
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
“Ca... Kakak cariin kamu dari tadi”
“Kan bisa telepon kak, Kakak purba banget sih”
“Iya deh Kakak purba, kamu fosilnya”
“Hai David”
Seorang cewek menyapa Kakak Ica.
“Ehhh... Kamu juga ada disini, kok aku nggak lihat ya daritadi”
(Mulai... Mulai)
“Iya... Aku juga diundang kan kamu tahu aku sudah rilis album terbaru “ (Aku nggak lihat ada artis kayak dia)
“Wahhh... Hebat dong”
“Iya... Kalau perusahaanmu mau endorse, aku kasih potongan harga deh”
“Dihhh... Aku pakai aja Nesa kan dia juga selebgram 2juta followers” Batin Ica
“Iya... Nanti aku hubungin deh”
“Ini siapa ? “
“Adik aku Ica”
“Ohh... Kamu ada adik juga, cantik ya”
(Basa basi doang, kan tuh nasinya sudah basi)
“Iya... Makasi Kak”ucapku sekedarnya.
“Aku permisi dulu ya David”
“Iya” sambil melambai-lambai nyiur dipantai.
“Hemmmmmm !!! “
“Apaan sih, dia itu Cuma teman Kakak kok”
“Emangnya aku kenapa”
“Entahlah”
“Kakak... Jangan minum terlalu banyak ya”ucap Ica saat Kakaknya dan teman-temannya mulai kumpul untuk minum.
“Iya iya”
Satu jam kemudian...
“Iya... Iya anak A**, aku juga yang repot, untung aja aku bisa nyetir”
“tin .... “
“tin .... “
Satpam rumah membukakan pintu untuk Ica dan David.
“Jadi ini alasannya dia ajak aku ikut pesta dasar T**”
“Terlebih lagi Mama dan Nenek juga pasti sudah tidur, apa mereka nggak bisa nunggu aku dan Dev”
“T**”
Ica membaringkan Dev diatas kasurnya.
“Ca... Maafin aku, aku kelolosan minum”Menggenggam tangan Ica.
“Lepasin se*** jangan coba sama aku, bisa mati kau aku bikin !!! “
“Aku nggak mau punya suami kayak kamu” omel Ica sambil kembali ke kamarnya dengan kesal.
Sarapan Pagi
Dev nampak biasa seolah tidak terjadi apapun malam itu.
“Nenek bikin sarapan apa ? “
“Omelet Ca, ayo sarapan “
Ica melihat sinis pada David, David kemudian tertawa kecil.
“A** “batin Ica
“Aku mau lari-lari ah... Mumpung hari minggu”ucap Ica sambil memakai sepatunya.
“Kakak ikut ya”
Ica menoleh lalu membuang muka.
“Cuek amat sih”
“Jangan bicara padaku Kak, aku kesal sekali”
“Jangan gitu dong, kakak kan minum sedikit”
“Hahahahihiihi sama cewek-cewek giliran mabok, aku yang bawa pulang “
“Hahaha sorry sorry, kan akmu adikku yang paling baik”
“Aku muntahin ya kau pakai sarapanku tadi”
“Jangan dong “
Ica berlari menuju luar.
“Hai Ica... “
“Iya”
__ADS_1
“Ica lari pagi ya”
“Iya Bu Lin”
Ica memang termasuk pribadi yang ramah dan dikenal oleh semua tetangganya.
Ica rajin memperkenalkan dirinya ke tetangga.
Belum jauh berlari Ica menghampiri dagang somay.
“Bungkusin dia ya Bang”
“Iya Dek”
“Sudah banyak yang laku Bang ? “
“Ada sih beberapa porsi”
“Aku ambil semua ya total berapa ? “
“Maksudnya ? “
“Aku borong buat dibagiin ke tukang sapu jalanan sama ke anak-anak itu”
“Ohhh.... “
(Dagangnya ngelag)
“Makasih Ya Dek, totalnya Rp. 5.**.***”
“Ini uangnya pulang lebih awal ya Bang”
“Makasi ya Dek, makasih”
“Iya, sehat selalu”
“Hahhh”
“Hahh”
“Hahhh”
“Kamu cepat banget larinya”
“Diem Kak.... Bantu aku bagi ini ke tukang sapu jalanan dan anak-anak itu”
“Aku baru saja datang looh”
“Mau ngeluh apasih ? “
Ica kemudian berjalan menuju tukang sapu dan diikuti juga oleh David.
“Sini aku bantu”
“Ususnya pendek banget ya, cepat marah”
Ica tak menyahut”Koreksi dulu dirimu seperti apa Kak, baru bicara”ucap Ica sambil terus membagikan somay.
Setelah selesai Ica kemudian duduk di bangku taman.
“Buat aku dan kamulah Kak, ayo kita makan”
“Oke”
Disini dua bersaudara itu kelihatan akur padahal kesehariannya mereka sering bertengkar.
Ya... Ica memang sebulan sekali membeli makanan saat hari Minggu untuk dibagikan, semuanya dari sisa uang sakunya.
“Balik yuk Ca”
“Aku.... Balik bareng Kakak....?
