
🌺🌺🌺HAPPY READING🌺🌺🌺
Oliv menjadi agak pendiam setelah kejadian di hotel bersama mantan suaminya.
Ia bahkan sering melamun.
Tak bisa ia pungkiri bahwa ia masih memiliki rasa cinta pada mantan suaminya itu.
“Liv... Bara mau ketemu sama kamu, kamu mau nggak ? “
“Liv.... “
.
.
.
“Olivia Montana !!! “
“Ehhh.... “
“Enggak deh Mir, aku belum siap buat dekat sama siapapun dulu, nanti malah aku yang terlihat gatal”
“Iya... Aku juga bilang gitu sama Bara, tapi ia kekeuh banget looh”
“Aku takut orang mikirnya baru aja cerai dah dekat sama cowok, kan aku jaga status keluarga aku Mir”
“Bagus sih, tapi apa kamu nggak kesepian ? “
“Sepi sih ia tapi kalau ingat kelakuan mantan suami aku, aku jadi nggak kesepian lagi, apa gunanya punya laki, kan sama aja”
“Sabar deh Liv, yang penting sekarang kamu fokus urus Ica sama David”
“Iya... Kalau itu aku pasti kok hanya mereka yang membuat hariku tidak kelabu”
“Sabar ya Liv”
Mira adalah sahabat dekat dari Oliv semenjak mereka sama-sama bertemu di sebuah jamuan makan malam pengusaha, Mira juga single parents bedanya Suami Mira meninggal karna kecelakaan.
Mira dan Oliv mempunyai hobby yang sama yaitu belanja barang luar negri.
Sebenarnya itu bisa dibilang hobby atau tidak, masih tanda tanya.
“Liv... Yoshiko bilang apa tentang tas itu”
“Ohh iya sampai lupa, katanya bagus dan keren sekali”
“Ihhh... Aku jadi suka deh kalau customer puas”
“Iya... Kalau Yoshiko itu tahu model bukan asal ngikut yang viral”
“Bagus deh.... Sesekali bolehlah kita bermanja sama barang luar Negri, ohhh iya kamu mau beliin Ica tas sekolah nggak, manis banget loohhh, Cuma ada tiga di dunia” sambil menunjukkan gambarnya.
“Duh... Ica mana tahu tas mahal, jangan deh”
“Serius kamu nggak mau ? “
“Jangan deh Mir, masalahnya anakku Ica kan sorotan disekolahnya, aku nggak mau dia diomongin sama guru-guru”
“Okelah kalau gitu tapi itu sih pikiran orang iri hati aja Liv”
“Ya tapi aku harus tetap jaga Ica agar terhindar dari tudingan yang tidak-tidak”
“Bagus juga sih emang ada apa kamu jaga Ica sampai segitunya”
“Tempo hari dia pukul Jessi anak model”
“Kok bisa, emang ada apa ? “
“Dia hina Ica nggak punya Papa dan anak haram”
“Dihhh.... Anak itu kelewatan sekali sihhh !!! Siapa yang ajarin ? “
“Entahlah namanya juga anak-anak suka saling iri”
“Tapi itu kan keterlaluan”
“Iya aku tahu, aku tidak memanjakan Ica, dia tetap di skor tapi nanti selesai lomba karna ia ikut Lomba silat”
“Duhh kasian Ica”
“Aku mau bilang apa lagi, ada saja kelakuan anak zaman sekarang, ngeri banget”
“Iya juga hhhhhiii”
Di rumah Olive tercengang dengan kelakuan Mamanya atau Nenek Ica.
