BLESSED RAIN

BLESSED RAIN
Sembilan Puluh Empat


__ADS_3

Salam buat para pembaca terimakasih sudah mampir dan dukung Karya dengan like, komen dan Vote ya...


Dukunganmu sangat berarti .


😍😍😍😍


🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺


💬 Ica


*Nes kerumah yuk,*


📩 Nesa


*Mau ngapain Ca ? *


💬Ica


*Ada yang mau aku ceritain penting*


📩 Nesa


*Oke nanti sore ya*


💬 Ica


*Oke*


“Ca aku masih ada kerjaan ayo kita pulang, besok kesini lagi”ajak Dev.


“Iya Dev”


Saat Dev akan menstater mobilnya Ica mendekati Dev dan mengecup pipinya.


“Makasih ya Kak”


Dev yang tak pernah tersipu oleh Ica kini benar-benar merah padam dia terkejut karna Ica yang tiba-tiba mengecupnya padahal tadi dia hanya bercanda.


Hatinya tak karuan karna baru kali ini Ica terdengar tulus saat mengucapkan Terima kasih.


“Ah... Iya Ca “Dev masih tersipu dan ingin review.”Ca bisa direview nggak, tadi belum siap dan belum kerasa”canda Dev.


Namun Ica kembali mengecup pipi Dev.


Bukannya senang Dev malah takut dan memegang dahi Ica.


“Are you okay Ca ? “


Ica malah diam setenang air.


“Kalau bisa ditambah bibir “


“Mau masuk RS apa liang lahat ! “ancam Ica.


“Hehe”


Saat mobil melaju Ica masih melihat keluar jendela mobil ,pemandangan ini yang akan membuat dia betah dan akan tercipta kisah-kisah baru dalam hidupnya.


Rencana Dev nantinya Taman Bunga,akan dikelola dengan baik dan dibuatkan penjaga agar tidak ada yang merusak bunga, Dev juga akan membuka warung makanan ringan agar suasana lebih hidup dan menguntungkan tentunya.


“Kira-kira Mama dan Nenek habis berapa banyak ya Kak ? “tanya Ica pada Dev yang fokus pada setirnya.


“Entahlah yang penting kenangan ini tak sia-sia menurut Mama dan Nenek”


“Aku ingin makan ayam bakar Kak”ujar Ica menghentikan pembahasan tentang Taman Bunga.


“Ayo kita beli di warung taliwang “


“Oke “Ucap Ica dengan wajah yang berbinar.


Disekolah


Pukul 07.00


Gilang sedang menyetel gitarnya yang baru di ruang ekskul musik dan Kak Audi datang menghampirinya.


“Sombong ya sekarang dah dikontrak “


“Enggak kok Kak “ujar Gilang tanpa menatap wajah Kak Audi.


“Kamu kok nggak pernah chat aku ya, apa ini yang namanya habis manis sepah dibuang “ujar Kak Audi.


“Bukan aku lo yang bilang “


Ujar Gilang tapi masih tak menatap Kak Audi .


“Kak Audi ! “


Audi menoleh dan melihat geng Ica disana.


“Kak Audi jangan ganggu Gilang ya, apa sikap Gilang selama ini kurang jelas”ujar Nesa.


“Dasar anak kecil selalu ikut campur !!! “ujar Audi kemudian berlalu.


“Nggak ada tempat yang aman untuk kamu ya Gilang “Ucap Alex lalu duduk di samping Gilang.


“Ya dia emang pantang menyerah”


Ica ikut duduk disamping Gilang dan membuat Gilang gugup.


Gilang memperhatikan gerak gerik Ica yang sedang memainkan ponselnya.


“Tak bisa kumiliki tapi hanya melihat saja aku bahagia”


“Ca tanggal berapa sih kita outing class ? “


“Aku belum tahu “


“Emang mau kemana acara kita ? “tanya Fabian.

__ADS_1


“Ke pantai mau kemah “ujar Ica.


“Woow serius Ca ? “Nesa tak percaya.


“Iya emang aku tampang kriminal ya, sulit dipercaya”


“Iya”ujar Alex dengan polosnya.


“Polos banget jawaban kamu”


“Ya maaf”


“Ehh sudah bel itu ayo kita ke lapangan “


“Iya”


Semua murid 11Ips menuju lapangan karna hari ini ada pelajaran olahraga.


“Selamat pagi


Hari ini materi kita lompat jauh “


“Baik Pak”


Satu persatu siswa-siswi mulai lompat jauh.


Ica merasa ragu dengan kondisi kakinya tapi sejauh ini kan belum ada kambuh, ia yakin jika tak apa-apa.


Saat giliran Ica, semua berjalan lancar namun saat mendarat kakinya langsung merasakan sakit yang luar biasa, hingga menyebabkan Ica terjatuh setelah mendarat.