Mimpi aja sana Kak, aku masih kesal dengan kelakuanmu semalam.
“Ca.... “
“Dah... Jangan ikutin aku !!! “
“Ica... I Miss you”
“Aku benci kau David “
“Mana ada cowok yang mau dekat dengan aku jika kau panggil aku dengan kata itu, pergi kau Davidddddddddd !!! “pekik Ica.
“Kalian sudah pulang ? “
“Iya Ma.... “
“Kalian mau ikut nggak ke Mall ? “
“Boleh Ma”
“Aku nggak ikut Ma” ujar Dev
“Kok kamu gitu sih Dev, Nenek juga ikut hari ini Nenek dapat arisan dan mau beliin kita baju baru”
“Baiklah”
“Aku mandi dulu ya Mah”
“Iya”
Di Mall Dev nampak gelisah, entah apa yang ada dipikirannya saat itu.
Sementara Ica asyik memilih baju dan tas begitu juga dengan Mama dan Neneknya.
“Dev... Kamu sudah ketemu sama pilihanmu ? “
“Belum Ma” ucap Dev sambil melihat hapenya.
“Pilihlah buat kerja Dev”
“Iya Ma”
__ADS_1
đź’¬
Yosiko
Aku minta maaf Dev, tapi keluargaku juga khawatir karna aku belum menikah, aku juga sudah menemukan pacar yang seusia denganku...
đź“©
Dev
Tapi kau berjanji nggak akan tinggalin aku...?
đź’¬
Aku tidak bisa Dev,,, aku minta maaf... Lagipula aku dan dia sama-sama punya masa lalu dan kita menerimanya.
Dev memilih baju dengan sembarang lalu memberikannya pada Ica.
“Seleramu buruk Tuan “ ujar Ica tapi Dev masih fokus dengan hapenya.
“Dari awal hubunganku dan Yosiko memang salah, awalnya aku hanya curhat padanya masalah Mama dan Papa tapi kenapa aku nyaman dengannya, lihat saja Yosiko aku akan bawa cewek juga saat kau mengenalkan calonmu padaku”
“Ma.... Akhirnya Yosiko punya pacar juga ya”
“Iya... Mama pikir dia tidak akan menikah”
Dev menoleh saat Mamanya dan Neneknya membahas Tante Yosiko.
“Sialan !!! “umpat nya dalam hati.
“Wahhh puas banget, makasih ya Nenek”
“Iya... Yuk kita langsung makan aja, sudah jam makan siang ini ? “
“Oke, kita ke Bebek bakar itu aja Nek, kelihatannya enak”ucap Ica sambil menggandeng tangan Neneknya.
“Iya”
“Dev... Kenapa kamu diam saja, apa ada masalah dengan Perusahaan ? “
“Ngga ada kok Ma, ini ada teman lama nanyain kerjaan “ucap Dev berbohong.
“Ohh... Mama kira ada apa, kalau ada yang kosong kasih saja dia kerjaan Dev”
“Iya Ma tapi saat ini belum ada yang kosong”
“Baiklah.... Ayo makan Dev, jangan lihat hape terus”ucap Neneknya.
“Iya maaf Nek”
Ica hanya fokus pada Bebek bakar yang menggairahkan selera makannya saat ini.
“Oliv ini kamu ya ? “
Oliv menoleh saat namanya di panggil.
“Iya... Eh Mira kebetulan ketemu disini, kamu sama siapa”
“Tuh.... “sambil menunjuk dengan wajahnya kearah kasir.
“Wahhhh.... Siapa tuh ? “
“Biasa.... Ada aja deh aku duluan ya, kamu lanjut makan aja”
“Iya.... Mir hati-hati “
Mira mengedipkan matanya kemudian berjalan menuju pria yang tadi ia tunjukkan pada Oliv.
đź’¬
Treeetttt. .. .
Sebuah foto Ica dan Gilang saat pesta dikirim oleh Gilang.
“Awas ya..... “ucap Ica kesal
“Besok mereka pasti jadikan aku bahan candaannya”
đź’¬
Kak Damar
Ca... Nanti sore latihan ya
Buat persiapan lomba...
đź“©
Baik Kak Damar....
Sorenya....
“Kita fokus saja pada pertandingan ini, jangan sama yang lain ya”ucap Kak Damar pada anggotanya.
“Baik Kak”
Ica mempersiapkan dirinya dan mencari lawan yang sebanding dengannya untuk latihan.
Ica memang bagus untuk pukulannya karna ia sudah biasa ikut bertanding.
“Ca... Dengar-dengar kamu diskor ya habis pertandingan ini ? “
“Iya Kak... Pasti beritanya sudah menyebar ya”
“Iya.... Aku juga kaget sih”
“Mau gimana lagi Kak, aku kesal sekali dengan dia”
“Tapi tetap ya Ca, kamu harus bisa mengendalikan diri”
“Aku tahu tentang itu Kak, makanya aku juga menyesal “
Ica menoleh kearah pintu masuk dan terlihat Dev yang celingak celinguk.
__ADS_1
“Mau apa sih dia kesini ? “batin Ica.