BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Lima puluh dua


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍


🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


Ica dan Alvian sedang berbincang tentang event yang akan diikuti oleh perguruannya saat ini, ia melihat Jessi yang jalan dengan tergesa-gesa menuju Kak Damar.


“Kamu lagi, ngapain kesini ? “ujar Kak Damar.


“Aku ingin bicara sebentar “ujar Jessi agak takut karna ia mendengar suara Kak Damar yang begitu besar dan tak biasanya.


Sepertinya hati Kak Damar benar-benar sakit dan terluka.


Hal itu juga membuat Ica dan Kak Alvian terkejut.


Ica menghentikan pembicaraan dan sibuk melihat pemandangan seru ini.


“Kita ngomong sebentar aja ya”ajak Jessi.


“Nggak ada yang perlu diomongin Jes dan jangan ganggu aku ! “Kak Damar masih kukuh.


“Aku mohon ! Kalau tidak aku akan terus disini”ucapnya dengan tak tahu malu.


Kak Damar merasa Jessi sangat menganggu temannya yang lain dan akhirnya ia mengiyakan ajakan Jessi.


“Aku tinggal dulu ya”ujar Kak Damar pada teman-temanya.


“Oke”balas semua temannya serempak.


Jessi mengajak Kak Damar ke tempat yang sepi yaitu di didekat gudang sekolah.


“Apa maumu Jess ? “tanya Kak Damar tanpa basa basi.


“Aku mau sama kamu lagi Kak”ucapnya manja 🤢🤢🤢.


“Maaf Jes, aku nggak bisa dan jika tak ada yang dibicarakan lagi, aku mau balik pasti mereka nungguin aku “ucap Kak Damar beranjak.


“Satu lagi jangan ganggu aku dan bertingkalah layaknya gadis yang punya kehormatan “ujar Kak Damar dengan menusuk.


Jessi tak membiarkan Kak Damar pergi, ia menarik tangan Kak Damar dan mencium bibirnya.


Kak Damar terkejut dan berusaha melepaskannya dari Jessi.


“JESSI !!!” pekiknya sambil mendorong Jessi.


Jessi tersenyum puas dan pergi.


“Nggak semudah itu, kamu bisa lupain aku Kak”ujarnya dengan menang, meski ia sadar jika itu adalah kekalahan tapi hatinya merasa menang mendapatkan ciuman paksa itu.


Jessi mengingat saat ia rela melakukan apapun demi Kak Damar dan ia hanya kalah dari seorang gadis yang bahkan tak pantas disebut sebagai gadis.


Jessi mengepalkan tangannya dan berlalu dengan hati penuh dendam.


Kak Damar yang masih syok dengan hal tadi, nampak sedang melamun.


Ica dan Kak Alvian yang memperhatikan dari tadi merasa sikap Damar aneh, semenjak bertemu dengan Jessi.


“Apa Kak Alvian lihat dia ? “Ucap Ica.


“Iya, memangnya Jessi ngomong apa sih ? “


“Mana aku tahu Kak”


“Aku lanjut latihan dulu ya Ca”


“Oke”


Setelah latihan selesai Ica ingin pulang duluan karna ia belum bisa latihan, ia hanya menonton agar hatinya tidak sumpek.


Tiba-tiba Kak Damar menghampirinya.


“Semangat Ca, cepat sembuh”ucapnya sambil menyeka keringatnya.


“Iya Kak, makasih”


Ica tersenyum pada Kak Damar dan entah mengapa membuat Kak Damar merasa salting.

__ADS_1


Damar menunduk karna malu dan Ica dibuat bingung karna baru kali ini Kak Damar kikuk dengannya.


⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️


Seperti biasa Ica tak langsung pulang, ia selalu mampir ke toilet dulu untuk mencuci mukanya dan mengoleskan sedikit pelembab wajah dan bibir.


“Lagi -lagi kamu belum pulang “ujar Kak Damar yang sedang mengelap rambutnya .


“Iya, aku masih cuci muka Kak”Ica masih asyik mengoles pelembab wajah.


“Aku kira kamu nggak pakai kayak gini “ujar Kak Damar kemudian mengambil pelembab Ica.


“Ini bagus looh Kak, apalagi habis latihan pakai ini emm, hasilnya jadi lembut dan kenyal terus ini ada spf 15 nya Kak”Ica terus bicara.


“Kamu ngendorse ya Ca” ujar Kak Damar.


“Hehehe “Ica merasa malu karna begitu banyak bicara didepan Kak Damar.


Ica memberi pelembab pada bibirnya yang berwarna kemerahan itu.


Ica menjepit bibirnya hingga berbunyi plup dan Kak Damar langusng membuang wajahnya.


“Kakak mau barengan ? “Tanya Ica saat ia telah selesai.


“Mau”jawab Kak Damar sambil berjalan mengikuti Ica.


“Dadaku berdegup Ca, apa karna hanya kita berdua disini Ca ? “


“Kakak bawa motor ? “tanya Ica.


“Hari ini aku nggak bawa motor, motor aku lagi di servis”


“Oh gitu, terus mau naik ojol ? “


“Iya”


“sudah pesan Kak ? “


“Aku pesannya nanti kalau jemputan kamu sudah datang”ujar Kak Damar.


Tiba-tiba Kak Damar merasa kepalanya agak pusing, ia menekan sedikit pelipisnya, namun sakitnya malah menjadi.


“Kepalaku kenapa ya”ujar Kak Damar dan penglihatannya melemah.