Semuanya terkejut dan segera menolong Ica.


Pak guru olahraga membawa Ica ke ruang UKS, tapi dari pihak UKS menyarankan agar Ica dibawa ke RS saja untuk penanganan lebih lanjut.


Dev yang sedang bekerja langsung melesat saat mendengar kabar tentang Ica dari pihak sekolah.


Rumah Sakit


“Jadi kondisi kaki Ica baik hanya saja dia belum sempurna jika terlalu sering dipakai beraktivitas yang berat dan ini sedikit keseleo saja, namun karna pernah kecelakaan lebih baik istirahat agar tidak bertambah parah”


“Terimakasih Dokter”ucap Dev.


“Kamu bisa dengar dengan jelas nggak Ca ! “ujar Dev dengan nada yang sedikit tinggi.


“Dengar Kak”


Ica memang merasakan kakinya lebih sakit dari yang sebelumnya.


Ia takut tak bisa bertanding lagi karna kemarin saat bertanding kakinya memang lebih banyak dia andalkan daripada tangannya.


Sesampainya dirumah Ica terkejut karna banyak motor disana.


“Lohh ada acara apa Kak ? “tanya Ica.


“Nggak tahu “Dev pun sama penasarannya dengan Ica.


Ica turun dari mobil dan diruang tamu ada geng Ica disana dan ada bonus Kak Damar.


“Apaan sih Ca masak nggak tanda motor kita “ujar Gilang heran dengan Riska Montana.


“Mana ada waktu aku tandain motor kalian satu-satu btw sejak kapan kalian pada pakai motor, aku jadi iri”Ica memasang wajah merajuk.


“Semenjak kamu pergi ke Jakarta itu, kalau Gilang kan emang dari dulu dah make motor kalau aku baru dikasi mulai minggu kemarin Ca”Nesa menjelaskan.


“Ohh gitu ya, makasih ya kalian dah kesini tapi aku nggak apa-apa kok”


“Nggak apa-apanya ? Jatuhmu sampai kayak gitu masih bilang nggak apa”ujar Gilang dengan nada khawatir.


“Iya emang cukup keras sih “


“Lain kali kalau memang nggak bisa bilang aja Ca, jangan sampai membahayakan kamu”ucap Alex.


“Iya aku kira nggak bakal kayak gini “


Kak Damar hanya menyimak dipojokan karna ia tak tahu mau bilang apa.


Karna mereka sudah berjanji akan merahasiakan hubungan mereka.


“Kak Damar ikut sama temen-temen aku ? “tanya Ica.


“Enggak aku baru aja datang hanya beda beberapa menit sama kamu, aku dengar info dari Pak Guru Silat yang kebetulan ada disekolah makanya setelah selesai jam, aku langsung kesini”


“Oh gitu ya tapi makasih looh Kak “


“Iya”


Sebenarnya dalam benak geng Ica, mereka merasa aneh saat Kak Damar ada disini, betul Kak Damar adalah Ketua dari ekskul Pencak Silat, tapi apa dia harus secepat ini langsung kesini.


Ada beribu pertanyaan yang melayang diotak mereka.


Terlebih Ica hanya anggotanya, apa tidak aneh jika Kak Damar langsung kerumah Ica.


Namun geng Ica tak berani bertanya langsung pada Ica, mereka masih berharap jika Ica dan Kak Damar itu hanya sebatas Ketua dan anggota saja.


“Ehhh pada diam saja ayo dong minum airnya”ujar Ica karna tiba-tiba geng Ica melamun.


“Iya Ca makasih”sahut teman-teman Ica.


Ica melihat teman-temannya ia bersyukur memiliki teman yang begitu perhatian.


“Oiya Ca mumpung aku ingat kemarin kan aku nggak jadi kesini, emangnya kamu mau kasih tahu aku apa ? “tanya Nesa yang tidak jadi datang karna ada hal yang harus dikerjakan.


“Ohh itu , kamu ingat nggak padang rumput yang mau dibuat menjadi minimarket itu ? “


“Iya isshhh bagaimana perkembangannya Ca ? “tanya Nesa.


“Mama dan Nenek yang beli padang rumput itu”ujar Ica.


“Hahhhh kok bisa ? “Nesa tak percaya dengan apa yang ia dengar tapi kalau tentang yang beli itu adalah keluarga Montana, dia nggak heran sih.

__ADS_1


“Iya jauh sebelum kita tahu tentang Minimarket ini, ternyata Nenek aku nangis saat berita tentang Padang Rumput ini mau dirubah jadi Minimarket “


“Wahhh sampai gitu ya berarti memang banyak kenangannya disana” ujar Alex yang juga tahu tentang berita itu.


