
Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...
Dukunganmu sangat berarti .
😍😍😍😍
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
Keesokan harinya setelah pulang sekolah Ica dan Nesa pergi berburu gaun ulang tahun, padahal gaun Ica dan Nesa itu seperti toko baju.
Jika kita hanya pakai lemari empat susun untuk tempat baju, Ica dan Nesa memakai lemari panjang yang bajunya digantung semua.
Bisa bayangkan bagaimana banyak baju itu, tapi tetap saja jika akan ke pesta pasti Ica maupun Nesa akan pergi membeli baju baru.
Toko baju Ads
“Apaan sih modelnya terbuka semua Nes”
Ica melihat semua gaun yang ada disana sambil menggerutu.
“Ca, kamu boleh tomboy, sehari-hari pakai baju gombrong dan celana jeans pendek robek yang sudah dimakan anjing itu, tapi kalau ke pesta kamu harus cantik dan elegan”ucap Nesa sambil menjentikkan jarinya seperti desainer ternama.
“Hahaha lucu ya, aku sering sih pakai dress tapi bukan yang mencolok dan terbuka begini”
“Cerewet “ujar Nesa.
Setelah tiga jam disana karna Ica yang sangat ribet karna jika ada belahan atau bolong baju yang terlalu besar, dia pasti nggak mau, Nesa dan Ica akhirnya selesai berbelanja.
“Huh Nona Montana, kamu sangat ribet saat memilih baju, aku harap jodohmu nanti adalah orang yang sabar”
“Hah ngomong masalah jodoh kita ini lulus aja belum “
“No problem Nona, besok itu kan yang aku katakan itu, akan terjadi Ca”
“Iya juga sih, tapi aku bersyukur deh saat pesta ini, aku ada kamu”
“Emang kenapa ? “
“Iya biasanya aku pergi sendiri, kadang sama Dev atau Mama”
“Ohh gitu, tapi btw Ca kamu itu kan anak boss lah ya , apa aja acaranya sih kalau anak boss itu”tanya Nesa penasaran.
“Sejauh ini aku belum mau aktif sih diacara sosial yang ada hubungannya dengan kerjaan atau perusahaan keluarga aku, karna aku belum mau cepat dewasa Nes”
“Kok cepat dewasa Ca ? “
“Iya kalau disana itu, semua anak dituntut semua “
“Emang mereka salah apa sampai dituntut Ca ? “
“Bukan dituntut karna salah kamu ini, cantik-cantik oon untung aku mau temenan sama kamu, mereka dituntut sempurna, makan aja harus rapi apa sih istilahnya table maner apa itu, jalan plak plok plak plok harus anggunly, argghhh kesal aku deh, kalau aku sih gregetan”
“Tapi kamu tetap lakuin kayak mereka kan”ledek Nesa.
“Iya, mau gimana lagi Mama aku dikit-dikit ancam blokir ATM, aku tanpa ATM ? Bisa mati lemas aku Nes”
“Iya sabar aja Ca, aku malah pengen sosialita kayak kamu”
“Capek Nes capek, kamu kira semua itu indah kayak di tivi, aku awal-awal pesta dikerjain sampai hampir muntah gara-gara disodorin beer”
“Lah, masak sih ? “
“Iya btw aku ke toilet dulu ya”
“Oke deh, jangan lama ya soalnya dah sore ni”
“Iya”
💬Dio
“Ca kemarin kan kita nggak jadi urus apotek hidup
Jangan lupa hari ini ya jam 16.00
Ica terkejut saat membaca pesan dari Dio.
Ica tak berani melirik jam karna ia takut jika terlambat.
“Hahhh lagi lima menit”
Ica berteriak mencari Nesa untuk segera kesekolah.
“Pasti Dio mengomel deh”batin Ica.
Ica turun dari mobil dengan melompat dan menghilang menuju apotek hidup yang ada dibelakang sekolah.
“Dio ! “
Dio yang sedang asyik menyapu agak terkejut dengan Ica.
