BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Empat Puluh Enam


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍


❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️


“Aku ke toilet bentar Kak”


“Oke”


Di toilet Nesa menghela nafasnya.


“Apa aku terlalu cemburu pada Kak Alvian, padahal jelas mungkin dia hanya teman Kak Alvian” Batin Nesa sambil terus melihat wajahnya dicermin.


“Baiklah aku akan duduk bersama Kak Alvian, apapun yang terjadi.


Nesa mendatangi tempat duduk Alvian tadi namun semangat Nesa telah berubah seketika saat melihat gadis tadi disana, ya dia bersama Alvian.


“Eh Nesa, ayo duduk disini”


Ucap Alvian.


Kaki Nesa mulai bergetar , entah apa yang ada dipikirannya saat ini.


Dengan sekuat tenaga Nesa duduk didekat Alvian.


Benar saja dari raut wajah, gadis itu sama sekali tak suka pada Nesa, dia hanya mengobrol dengan Alvian.


“Alvian kaki aku kram”ujarnya pada Alvian.


“Sini aku lihat “ujar Alvian sambil memegang kaki gadis itu.


Darah Nesa serasa berdesir dengan cepat karna sakit hati karna gadis itu memang sengaja bertingkah dihadapan Nesa.


Namun Nesa masih sabar agar menjaga sikap elegan nya.


Sabar Nes


Sabar !


“Makasih Vian, sudah lebih baik kok”ujarnya.


“Eh Alvian aku ada dua tiket konser L. A boy, kamu kan ngefans banget sama dia, susah lo dapetinnya “ujar gadis itu lagi.


Alvian menoleh dan Nesa tahu bahwa Alvian memang sangat ngefans pada boy band itu.


Nesa menatap Alvian dengan sedih.


“Aku beli dua-duanya buat aku sama Nesa”ujar Alvian.


“Lahh... Kok gitu sih ! Aku kan beli buat aku sama kamu”.


“Sorry deh, kalau gitu aku nggak jadi, kan kamu sudah tahu aku pacaran sama Nesa, mana mungkin aku ninggalin Nesa “ucap Alvian dengan mantap.


Gadis itu akhirnya meninggalkan Alvian dan Nesa.


Nesa merasa puas dengan jawaban Alvian.


“Makasih Alvian”ujar Nesa


“Untuk apa ? “ Alvian pura-pura bingung.


“Ahh kamu pakai pura-pura deh “Nesa menyenggol Alvian yang tersenyum kecil.


Dari kejauhan Ica dan Gilang melihat Nesa.


“Kayaknya Nesa cukup kuat ya Ca”ujar Gilang.


“Iya pastinya Nesa kalau sudah serius ya begitu”


“Ca... Lekuk tubuhmu bagus”


“Ba*i” ujar Ica mengumpat kemudian bangun dari hadapan Gilang untuk nyamperin Alex dan Fabian yang duduk di berugak.


“Eh Ca, ayo gabung “ Fabian mempersilahkan.


“Makasih “Ica masih dengan sosis bakar yang belum habis dan tanpa malu menyuap didepan teman-temannya itu.


Fabian menelan ludah karna melihay tingkah Ica yang tidak malu itu.


“Nggak ada gadis kayak dia di zaman ini “ujar Fabian sambil menyenggol Alex.


“Benar”


“Aku ke toilet bentar ya”ujar Ica pada Fabian dan Alex.

__ADS_1


“Oke”


Di lorong toilet Ica bersebrangan dengan Dio.


Dio nampak tidak bersemangat, entah apa yang terjadi pada dia, baju kaosnya yang dipakai masih terlihat ada noda merah seperti diawal dilihat Ica.


“Bukan urusan aku “batin Ica.


Waterpark semakin siang menjadi tambah ramai karna ada pengunjung lain juga.


“Jessi itu tebar pesona banget nggak sih”ujar Nesa diruang ganti.


“Dia kan emang kayak gitu Nes”ucap Ica sambil mengeringkan rambutnya .


“Tapi sumpah Ca, kamu itu lebih cantik sama dia, meskipun dia oplas ke Korea, kamu itu tanpa make up aja sudah cantik”


Nesa memuji Ica.


“Aihhh kamu ini, kerjaannya bikin aku kepayang aja”


Ica tersenyum malu.


“Bukan berarti aku sahabat kamu, terus aku ngomong gitu ya”


“Iya iya btw, kamu pulang sama aku ? “Tanya Ica.


“Aku mau pulang sama Alvian”


“Apa ? “Ica kaget mendengar jawaban Nesa.


“Kenapa Ca ? Kok kamu kaget gitu ? “


Nesa memperhatikan mimik Ica.


“Saran aku sebaiknya sama aku aja deh Nes”


“Kamu khawatir apa sih Ca”


“Aku khawatir ? Jelas aku khawatir Nesa, kamu itu belum lama pacaran sama dia nanti kalau ada apa-apa gimana ? “


Ica menasihati Nesa.


