
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
Oliv diikuti oleh Bara pergi menuju percetakan.
“Looh kok kesini Bu Oliv”
“Temanku buka usaha percetakan,jadi aku harus mendukung bisnisnya”
“oohh gitu,anda baik sekali Bu Oliv”
“Apa aku terlihat jahat selama ini,Face aku aja yang kayak gini tapi aslinya aku perhatian kok”
“Eheeee”ucap Bara
“Jangan tertawa”
“Maaf”
Setelah menempuh perjalanan sekitar kurang lebih tiga puluh menit akhirnya Oliv dan Bara asistennya sampai dipercetakan.
Oliv menghela nafasnya “Ayo bara”
“Iya Bu Oliv”
“Permisi”
“Iya silahkan ada yang bisa saya bantu Bu”
“Saya ingin membuat Desain Produk saya”ujar Oliv sambil menunjukkan produknya yang akan didesign.
“Mau seperti apa Bu ?”
“Buat yang lagi trend saat ini,selebihnya atur saja”
“Baik Bu”
Oliv dan Bara duduk diruang tunggu,Bara sibuk memainkan ponselnya begitu juga Oliv,namun dari raut wajahnya ,ada yang sedang dinanti oleh Oliv.
“Liv…itu kamu”
“Iya”
“Aku pikir bukan kamu”
“Heee”
“Kamu bikin apa ?”
“Aku bikin desain kemasan untuk produk aku”
“Ohh gitu,sudah apa belum ?”
“Sudah kok”
“Ooiya,…kamu kok nggak ngabarin aku ?
“Nggak perlu,kan aku mau bikin desain,bukan cari kamu”ujar Oliv jujur
“Kamu terlalu jujur Liv”
“Emangnya kenapa kalau aku jujur ?”
“Nggak apa sih,cuma kalau cari aku kan ,aku jadinya bisa pede”
“Dihhh…ngarep”
“Ngarep dong, apalagi ngarepnya sama kamu”
“Aku balik kerja dulu ya Liv, kasi tahu aku kalau ada yang kurang”
“Iya”
“Bu Oliv itu siapa ? “Tanya Bara
“Marcel teman SMA ku dulu”
“Bu Oliv “sambil menatap Oliv
“Apaan sih Bara”
“Bu Oliv itu punya aku”
“Aku bukan milik siapapun ya”
“Bu Oliv... Aku itu hanya mau sama kamu”
“Nggak.... Ngakkk ! ! ! “
🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰
Di beranda sekolah SMA SEMESTA nampak sekumpulan murid sedang mengobrol, murid itu adalah Ica, Nesa, Alex , Fabian dan Gilang.
“Kamu ada rencana nggak ?”tanya Ica
“Buat Dio ?”
“Iya”
“Belum ada sih”
“Ca..ini tehmu”ujar Nesa.
“Tumben nggak teh susu ?”tanya Gilang.
“Lagi nggak pengen teh susu”
“Kamu ada saran nggak Fabian ?”
“Belum ada”
“Ehh..kita minta uang aja sama dia”
“Boleh”
“Itu dia... Pas banget, lihatlah gayanya yang zaman Batu bata itu”
__ADS_1
“Iya... Aku jadi malu lihatnya, ada ya anak SMA sepuluh itu hellowww ini sudah 2023”
“Weeeee.......”
“Dio”
“Iya... Aku”
Dio berjalan menghampiri Fabian.
“Bagi duit dong”
“Mau berapa ?”
“Semua menoleh”terkejut
“Dia bilang mau berapa”Ujar Ica dari kejauhan
“Aku ada lima puluh ribu,kalau kurang nanti aku tarikin di ATM depan”ujarnya ringan
“Okelah”ucap Fabian kemudian pergi dengan hati yang nano nano
“Aneh…dia tenang sekali”
“Kok bisa dia selow sekali”
“Aku juga bingung”
“Apa dia kaya ?”
“Entahlah”
“Teeettt….tettttt…tettt”
“Masuk Yukkk”ajak Ica ,masih tak percaya dengan apa yang terjadi barusan.
“Ini wilayah aku,kamu jangan lewatin ya !!!!” Ica memberikan tipex untuk membagi mejanya.
Ujar Ica sambil memberikan jari tengah pada Dio,Dio hanya tersenyum.
“Anehhh …”batin Ica
🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯
“Ca... Mungkin Dio orang kaya, makanya dia ikhlas” Ujar Alex sambil memainkan uang 50k milik Dio.
“Entahlah !!! Aku merasa jadi nggak seru lagi, biarpun orang kaya, mana ada yang ikhlas buat uangnya diambil” Ujar Ica.
“Iya juga sih” Timpal Nesa
“Taruh ini di laci mejanya”ujar Alex
“Apaan ? “ tanya Fabian
“Lumpur !!! “
“Kapan kita taruh ? “tanya Nesa
“Saat istirahat “
“Sippp”
“Iyaa.... “
Saat Dio akan menaruh bukunya di laci, tangannya menyentuh Lumpur.
“Ihhh.... Dio kamu jorok banget sih”
“Buu... Bukan aku kok yang taruh”
“Aku nggak mau deh duduk sama kamu lagi “ujar Ica.
