BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Sembilan


__ADS_3

🌺🌺🌺Happy Reading 🌺🌺🌺


Ica merasa sangat bahagia karna ini perdana ia keluar bersama gengnya.


Ica terus membicarakan tentang acara mereka nanti.


“Ca... Tumben sekali kamu bisa ikut, aku jadi bahagia deh”


“Iya nih Nes... Aku exited banget looh, baju aja aku ganti sampai tiga kali looh”


“Ihhh... Kamu ada-ada aja deh Ca”


Mereka keluar menggunakan mobil Fabian, kebetulan Fabian sudah punya SIM.


Belum saja seperempat jalan Dev sudah menelepon Ica.


📲


“Sudah sampai mana ? “


“Baru aja aku jalan Kak”


“Nanti telepon kalau sudah sampai”


“Iya... “


“Dev perhatian banget Ca” sindir Nesa.


“Menurut aku sih lebih ke stalker ya Nes”


“Jangan bicara gitu dong , bagaimanapun dia Kakakmu loo”


“Aku tahu tanpa kamu kasih tahu kalau yang itu Nes”


Akhirnya mereka sampai ditempat Gilang live music.


Di sebuah cafe yang bernuansa klasik, lengkap dengan vespa nya.


Geng Ica menyempatkan untuk fotbar disana.


Buat kenang-kenangan sih katanya.


“Mana Gilang”tanya Ica


“Belum keluar kayaknya Ca”


“Eh... Kita pesen apa nih “


“Aku mau cappucino aja satu sama kentang goreng, roti bakar juga boleh deh”


“Besar banget selera makanmu Ca, ini malam looh”


“Ini sih sedikit bagi aku Nes”


“Ya ampunnn”


“Ehhh ehhh itu Gilang “ sambil menunjuk kearah podium”


“Gilang keren juga ya kalau diluar sekolah” ujar Nesa


“Emmm” Ica hanya menyahut kecil


……11 Januari bertemu


Menjalani kisah cinta ini


Naluri berkata engkaulah


Milikku


Bahagia selalu dimiliki


Bertahun menjalani bersamamu


Kunyatakan bahwa engkaulah


Jiwaku


Akulah penjagamu


Akulah pelindungmu


Akulah pendampingmu


Di setiap langkah-langkahmu


Pernah ku menyakiti hatimu


Pernah kau melupakan janji ini


Semua karena kita ini


Manusia


Akulah penjagamu


Akulah pelindungmu


Akulah pendampingmu


Di setiap langkah-langkahmu


Kau bawa diriku ke dalam hidupmu


Kau basuh diriku dengan rasa sayang


Senyummu juga sedihmu adalah hidupku


Kau sentuh cintaku dengan lembut


Dengan sejuta warna


Ho-oh-oh


Ho-wo-oh


Kau bawa diriku ke dalam hidupmu


Kau basuh diriku dengan rasa sayang


Senyummu juga sedihmu adalah hidupku


Kau sentuh cintaku dengan lembut


Dengan sejuta warna


11 Januari bertemu


Menjalani kisah cinta ini


Naluri berkata engkaulah

__ADS_1


Milikku


*Armand Maulana*


Tanpa disadari Ica,mata Gilang selalu tertuju padanya saat ia menyanyi.


“Keren sekali Gilang “


Ica, Nesa, Alex dan Fabian bertepuk tangan dan disusul oleh lagu-lagu lainnya.


Selesai menikmati hidangan Nesa memutar kembali Video saat ia merekam Gilang.


“Enak punya ortu yang mendukung kayak Gilang ya”


“Iya, kalau nggak salah ia pernah cerita kalau Keluarganya Investasi di Cafe ini”


“Owhhh gitu”


Tak lama hape Ica bergetar 📳📳


đź’¬


Dev bodoh


*I miss u baby*


“Ihhh sialannn ada aja yang ia katakan”


Ica jadi teringat saat ia masih pedekate dengan anak silat saat masih SMP, Kakaknya selalu saja mengganggu saat ia sedang nelpon.


Macam-macam yang ia katakan hingga teman pedekate Ica jadi salah paham.


“Awas ya”


Jadi Ica juga ikut membalas saat Kakaknya masih SMA.


Pada waktu itu Dev ikut ekskul basket.


Ekskul basket dari dulu hingga sekarang selalu bergengsi karna kebanyakan isinya adalah cogan semua.


Ica sengaja datang dan berteriak “Hai sayangku semangat ya David “


Dev yang tidak menyangka Ica akan membalas perbuatannya sangat kaget dan ia harus klarifikasi kepada fansnya dan cewek yang ia sukai.


Jadi pada intinya Ica nggak dapat dan Dev pun tak dapat juga.


Perang !!!


Namun dibanding dengan Ica, Dev lebih penurut dan mau mendengar.


Ica dari SD sampai saat ini sering terlibat masalah yang membuat Neneknya pusing tujuh keliling tetapi sungguh Nenek Ica sangat baik dan sayang pada Ica, ia tak pernah marah jika Ica berbuat salah dan setiap Ica dipanggil kesekolah, Neneknyalah yang ia panggil, saat selesai bicara Nenek Ica selalu menyelipkan amplop coklat dan Ica tak pernah tahu apa isinya.


Namun semenjak SMA, Nenek Ica sudah dilarang oleh Mama Ica untuk datang kesekolah lagi karna ia berkata”Ica akan manja jika terus begini”


“Lama sekali kamu pulang “


“Aku pulang tepat waktu kok”


“Lain kali aku ikut”


“Jangan norak deh Kak”


“Aku norak”


“Iya”


Dev kembali ke kamarnya dan merenungi ia akan ditinggal oleh Tante Yosiko.


