BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Sembilan Belas


__ADS_3

🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


Ica bergidik melihat kelakuan Kakaknya yang pengangguran itu.


Terdengar kejam sih tapi emang Dev saat ini sedang menganggur setelah berdebat dengan Mamanya.


“Kamu sudah selesai syutingnya ? “


“Iya.... Do’ain ya film aku laris nanti”


“Iya, tapi peranmu jadi orang jahat terus”


“Biarin aja, emang aku suka kok”


“Nih minum”


“Makasih”


“Sama-sama”


“Makasih juga sudah temenin aku syuting ya”


“Iya”


“Den... Besok kalau kita sudah menikah apa aku boleh tetap jadi artis ? “


“Boleh asalkan jangan ada adegan panas”


“Iya... Aku jaga kok Den”


Deny....


“Aku adalah Yosiko Montana, anak terakhir dari Emma Montana dan satu-satunya yang tidak bergelut didunia bisnis.


Aku lebih tertarik dengan dunia hiburan karna aku bisa bertemu dengan orang yang unik dan berkelas.


Keluarga Montana tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut dan dalam waktu dekat ini aku sudah membuat Farfum dengan nama YN parfum yang lumayan laris.


Disini aku akan menjelaskan hubunganku dengan Dev berawal dari mana.


Perceraian kedua orang tua Dev yang sangat tidak terduga itu membuat Dev sangat tertekan dan frustasi, Dev yang sedang butuh figur seorang Papa tiba-tiba kehilangannya karna Papanya , karna kebodohan Papanya sendiri, ya Kakak Iparku bermain dengan murid lukisnya sendiri.


Papa Dev bekerja sebagai guru lukis dan mempunyai sebuah galeri yang ada di pusat Kota.


Entah apa yang ada dipikiran Samuel saat itu.


Oliv atau Kakak aku sangat membenci sebuah perselingkuhan, yah bukan Kakakku saja tapi semua orang pasti membenci perselingkuhan dan meskipun sudah mediasi beberapa kali, jawabannya sama


”Aku menjilati keringat orang lain, tidak akan !!! “


Setiap aku ingat kata-kata Oliv, membuat aku sangat merinding.


Dia sungguh tak terbantahkan jadi mereka pun berpisah.


Aku sering berkunjung kerumah Oliv untuk membantu Dev dan Ica agar memiliki hati yang lapang tentang keadaan orang tuanya lebih tepatnya pilihan orang tuanya.


Dev berusaha bangkit dan Dev sering curhat padaku, aku dan Dev berbeda sepuluh tahun.


Karna aku sering sibuk sebagai artis Dev menyempatkan berkunjung kerumahku secara diam-diam.


Aku suka Dev mulai jujur padaku dan aku pikir Dev tidak akan bangkit lagi karna ia stress cukup lama dan perlu obat juga.


Tapi aku selalu memberikan ia motivasi sementara aku juga tak tahu apa yang aku lakukan itu benar dan bagus.


Kejadian aku dan Dev bersama dan berhubungan layaknya pasangan adalah ketika Dev mengantarkan pesanan tas milikku yang biasa aku pesan di Oliv.


Saat itu aku baru selesai mandi dan masih menggunakan baju handuk.


Dev datang dan aku mempersilahkannya masuk, aku tak ada pikiran apapun tentang Dev karna ia adalah keponakanku tetapi saat itu sorot mata Dev begitu berbeda.


Dev juga bercerita ia baru saja putus dari pacarnya.


Entah mengapa aku tanpa sadar mendekatkan diri pada Dev, dia bersandar sambil mengomeli ketidakadilan.


Tiba-tiba Dev mengecup bibirku, membuat aku terpaku.


Dev.....


Keponakanku sendiri....?


Apa yang dia lakukan ?


Namun kebodohanku adalah membiarkan dia melakukan tanpa melarangnya dan aku pun diam saat semuanya lebih lagi, aku tak kesepian tapi kenapa aku menjamah keponakanku sendiri ? Apa aku ini masih disebut manusia ?.


Hubunganku dan Dev semakin lama menjadi semakin berani, Dev tumbuh menjadi Pria tampan dan gagah sangat mirip seperti Kakak Iparku Samuel.


Kurasa aku benar jatuh cinta padanya.


Aku dan Dev berhubungan sangat lama, ngga ada satupun yang menyadari itu, hingga suatu saat Ica datang disaat Dev dirumah... Ya Ica adik dari Dev.


Aku dan Dev kelabakan saat itu, namun untung aja Ica tidak menemukan Dev.


Aku ingin mengakhiri ini semua, tapi kurasa aku sudah bodoh oleh Cinta Dev padaku.

__ADS_1


Entah ini bisa disebut cinta atau zina, aku tak tahu.


đź’¬*David


Aku butuh pekerjaan


Yoshiko kemudian menelpon Dev.


“Apa yang terjadi Dev ? “


“Aku mau cari kerjaan “


“Kamu mau kerja apa ? “


“Apa saja yang penting halal”


“Baik nanti aku coba bantu ya “


“Iya”


“Makasih”


“Apa lagi yang terjadi antara si Oliv dan David ini”batin Yoshiko.


