
🌺🌺🌺Happy Reading🌺🌺🌺
Setelah libur panjang Dio dan Ica nampak membersihkan kandang hewan sekolah, tapi yang bersih-bersih hanya Dio, Ica memantau sambil main Hape.
“Ehh.... Dio kamu ya yang bersihin ini semua”ujar Ica dengan mulut enteng.
“Kok aku ? “Dio heran mendengar ucapan Ica yang benar-benar membuatnya tak percaya.
“Aku lagi nggak mood”
“Terus kalau aku nggak mood juga suatu hari nanti, apa kamu mau gantiin aku”tanya Dio membalikkan omongan Ica barusan.
“Yahh nggak tahu, pokoknya bersihin aja, ribet amat sih”ujar Ica lagi dengan enteng.
Dio menurut saja pada Ica karna malas memperpanjang masalah.
Ica nampak asyik bermain ponsel.
“Sudah selesai apa belum ? “tanya Ica
“Sudah, ayo kita pulang”ujar Dio sambil melirik jam yang menunjukkan pukul 16.00.
Ica yang sedang sibuk main hape tidak melihat Dio yang sedang berjongkok dan menendangnya.
“Aduhhhh .... “
“Uppss sorry”
“Iya nggak apa kok”
“emm”ucap Ica tanpa perasaan bersalah sama sekali
“Nah semua sudah beres, kasi makan,ganti air yupp dah Oke”
“Ca... Ayo kita pulang”ucap Dio lagi.
Sekasar-kasarnya Ica pada Dio tapi tetap saja Dio berbicara halus pada Ica.
Ica tak menyahut hanya diam seperti orang bisu. Kemudian berjalan menuju tempatnya biasa menunggu yaitu depan gerai es krim.
“Hahhhh.... “Dio bernafas panjang .
“Sebenarnya Ica itu kenapa ya sama aku apa ada masalah gitu, kenapa sikapnya tidak pernah baik padaku”saat asyik berfikir Ica terlihat dari jauh menghampiri Dio.
“Dio.... “
“Iya”sahut Dio.
Dio yang sedang mengambil motornya , menoleh pada Ica.
“Supir aku lagi pecah ban dan hapeku juga mati, mau pesan ojol nggak bisa, kamu ada aplikasi ojol ? “
“Kebetulan aku nggak bawa hape”.
“Aduh gimana ya ? “.
“Ada nomor yang kamu hafal nggak ? “
“Ngga ada”
“Mau bareng aja ? “tanya Dio.
“Dihhh.... Biarin deh aku disini”
“Aku tungguin apa gimana ?
“Nggak usah”
Dikatai tak usah namun Dio ikut menunggu juga.
__ADS_1
Ica merasa kesal pada dirinya, kenapa ia tidak mencharger hapenya.
Tidak ada percakapan selama itu, lucunya juga Ica malah enak makan es krim dan kue di dalam gerai ea krim, sedangkan Dio diluar gerai es krim.
Pak Supir Ica datang sekitar pukul 18.00.
Ica tak berterimakasih pada Dio.
Dia langsung berjalan tanpa peduli pada Dio yang tadi sudah menunggunya.
“Sainganku adalah musuhku”ujar Ica dalam hatinya.
“Aku tak paham apa isi otaknya Ica itu”ujar Dio
Dirumah
“Ca, kamu bisa nggak bantu Mama beli beberapa buah, hari ini ada klien Mama yang ingin berkunjung “
“Bisa Ma”ujar Ica
“ini uangnya dan jangan terlalu lama ya”.
“Iya Ma”.
Ica diantar oleh supirnya menuju Sentral buah.
Saat sedang asyik memilih buah mata Ica tertuju pada seseorang yang ia kenal.
Dio
Dia nampak berbeda, tanpa kaca mata, baju yang stylish dan rambut yang bukan zaman Old.
“Aku nggak yakin dia adalah Dio, tapi wajahnya benar-benar Dio”ujar Ica sambil mengawasi Dio yang juga sedang membeli buah.
Ica adalah tipe-tipe orang yang tidak ingin penasaran dan dia langsung menghampiri Dio.
“Hahhh...” Dio terkejut dan tak mampu berbicara.
“Kamu kok beda ? “tanya Ica
“Emm.... Aku lagi coba gaya baru aja”ujar Dio.
“Ohh gitu ya”ucap Ica masih memperhatikan dari atas kebawah.
