BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Dua puluh Enam


__ADS_3

...🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


...


“Baiklah aku otw”


“Foto ah... Cantik banget kayak akuuuu... Uuuu”


“Kayaknya aku berbakat jadi chef bintang lima nih” Ujar Nesa membanggakan diri.


Di sekolah Ica nampak sedang istirahat.


“Ca.... Ica.... “


“Hey Nes... Aku pikir kamu tidak datang”


“Datang dong, lihat aku bawa apa “


“Taraaaa”ucap Nesa sombong


“Wahhhh... Enak banget Sa, aku cobain ya”


“Ayo coba”


“Kamu makan juga dong”


“Iya... Aku makan nih”


“Hehehe, kamu suka Ca”


“Suka”


“Hey... Sendiri aja”


Ica tak bisa menghindari Kak Damar tapi ia malas jika Jessi akan ribut seperti beo.


“Iya Kak Nesa bawain aku bekal”


“Enak kayaknya... Aku boleh coba nggak ? “


“Kak, bukannya aku mau larang tapi Jessi”


“Aku sudah nasehati Jessi tentang kesalahpahaman itu”


“Tapi Kak”


“Sudah nanti aku yang ngomong”


“Oke kalau gitu”


“Aku hanya tak mau Nesa terlibat”batin Ica.


“Ini semua kamu yang buat Nes ? “


“Iya Kak”


“Ada bakat jadi chef ya”


“Ehh iya”(salting nggak tuh)


Ica senang melihat sahabatnya Nesa kembali semangat.


“Semangat Nes” ujar Ica.


“Nggak apa aku crushin dia deh Ca”


“Bagus.... Gitu dong senyum lagi, semangat lagi “


“Kayaknya aku mau deh bikin bekal tiap hari”ujar Nesa sambil tersenyum.


Sementara ART Nesa menangis dirumah karna tidak tahu harus bersihin dari mana.


🥒🥒🥒🥒🥒🥒🥒🥒🥒🥒🥒🥒🥒🥒🥒🥒


“Nes.... “


“Ada apa ? “


“Aku Alvian, aku boleh minta nomer kamu ? “


Nesa mencubit tangannya”Oh bukan mimpi.


“Oke”ujar Nesa tetap cool padahal hatinya loncat-loncat ingin keluar dari tempat aslinya.


“Makasih”


“Lagi apa kamu Nes”ujar Ica yang baru selesai mandi, padahal ia dari tadi melihat Kak Alvian bicara pada Nesa.


“Ini rencana kamu ya Ca ? “


“Rencana apa ? “


“Alvian minta nomer aku”


😊😊😊


“Nggak tuh, aku nggak ada ngomong apapun sama dia”


“Barusan dia kesini dan minta nomor aku”


“Bagus dong, coba aja sama Alvian”

__ADS_1


“Pakai Kak ya Ca”


“Kamu juga manggilnya Alvian tadi”


“Iya deh kita berdua salah”


“Aku nggak mau ya ikutan “


“ Ihhh kamu nih”


“Ica... My Baby”


(Ica yang dipanggil tapi yang salting Nesa, suaranya deep banget sih)


Dengan gaya slay memakai kaca mata hitam.


“Aku kan bilang jangan jemput “


“Iya aku hanya lihat kamu aja, aku nggak jemput kok”


“Ini namanya apa ? “


“Lihat”


“Aku mau pulang sama Nesa”


“Iya pulang aja sama Nesa, aku hanya lihat saja kok”


“Hhhmmmm.... Ssss”


Ica menarik nafas panjang


“Ayo Nes”


“Nggak apa Ca, kamu sama aku ? “


“Iya”


“Kalau gitu, ini helm kamu”


“Makasih Nes”


Aris memperhatikan hingga Ica naik keatas motor.


“Aris emang kajuman “ujar Ica.


“Dia khawatir jadi wajar kayak gitu”


“Khawatir ? Aku malah anggap dia penganggu”


“Jangan gitu Ca”


“Habisnya mana ada aku bebas, aku niatnya mau bebas sama kamu Nes”


“Sabar Ca”


“Arggghhhh...... “


Nesa tertawa kecil melihat tingkah sahabatnya yang lucu itu.


Aku bersyukur punya kamu Ca, meski kita sering melakukan kenakalan tapi soal solid dan setia, aku percaya kamu adalah bagian dari itu.


“Makasih ya Nes dan bekal kamu juga enak, aku tunggu bekal selanjutnya”


“Siap Boss”


“Hati-hati Nesa”


“Iya Aris “


Ica melihat malas kearah Aris


“Kenapa mesti cemberut sih, aku kan baik”


“Baik sih baik tapi lebih ke mengganggu”


“Aku perhatian salah !”


“Dev aja nggak repot kayak gini”


“Iya karna Dev nggak ada waktu, coba aja Dev ada waktu pasti dia juga sama”


“Terserah deh”


Ica menggosok wajahnya dengan toner, kemudian ia memakai serum.


