
🌺🌺🌺 Happy Reading 🌺🌺🌺
Dev duduk di bangku penonton sambil mengawasi semuanya.
“Pasti dia dah lihat aku”batin Ica
Ica menyelesaikan latihan bersama pasangan tandingannya kemudian berlatih beberapa jurus lagi.
Ia melihat Dev namun tidak menghampiri dirinya.
“Dia datang hanya untuk jadi patung Narmada”ujar Ica lagi.
“Semoga aja ngga ada yang tanya dia siapa “
Dua jam berlalu dan latihan pun selesai.
Ica bergegas untuk mandi, karna badannya gerah.
Ica tidak kembali ketempat latihan karna ia akan pulang, toh Dev juga tidak menyapa dia.
Namun diparkiran terlihat Dev menunggu di depan mobilnya.
“Cari aku ? “
“Iya”
“Tumben”
“Lagi kosong aja”
“Owhhh”
“Aku beliin kamu Thai tea”
“Kok tau aku suka yang rasa ini ? “
“Banyak tanya, ayo pulang “
“Oke makasih”
“Aku lihat kamu kalau latihan serius amat, kapan pertandingannya ? “
“Hari Minggu Kak”
“Mudahan aku nggak ketemu klien, aku pingin lihat kamu”
“Iya Kak”
“Nanti Kakak ajak Mama”
“Mama nggak akan datang Kak, kan dari awal dia nggak setuju kalau aku ikut pencak silat”
“Hhhmmm iya juga sih “
“Btw Kakak nggak sakit kan”sambil memegang dahi kakaknya.
“Jangan aneh-aneh”
“Kenapa sih, masak sama aku grogi”
“Grogi ? Sama kamu ? lihat bentukmu yang mirip laki-laki itu, apa yang bikin aku grogi”
“Aku nggak percaya, kemarin aja pas ultah temen Kakak aku pakai dress Kakak sampai melongo”
“Aku .... Hanya heran lihat kamu, pakai apapun tak berubah” ujar Dev bohong.
“Terserah Kakak aja deh”
“Ca... Nesa ada pacarnya nggak ? “
“Ngga ada sih Kak, tapi lagi ngejar cowok yang jadi ketua pencak silat ditempat aku tadi itu “
“Aku nggak tahu yang mana ? “
“Terus apa gunanya kau duduk disana selama itu ? “
“Mau dong aku duduk disana, suka-suka aku”
“Dihhh.... Semua suka-suka kau, ini kan tumben jadi wajar aku heran ? “
“Jangan banyak tanya Ca”
Ica tahu kalau Kakaknya sok perhatian gini, dia pasti lagi broken heart.
“Putus kau ya”
“Pacaran aja aku ngga ada !!! “
“Bohong”
“Iya”
“Kau tampan, kaya dan styles ini ngga ada pacar, bohong”
“Aku nggak punya Ca, makanya aku mau cari”
“Jangan cari teman-temanku Kak, aku tidak sudi”
“Emangnya kenapa ? “
“Cari yang seumuran kamu aja, saran aku”
“Hahh... Aku bosan dengan yang seumuran “
“Terus maunya kayak gimana ? Tante-tante “
Deg. . .. Jantung Dev seakan berhenti berdetak.
“Mungkin yang seumuran sama kamu”
“Pokoknya jangan orang yang aku kenal Kak”
“Iya... Iya”
“Ca... Sesekali coba deh kamu mampir ke pabrik supaya kamu bisa jadi penerus, jangan hanya membuat onar disekolah”
“Kapan aku membuat onar”
“Jangan pikir Kakak tidak tahu ya Ca, bersikaplah yang baik Kakak tahu kau pintar”
Ica hanya diam dan pura-pura mendengar.
Dev menghentikan mobilnya lalu mendekat pada Ica.
“Denger kalau aku bicara”sambil membuka hedseat yang ada ditelinga Ica.
“Kamu dari tadi nggak dengerin aku ? “
“Hehehehe”
Grup kelas 11 🏫🏫🏫
“Besok kita akan gabung olahraga dengan kelas 11Ipa”
“Aihhh.... Kenapa harus dengan kelasnya dia sih !!! “
đź’¬
Nesa
*Sa... Kamu sudah baca grup sekolah *
đź“©
*Sudah kita bakal gabung dengan kelasnya Bela*
đź’¬
*Kesal sekali aku*
đź“©
*Sama*
Esoknya.... 🌄🙋🌄🙋🌄🙋
“Hari ini kita gabung ya olahraganya karna besok Pak guru ada pelatihan”
“Baik Pak”
“Yakkk... Kita lari-lari dulu ya”
“Iya Pak”
Ica berusaha menjauh dari Bela yang ia sebut sering membuat berita fake tentang dia.
Setelah selesai berlari mereka lanjut main voli dan kelas mereka saling lawan.
