BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Empat puluh delapan


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍


đŸŒșđŸŒșđŸŒșHappy ReadingđŸŒșđŸŒșđŸŒș


Ica mencoba menghibur dirinya dengan kembali membuat desain baju saat pulang sekolah, karna dia tidak boleh latihan dulu sampai dinyatakan fisiknya sudah bagus semua oleh Dokter.


Stress


Ya sebenarnya Ica sangat stress dengan keadaannya , tapi ia mampu mencovernya dengan aktivitas lain.


Keluarganya menyadari bahwa Ica pasti terpukul dengan semua ini.


Namun mereka tak mampu berbuat apapun selain mendukung dan memberi semangat.


Memang sulit menerima ini semua namun Ica juga menyadari bahwa kakinya masih sering nyeri jika ia berjalan terlalu lama.


“Terlalu bosan jika terus begini “batin Ica


Ia melirik kalender jadwal yang ia buat sendiri.


“Hari ini adalah gladi resik untuk ikut turnamen dan aku hanya momot disini seperti orang bodoh, apa aku kesana untuk melihat-lihat , tapi pasti nanti aku sedih”.


Dari luar kamar Ica terdengar ART rumahnya memanggil.


“Mb Ica ada temannya yang berkunjung “


“Baiklah Mba “ujar Ica kemudian membuka pintu.


Ica berjalan menuju teras rumah dan disana ada Nesa dan Gilang.


“Eh... Kok nggak bilang kalau mau kesini ? “


“Kita sengaja, kalau bilang pasti kamu nggak mau ikut”ucap Nesa.


Nesa merasa sedih melihat Ica yang seperti ini, meskipun sekolah lebih aman bagi anak lain tapi tanpa Ica semuanya terasa berbeda.


“Jalan yuk Ca, biar otakmu lebih fres”ajak Nesa


“Aku nggak mau repotin kalian, karna kaki aku sering sakit tiba-tiba “ujar Ica.


“Kita akan ikutin kamu kok, kalau kamu lelah kita istirahat ya kan Gilang “ujar Nesa.


“Iya Ca, atau kamu mau ketempat latihan silat ? “tanya Gilang.


“Aku memang ada rencana begitu sih, tapi aku tak mau terlihat menyedihkan dan membuat teman ditempat latihan merasa terbebani”jawab Ica.


“Jika kamu belum siap lebih baik nanti dulu deh, bagaimana kalau kita ke Fun gitu dulu”


Gilang mengernyitkan alisnya pada Nesa dan Ica.


“Baiklah aku izin dulu ya sama Nenek”


“Oke kita tunggu ya”


Setelah izin dengan Neneknya Ica , Nesa dan Gilang akhirnya berjalan-jalan menuju Mataram Mall.


Tujuan utamanya adalah Funcity, Funcity adalah tempat bermain arcade dan tempat ini sangat jarang sepi, pasti selalu ramai.


Ica membeli 50 k koin bermain dan membagikannya pada Gilang dan Nesa.


Ica mencoba semua permainan.


Gilang dan Nesa sering memperhatikan Ica.


“Syukurlah Ica bisa tersenyum walau tidak seriang dulu, setidaknya sedikit demi sedikit ia bisa bangkit dari rasa sakitnya ini”batin Nesa.


Setelah selesai bermain mereka membeli ice cream dan kentang goreng.


Menikmati cemilan itu sambil duduk diparkiran atas mobil.



Ica seakan menemukan kembali semangatnya yang hilang hampir separuh itu.


Ia bersyukur memiliki teman yang perhatian seperti Nesa dan Gilang.

__ADS_1


“Oh iya Fabian sama Alex kok nggak ikut Nes “tanya Ica.


“Alex lagi latihan balap kalau Fabian biasalah lagi bucin sama pacarnya”jawab Nesa sambil menyuap es krim banana.


“Oh gitu”


“Kamu nggak tanya aku Ca “Gilang menoleh pada Ica kemudian menyendok es krim Ica.


Mata Ica melotot melihat Gilang yang seenaknya itu.


“Nggak ada yang perlu aku tanya sama kamu Gilang”ucap Ica.


“Gitu amat sih”Gilang pura-pura sedih.


“Aku berharap segera pulih dan bisa malak anak-anak lagi”jawab Ica.


“Nah ini baru pas”


“Aku dengar berita jika ada toko Y yang bayar murah karyawannya tapi untungnya sangat besar dan anak itu ada di sekolah kita”ujar Ica.


“Serius Ca “tanya Nesa.


“Iya dan aku akan bersiap untuk itu, kau tahu kan aku jarang malak dan bully orang kalau tanpa sebab, apalagi Bela semakin bertingkah fitnah aku”ujar Ica.


“Berarti kamu tahu Ca”ujar Nesa


“Iya tentu aku tahu tapi kondisiku yang masih belum siap dan aku yakin kecelakaanki ini pasti banyak yang senang deh terutama saingan bisnis Mama dan Kakak aku”ujar Ica panjang lebar.