“Mama beliin Ica tas ? “
“Iya katanya Cuma ada tiga didunia “
“Mama kelewatan sekali”
“Mama kelewatan, Mama hanya beli tas kamu bilang kelewatan ? “
“Aku juga ditawarin sama Mira, tapi aku tolak karna aku nggak mau Ica diintimidasi Ma”
“Lahh tas dia yang punya kok harus takut”
“Bukan takut tapi hanya menjaga saja biar dia nggak diomongin Ma, kan Mama tahu Ica itu disorot sama guru-guru disana”
“Ahh peduli amat sama omongan orang lain “
“Ckkk... Aku yang nggak mau beliin dia tas itu, malah Mama yang beliin”batin Oliv
“Daripada ributin tas, mending bantu Mama masak Liv”
“Aku sibuk Ma, ada yang harus aku kerjakan”
“Banyak sekali alasan kamu Liv, bilang aja kalau kamu malas”
“Emang”
“Dasar ....!!! “
“Apaan sih Ma, ribut banget deh”
Ica keluar dari kamar dengan mata yang masih mengantuk, ia ketiduran saat pulang dari sekolah.
“Nggak ada kok”
“Aku mau mandi dulu Ma”
“Iya mandi deh, wajahmu mirip kerang”
“Kerang apaan sih Ma, aku cantik warisan dari Mama”
“Perasaanku jadi tidak enak kalau kamu ngomong kayak gini”ujar Mama Ica sambil bergidik ngeri.
“Hahhhh punya Mama gini amat”
__ADS_1
“Ca.... Besok ada acara ultah teman kakak, kamu ikut ya”ujar David dari dalam kamarnya saat melihat Ica lewat untuk ke kamar mandi bawah.
“Dihhh.... Nggak ah “
“Dia suruh ajak kamu”
“Aku nggak mau Kak”
“Kamu ini diajak pesta nggak mau, bodoh.... Siapa tahu ada yang naksir kamu”
“Aku nggak perlu ya Kak, lagipula aku risih sama teman-temanmu”
“Sok risih... Mereka berduit loohhh”
“Mau berduit atau tidak, aku nggak peduli”
“Ihhhh gitu amat”
“Sampai sana paling aku jadi kambing congek”
“Sini deh” sambil menarik Ica ke kamarnya.
“Kalau kamu mau headphone ini buat kamu”
“Emmm gimana ya ? “Ica mulai bimbang dengan negosiasi dari Dev
“Ayolah.... Please”
“Makanya kakak jujur aja sama aku, ada apa ini aku jadi ngeri lohh Kakak tiba-tiba baik padaku”
“Jadi teman Kakak itu investor yang lumayan besar disini”
“Tapi yang jadi masalahnya dia mau ketemu sama kamu”
“Mana fotonya”
“Nih... Nggak kalah kok sama bias kamu”
“Kakak masuk ke kamarku tanpa izin lagi ya”
“Ngga ada tuh !!! “
Hari Ultah
“Kamu mau pakai baju ini ? “
“Iya “
“Jangan pakai yang itu, aku nggak mau lihat, ganti !!! “
“Emang kayak gimana ? “
“Coba lihat bajumu “
“Ngga ada yang bagus, ayo beli yang baru”
“Emang aku kayak gimana ? “
“Jangan ngomong lagi, aku emosi”
“Nggak bisa ditanyak”
Ica dan David sampai di sebuah butik yang ada di pusat kota.
“Masuk !!! “
“Bisa nggak jangan pakai urat !!! “
David hanya diam dan diikuti dengan Ica.
“Baik”
“Langsung make up ya”
“Okehh.... “
⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰
“Kak... Aku nggak mau Kak”
“Diam......!!! “
Sekitar dua jam David menunggu dan Ica pun selesai.
David terpukau sebentar lalu mengalihkan pandangannya.
“Sudah Kak”sambil membuka mulutnya sedikit.
“Kenapa gaya bicaramu kayak gitu ? “
“Aku takut lipstiknya rusak”
“Dih.... Lebay banget, kamu pikir kamu cantik gitu ? “
“ Makasih ya”
“Apaan aku ada ngomong sama kamu ? "
Pesta ultah yang diadakan oleh teman David adalah pesta ulang tahun yang mewah dan megah, nggak seperti ulang tahun pada umumnya.