Tanpa kata maaf karna terlambat Ica langsung mengambil sapu.
“Maaf ya aku terlambat “ujar Dio menyindir Ica.
__ADS_1
“Nyari gara-gara kamu kan “ucap Ica membalas Dio.
“Yang penting aku datang “
“Ya terserah jika kamu nggak datang, lagipula kan kamu yang nggak punya nilai bukan aku”ujar Dio dengan tenang.
“Nggak usah sibuk urusin aku ya Dio, urus aja urusanmu sendiri “
“Aku kan ngomong apa adanya Ca, kamu ini keras walau salah ya kalau aku jadi kamu , aku pasti malu dengan sikapku”
Ica tak membalas ucapan Dio, namun Ica heran, Dio mulai berani padanya.
Setelah menyapu Ica mengatur dan memperbaiki tanaman yang ada disana.
Ia menggunting beberapa daun yang sudah menguning.
Namun tanpa Ica sadari, ia tak melihat ada lebah kecil dibalik daun dan Ica tersengat lebah itu.
“Awww”
Ica mengiris karna tangannya sangat perih dan panas.
“Ada apa Ca ? “Dio langsung menghampiri Ica.
“Bukan urusanmu”
“Ayolah jangan tersinggung karna ucapanku tadi”ujar Dio lalu mengambil minyak gosok dari kotak p3k”
“Sini aku balurin”
“Aku bisa sendiri “ujar Ica kemudian merebut minyak gosok itu.
“Iya ini ambilnya biasa aja dong”ujar Dio merasa kebaikannya tak ada harganya dimata Ica.
Ica melihat Dio yang kembali ke tempatnya tadi dengan wajah yang agak kesal .
Entah mengapa Ica merasa puas dengan mimik wajah Dio.
Dasar Ica si gadis jahat.
😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏
Setelah semua rapi dan beres, Ica duduk istirahat di teras apotek hidup.
“Bagus banget ya disini suasananya, adem, tentram rasanya nggak pengen pulang”batin Ica.
Ica menoleh karna merasa Dio punya kekuatan membaca pikiran.
“Aku duluan ya”ucap Dio kemudian melangkah menuju luar apotek hidup.
Ica tak membalas namun ia juga bangun dari tempat duduknya.
Sekali lagi Ica memandang hasil kerjanya.
“Dio”
“Aku sudah siapkan kejutan untukmu “
Ica melihat Dio yang menggeret sepedanya karna bannya gembos.
Dio heran padahal tadi ban sepedanya baik-baik saja tapi Dio masih berfikir positif.
Sepertinya bannya pecah tapi kecil”ucap Dio.
Ica dengan santai naik mobil dan tersenyum sinis didalam mobil.
“Emangnya enak, mau saingan sama aku dari nilai, mimpi saja dulu”batin Ica.
Ica yang tiba di rumah melihat Mama dengan Om Marcel.
“Gila mereka semakin intim aja”ujar Ica jijik dengan kelakuan Mamanya .
“Eh Ica kamu sudah pulang sekolah ? “
“Iya Om, aku baru saja ada kegiatan tambahan “
“Asyik dong “ucap Om Marcel.”Kita juga dulu sering kayak gitu pas masih sekolah ya Liv ? “imbuhnya lagi.
“Iya kita sering berdua ya kalau kelompokkan”ujar Mama Ica.
“Benar”
“Aku permisi mau mandi terus istirahat dulu ya Om”ujar Ica pamitan pada Om Marcel.
“Baiklah Ica istirahatlah”
Ica melenggang pergi dan membuka kunci kamarnya.
Saat akan melewati kamarnya ia malah melihat Dev yang selonjoran dikamar.
“Loh kamu dah pulang ? “tanya Ica.
__ADS_1
“Kamu selalu heran kalau aku pulang, kamu ada dendam apa sih ? “tanya Dev yang bingung saat Ica tanya dia sudah pulang disaat belum malam.