Ica mencoba mencetak angka namun saat bola di Smash, bukannya menghindar Bela malah diam, padahal ukurannya Bola itu bisa di Smash balik.
__ADS_1
“Awwww.... Sakit banget “ ujar Bela sambil terduduk.
Semua teman kelas Bela menghampiri Bela.
“Kamu nggak apa Bel ? “
“Sakit sedikit sih”
Ica memandangnya dengan malas, sudah jelas itu bisa ditangkis, haus perhatian banget sih dia hingga ia segitunya.
“Ehh... Ica minta maaf dong”ujar teman dekat Bela kalau nggak salah namanya Sinta.
“Dihh... Apaan lagipula kita kan main voli dah biasa kayak gitu”
“Ehh... Ica jangan mentang-mentang kamu yang punya sekolah bisa semena-mena ya”
“Aku semena-mena, itukan main biasa lohh”
“kamu itu nggak sadar tenaga kamu itu beda sama kita”
“Beda dari mana sih ? Aku nggak paham ? “
“Sok banget gitu aja nggak mau minta maaf”
“Sudah deh lagipula Ica nggak sengaja kan”ucap Bela
“Kamu itu terlalu baik Bel”ujar Sinta.
“Ya... Ampun terserah deh, aku nggak mau main lagi kalau drama terus”ujar Ica lalu nyelosor pergi dan diikuti dengan teman-teman sekelasnya “
“Aku heran sama Bela itu, apa sih maunya, padahal dia bisa kok nggak jatuhin dirinya”
“Mungkin dia mau narik simpati cowok-cowok itu”
“Aku jadi makin jijik sama dia, aku itu dari awal nggak pernah nyari masalah sama dia loo”
“Aku tahu kok Ca”ujar Nesa
“Kalau memang dia nggak macam-macam sama aku, aku nggak mungkin duluan”
“Sudahlah Ca, nanti dia buatin lagi kamu video yang aneh-aneh “
“Tauk ah Nes”
“Sudahlah yuk”
“Yukkk”
Kantin....
Nampak kelas 12 dan 11 membicarakan sesuatu yang serius, namun saat Ica lewat semuanya malah diam.
“Kok mereka diam ya saat aku datang”
“Ica kamu mau makan apa ? “tanya Gilang
“Bakso aja deh”
“Aku pesenin ya”
“Iya... Sama es teh juga”
“Okeyy”
“Ca... Aku cicip dong somaynya”
“Aku sengaja nyusahin buat dimakan nanti”
“Satu aja”
“Matamu lihat ini berapa ? “
“Demi aku”
“Demi kamu dihhhhhh!!! “
Tanpa peduli Gilang tetap mengambil siomay milik Ica.
Ica menganga matanya melotot.
“Keterlaluan kamu Gilang !!! “
“Biarinnn”
“Huffttt.....” Ica mengambil nafas panjang”
Gilang berbisik” fotomu aman kok”
Gilang tersenyum menang “Nyesel aku mau fotoan sama kamu” Ica bergumam sendiri”
“Nes.... Tiap makan siang kamu selalu nasi goreng sama kentang goreng, seenak itukah” tanya Alex.
“Iya ini mood booster menurut aku Lex”
“Aku.... Sih nggak suka makanan berat karna aku sudah sarapan”ujar Fabian.
“Sama” sahut Ica
Semuanya menoleh
“Yakin ??? “
“Yakinlah”
“Dari tadi nambah terus sampai hampir lima macam”ujar Gilang.
“Kan hanya makanan ringan”
“Emmm ringan.... Balon kelezzz”
“Cerewet banget sih Gilang, kayak nenek aku” ujar Nesa.
Gilang tersenyum mendengar dikatakan nenek-nenek.
Tettttttt.......
Tettttt.........
Tetttttt.........
“Bel.... Ayo masukk”
“Iya “
“Ramai banget “
“Apanya “ Ica menengok hape Nesa.
“Status Bela”
“Kamu ikutin dia”
“Iya... Aku sengaja tapi pakai akun fake”
“Oowwwhhh”
“Kamu diomongin looh sama dia”
“Coba lihat”
*Nggak mau minta maaf padahal salah *
“Biarin aja kalau nggak sebut nama”
“Lihat lagi”
*Yang punya sekolah*
“Biarin aja Nes”
“Iya.... Kita belajar aja dulu yuk”
“Iya”
Awas kamu Bela, maksudnya itu apa sih, aku sudah baik loo dengan mau bicara sama kamu tadi, tapi dia suka nyari gara-gara sama aku.
🎒🎒🎒🎒🎒🎒🎒🎒🎒🎒🎒
Ica mampir di gerai es krim sebelum pulang.