“Mewah banget Kak”
“Jangan norak !!! “
“Aku ngomong dikit aja salah !!! “
“Hai David dan akhirnya kamu ajak juga adik kamu “
“Iya... “
“Hai kenalin aku Revan”
“Iya”
“Namamu ? “
“Ica”
“Ohhh Ica ya... Nikmati pestanya ya”
“Iya”
“Yesss ngga ada yang tahu aku disini dengan penampilanku yang aneh ini”.
Ica menikmati semua makanan yang ada disana sambil berdendang ria.
“Pesta Sultan emang beda ya”
“Tunggu... Apa itu Gilang ...?, ya ampun aku harus kabur”ucap Ica sambil menutup wajahnya dan pindah ketempat lain.
“Kayaknya disini aman deh” Ica pindah menuju balkon.
__ADS_1
Baru saja Ica bernafas lega ada seseorang dibelakangnya.
“Sendirian ya”
“Gawat”batin Ica
“Aku juga lagi sendirian”
“Emmm iya”ucap Ica tanpa menoleh.
“Boleh kenalan ? “
“Iya”
“Aku Kevin adiknya Lisa yang ngadain ulang tahun”
“Ehh.. Iya aku Ica”ucap Ica risih
“Aku boleh minta nomor kamu ? “
“Emmm nggak deh soalnya kakak aku posesif “ucap Ica bohong.
“Ohh gitu... Nanti aku minta sama kakakmu aja ya”
“Bisa juga sih “
“Kamu mau minum apa, aku ambilin ? “
“Aku sudah kenyang kok, nanti aku ambil sendiri aja”
“Oke... Nikmati pestanya ya, aku mau menyapa tamu dulu”
“Iya”
“Hufffttt akhirnya dia pergi juga” ucap Ica bernafas lega.
Baru saja berbalik terdengar suara langkah kaki ke arah balkon lagi.
“Kenapa semuanya ke balkon sih !!! “
“Ehhh ada orang, kita boleh gabung nggak ? “
“Gawat... Aku hafal suara itu”
Ica hanya mengangguk dan mencoba untuk pergi sambil menutup wajahnya.
“Kok dia pergi”
“Heyy... Tunggu dulu”
Ica mempercepat langkahnya”Jalannya cepat sekali... Hey”
“Hapemu tertinggal”
Ica merogoh sakunya “Iya makasi”sambil menutup wajahnya.
“Ada apa dengan wajahmu ? “
“Tidak ada”
“Ehhh.... “sambil melirik hape yang tak asing.
“Ica... Itu kamu ? “
“Bukan”
“Kok cepat banget sih kamu “
“Fabian... Ini Ica”
“Ahhh... Masak sih “
“Ini kan hapenya Ica”
“Kembaliin !!! “
“Ca... Jangan malu sama kita deh”
“Iya... Sama kita kok malu”
“Aku malas kalian olok”
“Buka wajahmu”
“Nggak !!! “
“Kalau gitu aku bawa hapemu”
“Ishhhh... Iya iya”
Fabian dan Gilang terpukau dengan Ica.
“Bidadari kasar” ucap Fabian sambil tertawa.
“Terserah deh”
“Balik yuk ke balkon”
“Nggak ah, aku ke balkon buat ngindarin kamu tapi malah tetap ketemu”
“Hindari aku atau Fabian ? “
“Kamu”sambil menunjuk Gilang.
“Ahhh... Kenapa mesti malu, kamu cantik kok”
“Gila... Aku nggak mau kayak gini tapi Kakak aku ngancam terus “
“Itu masalahmu dan Kakakmu”
“Iya aku tahu, yuk kita duduk disana sambil dengerin live music”
“Ayo deh tapi boleh nggak kita fotoan satu aja ? “tawar Gilang.
“Oke deh”
“Fabian fotoin aku dong sama Ica”
“Iya siniin hapenya”
“Nih “
đź“·đź“·đź“·
“Keren !!! “
“Kamu buat apa... Jangan diupload “
“Nggaklah selow aja sama aku”
“Awas ya kalau kamu berani, aku bikin patah lehermu”
__ADS_1
“Uuppss takut banget” sambil tertawa mengolok.
“Terus aja kayak gitu”