“Yahhh, biasanya kan kamu nggak dirumah, masih sibuk sama kerjaan kantor dan pabrik yang nggak kelar-kelar itu”sindir Ica.
“Haihh, semangatku lagi turun saat nggak ada Hanum , aahhh Hanum aku kangen sama kamu”
“Tinggal nyusul aja ke Korea, susah banget”
“Malas ahhh, aku lagi malas pergi”
“Palingan kamu nggak kangen sama wajah Hanum tapi otakmu lagu kotor kan”
“Lohh kok tahu sih Ca, bagaimana kalau kamu yang gantiin Hanum ? “
“Idih dasar idiot ! Jangan mimpi ya awas aja kuaduin sama Mama ! “ancam Ica.
“Gitu aja marah uhuk... Uhuk.... Uhuk”Dev batuk-batuk.
“Kamu sakit Kak ? “tanya Ica.
“Mana ada aku sakit, aku ini fisiknya bagus tahu, uhuk... Uhuk... Uhuk.... “
“Aku telepon dokter ya Kak”
“Jangan deh”
“Aku sudah chat Dokter nanti dia kesini”ujar Ica sambil melihat hapenya.
“Tunggu ya”
“Ca ! Aku nggak mau Ca !
Ica !!! “
Dev berteriak pada Ica.
Dokter yang dipesan Ica akhirnya datang.
Mama Ica yang tidak tahu bahwa Ica memesan Dokter keluarganya itu sangat terkejut.
“Lohh Dokter yang pesan siapa ? “tanyanya bingung.
“Mba Ica Liv”ujarnya
“Tapi tadi dia baik-baik saja “
“Iya yang sakit itu David”
“Ohh si Dev, pantas saja dia pulang cepat , baiklah periksa saja dia Dok “
“Oke Liv”
Dokter muda dan cantik plus single itu suka pada Dev, ia sangat antusias jika keluarga Montana menelepon apalagi jika yang sakit itu Dev.
Dokter muda itu segera memeriksa Dev setelah diijinkan masuk oleh Oliv dan Ica.
Sejujurnya Dev sangat grogi karna kecantikan Dokter keluarganya itu tapi dia berusaha biasa saja karna ada hati yang harus ia jaga, sementara si Dokter tak pernah mengungkapkan isi hatinya karna Dokter ini juga sudah memiliki tunangan.
“Dev kelelahan dan masuk angin”
“Ohh gitu ya “ujar Ica. “Aku kira dia sakit malarindu tropikangen Dok”.
“Enggaklah Ca, kamu ini ada-ada saja, oh ya bagaimana keadaan kakimu ? “tanya Dokter itu.
“Sudah baikan Dok, tapi aku masih harus terapi”
“Iya gpp yang penting semuanya baik-baik saja “ucap Si Dokter kemudian merapikan stetoskop dan obat-obatannya.
“Aku pulang dulu ya Ca dan Dev istirahatlah dulu beberapa hari “
“Baik Bu Dokter”
“Setua itukah aku Dev ? “
“Enggak kok Dok” Dev tersipu saat melihat senyum Dokternya.
“Dokter Nana”
“Ada apa Dev ? “tanyanya saat akan keluar dan Ica juga sudah keluar
“Untuk malam itu”
“Tolong jangan bahas lagi Dev, aku permisi dulu ya”
Dev apasih yang kau lakukan, kenapa setiap gadis yang kau kenal selalu salah dari awal Tante Yosiko dan bahkan Dokter Nana yang sudah punya tunangan. Belum lagi yang lain yang belum diceritakan disini.
Dari sekian wanita hanya Hanum yang tidak memiliki masalah.
Dokter Nana duduk di mobilnya sambil melihat foto Dev disosmed.
“Jika saja kita kenal lebih dulu Dev, aku pasti akan menjadi pacarmu, aku nggak akan pernah lupa saat Pesta itu, kamu begitu mempesona dan menantang”ujar Dokter Nana.
__ADS_1