“Pak supir Ica sudah selesai beli es krim nya, jemput deh”
“Maaf Mba Ica hari ini katanya Mas David yang mau jemput”
“Aku nggak mau Pak !!! “
“Maaf Mba Ica tapi Mas David sudah bilang sama saya”
“Baiklah Pak tapi untuk hari ini saja ya”
__ADS_1
“Iya maaf sebelumnya”
Ica menunggu dengan dongkol.
“Dia free banget ya sampai mau jemput aku, pasti ada targetnya dah”
Ica duduk didepan gerai es krim dan dari kejauhan ada mobil honda jazz yang Ica sangat hafal siapa pemiliknya.
“Naik... “
Terlihatlah David yang memakai jas hitam dan kacamata hitam.
“Dihhh.... Sok sekali kayak. Boss”
“Emang Boss”
“Huuuuuu”
“Sok banget sih “
“Biarin....!!! “
“Ca... Maaf ya kakak akhir-akhir ini sering mendengar rumor”
“Rumor apaan ? “
“Kakak langsung saja ya, berprilaku yang baik Ca.... “
“langsung aja ke intinya Kak”
“Kamu di omongin sama semua guru disekolah Kakak dengar dari seseorang “
“Apa yang mereka omongin Kak”
“Ya tidak begitu baiklah Ca, makanya Kakak mau perhatiin kamu “
“Aku tidak merugikan siapapun Kak”
“Jangan berkilah Ca.... Kakak tau semuanya, mohon hargai Kakak”
Ica hanya diam saja karna ia tahu bahwa ia sering membuat masalah namun ia hanya berurusan dengan yang menganggu duluan.
Dirumah Ica mencari kesibukan dengan menggambar di atas kaos, ia mulai menekuni hobby itu saat melihat di video online.
Nanti ia akan mencoba menjualnya di online, karna handmade kaos itu jadi memiliki daya tarik tersendiri.
Sejauh ini penjualan kaos Ica hanya teman-teman gengnya saja.
Rumah Jessi
“Dia terlalu unggul untuk dijatuhkan Jes”
“Benar Nad aku juga belum ada rencana buat jatuhin dia”
“Statusnya terlalu tinggi buat kita jatuhin “
“Kamu tau nggak Bela itu kan musuh dia juga”
“Kalau itu aku tahu kok”
“Apa kita kerja sama aja sama Bela itu”
“Nggak... Aku nggak mau libatin orang bodoh kayak Bela”
“Hemmm... Besok deh kita susun rencana”
“Iya”
đź’¬
Gilang
*Ca malam ini aku mau live music, kamu nonton ya*
đź“©
*Oke*
“Mahhh.... “
“Mama..... “
“Mama kamu belum pulang, ada apa Ca ? “
“Aku mau izin nonton Gilang live Nek”
“Ohh.... Coba kamu telepon deh, kamu mau pergi sama siapa ? “
“Sama teman-teman Nek”
“Telpon saja Mama kamu Ca”
“Iya Nek”
📞
“Haloo Ma “
“Iya Ica... Ada apa ? “
“Malam ini aku mau nonton live music Ma”
“Sama siapa Ca ? “
“Sama teman-teman Ma, boleh nggak ? “
“Boleh kok, tapi ingat jangan lewat jam sepuluh ya”
“Iya”
“Nesa ada kan ? “
“Ada Ma dan ini livenya Gilang, aku harus dukung dia Ma”
“Iya, uang jajan masih ada nggak ? “
“Ada kok”
#transfer dari Rek *****”#
Ica melihat notifikasi transfer dari Mamanya.
“Wah... Makasi Ma”
“Iya... “
“Sudah Ca ? “tanya Nenek Ica padanya.
“Sudah Nek, aku dikasih izin kok sama Mama”
“Bagus deh... Jangan lupa makan dulu sebelum pergi”
“Okey Nek”
Krietttt....
Terdengar pintu ruang tamu terbuka.
“Aku ikut !!! “
“Kakak apaan sih, kayak anak-anak aja”
“Aku harus ikut pokoknya”
“Aku nggak jadi pergi deh kalau gitu”
“Nggak jadi ya nggak jadi !!! “
“Mama sudah izinin aku kok Kak”
“Kakak belum izinin kamu “
“Kak”
“Kamu bisa nurut nggak sih sama Kakak, ini juga demi keselamatan kamu “
“Keselamatan aku atau emang Kakak yang mau ikut sama aku, ini pertama kali Mama izinin aku pergi Kak”ucap Ica memelas.
“Terserah pokoknya Kakak tetap ikut”
“Kak... Aku mohon, aku bisa ditertawakan nanti “
“Baiklah... Tapi ingat angkat telepon aku ya”
“Iya... “ Yeyy
Ica bersorak dalam hatinya....
“Entah kenapa aku khawatir kali ini”ucap Dev dalam hatinya.
__ADS_1
“Apa aku bisa percaya pada anak ini”