BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Delapan Puluh


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


Dikamar Ica, Ica memikirkan memory dia dan Kak Damar.


Si es batu itu sudah mencair, ia tak lagi jutek dan tegas pada Ica padahal dulu selalu Ica yang dimarah dan dilatih paling keras.


Jika diingat ingin rasanya ia memukul kepala batunya itu.


Apa mungkin karna Ica dan Kak Damar sering ikut dalam setiap event pencak silat, hingga ia merasa kalau tak perlu lagi bersikap keras pada Ica.


Tapi setidaknya Ica merasa lebih baik, daripada kaku nggak jelas.


Kak Damar adalah tipe cowok yang tidak banyak bicara berbeda dengan Kak Alvian yang mulutnya seperti pasar malam.


Makanya dia cocok dengan Nesa karna Nesa adalah pasar tumpah.


Disaat memikirkan Damar, Ica malah mengingat saat Nesa masih mengejar Kak Damar dan sering memberikan bekal pada Kak Damar, tapi Ica bersyukur Nesa dan Kak Damar tak jadian, mereka tidak cocok sama sekali.


Hanya saja Kak Damar adalah cowok yang baik, dia tak pernah menolak apalagi berbicara yang tidak mengenakkan hati, bagaimana mungkin tidak ada cewek yang kagum padanya.


Terkadang Ica kesal jika Nesa mendukung Ica pacaran dengan Kak Damar.


Karna itu tidaklah mungkin, karna tipe Damar seperti yang pernah Ica ungkapkan.


Ica tahu mantan pacar Damar adalah cewek-cewek teladan dan baik plus taat agama.


Walaupun Ica cantik dan cucu dari pemilik sekolah, Ica jauh dari kata anggun dan menggemaskan apalagi Ica sering membuat masalah disekolah.


Ica : cukup thor cukup 😭😭😭😭


Jadi Nesa harus membuang semua ekspetasinya pada Ica dan Kak Damar.


Sementara itu Kak Damar sudah tak bisa menahan lagi rasa sukanya pada Ica, ia pun tak tahu kenapa harus Ica yang ia sukai.


Apa hati ini tak bisa memilih cewek lain karna Ica pasti akan lebih dimusuhi jika sering bersama dia.


Damar ingin mencoba bertanya pada Ica tapi ia sangat takut jika Ica menjadi benci padanya.


Jadi ia akan menunggu waktu yang tepat.


Kantin sekolah


“Ca bakwan ini enak banget looh”ujar Nesa dengan mata yang masih sembab.


“Matamu kayak mata Pinokio”ujar Ica mengejek.


“Biarin”


“Baru kali ini seorang Nesa menangisi cowok”


“Diamlah kamu Ca, biarin aku kayak gini “


“Ca cicipin nih batagor , enak banget tau “ujar Gilang menyodorkan mangkok batagor pada Ica.


“Oke oke aku coba ya”ujar Ica mencomot batagor.


“Iya enak banget ya “


“Tuhkan”


Saat sedang menikmati istirahat siang dari arah belakang muncul Kak Audi.


“Hai Gilang”ujar Kak Audi


“Ada apa Kak”tanya Gilanga dengan senyumannya yang manis.


“Kamu sibuk nggk, sekolah beli gitar baru looh kamu steel ya”ujar Kak Audi dengan menunjukkan puppy eyesnya.


“Aku nggk sibuk, ayo deh Kak”ujar Gilang tanpa rasa berdosa. Jujur saja Gilang merasa malas dan bersalah pada Ica tapi kali ini dia ingin melihat ekspresi Ica.


“Aku duluan ya teman-teman”


“Iya Gilang “

__ADS_1


“Ca kamu nggak keberatan kan aku bawa Gilang ? “ujar Kak Audi pada Ica.


“Kenapa tanya ke aku !!!? “ujar Ica ketus membuat Gilang bergidik.


“Ya kan kamu ketua gengnya”


“Nggak ada ketua-ketuaan disini karna kita semua adalah sahabat jadi jaga mulutmu ! “ujar Ica.


“Ohh kan aku nggak tahu ya Ca, kenapa kamu kasar sekali sih, cewek itu harus ngomong yang baik lohhh”ujar Kak Audi.


“Aku hanya baik dan lembut pada orang tertentu”


“Oohh gitu yaa jadi pilih-pilih gitu ? “


“Terserah aku ya kalau mau pergi,pergi aja sih malah ngomong terus! “


“Cukup Ca dia ini Kakak kelas kita,kamu bisa sopan nggak sih! “Tiba-tiba Gilang membentak Ica hal itu sontak membuat Alex , Fabian dan Nesa terkejut.


“Eh Gilang nggak perlu pakai urat ya lagipula aku hanya jawab kenapa kamu yang panas ? “ujar Ica”Dia pacar kamu makanya kamu belain ? “imbuh Ica lagi.


“Kalau aku bilang iya kenapa ? “ujar Gilang dan hal itu berhasil menyambar dada Ica.


“Oh gitu makanya kamu belain dia terus ? Ok fine”ujar Ica dengan nada yang bergetar menahan rasa sakit dan kecewa.


Jangan mudah mengungkap perasaan pada seseorang jika kamu belum serius dengan apa yang kamu rasakan.


Belum tentu orang lain sekuat kamu yang mudah mengumbar cinta tapi tidak serius.