“Oiya Nes, aku mau kasih tahu kamu kalau yang nabrak aku itu sengaja”


“Masak sih Ca, apa motifnya”


“Katanya lagi pengen aja sih”


“Lahhh kok enak begitu omongannya”ujar Nesa tak percaya.


“Itulah yang aku belum paham, prediksi aku pasti dia disuruh dan ia itu sengaja mengejar kaki aku, terlebih ia tahu aku dan Nenek keluar pasti dia sudah menguntit aku dalam waktu lama”ujar Ica.


“Ya kalau gitu kamu hati-hati deh Ca, karna walau kamu bisa bela diri tapi kalau orangnya dari belakang kan kita nggak tahu ya”ujar Nesa.


“Iya... Aku akan lebih waspada lagi Nes”jawab Ica.


“Sendiri emang kenapa ? “


“ Aku kebetulan ada urusan mendadak, kamu antar Ica ya kalau kamu yang antar aku ngerasa lebih aman”ujar Nesa seenaknya.


“Eh” (Ica dan Gilang bersamaan).


“Bagaimana Gilang ? “tanya Nesa lagi.


“Kalau tuan putri mau naik motor, boleh kok”ujar Gilang kajuman.


“Baiklah pangeran Gilang”


Nesa tersenyum puas, entah apa yang direncanakan oleh si Nesa itu, hingga ia mengatur rencana seperti ini.


“Peluk yang erat Ca, aku mau ngebut”ujar Gilang.


“Dalam mimpimu Gilang, dalam mimpimu”jawab Ica.


“Okeee”


Gilang menikmati momen itu dan ia tahu meski ia berusaha untuk mendapatkan hati Ica, Ica tak mungkin menerima cintanya karna bagi Ica Gilang adalah temannya.


“Ca kapan kamu mau pacaran sama aku ? “tanya Gilang tiba-tiba.


“Kamu bercanda lagi ? “ujar Ica.


“Apa aku terlihat bercanda ? “


“Kamu sering bercanda”


“Aku nggak bercanda jika masalah ini”


“Aku nggak mau persahabatan kita rusak Gilang “


“Jadi kamu tahu kalau Alex suka sama kamu ? “


“Iya aku sudah tahu kok”

__ADS_1


“Dari kapan ? “


“Sudah cukup lama”


“Maaf ya Ca, aku hanya bilang yang aku rasain kan lagi sebentar kita pisah, aku nggak mau pisah tanpa ungkapin perasaan aku”


“Iya aku paham kok Gilang, tapi aku hanya ingin kita seperti ini, aku nggak mau nyakitin kalian”


“Iya aku hargai keputusan kamu Ca, tapi Alex belum pernah bilang sama kamu ? “


“Belum”


“Ohh gitu”


“Karna aku sudah bilang sama kami jadi, jangan tanya Alex lagi ya”


“Iya”


Ica meletakkan tangannya dipinggang Gilang.


“Makasih Ica”


“Iya”


“Btw tanganmu lebih besar daripada tanganku”


“Aku kan olahraga Gilang”


“Iya makanya aku takut sama kamu”ucap Gilang.


“Takut kenapa, nggak mungkin aku pukul kamu”sahut Ica


“Iya, kalau itu aku tahu sih tapi suatu saat jika aku jadi suami kamu, pasti aku bakal jadi bapak rumah tangga”


“Kamu ini sampai jauh banget omongannya “tegur Ica.


“Aku hanya menghayal, emangnya nggak boleh ? “


“Boleh sih tapi itu omongan 18 +”ujar Ica merasa ngeri.


“Mana ada 18+ kamu berlebihan “


“Ada kok”


“Emmm terserah kamu deh Ca”


Dirumah


🏘🏘🏘


“Ca... Kamu sudah pulang ? “


“Iya Nek, Dev belum balik ? “Tanya Ica karna suasana rumah lengang.


“Iya Dev belum balik, ia katanya mau keluar sama Mama buat persiapan lamarannya Hanum”


“Oh gitu aku pikir acaranya bakal mundur Nek”


“Emang ini kan sudah mundur Ca, kalau mundur lagi ntar Dev dikira bercanda lagi”.


“Iya juga sih, tapi akhir-akhir ini Hanum jarang berkunjung ya Nek ? “tanya Ica.


“Mungkin Hanum juga sibuk luluran, hehehe”jawab Nenek Ica sambil tertawa.


“Bisa jadi aku merasa kasihan sama Hanum”


“Kenapa ? “


“Hanum baik dan cantik lagi sopan terus pengertian, rasanya nggak pantas deh sama Kak Dev yang urakan gitu”


“Lahh terserah Hanumlah Ca, kok kamu yang kasihan, lagipula pasti Hanum sudah tahu sifat asli Dev “


“Iya juga sih”


“Kamu mandi sana terus kita makan malam “


“Baik Nek”


__ADS_1


__ADS_2