🐚🐚🐚🐚🐚🐚🐚🐚🐚🐚


“Ca”


“Kak Damar sudah sadar ? “Ica menghampiri Kak Damar dengan khawatir.


“Aku kenapa sih Ca, aduhhhh”


Kak Damar masih merasa sakit dikepalanya.


“Kakak pingsan tadi, lumayan lama loo”


“Ahh yang benar aku pingsan ? “Kak Damar tak percaya.


“Iya, aku panik banget loo, syukur aja lagi bentar jemputan aku datang terus aku anter deh ke IGD”Ucap Ica.


“Aduh jadi repotin kamu Ca” Kak Damar merasa tak enak dengan Ica.


“Gpp kok Kak, aku bersyukur Kakak sudah sadar, kata Dokter tensi Kakak turun sekali, apa Kakak nggak makan ? “


“Iya, tadi siang Kakak nggak makan karna niatnya mau diet”


“Diet apaan sih, badan Kakak sudah bagus kok”Ica mencoba memberi motivasi.


“Iya Kakak salah Ca”ujar Kak Damar.


Setelah semua urusan selesai dan Kak Damar bisa pulang, Ica mengantar Kak Damar pulang kerumahnya.


“Jadi repotin kamu dia kali Ca”


“Sudah jangan ngomong lagi Kak”


Orang tua Kak Damar nampak duduk di teras, pasti mereka khawatir dan supir Ica turun untuk menjelaskan pada orang tua Kak Damar.


“Ya ampun, kamu kuat gini bisa pingsan Damar “ujar Mamanya.

__ADS_1


“Hehe, namanya aku manusia biasa Ma”ujar Kak Damar berbohong.


“Nak Ica terimakasih ya dan maaf sudah ngerepotin “ujar Papa Kak Damar.


“Iya nggak apa kok Om , Tante”


“Salamin sama Dev ya Ca, semoga tambah sukses”


“Iya Om, Tante aku pamit dulu ya”ujar Ica.


Kak Damar merasa bingung apakah ia harus senang atau tidak karna kejadian tadi, karna saat pulang dari IGD dia tertidur dipangkuan Ica.


Awalnya ia bersandar dijok mobil karna kepalanya masih pusing namun Ica dengan baik hati memberinya tempat tidur di pahanya.


Damar merasa kikuk tapi sungguh Ica itu sangat tulus dan tidak memikirkan apapun selain kesehatan dirinya.


Damar senyum-senyum sendiri sambil menekan kepalanya yang masih sakit.


Momen langka yang tidak akan terulang lagi.


“Nggak bisa ! “


“Aku nggak boleh jatuh cinta dengan Ica, tapi sejak kapan semua ini tumbuh ? “


Keesokan paginya Dev mengantar Hanum untuk berangkat ke Korea, awalnya Dev berencana untuk ikut beberapa hari namun ia malah ada urusan mendadak yaitu datang ke acara pernikahan koleganya, jadi ia tidak jadi untuk ikut dengan Hanum.


Dev memutuskan untuk menyuruh salah satu karyawan yang ia percaya untuk mengantar Hanum dan pastinya ia biasa mengatur jadwal Dev jika ia akan pergi keluar Kota atau Negara.


“Hanum jaga diri baik-baik ya dan ingat, jika akan berangkat hubungi aku ya terus kalau sudah sampai jangan lupa hubungi aku lagi, dan aku janji akan sering datang berkunjung kerumah Ibu kamu Num”ujar Dev saat ada di bandara.


“Iya Dev pasti kok dan makasih sudah urusin aku semuanya ya”


“Iya sama-sama”


“Jaga diri baik-baik ya Dev jangan jelalatan “canda Hanum pada Dev.


“Iya kamu tenang aja, malah aku yang khawatir kamu kepincut sama oppa Korea Idolanya Ica”


“Enggak lah kan kita sudah janji”


“Sip sip, kalau ada waktu pasti aku akan ke tempat kuliah kamu dan kamu yang serius ya belajarnya”


“Siap tuan muda Dev”


Hanum berlalu sambil melihat lagi sekali kearah Dev dan Dev kembali setelah Hanum tak terlihat lagi.


Selamat jalan Hanum


Dev kembali ke kantor dengan hiruk pikuknya kantor dan ia melihat Ica yang sedang duduk santai diruang tunggu karna Dev mengunci kantornya.


“Kamu nggak sekolah ? “ujar Dev sambil melirik jam yang masih menunjukkan pukul sepuluh.


“Ada rapat jadi pulang cepat “


“Tau gitu aku ajak kamu anter kakak iparmu ke bandara tadi”


“Males ahhh”


Ica mengikuti Dev kemudian duduk lagi.


“Kesini cuma melamun aja nih belajar stok barang”


“Dihhh ngapain aku belajar , besok aku mau buka tempat olahraga pencak silat dan ini nggak ada hubungannya dengan aku”ujarnya tanpa dosa.


“Nggak bisa ya ,aku kelola ini sendiri “


“Nanti kan ada Kak Hanum”


“Hanum terus Hanum terus, kamu cemburu sama Kak Hanum ya”goda Dev.


“Nggak tuh”


“Ayo ngaku aja”


Dev bersiap akan menggelitiki Ica.


“Jangan Kak, aku lagi nggak pengen ber.... “


Belum sempat Ica meneruskan kata-katanya Dev menggelitiki Ica dan membuat mereka adu fisik.

__ADS_1


Dasar Kakak beradik yang sangat akur.



__ADS_2