Saat diluar mencari pekerjaan Dev mencoba membeli sebuah produk milik perusahaannya itu.


“Enak juga snack ini, kapan terakhir kali aku makan ini ya ? “batin Dev.


“Aku kira cari kerjaan itu gampang”


“Kakk... Kamu lagi ngapain ? “


“Ehh... Aku lagi istirahat “ujar Dev


“Kakak nggak mau ke pabrik dulu”


“Makasih Ca, tapi nggak “


“Itu produk kita kan ? “


“Kalau iya kenapa, aku bebas makan apa saja yang aku mau”


“Iya.... “


“Kamu ngapain disini ? “


“Terserah aku mau dimana , apa urusannya sama Mama”


“Iya... Mama hanya tanya saja kok”


“Ahhh.... Sayangnya ini memang masih wilayah Montana”ujar Mama Oliv dengan arogan.


“Terus, aku kan bukan bagian Montana lagi, kenapa aku harus takut”


“Hanya memberi tahu kamu saja kok” sambil memainkan jarinya.


“Ma... Sudahlah”


“Diam kamu Ica”


“Kamu nggak sekolah Ca”


“Dia di skor”


“Ohh aku lupa “ucap Dev.


“Ahhh daripada dia dirumah, diperusahaan juga dia tak membantu jadinya Mama ajak dia untuk beli alat kantor untuk di pabrik”


“Aku nggak tanya Mam”ucap Dev sambil nyelosor pergi.


“Ihhhh.... Dasar anak nakal “Oliv sangat kesal pada Dev.


Ica yang iba pada Dev hanya mampu melihat Dev yang masih duduk di bangku minimarket itu.


“Devvv.... “


Malam harinya....


“Aku duluan Nek”


“Kalian... Cukup ya, Nenek tidak suka melihat kalian bertengkar”


“Aku nggak bertengkar Nek”


Dev mencoba melamar dibeberapa perusahaan yang diberi tahu Yosiko dan dia mencobanya hari ini.


“Saya mau bilang apa ya, anda pernah bekerja diperusahaan Montana begitu ? “


“Sebenarnya saya anak dari pemiliknya “


HRD itu diam sejenak...


“Apa anda disini untuk jadi mata-mata ? “

__ADS_1


“Tidak.... Tidak saya murni ingin bekerja”


“Baiklah tunggu atasan saya dulu ya”


“Iya”


Tak lama kemudian atasan yang dimaksud datang.


“Lohh Dev... Jadi aku nggak salah baca ya, kamu mau kerja disini ? “


“Paman ? “


“Ya... Ini aku”


“Aku pikir ini bukan perusahaan Paman”


“Aku baru-baru ini mencoba bisnis ini, jadi belum cerita ke keluarga yang lain”


“Dev... Jika ada masalah, bicaralah baik-baik dengan Mamamu, Paman ingin kamu nerusin perusahaan itu, bantu Mama kamu, bukannya nggak ingin kasih kamu kerjaan Dev”


“Iya Paman”


Malam harinya Dev menunggu Mamanya balik dari pabrik.


Hampir jam makan malam dan Mamanya belum juga datang.


“Kriekkkkkkk”


“Ma.... “


“Dev”


“Dev minta maaf Ma”


“Mama juga Dev”


“Syukurlah” ucap Nenek Ica melihat Dev dan Mamanya kembali akur.


“Nihhhhh !!! “


“Apaan ? “


“katanya lagi cari kerja”


“Aku akan balik ke Montana”


“Lemah.... “


“Ini karna Mama memohon”


“Bilang aja kamu takut susah”


“Heyy... Tempeyon.... Siapa yang kamu kamu in.... Aku ini Kakakmu”


“Kak... Kau tahu selama sisa hidupku ini, kau tak tahu rasanya menyebut Kakak tapi kau tak ingin”


“Ca.... Begitu susah ngadepin kamu”


“Aku habis tamat ini pengen kuliah ke Luar Negri ahh, biar aku nggak ikutan urus sekolah sama perusahaan “


“Yaaa kau kuliah di Luar Negri buat ambil jurusan manajemen bisnis, bukan yang lain”


“Suka-suka akulah , kan aku anak cewek jadi nggak perlu dikekang”


“Hai Dev, Hai Ica”


Ica dan Dev saling menoleh”Kamu ngapain disini ? “


“Jadi Mama dan Papa ada perjalanan bisnis jadinya aku dititipin disini”


“Kau pikir, kau itu bocah ? “


“Iya... Lawak banget sih”


“Maaf Dev, Ica ini mendadak jadi Aris disini dulu dalam waktu seminggu karna Paman dan Bibi kalian lagi sibuk diluar Kota”


“Dia kan bukan anak-anak Ma”


“Dev... Bagaimanapun dia butuh pengawasan juga”


“Tapi Ma.... “


“Aku disini dulu ya”


“Menyebalkan !!! “


“Kamu bisa tidur dikamar khusus tamu ya Ris”


“Iya Tante Oliv”


“Weekkkkcckkkk”


“Apaaa !!! “ Ica ingin memukul Aris.

__ADS_1


“Sabar Ca !!! “ucap Dev sambil memegangi adiknya itu.


__ADS_2