali, katanya nggak punya pacar, lalu itu apa ? Siluman rubah”


“Ahhh.... Aku jadi bosan, sebaiknya aku menunggu Kakak saja deh”


Ica melirik jam yang ada didekat sana.


“Masih empat jam Kakak pulang”


“Jadi butuh sekitar dua dus ya untuk pesanan toko A” ucap suara yang tidak asing ditelinga Ica.


“Mama sibuk sekali ya”


Oliv berseliweran dengan Ica dan ia baru menoleh setelah lama ngelag.


“Mama nggak salah lihat kan Ca ? “

__ADS_1


“Menurut Mama ini siapa ? “


Mama Ica kemudian melirik jam yang ada di dinding.


“Kamu bolos ya ? “


“Dihhh... Sembarangan walaupun aku suka bikin onar, bolos itu tidak mungkin “ucap Ica angkuh.


“Lalu jam segini, biasanya kamu masih disekolah”


“Aku ada ulangan Ma dan yang sudah selesai duluan bisa pulang “


“Ohhh gitu, aku pikir kamu bolos dah bagus kamu disini, ayo ikut meeting”


“Nggak ah Ma”


“Ayo” menarik tangan Ica


“Cantik ya anak Ibu Bos” ucap salah seorang karyawan.


“Iya... Mirip sekali sama Ibu Bos”


“Coba deh kamu deketin anaknya, siapa tahu bisa ambil hati Ibu bos “


“Haisshhh... Mana mungkin dia mau sama bawahan kayak kita, pasti mainannya Bos besar”


“Iya juga sih”


“Kenapa sih para karyawan ini bicara sampah terus”batin Ica.


Ica akhirnya mengikuti rapat tersebut, ia duduk dan hanya pura-pura mengerti padahal pikirannya fokus pada karyawan ganteng yang sedang membawakan presentasi.


“Ada berlian juga ya disini” batin Ica sambil memainkan pulpen dan kemudian diambil oleh Mamanya karna merasa gaduh dengan suara pulpen itu.


Hampir satu jam meeting itu diikuti oleh Ica, ia merasa sangat lelah.


“Ma... Ayo kita pulang “


“Iya.... “


Ica juga melihat Dev yang sudah siap untuk pulang, namun Dev dan Mamanya bersikap seolah bukan Ibu dan anak.


Mama Ica menyalakan mobilnya begitu juga Dev.


Dev dan Mama Ica memiliki mobilnya masing-masing.


“Ica hari ini kamu sudah lihat kan, betapa kerasnya dewasa”


“Iya Ma”(padahal dia tidak menyimak apapun dari tadi)


“Mama harap kamu bisa seperti Dev”


“Dev walaupun cuek pada orang lain tapi ia sangat patuh dan selalu membuat Mama bangga”


“Tenang saja Ma, Ica pasti bisa kok nerusin Perusahaan Montana , tapi siapa nama karyawan Mama yang tadi presentasi itu”


“Kamu mau Mama turunin dijalan ini ? “


“Enggak Ma”


“Mama hari ini mau ketemu sama klien, katakan pada Nenek ya”


“Iya Ma”


Oliv membelokkan mobilnya kesebuah perumahan yang agak jauh dari pemukiman, rumah tersebut berjarak agak jauh-jauh dan berukuran besar.


“Aku pikir kau akan lama “


“Tidaklah”


Terlihat karyawan yang tadi ditanya oleh Ica kini sudah ada disamping Mama Ica.


“Hotel mana ? “


“Hotel M aja, lebih jauh dari Kota”


“Baiklah”


Itulah sisi gelap Olive semenjak ia ditinggal oleh Sam .


Ia sudah melakukan itu saat tahu Sam menghianatinya.


Ia bebas keluar dengan Klien manapun dan jika ada yang ingin lebih ia selalu mengiyakan, ia tak peduli apa itu Cinta.


Baginya keutuhan Perusahaan lebih penting dari apapun.


Namun jika ia ingin mencari kesenangan saja, ia bisa memilih yang lebih segar seperti karyawannya ini.


“Hari ini Nenek masak iya sapi, ayo makan “


“Makasih Nek” ucap Dev dan Ica bersamaan.


“Pokoknya jangan bersisa ya, karna Mama kamu paling makan diluar”


Sementara itu Oliv menyeka tubuhnya dengan handuk karna ia merasa gerah sekali.


“Tubuhmu sangat bagus Ibu Boss”


“Ahh... Kau pandai merayu”


“Tidak aku serius, apa kau mau menjadi pacarku ? “


“Aku tidak pacaran “


“Tapi melihatmu “


“Aku tidak akan dimiliki siapapun “


“Kenapa ? “


“Karna aku akan singgah dari satu tempat ketempat lain dan kau tak akan sanggup melihatnya, aku hanya butuh kau malam ini saja”


“Baiklah, siaplah berkeringat denganku Ibu Boss “

__ADS_1


“Aku tunggu”


__ADS_2