
🌺🌺🌺Happy Reading 🌺🌺🌺
Ica sedang sibuk membuat gambar dan ia mulai foto-foto di ig untuk niat jualan.
“Aku coba aja deh untuk jualan baju-baju ini”
“Ca... Kamu lagi apa ? “tanya Dev yang muncul dari arah belakang.
“Ehhh.... Kak Dev”
Pikiran Ica langsung melayang tentang apa yang ia lihat beberapa hari yang lalu dirumah Tante Yosiko.
“Aku lagi buat gambar baju Kak, untuk iseng dijual “
“Bagus itu, kamu jadi ada kesibukan, Kakak mau deh beli satu pelanggan pertama” Ujar Dev.
Kak Dev memang tak terlalu perhatian kadang bersikap dingin dan cuek tapi ia selalu mendukung aku dari belakang.
Tapi aku kecewa saat melihat ia dan Tante Yosiko melakukan itu, aku kecewa Dev, apa aku harus bertanya pada dia secara langsung.
Ya kali ucapan selamat harus cium bibir iyuuu kan nggak mungkin sekali.
“Ca... Ini all size ? “
“Ya... Kakak mau yang mana ? “Yang gambar mobil itu”
“Oke harganya 50k Kak”
“Baiklah Kakak bayar cash”ucap Dev pada Ica.
“Makasih Kak”
“Bagaimana penjualan hari ini Kak ? “
“Pasti nanti hujan besar”
“Maksud Kakak ? “
“Kamu tumben nanyak pasti hujan besar deh”
“Aku kira kenapa”
“Hahaaahhaaa”
“Ica.... Dev makan malam “
“Baik Nek”
Dev... Kenapa harus kamu Dev, kenapa bukan yang lain saja. Aku tidak sanggup jika itu kau Dev, aku ingin bertanya tapi aku belum sanggup mendengar jawabannya.
🥕🥕🥕🥕🥕🥕🥕🥕🥕🥕🥕🥕🥕🥕🥕🥕
“Aku rindu tauuuu”
“Ehhh sudah rindu aja “
“Kita sudah nggak bisa ketemu lagi dirumah aku lagi “ucap Yosiko manja.
“Iya... Kamu kan sudah tunangan”
“Iya.... Siapa gadis yang sama kamu itu ? “ucap Yosiko manja dan terus bergelayut pada Dev.
“Ohhh kau kan pasti sudah tahu , itu Sonya”
“Uhhh kamu buat aku cemburu, kamu ada rencana pacaran sama dia ? “
“Belum, dia cantik sih tapi manja sekali, nggak seperti yang aku lihat dari awal”
“Manjanya kayak gimana ? “
“Semua dia nggak bisa kerjain, maunya aku yang disuruh ini itu sama dia”
“Wajarlah mungkin dia mau tes kamu kan”
“Bisa jadi sih ! ! ! “
“Dah yuk... Kita goo”
“Okeyyy”
Di sekolah
“Kapan ya Gilang masuk, aku sudah kangen sama dia” ucap Fabian.
“Sama”
“Caa... Gawat ! ! ! “
“Apaan !!! “
“Sekarang Bela terang-terangan buat kasih nama kamu di karakter animasi yang dia buat itu”
“Masak sih ! ! ! “
“iya dia upload sepuluh video dan semuanya persis kamu !!! “ucap Nesa.
“Aku akan tanya apa maksud dia !!! “
“Ayo Ca... “
Ica berjalan diikuti oleh Nesa ke kelas Bela.
“Bela......!!! “
Bela yang sedang asyik ngerumpi langsung kaget mendengar suara Ica.
“Ada apa ? “
“Keluar”
__ADS_1
“Mau kamu apa sih !!!
Bela pura-pura ketakutan kemudian ia tertawa lirih.