Ica mencatat daily routine skin care nya agar ia tak lupa, apalagi Ica selalu latihan pencak silat, pasti wajahnya sering lembab.


“Nah... Kan enak dipandang , sekarang otw tarik selimut”


💬*Dio*


Jangan lupa kelincinya


Dikasi rumput segar ya


....


Ica tak membalas karna malas


“Dia cerewet sekali”batin Ica

__ADS_1


Namun ia keluar ke gudang untuk melihat kelincinya.


“Besok aku cariin rumput segar buat kamu ya, jangan nakal Ciayo, aku mau tidur dulu bye”


“gummm”


“Ahhh... Kamu lucu sekali “


🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰


Dirumah Nesa


“Bik.... “


“Iya Non Nesa”


“Mama, Papa sudah pulang ? “


“Papa sudah Non, tapi Mama katanya menginap di hotel ada acara dia”


Nesa kemudian ke dapur untuk mengecek.


“Benar dugaanku, pasti belum dimakan”


Nesa melihat dia sandwich yang ia bikin tadi masih ada dimeja makan.


“Bik Papa sudah tidur ya”


“Sudah Non”


“Bibik ayo makan sandwich buatan aku tadi”


“Buat Nona aja”


“Aku sudah kok bik, kita makan bareng ya”


“Iya Non”


Nesa dan ART nya tertawa bercerita tentang apa yang terjadi di sekolah.


Nesa memang terlihat ceria sama seperti Ica tapi terkadang ia merasa kesepian karna Mama dan Papanya sangat sibuk.


Saat SD Nesa sangat bangga pada Papa dan Mamanya, karna saat ditanya temannya tentang pekerjaan orang tuanya ia akan menjawab dengan penuh percaya diri, Papaku polisi dan Mamaku seorang model.


Nesa bahkan sering membawa majalah Mamanya kesekolah untuk diperlihatkan kepada teman-temannya, hidup seperti Nesa banyak diimpikan oleh setiap anak, uang jajan yang tidak pernah kurang, kebutuhan terpenuhi, mau apapun tinggal bilang.


Tetapi seiring berjalannya waktu dan ia semakin remaja, ternyata ia tahu bahwa ia sangat kesepian.


Nesa yang juga anak tunggal hanya menghabiskan waktu bermainnya bersama ART nya yang setia.


Nesa tak banyak cerita tentang keinginannya untuk lebih sering bersama kedua orang tuanya karna ia takut jika dibilang kurang bersyukur, terus kurang apa lagi Papa dan Mama dia.


Nesa memendam semuanya sendiri dan cahaya Nesa akan ada saat ia bersama dengan Ica.


Ica, Gilang, Alex dan Fabian adalah sahabat yang membuat harinya jadi lebih berarti.


Nesa membuka hapenya dan melihat story WhatsApp, ia pikir Kak Alvian akan chat dia namun belum ada.


Nesa kembali melihat status dan Ica mengupload bekal yang dibuat Nesa.


Dengan caption


*ngga ada yang bisa ngalahin besti aku, Nesa*


Nesa merasa ia sangat dihargai oleh Ica.


Nesa mulai mengantuk dan menyelam ke alam mimpi yang terkadang ia ingin tinggal di sana, buaian yang ia sudah lupa bagaimana rasanya ia dapatkan dalam mimpinya.


☔☔☔☔☔☔☔☔☔☔☔☔☔☔☔☔


“Kamu tawuran ? “


“Aku nggak ada salah Pa, dia yang duluan”


“Heh.... Kamu pikir kamu itu siapa ? Bangga jika kamu tawuran, merasa hebat ? “


“Papa apaan sih lagipula aku nggak tahu apa masalahnya”


“Nggak mungkin kamu nggak tahu mereka langsung serang kamu Gilang”


“Papa dari kemarin diam karna Papa mau penjelasan dari kamu, tapi kamu ikutan diam”


“Pa... Apa yang Papa tahu tentang aku ? “


“Maksud kamu apa, bicara kayak gitu ? “


“Papa tahu apa tentang aku hingga Papa bisa nyalahin aku ? “


“Waktu itu, aku hanya nolong cewek yang mau dile***kan Pa, apa itu salah”


“Gilang.... Kita itu tidak perlu ikut campur urusan orang lain, sekarang jika kamu sakit dan terluka, siapa yang rugi lagipula kau tak kenal cewek itu”


“Aku ini manusia Pa, masih punya perasaan “


“kesampingkan perasaan kamu itu dan sayangi diri kamu sendiri, lihat semua wajahmu lebam tak karuan”


“Papa nggak usah peduli sama aku Pa”


“Kamu ini diperhatikan malah begini “


“Aku begini juga karna Papa, seharusnya Papa koreksi diri Papa sendiri “

__ADS_1


“Kenapa dia keras kepala sekali” batin Papa Gilang


__ADS_2