
Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...
Dukunganmu sangat berarti .
😍😍😍😍
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
💬Kak Damar
*Hari ini aku ada urusan jadi kamu pulang duluan aja*
“Cukup !!! “Ucap Ica sambil berlari menuju ruang Ekskul Silat namun ia tak menemukan Kak Damar disana.
Ica menyusuri tiap sudut sekolah namun ia belum menemukan batang hidung Kak Damar.
“Dia nggak ada disini” Batin Ica hingga Ica berinisiatif untuk mencarinya di cafe es krim tempat ia biasa nongkrong.
Benar saja Kak Damar disana ia bersama seorang cewek.
Aku memang belum pacaran dengan Kak Damar tapi kita sudah berkomitmen kemarin untuk saling menjaga perasaan kan ? Apa ini yang dikatakan saling menjaga.
Ica tak lagi mencari Kak Damar itu adalah haknya dia dan Ica tak ingin terlalu banyak bertanya padanya.
Ica akhirnya kembali menuju titik jemputannya.
Karna Ica adalah orang yang tidak sabaran jadinya ia mengirim pesan pada Kak Damar.
📩Ica
*Yang lancar ya pedekatenya
Ganbatte*
Kak Damar yang membaca pesan itu kaget dan melihat sekeliling Cafe, ia ingin tahu apakah Ica ada di sekitar sana, namun ia tak menemukan Ica.
Ia juga sempat keluar dan Ica juga tak ada diluar, karna ia khawatir Kak Damar menyudahi pertemuannya dengan gadis itu.
Kak Damar telah kembali kerumah Ica dan besok adalah hari terakhirnya disana, Kak Damar merasa tak enak pada Ica karna kejadian tadi, ia ingin menjelaskan pada Ica tapi pasti Ica tak akan percaya padanya.
“Mas Damar makan siang dulu”ujar ART Ica saat melihat Damar yang baru datang.
Ica juga baru keluar dari dapur, sepertinya ia habis makan.
Ica tak menyapa Kak Damar dan Kak Damar semakin tak enak hati.
Dari dalam kamarnya Kak Damar terus menelepon Ica tapi Ica tak mengangkat hapenya dan ia malah mematikan panggilan Kak Damar.
Kak Damar duduk diruang Tivi dengan gelisah karna Ica pasti marah padanya.
“Mas Damar saya mau ke minimarket karna ada bahan-bahan dapur yang sudah habis bilang sama Mba Ica saya pergi dulu ya, kalau dia keluar kamar”ujar ART Ica pada Damar.
“Iya Mba nanti saya sampaikan”
“Saya diantar Pak Rahmat dan mungkin Ny. Oliv dan Ny. Emma akan pulang malam samaan dengan Mas David, jika Mas Damar mau makan sesuatu semua ada di dapur dan cemilan ada dikulkas, itu pesan dari Ny. Oliv”
“Oh iya Mba sampaikan Terima kasih saya ya ke Tante Oliv”
“Iya Mas sama-sama saya mau ke Supermarket sebentar saja, kalau Mba Ica nggak ada kegiatan ia biasanya tidur siang “ujar Mba ART Ica dan ia pun pergi ke Supermarket ditemani Pak Rahmat.
Damar merasa bosan dan ia kembali ke kamarnya dengan maksud untuk tidur siang.
Namun baru saja ia ingin memejamkan matanya pintunya diketuk oleh seseorang. Saat dibuka ternyata Ica sudah berdiri didepan pintunya.
“Air galon di kamarku habis, pasangin ! “
“Oh iya “
Kak Damar merasa dadanya berdegup kencang karna wajah Ica yang jutek Bebek.
“Aku keliling cari Pak Rahmat tapi tidak ada”
“Pak Rahmat lagi pergi dengan Mba ART kamu Ca, ia ke Supermarket “ujar Kak Damar menjelaskan.
“Ohhhh”
“Kamu marah sama aku ? “
“Enggak aku hanya bersikap seperti kakak tadi padaku”
“Jangan gitu dong Ca tadi kamu bahas tentang cewek ke aku, itu adik kelas kita”
“Bodok !!! “
“Maaf ya Ica sayang “
__ADS_1
“Kakak nyebelin daripagi cuekin aku “
“Maaf sayang ya ada yang aku pikirkan tadi pagi jadi maaf ya “
“Aku nggak suka dicuekin !!! “
“Iya aku kan sudah minta maaf”
Kak Damar menenangkan Ica dan mengelus kepalanya.
“Jangan kayak gitu lagi “
“Iya Ica “
Ica mengecup pipi Kak Damar dan Kak Damar ingin mengecup bibir Ica.
“Kak jangan”
“Lagi sepi sayang”
“Tapi ini kan rumahku”
“Iya justru bagus kan, kita simulasi “
“Issshhh simulasi apaan ? “
Ica duduk diatas ranjangnya dan Kak Damar takut jika mengikuti alurnya.
“Ayo aku tahu semuanya lagu pergi”ujar Ica menantang.
“Aku takut Ca nanti ada yang tahu”
“Nggak ada “
Kak Damar akhirnya menyetujuinya dan ia membaringkan Ica di kasurnya.
Ia kemudian mengecup bibir Ica dan Ica memegang pipi Kak Damar.
“Sayang “ucap Ica lagi dan Kak Damar menggulum bibir Ica yang lembut.
Wajah Ica bersemu merah ia tak tahu kenapa ia dan Kak Damar bisa bersama seperti ini padahal ia ingat jika dulu Kak Damar sangat dingin padanya.
Kak Damar menaikkan kaos Ica namun dilarang oleh Ica. “Jangan Kak”ucap Ica dengan lembut .
“Iya tapi nanti aku yang nggak bisa nahan diri”Ica mencoba menenangkan Kak Damar yang nafasnya mulai terengah-engah.