“Aku kesal melihat kamu, kamu dan gengmu yang tidak punya otak itu sok berkuasa, aku jijik melihatnya, aku emang nggak suka sama kamu Riska Montana “
“Aku ngga ada masalah ya sama kamu”
“Kamu ngga ada masalah tapi aku kesal padamu , aku memang pura-pura jatuh dan kesakitan saat kau servis bola agar kau dibully satu sekolah dan aku berhasil “
“Aku memang tahu itu semua Bela tapi apa kau tahu, gara-gara kamu banyak yang kena masalah “
“Aku tidak peduli lagipula Perusahaan Mama kamu nggak pantas bersaing dengan perusahaan Papaku yang berkeluarga utuh”
“Kenapa kamu jadi lihatin keluarga aku, apa salah keluarga aku”
“Anak haram !!! “ ucap Bela membuat Ica tak mampu menahan emosi dan mendorong Bela hingga ia tersungkur .
“Anak broken kayak kamu kok masih bisa jadi Bos, apa teman-temanmu nggak sadar kalau anak broken kayak kamu pantas sendiri “
“Jangan dengerin dia Ca “ucap Nesa
“Kamu akan menyesal Bela”
“Urus aja skorsing kamu Ca, bye !!! “.....
“Awas kau ya !!! “
“Sabar Ca, sabar “
“Dia itu benar-benar kelewatan !!! “
“Sudah... Yuk balik ke kelas “
Ica hanya diam karna menahan emosi dan Bela balik ke kelas sambil menahan sakit.
“Ini nggak akan sebanding dengan penderitaan yang kakak aku alami Ca... Nggak sebanding”
“Sakit sekali tangan dia, tangan apa itu !!! “ucap Bela sambil terus menggerutu.
📺📺📺📺📺📺📺📺📺📺📺📺📺📺📺📺
“Sabaar ya Ca... Kita akan selalu sama kamu”
“Iya “
“Anak-anak besok kita akan olahraga sama-sama lagi ya ,dengan kelas sebelah besok kita mau pergi renang “ujar guru olahraga dengan entengnya.
“Asyikkkk..... “ucap semua siswa
“Asyik Ca... “
Ica masih diam saja karna ia masih kesal dengan Bela.
Nesa ikutan diam karna ia tahu sifat Ica saat marah, lagian apa juga maksud Bela berkata seperti itu, emang apa yang pernah dilakukan Ica.
“Nes... Nes ? “ucap Alex sambil menunjuk Ica.
“Nes.... “
“Apa lagi ? “
“Kamu besok pakai bikini ya”tambah Alex lagi.
“Enak saja” ucap Nesa sambil memukul Alex.
“Emangnya kenapa ? “
“Jangan ngomong sembarangan “
Ica yang biasanya ikut tertawa tetap diam tak bergeming.
“Ya ampun kukira cowok aja yang jadi kulkas sepuluh pintu, cewek juga ada”batin Nesa.
Keesokan harinya
“Eh kacamata aku lupa di loker, aku ambil dulu ya Nes”
“Iya”
Para cowok-cowok memperhatikan tubuh teman-temannya yang cewek terutama lekuk tubuh Jessi dan Nesa yang memang memiliki bentuk tubuh yang bagus.
“Ehh... Btw badan Ica juga bagus ya”
“Iya padahal dia itu kan agak tomboy ya”
“Iya” terdengar bisik-bisik dari teman sekelas Ica.
“Nah... Ini dia “ucap Ica sambil mengambil kaca mata renangnya yang berwarna marron.
Diruang ganti wanita ,Bela melihat Ica sedang sendirian dan ia ingin melakukan siasat padanya.
Ia kemudian mendekati Ica
“Apa maumu ? “ Ica menyadari keberadaan Bela.
“Emangnya aku nggak boleh dekat kamu”
“Diamlah “ujar Ica kemudian melangkah pergi.
“Anak broken” ucap Bela.
Ica hanya berjalan tak peduli, namun diluar dugaan Bela malah mendorongnya.
Ica masih mampu menahan emosinya tapi entah mengapa Bela menjatuhkan dirinya sendiri.
