
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
Pagi itu SMA SEMESTA terlihat sangat asri, para tukang kebun sudah mulai menyiram dan memotong bunga, ada juga yang membentuk semak hingga menjadi bermacam-macam model.
Dari kejauhan nampak Ica sedang membawa perlengkapan untuk mading dibantu oleh supirnya yang setia, kadang Dev berfikir kenapa supir ini begitu betah menjaga Ica dan biarpun Ica cemberut saat telat dijemput ia tak pernah marah pada Ica.
Intinya tingkat sabarnya berbeda dengan Dev.
“Makasih sudah bantu aku Pak” Ujar Ica sambil membersihkan bajunya yang kotor.
“Sama-sama mba Ica, saya pamit dulu”
“Iya Pak hati-hati dijalan “Ica kemudian ke kelas dan sibuk menata kertas karton serta pensil warna dan alat lainnya.
“Ca bawa sebanyak ini nggak minta bantuan “tanya Nesa.
“Dibantu Pak supir aku kok Nes jadi nggak berat”ucap Ica.
“Selamat pagi Ica, Nesa”ucap Dio.
“Aku nggak disapa “protes Ningsih si ketua kelas.
“Hai Ningsih”ujar Dio
“Ahhh terlambat, nggak jadi”
Ucap Ningsih sambil tertawa.
Yang lain bisa menerima Dio tapi mengapa Ica masih kesal padanya masa iya karna nilai Dio sering menyaingi Ica.
“Kalian sudah selesai dengan tugas yang aku bagiin kemarin”tanya Ningsih.
“Sudah kok “ujar Nesa
“Kamu bagaimana Dio ? “
“Sama... Aku juga sudah selesai “jawab Dio
“Kalau gitu kita tinggal tempel aja ya”ujar Ningsih lagi sambil memilih mana saja yang perlu dan tidak.
“Layout biar aku aja yang desain”ujar Ica lagi.
“Ya kalau desain aku percaya sama Ica”ujar Ningsih.
Sebelum masuk Ica dan kelompoknya sudah menempel sedikit-sedikit jadi saat pelajaran Bahasa Indonesia , mereka tinggal menyelesaikan yang belum saja.
“Ca, kelompokmu sudah mau selesai, kelompok aku belum “ujar Alex sambil memainkan kertas manila.
“Makanya kerjain lah, jangan main terus” jawab Ica sambil tangannya membuat hiasan untuk madingnya.
“Kelompok aku bego semuanya”ujar Alex lagi.
“Yah kamu termasuk juga kan”Ica tertawa sendiri.
“Aku nggaklah”jawab Alex
“Sudah intinya kamu mau dibantu apa ? “tanya Ica karna tahu maksud dari Alex mendekatinya.
“Aturin aku dimana tempatnya aja habis itu aku yang tempel”
“Lahh.... Dong aku yang kerja jadinya ? “ujar Ica tapi tangannya tetap membantu Alex.
“Sudah jadi kok, tinggal susunin tempatnya aja “
“Nih sudah kok”ujar Ica kemudian pergi.
“Oke Ca, emang kamu yang paling cantik dan baik hati”ujar Alex menyanjung Ica.
“Jangan rayu aku Alex”
“Okay nanti teh susu ya yang matcha”
“Okehhhh”
__ADS_1
Ica kembali ke bangkunya dan melihat Dio yang sedang membaca.
Seketika darah Ica berdesir saat melihat Dio, bagaimana si cupu ini bisa punya badan yang bagus seperti itu .
Ahh... Pikiranku mengapa ya hanya isinya dia saja.
“Ca, bagian ini gimana ? “tanya Dio sambil mendekat pada Ica.
“Ehhh-“Ica nyaris berteriak saat Dio terlalu dekat dengannya.
“Ada apa Ca ? Kok kamu. Kaget kayak gitu”tanya Dio heran seolah ia tak ingat kejadian kemarin itu.
“Aku nggak kenapa kok, Cuma kaget aja karna kamu terlalu dekat sama aku”ucap Ica bohong, makanya menghayal terus sih.
“Ohh... Maaf kalau gitu Ca”ujar Dio malu-malu, sebenarnya Dio juga masih mengingat kejadian itu tapi ia berusaha melupakan namun saat melihat Ica ia kembali mengingatnya.
Seakan melupakan apa yang seharusnya ia tanya, Ica bertanya pada Dio lagi.
“Kamu tanya apa Dio ? “
“Ini mau dipasang dimana ? “ujar Dio menunjukkan hiasan yang dibuat Ica tadi.
“Ohhh disini saja “Ica memberi arahan.
Keakraban Ica dan Dio saat membuat mading, membuat Gilang cemburu, bagaimana tidak selama ini Gilang memendam rasa pada Ica dan saat ia ungkapkan, Ica selalu menganggapnya bercanda.
Dio
⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️
Saat istirahat Gilang akhirnya bertanya pada Ica.
“Ca kok kamu akrab sekali sama Dio, bukannya kamu nggak suka sama dia ya ? “
“Akrab gimana ? “tanya Ica heran.