Ica membuka kancing baju Kak Damar dan mengelus ABS nya.
“Cukup ya Ca”ujar Kak Damar takut ia takut tak bisa menahan semuanya karna ia tahu jika ia sudah ada didekat Ica ia tak bisa mengendalikan dirinya, serasa ia ingin menggulum dan terus menjamah Ica.
Ica mengangguk dan membiarkan Kak Damar kembali ke kamarnya.
Sungguh hal yang sangat ekstrim dilakukan oleh Ica dan Kak Damar karna ia berada dirumah keluarga Montana.
Saat ART Ica kembali mereka berdua bersikap seolah tak pernah melakukan apapun.
Ica asyik menyiram tanamam dan Kak Damar sedang menonton tivi.
🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈
💬 Dioooo culun
*Ca jangan lupa ya besok bawa lagi origami, ada yang belum selesai lagi sedikit*
📩
*Okeee*
Ica merasa jika ia menjadi lebih baik dari sebelumnya, ia sudah lama tak membully orang lain dan tak menganggu siswa lain lagi.
Apakah ini berkat ia dekat dengan Kak Damar atau dia menjadi sadar, Dio yang tak pernah membalas bullyan dia.
Entahlah tapi ini adalah langkah yang bagus untuk Ica lebih baik kedepannya.
Mama Ica juga sudah lama tak dipanggil ke sekolah karna ulah Ica.
Tapi ada beberapa orang yang bertanya tentang perubahan sikap Ica .
“Are you okay Ica ? “
Rapat tanpa Ica
“Ica kayaknya sudah berubah ya”
“Iya aku juga merasa kayak gitu Gilang, apa dia sudah punya cowok ya”ucap Nesa.
__ADS_1
“Kok kamu bisa bilang gitu Nes ? Tanya Gilang dengan ekspresi penuh tanda tanya.
“Iya soalnya cewek itu berubah ketika ada orang yang ia suka”
“Masak iya harus berubah sih Nes ? “tanya Alex.
“Kebanyakan begitu sih”
“Sekarang Ica dimana ? “tanya Fabian.
“Kayaknya lagi diruang ekskul”
“Apa mungkin Ica lagi dekat dengan Kak Damar “tebak Fabian.
“Masak sih, itu nggak mungkin Ian, soalnya tipenya Kak Damar itu yang aku tahu itu kalem dan manis bukan barbar kayak Ica, apalagi Ica itu kan sering bikin masalah disekolah “ujar Nesa tanpa sadar ia menguliti Ica tanpa sensor.
“ Ya mungkin aja dia gelap mata atau mau ganti selera gitu kan bisa”ujar Fabian.
“Nggak mungkin”
Nesa tak yakin dengan pemikiran Fabian karna dulu Ica sering cerita jika Kak Damar selalu menyiksa dia dengan latihan lebih dari teman seangkatannya, seperti Kak Damar ada dendam pada Ica.
“Coba ada kita cek ke ruang ekskul untuk pembuktian”ujar Fabian.
“Nggak ah aku nggak yakin”
“Oh iya Nes kamu kan pacaran sama Kak Alvian apa dia nggak pernah cerita sama kamu ? “tanya Alex.
“Nggak ada tuh karna aku juga jarang tanya soal hal lain saat sama dia “
“Terus kamu bahas apa pas sama dia ? “Tanya Gilang.
“Aku membahas tentang dunia perslengkian”
“Anj *** kamu Nes !!! “bentak Alex.
“Bercanda kok”ujar Nesa karna Alex rampai kesal.
“Tapi bukannya ini bagus Nes “ujar Fabian lagi.
“Bagus tapi ngebosenin “ujar Nesa.
“Aku akan bertanya pada Ica nanti”
“Aku sih mikirnya karna Ica mau naik kelas 12 makanya dia berubah”ujar Fabian.
“Iya sih bisa jadi”ujar Nesa sambil berpikir jika Ica memang sudah tobat.
“Eh aku duluan ya, aku ada rapat klub Seni ,aku lupa “ujar Fabian.
“Sejak kapan kamu ikut klub Seni ? “tanya Alex pada Fabian.
“Iseng aja buat ngisi waktu luang dah ya”
“Oke deh hati-hati”
Saat Fabian akan ke ruang klub Seni yang ada di ujung klub lainnya ia melewati juga ruang ekskul Silat, karna ia ingat pada pembicaraan tadi, Fabian iseng menengok kesana.
Ruangan itu sepi mungkin tidak ada yang berlatih tapi pintunya terbuka.
Fabian masih penasaran jadi ia menengok lagi ke setiap sudut ruangan dan ia melihat Ica bersama dengan Kak Damar.
Ica terlihat akrab dengan Kak Damar dan terlihat Kak Damar mengelus kepala Ica.
“Tuhkan apa yang aku pikirkan benar”ujar Fabian.
“Tapi nggak salah kan ini menurutku bagus tapi kenapa harus Kak Damar, Kak Damar itu terlalu disiplin untuk Ica yang urakan”batin Fabian.
Dikelas
“Ca kamu nggak keliatan dari tadi , kemana aja ? “tanya Nesa
“Aku habis dari ruang ekskul “
“Kayaknya akhir-akhir ini kamu sering kesana deh”ujar Nesa.
“Iya karna ada pertandingan persahabatan sama SMA ANDROMEDA”
“Ohh gitu aku pikir kamu lagi pedekate sama siapa mungkin disana “pancing Nesa.
“Nggaklah “wajah Ica berubah saat Nesa mengatakan pedekate.
Ica berfikir jika ia terus menyembunyikan ini pasti tetap akan ketahuan tapi ia juga belum siap jika harus menceritakan semuanya pada Nesa.
__ADS_1