“Aduh Ca... Apa sih salah aku”
“Laahhh.... “Ica melongo karna bingung dengan kelakuan Bela.
__ADS_1
“Ehhh Ica kamu kenapa sih sama Bela” ucap teman Bela.
“Ohhh jadi akting doang dia”ucap Ica dalam hati.
“Aku sentuhpun tidak”ucap Ica
“Aku lihat kok kamu dorong dia”
“Dihhh fitnah sekali, selalu nyari gara-gara sama aku”ujar Ica membela diri.
“Sudahlah cewek kasar kayak kamu”sambil mendorong Ica.
“Aku nggak ada waktu ya ngurusin kalian yang toxic ini”
“huuuuuu......dasar !!! “
“Drama apaan sih Bela itu”ujar Ica.
Benar saja saat dikolam mereka membicarakan Ica yang sengaja mendorong Bela, diruang ganti.
Nesa melihat kearah Ica.
“Drama queen mereka”ujar Ica.
“Emang ada apaan ? “
“Ayo semuanya masuk kolam ! ! ! “ ujar Pak guru olahraga.
“Baik”
“Nanti aku cerita lagi ya”
“Okey”
🛡🛡🛡🛡🛡🛡🛡🛡🛡🛡🛡🛡🛡🛡🛡🛡
“Hari ini capek banget ya”
“Iya, eh tadi ada apa Ca , mereka dari ruang ganti ngomongin kamu terus”
“Aku nggak paham sih sama Bela, dia kayaknya emang nggak suka aku”
“Kok gitu”
“Iya... Tadi pada saat aku ambil kaca mata renang dia yang datang pada aku, bilang aku anak broken”
“Kamu tanggapin nggak ? “
“ Enggak “
“Terus”
“Terus dia malah pura-pura jatuh, pas temannya datang”
“Hahhhh ada orang yang kayak gitu”
“Ada... Dia kan”
“Ya ampun, kok dia capek-capek buat kayak gitu sama kamu”
“Aku belum tahu sih tujuannya, kalau dia mulai duluan kenapa nggak sekalian aja kita lanjutin “
“Bisa juga “
“Aku memang suka sih sama orang kayak Bela, suka cari masalah”
Nesa tersenyum kecil mendengar omongan Ica.
“Heyy... Kalian nggak jajan ? “
“Aku bawa”ucap Ica sambil menunjuk kotak bekalnya.
“Ini isinya apa ? “
“Roti isi, Nenekku yang buatin”
“Mau dong “ ujar Alex
“Ambil aja, Nenekku buat banyak untuk kita makan”
“Asyikkk, aku beliin minum dulu ya”
“Asiiiaappp”
Dirumah....
“Dev... Kamu sering sekali ya lambat balik ke kantor, kamu kemana aja ? “
“Aku Cuma beli makan aja kok Mah”
“Jangan banyak alasan, mulai besok Mama catering buat kamu”
“Mama jangan kelewatan ya, terlalu berlebihan makanya Papa nggak betah sama Mama !!! “
“Jaga mulutmu ya Dev”
“Ya ampun, apaan sih Ma, Kak Dev, Ica baru aja pulang sekolah malah ribut kayak gini !!! “
“Kamu masuk Ica ! ! ! “
“Nggak bisa Ma, Mama ini maunya aku masuk, buat apa ? Aku juga mau dengar omongan Mama !!! “
“Ini.... Kamu check in sama siapa ??? “Melempar hape yang berisi foto Dev sedang masuk ke sebuah hotel.
“Jangan bikin malu Mama Dev !!! “
“Aku hanya ketemu klien aja !!! “
“Jangan bohong, klien siapa jangan sampai Mama cari tahu semuanya, Mama izinin kamu pergi tapi jangan jam kantor, kamu ngerti nggak sih”
__ADS_1
“Siapa juga yang mau urus kantor di usiaku yang segini ini, aku masih mau main ! ! ! “
“Main !!! Main kamu bilang”