“Yosiko... Apa aku bisa tanpa kamu”


Esoknya....


“Sayang apa kau akan ninggalin aku”


“Aku minta maaf Dev”


Dev menciumi leher Yosiko hingga ia menggeliat saking nikmatnya.


“Kau tak akan menemukan sensasi seperti ini lagi”


“Tapi aku juga butuh pendamping “


“Aku paham, apa kau mau bertemu dengan ku lagi setelah kau tunangan “


“Tentu... Cintaku hanya padamu Dev”


“Aku juga Yosiko”


📞


“Mama”


“Kamu ada dimana Dev, Mama lagi dikantor tapi kamu ngga ada”


“Aku lagi keluar beli makan siang Mah”


“cepatlah balik karna nanti jam dia akan ada investor yang mau menemui kamu”


“Iya Ma”


“Kamu mau balik Dev”


“Iya”


Dev memakai kemejanya dan ia mengecup Yosiko dengan hangat.


“Aku pergi dulu ya Baby”


“Iya”


Investor yang dikatakan Mama Dev datang tepat waktu Dev salfok dengan gadis muda yang diajak oleh Investor itu.


“Kenalkan ini anakku David biasa dipanggil Dev, ia adalah penerus ku nantinya”


“Hai Dev... Aku adalah Pak Ari dan ini putriku Sonya”


“Salam kenal Pak Ari dan Sonya mari aku ajak berkeliling di pabrik dan kantor aku”


Sonya tak banyak bicara dan ia pandai membaca situasi setelah cukup berkeliling Pak Ari akhirnya setuju untuk berinvestasi di Perusahaan Montana.


“Bagaimana menurutmu tentang Dev ? “


“Emmm terserah Ayah saja” ucap Sonya .


“Kamu suka atau tidak”


“Dia tampan sih Yah, tapi sifatnya aku belum tahu”


“Jalani saja dulu kalian juga kayaknya seumuran “


“Baiklah Ayah”

__ADS_1


“Hai Dev”


“Ah... Pak Ari ada apa hingga balik lagi ? “


“Aku minta kontakmu untu Putriku, bisa ? “


“Bisa Pak”ucap Dev karna ia juga tertarik pada Sonya yang manis dan cantik.


“Baiklah “ ujar Pak Ari sambil mengedipkan matanya.


“Ada-ada saja” gumam Dev


đź’¬


Ini aku Sonya


Save nomer aku ya Dev


đź“©


Baiklah Sonya


Sonya sangat bahagia karna Dev menanggapinya dengan baik.


Semoga saja dia lelaki yang baik.


Malamnya Dev dan Sonya saling chating dan bercerita satu sama lain.


Seketika dunia Dev berubah apakah ia suka pada Sonya, tapi ini terlalu cepat sementara tadi baru saja ia mengucap cinta pada Yosiko.


“Aku ingin mengajakmu di hari tunangan Tante aku” ucap Dev


“Oke”


Di sekolah.... 🏫🏫🏫


“Selamat Pagi Nes”


“Selamat Pagi Ca”


“Ca... Ada yang ingin aku bicarakan “ujar Nesa dengan mimik yang dibuat-buat.


“Ada apa Nes... Kok serius gitu”


“Seisi sekolah membicarakanmu”


“Tentang apa ? “


“Tentang kamu tidak mau minta maaf sama Bela”


“Hahhh.... Masih saja sih topik itu”


“Aku juga tidak terlalu paham”


“Aku nggak mau pikirin deh Nes, kecuali aku yang dengar langsung”


“Katanya ada guru yang juga pro sama dia”


“Kamu tahu dari mana ? “


“Ya... Aku kan suka cari gosip “


“Aku nggak peduli sih Nes”


“Dan katanya nanti pas Lomba pencak Silat kamu, semuanya disuruh jangan datang”


“Kok sampai ekskulku juga sih yang dilibatin”


“Kan aku sudah pernah bilmag sama kamu, Bela itu manipulatif”


“Aku kesal sekali mendengarnya Nes, kenapa dia harus seperti itu”


“Iya itu”


“Btw Ca, Kak Damar itu sudah punya pacar belum sih”


“Kenapa kamu nggak pastiin sih ? “


“Aku kan mau tanya kamu”


“Sejauh ini aku nggak lihat sih ada cewek yang datang ketempat latihan kita”


“Aku jadi semangat buat deketin Kak Damar “


“Saingannya banyak lohhh”


“Biarpun dan hari ini aku bakal buatin dia bekal .. Awwwww”


“Buat aku juga ya”


“Beli aja sendiri “


“Kalau gitu, aku nggak bakal bantuin”


“Ahhhh Ica... Jangan gitu dong “


Tiba-tiba Jessi datang bersama teman sebangkunya.


“Jess selamat ya.... Kamu jadian sama Kak Damar”


“Iya... Aku juga nggak nyangka Kak Damar bakal nembak aku”


Dengan suara yang dibesarkan.


“Kamu sama Kak Damar itu beneran cocok deh”


“Makasih”


Nesa terdiam , ia seketika melamun dan matanya mulai berkaca-kaca.


“Nes...”


“Nes.... “


“Nesa.... “


“Brukkkkk”


“NESAAAAAA” Ness membanting kepalanya diatas meja.


“Nesa.... Jangan mati...... “


“Hatiku langsung rapuh Ca, coba deh kamu pegang rasanya .... “


“Nesa.... Kuatin dirimu”


“Aku mau pulang aja Ca”


“Ehhh.... Kamu jangan gitu dong “


“Lihat tuh Gilang datang”

__ADS_1


“Bodo amat”


“Nesaaaa..... “


__ADS_2