“Aku kan lagi satu kelompok sama dia, jika ia bertanya aku wajib jawab sih Gilang, akrab dari mana coba ? “
“Pokoknya kamu jangan terlalu akrab sama dia ya”pinta Gilang
“Iya... Kamu kenapa sih kok kayak gitu Gilang “tanya Ica lagi.
“Aku kesal aja lihatnya”
“Tapi sama Alex, Fabian aku akrab kamu nggak marah”
“Beda kalau mereka , kan aku sudah tahu kalau mereka yang dekat sama kamu, kamu kan juga awalnya nggak suka sama dia “ ucap Gilang panjang lebar.
“Iya.... Kalau Gilang ngambek, aku bakal jauhin dia deh, kalau bisa aku dorong kursinya biar jatuh”
“Iya, aku lebih suka jika Ica bersikap biasa sama dia”ucap Gilang.
“Kamu apaan sih Gilang, kan kita cuma kerja kelompok aja, nggak usah bereaksi berlebihan kayak gitu “ujar Nesa.
“Aku nggak suka ya nggak suka, kamu mau apa Nes ! “
“Lahh kok kamu ngegas sih ! Aku kan ngomong benar”Suara Nesa ikut meninggi.
“Ya ampun kalian ini, masalah kecil aja sampai kayak gitu”ujar Fabian.
“Nih si Gilang yang mulai duluan “Nesa tak mau kalah.
“Sudah segitu aja, Ca ini teh susu kamu rasa matcha sesuai janjiku”ujar Alex sambil memberikan teh susu pada Ica.
“Aku kira kamu nggak serius beliin aku”ujar Ica.
“Serius dong, kamu sudah bantuin aku”
“Oke deh, aku Terima ya”Ica kemudian mengambil teh susu dari tangan Alex.
Saat pulang sekolah Gilang tidak langsung pulang, ia menunggu Dio, entah apa yang akan ia lakukan pada Dio.
__ADS_1
Rupanya Dio memang sudah janjian dengan Gilang, Gilang sudah chat Dio agar diam dikelas.
“Aku pikir kamu takut”ujar Gilang .
“Aku pasti datang, kalau ada yang mau kamu omongin “ujar Dio tenang.
“Aku simpel aja, jangan pikir Ica mulai baik padamu karna dia peduli,kamu harus sadar diri ! “Gilang melihat Dio dengan seksama.
“Maksud kamu apa sih ! Aku belum paham”ujar Dio pura-pura karna ia tahu jika Gilang cemburu padanya. “Kamu takut saingan sama aku, lucu sekali jika kau anggap aku saingan kamu”Dio kemudian berlalu.
“Tunggu aja ya kamu , guys !!! “Ternyata Fabian dan Alex juga ada disana, mereka langsung memukuli Dio.
Dio sama sekali tidak melawan dan membiarkan Gilang , Fabian dan Alex memukulinya hingga tubuhnya merasakan sakit yang teramat sangat.
Setelah itu Gilang, Fabian dan Alex pergi.
Tetapi hal ini diketahui oleh Nesa yang masih bersama Kak Alvian karna Kak Alvian sedang rapat OSIS.
Nesa menutup mulutnya agar tidak teriak dan ia datang menghampiri Dio.
“Dio , kamu bisa bangun ? “tanya Nesa pada Dio yang masih tidur terlentang.
“Iya, aku nggak apa kok Nes, ini aku mau pulang “ujar Dio pada Nesa.
“Ayo aku bantu kamu Dio”Nesa memapah Dio hingga ke parkiran motor.
“Makasi Nes”ucap Dio kemudian menaiki motornya dan berlalu.
Nesa melihat Dio hingga punggungnya hilang dari pandangan Nesa.
Memang sih mereka tak suka pada Dio, bukan berarti memukulinya sampai separah itu.
Gilang benar-benar kelewatan, Nesa yakin pasti Ica tidak setuju dengan kelakuan Gilang ini.
đź’¬
*Ca... Gilang mukulin Dio sampe memar-memar*
đź“©
*Lah... Kok bisa sih ? Emang mereka kenapa dan kok kamu bisa tahu Nes ? *
đź’¬
Ya.... Aku kan lagi nungguin Kak Alvian rapat OSIS dan aku tadi keluar bentar cari angin karna bosan nah aku lihat Gilang sama Dio dibelakang sekolah dan itulah aku lihat dia marah, gara-gara kamu Ca*
đź“©
*Lohh... Kok gara-gara aku ? *
đź’¬
*Ya... Gilang kesal kalau Dio dekat sama kamu Ca*
đź“©
*Ya ampun... Belum selesai masalah itu, aku pikir sudah selesai *
đź’¬
*aku juga begitu, kenapa malah perpanjang sama Gilang*
Rumah Hanum
“Num... Ibu mau ngomong “ujar Ibu Hanum saat Hanum baru pulang dari tempat kerjanya.
“Ada apa Bu, kok serius begitu “Hanum merasakan firasat buruk pada Ibunya.
“Maafkan Ibu Num ini tentang Yovi”
“Ada apa sama Yovi Bu”Hanum menjadi bingung karna baru kali ini Ibunya membahas Yovi setelah sekian lama Yovi ada disini.
__ADS_1