Gilang meninggalkan Ica dan gengnya mengikuti Kak Audi.


“Dia kan nggak perlu seperti itu nanggepin kamu Ca”ujar Alex yang tak tegur mendengar Ica dikerasin.


“Biarin aja aku nggak marah kok hanya saja Adudu itu terlalu bertingkah “ujar Ica.


“Adudu ? Badui kali Ca “ujar Nesa sambil ngakak.


Adudu (Alien di Film aksi BoBoiBoy )


Baduy (suku asli pedalaman Banten)


“Hahahaha”geng Ica tertawa tanpa peduli jika Audi dan Gilang masih tak jauh darisana.


“Biarin aja dia dengar”ucap Fabian lebih keras lagi.


Ica memang ikut tertawa tapi hatinya sangat teriris, bagaimana bisa Gilang seperti itu didepan Ica dan gengnya.


Setidaknya bicaralah lebih baik padahal tadi Gilang dan gengnya masih bergurau dengan gengnya.


Ya mau bagaimana lagi kita tak bisa memaksakan mood seseorang .


💬Kak Damar


*Ca kamu jadi ikut event kan, yang ke Jakarta itu*


📩


*Jadi dong Kak*


Ica membalas pesan Kak Damar dengan sembunyi-sembunyi.


“Nes “


“Iya Ca “


“Aku jadi ikut event yang diJakarta”


“Katanya kamu nggak jadi ikut ? “


“Ini kesempatan sekali seumur hidupku , kamu ingat kan aku kepingin punya Padepokan sendiri “


“Iya aku tahu Ca , kamu jaga kesehatan ya nanti”


“Tentu Nes”


“Masalahnya itu sebulan Ca pokoknya kamu jangan sampai sakit ya “


“Iya”


Nesa memeluk Ica karna pasti ia akan rindu dengan Ica, Nesa tak percaya Ica jadi mengikuti event itu, padahal kemarin Ica bilang dia tak mau ikut karna lama.

__ADS_1


“Pokoknya kamu jaga diri dan jaga kesehatan ya Ca”ujar Alex.


“Iya pasti “


Bandara Internasional Lombok


“Jangan lupa pesenan aku Kak”


“Pesenan apa ya aku kok amnesia “ujar Dev sambil mendorong kopernya.


“Awas aja sampai lupa”


“Iya aku inget kok ibu mentri”


“Bagus”ucap Ica sambil mengancungkan jempolnya pada Dev.


“Ya udah aku berangkat dulu ya do’ain aku selamat”


“Siap David Montana”


“Iya “


“Akhirnya si tukang rusuh pergi juga “batin Ica.


“Ayo Pak kita pulang”ajak Ica pada Pak Rahmat.


“Kebebasan yang hakiki”ujar Ica pada Pak Rahmat.


“Mba Ica nggak boleh gitu walaupun Dev cuek tapi pasti dia selalu mikirin Mba Ica. “


“Iya Pak aku tahu soal itu, tapi dia selalu ngatur aku”


“Artinya Dev sayang sama Mba Ica “


“hehehe”


Pov Oliv Montana


Memaafkan adalah hal yang mudah aku lakukan tapi melupakan adalah hal sulit.


Aku bertahan meskipun tahu jika Sam telah selingkuh.


Surprissing memang tapi inilah realita yang sempat membuat heboh keluarga Montana.


Diantara semua keluarga Montana.


Keluarga Oliv adalah keluarga yang paling harmonis dan jauh dari gosip.


Jika gosip tentang punya pacar atau simpanan, itu adalah hal yang biasa tapi jika sampai menghamili itu belum pernah terjadi.


Sebenarnya aku telah tahu jika Sam dekat dengan salah satu anak lukisnya tapi aku hanya diam agar keluarga ini tetap bertahan


Cukup lama


Sekitar tiga tahun aku hanya diam dan menganggap semua ini biasa saja.


Aku membiarkan semua berjalan seperti sedia kala tanpa ada rasa ingin bertanya atau ingin marah pada Sam, semuanya demi keutuhan keluarga yang sangat aku jaga dengan tinggi.


Namun semuanya berubah saat Sam mengaku jika gadis itu hamil dan sudah hampir melahirkan.


Aku seperti disambar petir di tengah kemarau yang berkepanjangan, aku diam tapi bukan berarti harus merasakan seperti ini.


Hatiku hancur, aku merasa duniaku sangat gelap tanpa cahaya.


Dengan berat aku ikhlaskan Sam pergi karna aku sudah cukup menjadi orang lugu atas tiga tahun pernikahanku dinodai.


Kalian mungkin sulit menemukan kisahku di wanita lain.


Aku membiarkan Sam pergi karna si wanita itu tidak bisa hidup tanpa Sam.


Disini aku merasa beruntung jika aku di tinggal dalam kondisi tidak bekerja, akan jadi apa aku dan kedua anakku yang masih membutuhkan pendidikan yang layak dan tempat tinggal yang hangat.


Sebenarnya jauh dilubuk hatiku yang terdalam, aku sangat mencintai Sam karna Sam juga didukung oleh semua keluarga Montana.


Sam Terima kasih meskipun kita tak berjodoh hingga maut memisahkan.


Aku tetap mencintaimu tapi aku tak bisa melupakan perbuatanmu padaku.


__ADS_1


__ADS_2