“Kak Alvian nggak seperti yang kamu kira kok”


Nesa tetap kekeuh dengan pendiriannya.


“Tapi Nesa “


“Nggak pokoknya,kamu harus pulang sama aku Nesa ! “


“Ica kamu kelewatan deh , jangan atur aku, kamu itu bukan Ibu aku “


“Terserah kamu aja deh Nes !!! “


Ica berlalu dengan dongkol, Fabian, Alex dan Fabian yang menunggu diluar, kebingungan melihat Ica keluar tanpa Nesa.


“Nesa mana Ca ? “


“Dia mau pulang dengan Kak Alviannya itu”jawab Ica.


“Apa ? Kok dia seenaknya gitu, kan tadi berangkat bareng sama kita “ujar Fabian.


“Kamu aja yang tanya sana “


Tak lama kemudian Nesa keluar dengan wajah cemberut.


“Nes !!! “


Gilang mengejar Nesa dan mengambil tangan Nesa.


“Lepas Gilang ! “


“Kamu apa-apaan sih Nes !kok kamu mau pulang sama Kak Alvian, emang kamu tahu dia bakal nggak apa-apain kamu ? “


“Eh Gilang, kamu jangan sok tahu ya tentang Kak Alvian, kalian semua itu nggak tahu apapun ! Aku ini pacarnya dan aku paham dia itu kayak gimana ? “.


“Oke... Terserah kamu aja ya”


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Nesa akhirnya pulang bersama dengan Kak Alvian tetapi Ica dan trio cowok nggak akan biarin gitu aja dan tepat aja, Nesa minta diturunkan jauh dari rumahnya oleh Kak Alvian.


Nesa sampai kerumah dengan selamat dan tadi sempat mampir ke minimarket, dan juga membuat geng Ica khawatir.


“Menurut kamu apa Kak Alvian sadar kita ikutin dia ? “tanya Gilang pada Ica.


“Mungkin tapi dia kan nggak tahu kita pakai motor apa “

__ADS_1


“Mudahan “


Dirumah...


“Ica kamu sudah pulang ? “tanya Nenek Ica.


“Iya Nek”


“Tebak hari ini Nenek masak apa ? “


“Semur ayam”


“Tetott... Salah ! “


“Apaan dong Nek”


“Nenek nggak masak “


“Kok gitu Nek”


“Tadi ada teman nenek yang ultah dan dia kasih ini”


Nenek menunjukkan satu ekor ayam panggang .


“Wihh kok nenek punya teman yang baik banget sih”


“Nah makanya Ca, kalau cari teman itu yang royal dong, jangan yang kere awokwkkk, Nenek bercanda kok, percaya atau tidak teman Nenek ini adalah saksi perjuangan bisnis Nenek”


Nenek mulai memotong ayam panggang dan meletakkan di piring.


“Hari ini Dev dan Mamamu lagi stok opname dan dia bakal pulang malam, setelah makan kita kesana ya, bawain mereka makanan “


Ucap Nenek Ica.


“Iya Nek”


“Good Girl”


Nenek dan Ica mulai menikmati makan malam itu dengan nikmat.


Setelah itu mereka bersiap untuk ke perusahaan Montana.


Ica melihay hpnya, tumben Nesa nggak ada chat dia, apa Nesa marah padanya ya, gara-gara tadi siang itu.


Apa Nesa berpikiran pendek dengan mendiamkan Ica yang bermaksud baik padanya.


Dijalan Ica melihat Dio yang sedang mengendarai sepeda kearah selatan.


Ica melihat Dio hingga berbalik arah.


Nenek memperhatikan Ica.


“Kamu lihat apa Ca ? “


“Emm... Teman aku “


“Ohhh”


Sesampainya Ica dan Neneknya di kantor, Dev dan Mamanya terlihat sibuk, sampai tak menyadari kedatangan keduanya.


“Mahhh.... “


Mama Ica mendongak “Ehh Ica, ada Nenek juga”


“Iya Mama sudah chat kamu, mau kesini tapi kamu belum balas”


Ucap Nenek Ica sambil ikut duduk didekat Dev.


“Kenapa Mama repot lagi sih, tiap aku stok opname Mama selalu kesini”


“Mama hanya khawatir kamu beli makanan yang tidak sehat”


“Tapi aku lebih khawatir sama kesehatan Mama “


“Mama malah merasa sakit jika tidak ketemu kamu pada saat stok opname”


“Emm Mama”


Mama Ica sangat terharu dengan perlakuan Nenek Ica yang begitu perhatian padanya.


“Hari ini teman Mama ultah dan dia kasih Mama ayam panggang, jadi harus bagi sama kamu”


“Mama baik sekali “


“Ahh... Kamu ini”


“Ayo Dev kita makan dulu”

__ADS_1


“Iya Ma”



__ADS_2