Dio yang tampak berbeda hari itu membuat Ica bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi, apa Dio sengaja menyembunyikan identitas aslinya, karna tidak mungkin ada orang yang berubah secepat itu.
“Ica beli apa aja ? “tanya Dio
“Hanya apel dan anggur saja, kamu beli apa ? “(kalian bisa menenggelamkan wajahmu dibak mandi)
“Aku beli jeruk untuk bikin jus”jawab Dio sambil menahan salting.
“Em... Baiklah kalau gitu aku duluan ya, soalnya tamu Mamaku mau datang”ujar Ica .
“Baiklah Ica, Hati-hati”
“Oke”
...💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮...
Sangat luar biasa penampilan Dio, kok bisa ya dia jadi setampan itu, Ica sangat heran dengan dirinya yang tiba-tiba bisa luluh oleh musuhnya, sebenarnya Ica aja yang menganggap Dio musuh karna Dio nilainya bersaing dengan Dio.
“Ma.... Ini buahnya”ujar Ica sambil meletakkan buah diatas meja tamu.
“Ambil piring dong Ca, gini aja nggak ngerti”
“Iya... Aku ambilin kok, marah aja kerjaannya “
__ADS_1
“Mama nggak marah, tapi nada Mama aja yang keras Ca”
“Iya iya Bos”ucap Ica kemudian mengambil piring didapur.
“Ini piringnya kanjeng Putri” ujar Ica sambil bersimpuh.
“Terima kasih budakku”Mama Ica tak mau kalah.
“Aku kekamar dulu ya Ma, selamat malam”
“Selamat malam Ca, nice dream”ujar Mama Ica kemudian ia kembali menata meja .
“Ca”
Ica terkejut dengan suara Dev.
“Klien mana sih yang datang malam-malam begini”
“Aku juga nggak tahu “
Ica dan Dev belum tidur tapi ia mengawasi dari CCTV yang dipasang Dev tanpa sepengetahuan Mamanya.
“Coba lihat ini Ca”ujar Dev sambil menunjukkan seseorang yang masuk kerumah mereka.
“Aku kenal, ini Om Marcel”
“Kamu tahu dia ? “
“Dia mantan pacar Mama saat masih SMA”
“Belum aja lama Mama berpisah, sudah ada yang deketin Mama”ucap Dev sambil terus memantau.
“Aku juga mikirnya gitu Dev “
“Kak Dev”ucap Dev membenarkan ucapan Ica.
“Kak... Kamu awasin aja, aku ngantuk”
“Kakak juga ngantuk sih, apalagi besok kerja “
“Aku duluan ya... Cup” Ica mengecup pipi Dev dan Dev menarik tangan Ica.
“Aku maunya bibir juga” Dev memonyongkan bibirnya.
“Dihhh.... Jijik aku lepasin tangan aku”
“Aku lagi pengen nih”ujar Dev pura-pura”
“Heh !!! Cari aja Kak Hanum !!! “Ica melepaskan tangannya .
“Nice dream ya sayangku”uhar Dev sambil tertawa kecil.
“Nice dream to kadal”
Marcel akhirnya berani mengunjungi rumah Oliv setelah sekian lamanya ia menunggu kepastian dari Oliv.
Nenek Ica adalah orang tua yang terbuka juga jadi dia tak terlalu mengekang Oliv, dari dulu ia tak pernah memaksakan kehendaknya, tetapi saat dewasa, Oliv mulai paham apa yang memang terbaik untuknya jadi seiring berjalannya waktu, ia mau belajar tentang perusahaan dan bisa dipercaya memegang perusahaan oleh Nenek Ica.
Nah sekarang tinggal Ica yang besok akan meneruskan memegang SMA SEMESTA.
Apakah Ica bisa mengemban tugas yang berat seperti ini terlebih Ica disekolah terkenal sebagai pembully, sering memalak dan suka cari masalah, dia hanya tobat ketika ada ujian kenaikan kelas setelah itu pasti dia dan gengnya berulah.
Malam itu Ica belum bisa tidur padahal waktu hampir menunjukkan pukul 23.00,biasanya jam sembilan aja Ica pasti ngorok.
Pikiran Ica sedang melayang tentang Gilang dan ia yang tak sengaja berciuman dengan Gilang saat di Villa itu, karna ia jomblo dalam waktu yang cukup lama, Ica memang sudah lama tak melakukannya lagi.
Darah Ica berdesir saat mengingat itu, namun disisi lain ia juga memikirkan Dio yang penampilannya berbeda, sungguh hari-hari yang penuh dengan kejutan.
__ADS_1