“Iya benar sekali , aku aja nggak tega loo jika harus dijadikan Minimarket “imbuh Nesa.


“Namun saat paginya Dev malah ngajak aku ke Padang Rumput itu dan Dev menunjukkan jika Minimarket itu tak jadi dibangun dan Keluarga Montana menggantikan dengan membuat Taman Bunga”ujar Ica menjelaskan sambil tersenyum.


“Keluargamu emang hebat Ca, secara nggak langsung kita punya tempat baru untuk nongki “ujar Nesa.


“Iya aku juga mikir ini semua mimpi tapi ini nyata”


“Aku turut bahagia mendengar berita ini Ca”ujar Gilang.


“Iya makasih semuanya “


Setelah semua teman Ica pulang Kak Damar masih anteng disana.


“Kakak nggak pulang ? “


“Kamu ngusir aku ? “


“Enggak sih aku cuma nanyak aja”


“Aku masih kangen kamu Ca”


“Ssstttt ada Kakak “Ica memberi kode agar Kak Damar bicara lebih pelan.


“Maaf aku lupa Ca”


“iya nggak apa-apa Kak”


Ica dan Kak Damar ngobrol tentang seputar event yang diJakarta kemarin, mereka mengobrol sambil mengingat kejadian lucu serta ada bumbu-bumbu cinlok antara sesama atlet.


Padahal mereka tak sadar jika mereka tak jauh berbeda tapi begitulah manusia, gajah dipelupuk mata tak tampak, semut diseberang sana tampak.


“Ca ajak Damar makan tuh, pasti dia lapar dari tadi nemenin kamu yang kuat cerita fiksi”


“Faksa fiksi aku ngomong fakta loo tentang event di Jakarta kemarin”Ica nyolot.


“Iya deh si paling fakta”


“Emang fakta kok”


“Aku balik aja Kak nggak usah deh makan”


“Yahh kok gitu sih aku ajakin tapi nggak mau, awas ya !!! “ ancam Dev


“aku malu lebih baik aku balik aja”


“Nggak ada nggak ada ! “


“Kak “ujar Ica agar Kak Damar bisa pulang.


“Aku maksa lohh Damar”


“Aku serius Kak, aku sudah makan tadi sebelum kesini”


“Beneran ? “selidik Dev dengan mimik wajah tak percaya.


“Kak biarin Kak Damar pulang ya”pinta Ica.


“Oke deh kalau gitu”ujar Dev dan akhirnya Ica bisa bernafas lega.


Di sebuah Cafe M


Terlihat Alvian dan Jessi sedang berbicara.


Jessi sudah lama tidak masuk sekolah dengan alasan sakit tapi kali ini ia bersama dengan Alvian entah apa yang sedang terjadi.


“Aku kan sudah bilang Jess kalau aku tidak terlalu akrab dengan sepupu aku”


“Tapi minimal tolong aku Al”


“Aku nggak mau terlibat Jess lagipula kan yang salah itu kamu, bukan aku terus kenapa sekarang kamu minta bantuan sama aku ? “


“Jadi kamu nggak mau bantu aku Al ? “


“Nggak Jess , aku nggak mau terlibat masalah seperti ini”


“Oke kalau gitu Al, kamu tega ! “


“Aku tega ? Pas kamu pacaran dan indehoi emang kamu cerita sama aku ? “Nggak kan ! Terus sekarang kamu hamil, apa itu salahku ? Dasar Naif !”


Ujar Alvian dengan ekspresi mengejek.


Jessi segera bangun dari kursi dan berlalu .


Nesa yang dari tadi sembunyi akhirnya keluar dari persembunyiannya.


“Kamu sudah percaya kan, aku nggak akan bantu Jessi”


“Iya Kak aku percaya kok”ujar Nesa.


“Terus si Jessi gimana ? “


“Bukan urusan aku Nes dan aku minta maaf ya dari awal nggk jujur sama kamu dan buat kamu sakit hati “


“Iya aku juga minta maaf langsung marah Kak”


“Kalau gitu masalah kita sudah selesai ya”ujar Alvian.


“Iya Kak”


Jadi Jessi selama ini hamil oleh sepupu Alvian tapi Alvian tidak terlalu akrab dengan sepupunya itu.


Jessi yang kehilangan kontak dengan sepupu Alvian, merasa bingung mau menghubungi siapa jadi ia dengan terpaksa jujur tentang kehamilannya.


Jessi anak berprestasi di sekolah dan dia juga saingan Ica, sekarang Jessi bukan siapa-siapa lagi.

__ADS_1


Nesa belum bercerita tentang masalah ini dengan Ica karna Nesa ingin Ica tahu sendiri. Nesa adalah tipe-tipe cewek yang tidak suka mengadukan masalah pribadi dan orang lain.



__ADS_2