BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Enam puluh Satu


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


Di kantor Dev sedang asyik menelepon dengan Hanum, ia melepas rindu lewat udara karna akhir-akhir ini Hanum sangat sibuk, apalagi Hanum harus beradaptasi dengan bahasa disana.


Bahkan selama ini Dev tidak tahu jika Hanum cakap berbahasa Inggris dan Korea.


📞


“Lagi apa Num ? “


“Lagi jalan-jalan nih” Sambil menunjukkan tempat yang ia kunjungi di Seoul.


“Bagus Num, aku jadi mau kesana tapi lagi banyak kerjaan”


“Iya gpp deh , btw aku rindu sama kamu Dev”ucap Hanum dengan mimik sedih.


“Iya sama Num, kamu belajar yang rajin ya”


“Iya Dev aku bersyukur bisa kesini jadi aku bisa setara sama kamu, aku nggak mau jadi bahan gunjingan orang lain”


“Bagi aku siapapun kamu nggak masalah Num, yang penting kamu sayang sama aku”


“Hehe kamu berlebihan Dev”


“Aku tutup dulu ya Num, mau rapat dulu”


“Iya Dev I miss you”


“I miss you to Num”


Dev menutup teleponnya dengan wajah tersenyum.


Dev melihat jadwalnya yang padat terkadang Dev heran dengan acaranya yang tak habis-habis itu, setiap bulan ada saja acaranya.


“Apa si iblis itu sudah baikan ya”(Ica maksudnya)


Sementara yang si iblis sudah ketawa ketiwi bersama gengnya.


“Kamu cepat kesekolah Ca, kita bosen looh”ujar Nesa.


“Iya aku sudah bilang baru sehari kok”


“Iya tapi rasanya setahun, apa kamu tahu Ca, si double eye itu sok pinter terus loo”


“Ya biarin aja yang penting aku kan nggak lihat “ujar Ica santai.


“Ihhh kamu ini Ca, apa kamu sudah nyerah ? “


“Nggak sih tapi belum ada mood”


“Kita tunggu kamu ada mood deh “ujar Nesa lagi


“Sipp tapi kayaknya kita kan bakal sibuk buat bazar pas ultah sekolah”


“Iya, apa yang bisa dijualin ya”sambil melirik kamar Ica dari ujung ke ujung.


“Ehhh jangan lirik kamar aku dong”


“Bercanda kok”


“Kalau aku sudah saranin kita jual smoothie aja “


“Bagus tuh, sehat juga kan”


“Untuk alat kita bisa ngerental di toko aing”ujar Gilang


“Nahhh pas itu tapi jangan kamu rusak Gilang “celetuk Nesa.


“Emang aku pernah gitu ? “


“Emmm mana kita tahu kan hanya antisipasi saja “ujar Alex tiba-tiba berbicara setelah acara mogoknya dari tadi.


Ica tersenyum saat Alex bicara lagi.


Mereka akhirnya tertawa bersama hingga sore menjelang.


Namun setelah semuanya pulang tanpa sepengetahuan Gilang dan Nesa, sekitar satu jam Alex kembali lagi sendirian dengan buket krisan di tanganya.


Ica terkejut saat Alex kembali apalagi tangannya yang berisi buket.

__ADS_1


“Lohh ada yang ketinggalan ya Lex ? “


“Nggak Ca, aku hanya minta maaf karna sikapku tadi”


“Ya ampun aku nggak apa kok Lex”


“Aku nggak tahu kamu suka bunga apa jadi aku belinya ngasal”


“Makasih loo Alex tapi kamu jangan hamburin uang ya”


“Aku ada tabungan kok dan maaf ya sekali lagi “


“Oke “


“Aku pulang dulu “ujar Alex dengan terburu-buru.


“Iya hati-hati dijalan ya Lex”


Alex hanya mengangguk dan pergi dari kamar Ica.


Sepanjang jalan Alex berdendang karna bahagia.


Biarlah semua berjalan seperti ini, maka aku dan geng akan baik-baik saja.


🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂


Ica meletakkan bunga yang diberikan oleh Alex.


Ica yang paham tak ingin membahas ini lebih jauh sama halnya dengan Alex.


Dia membiarkan ini semua seperti tak ada yang spesial antara ia dan bunga dari Alex.


“Ca”


“Iya Nek”


“Salah satu temanmu tadi balik lagi ya bawa buket ? “


“Iya Nek mau kasih tadi tapi malu”


“Ohh gitu dia lagi pedekate ya sama kamu ? “


“Nggak kok Nek kita kan geng”


“Ohh gitu ya, Nenek kira dia suka sama kamu”


“Oiya Nenek mau istirahat dulu ya Ca”


“Iya Nek”


Pada Malam harinya Mama Ica menengok keadaan Ica.