“Nanti aku bersihin kok Ca”
“Iyaaa, aku jijik banget looh”
Dio mengibaskan tangannya yang kotor.
Masih dengan ekspresi yang tenang.
Dio membersihkan mejanya dengan hati-hati dan Ica hanya menutup hidungnya.
“Kocak... Kalian lihat kan ekspresi wajahnya tadi”
“Iya.... Dia kaget tapi mencoba tenang”ujar Nesa
“Ca... Kamu kan yang disamping dia, bagaimana rupa wajahnya”tanya Alex
“Haaaaaaaa”dia panik tapi mencoba tidak berisik pokoknya ekspresinya dapet banget deh”ujar Ica tertawa terpingkal-pingkal.
“Ca... Aku duluan ya” ujar Fabian
“Iya hati-hati ya “
“Sippp”
Akhirnya satu persatu geng Ica pulang.
Seperti biasanya Ica duduk menunggu di depan gerai es krim sambil menikmati es krim matchanya.
Tanpa disadari Ica saat dijemput ia menjatuhkan dompetnya.
Sampai dirumah Ica kebingungan karna didompet itu ada kartu-kartu ATM yang biasa dia pakai.
Ica belum bercerita pada Mamanya jadi dia meminta untuk diantar kembali ke tempatnya tadi oleh Pak Supir.
“Aku yakin tadi terakhir aku disini”
“Ada Mba Ica ? “
Ica menggeleng pelan” pasti Mama ngomelin aku deh Pak”ujar Ica.
“Mau bagaimana lagi, pasti sudah dipungut orang”
“Iya Pak, aduh aku nggak berani pulang”
__ADS_1
“Mba Ica sebaiknya bilang saja pada Bu Oliv”
“Iya... Ngga ada jalan lain lagi”
Saat akan masuk rumah Ica melihat Neneknya berbincang dengan seseorang.
Ica tahu siapa itu.
“Ada perlu apa ? “
“Hehhh... Kok kamu ngomong gitu Ca, ini temanmu balikin dompet kamu, katanya dia dapat di depan gerai es krim”
“Bawa sini.... Coba aku lihat isinya “
“Ica.... !!!“Nenek Ica memarahinya.
“Aku hanya mastiin aja Nek”
Ujar Ica sambil memeriksa setiap saku dompetnya.
“Semua aman ! ! ! Nih” Ica menyodorkan uang 50k pada Dio.
“Nggak perlu Ca, aku ikhlas kok”
“Ikhlas ikhlas... Nanti kamu omongin dibelakang, aku nggak mau !!! “
“Astaga Ica, kenapa kamu bicara seperti itu pada orang yang sudah bantu kamu, apalagi ini temanmu”
“Nenek apaan sih, dia bukan temanku”ucap Ica sambil masuk tanpa ucapan terimakasih sedikitpun.
“Maaf ya nak Dio dan terimakasih, apa mau masuk dulu ? “
“Nggak perlu Nekkkk !!! Teriak Ica dari dalam.
“Tidak usah Nek, saya juga mau buru-buru balik masih bantu beberes di apartemen “
“Oh iya... Kamu baru pindah ? “
“Iya Nek... “
“Baiklah sekali lagi Nenek minta maaf ya kalau kamu sakit hati sama Ica”
“Sudah nggak apa kok Nek”
Dio kembali dengan wajah tanpa ekspresi .
“Dengar ya Dio, kau balikin dompet aku bukan berarti kita berteman !!! “
“Iya nggak masalah kok, aku hanya bantu saja”
“Ihhhhhh..... “
“Selamat Pagi anak-anak, hari ini Ulangan Matematika dan kalian sudah siap ? “
“Sudah Bu”
“Ohhh... Ada anak baru ya ? “
“Iya Bu”
“Nama kamu siapa ? “
“Nama saya Dio Bu”
“Baiklah Dio, Dio kamu mau ikut ulangan apa mau nyusul aja nanti “
“Saya ikut saja Bu”
“Kamu yakin ? “
“Yakin Bu”
“Baiklah Ibu bagikan soalnya silahkan”
“Dioper ya kebelakang ? “
“Baik Bu”
“Sombong sekali dia”ujar Ica dalam hati.
Kebiasaan guru matematika adalah langsung memberikan nilai pada ulangan anak-anak dan Ica sangat terkejut tentang Dio.
“Hari ini yang dapat seratus ada tiga orang”
“Tiga orang ? “
“Biasanya kamu sama Jessi kan “ujar Nesa
“Iya... Apa ada yang bisa selain aku dan Jessi”batin Ica.
“Fabian.... Kamu ya ? “
“Apa iya ? “
“Ditanya malah nggak serius”
“Kalau itu Fabian, aku rela deh lari-lari di lapangan sekolah sepuluh kali”ucap Alex.
“Kalau nanti benar, gimana Lex”tanya Gilang.
“Ya aku lakukanlah, aku kan laki-laki “
“Baik... Silahkan ambil ya”
“Jessi”
“Ica”
“Dio”
“Diooooo...... “
“Yang benar saja”
Ica mulai heran dengan Dio, karna biasanya setau Ica jika murid pindahan pasti Dio tidak sepintar itu, walaupun pintar pasti dia butuh penyesuaian.
__ADS_1