Ia menanyakan apakah Ica mau ke RS atau tidak tetapi Ica mengatakan bahwa ia sudah lebih baik.


“Mama akhir-akhir sibuk Ca karna ada satu outlet yang mau beli produk kita dengan jumlah yang banyak”


“Syukur deh Ma, Ica bersyukur “


“Iya Mama Minta maaf ya belum ada waktu untuk kamu”


“Its okay Ma, aku baik kok”


“Syukur deh Ca, makasih atas pengertian kamu “


“Yang penting Mama juga harus bahagia “


“Kebahagiaan Mama adalah melihat kamu tumbuh sebagai anak yang bahagia Ca”


“Iya Ma”


“Cie yang lagi saling beradu quotes”ucap Dev yang sudah diambang pintu dengan gaya drama kolosal.


“Apaan sih kayak tukang parkir aja tiba-tiba muncul”ucap Ica.


“Ya aku mau gabung berbagi qoutes tapi ya sudahlah aku kan cukup mendengar saja”


“Banyak sekali ceritamu Dev”


“Hehehe”


“Kamu dah makan ? “ucap Dev kemudian duduk disamping Ica.


“Sudah kok”


“Tanya balik dong “

__ADS_1


“Males”


“Awas ya”


“Heh jangan bertengkar dong !!! “ucap Mama saat melihat Dev yang sedang bersiap untuk merampas tangan Ica.


“Eh Iya Ma”


Ica mengolok-olok Dev yang pasrah karna ulah Ica.


“Mama mau istirahat dulu ya, mumpung hari ini bisa pulang lebih awal, kalian lanjut aja mengobrol “


“Iya Ma istirahatlah”


Mama Ica menutup pintu kamar Ica dan Ica saling pandang dengan Dev.


“Hemm Ca berhentilah pura-pura sakit”


“Siapa yang pura-pura “


Dev menebar pandangan kearah meja Ica yang ada bunga segarnya.


“Buket dari siapa ? “


“Alex Kak”


“Romantis sekali dia”ucap Dev mencolek sebuah bunga krisan di buket milik Ica.


“Nggak romantis kok, biasa aja “ucap Ica enteng sambil men scrool instagramnya.


#Animasi kisah nyata


B3l^^


Ica melihat animasi yang dibuat Bella melalui akun fakenya.


Dia selalu saja membuat masalah, video yang ia unggah pun sangat banyak dan semua persis tentang Ica bahkan saat Ica sakit pun ia jadikan animasi.


Entah berapa uang yang ia keluarkan untuk membuat animasi ini.


Ica juga tak ingat awal perseteruannya dengan Bela kalau tidak salah Bela pernah suka dengan kakel yang saat itu sedang suka dengan Ica dan saat Bela menyatakan perasaannya.


Kakel itu dengan terang-terangan menyebut Ica adalah tipenya.


Ica yang awalnya menganggap itu hal biasa, mulai merasa risih saat Bela kepo dan menyindir bahkan berani mengerjai Ica.


Ica saat itu diam saja karna sadar posisinua namun lama-kelamaan ia bosan dan akhirnya ikut membalas hingga saat ini.


Ica yang sudah kesal tetap melakukan hal yang tidak menyenangkan pada Bela tetapi hal itu tak membuat Bela jera, Bela bahkan berani membuat animasi tentang kehidupan Ica disekolah.


“Rupanya dia benar-benar benci padaku, kenapa sih harus masalah cowok yang dia besar-besarkan dasar sibal !!! “


“Ca”


“Iya Kak”


“Kakak balik dulu “


“Eh iya Kak”


Raut wajah Dev berubah entah kenapa.


Mungkinkah Dev takut kehilangan Ica saat ada yang mulai perhatian dengan adik satu-satunya itu.


Ica melihat dengan jelas perubahan wajah Dev tadi, namun ia tak terlalu memikirkannya.


Ica kemudian lanjut untuk tidur juga agar ia bisa lekas sekolah kembali.


#Aku sangat menyayanginya_Dev


Dikamarnya Dev merasa tak enak hati, dia tak bisa tidur memikirkan bunga dari Alex.


Ica masih sangat muda untuk menerima bunga itu.


Apa sih yang dipikirkan bocah itu, Dev merasa ia kurang mengawasi Ica.


Dev melihat figura yang ada diatas mejanya.


Foto itu diambil saat ia dan Ica ada di taman Sangkareang.


Wajah Ica imut dan menggemaskan saat itu Ica ada event pencak Silat dan seperti biasa Dev selalu datang untuk mendukungnya.


Tapi setelah sekian tahun berlalu si kecil Ica sekarang telah tumbuh menjadi gadis yang telah matang.


Kali ini Dev mulai khawatir akan hal itu.

__ADS_1


Bukan Alex atau Gilang tapi dirinya yang belum siap menerima jika Ica dewasa.



__ADS_2